
Sepulang dari sekolah Allea menghilang begitu saja setelah Max menelponnya berkali-kali barulah dia memberi pesan pada Max
"Aku ada urusan sebentar tolong bilangin ke ayah kalo dia nanti nyariin" isi pesan yang di tulis Allea
"Allea pergi sama siapa sih? " Gumam Max
Allea pergi bersama Celine dia sekarang tinggal mencari bukti atas kematian nek Mar, Allea di bantu Celine menemui seorang hacker untuk mencari rekaman CCTV rumah sakit saat neneknya menghembuskan nafas terakhir
"Please bantuin kita" Ucap Celine pada pria tersebut
"Emang di rumah sakitnya ada CCTV? "
"Kayaknya ada deh, rumah sakit XX"
Pria itu mulai mengotak atik benda di hadapannya, di layar terlihat kegiatan orang berlalu lalang di rumah sakit. Allea menangkap sosok yang dia kenal lalu menyuruh pria itu memperbesar gambarnya
"Yang ini kak di perbesar" tunjuk Allea
"Loh ini kan mommynya Cindy" ujar Celine menoleh ke arah Allea yang hanya manggut-manggut
Setelah beberapa saat setelah menerima video itu Allea dan Celine pulang ke rumah mereka masing masing, Allea sangat terkejut saat baru saja keluar dari taksi tangannya di tarik seseorang
"Dari mana aja? " tanya Max memepetkan Allea ke tembok dekat gerbang
"Eehh... dari kapan disini? " Alih alih menjawab Allea malah balik bertanya
"Dari kapan? Dari pulang sekolah aku nyariin kamu tahu gak? "
"Ya maaf aku lupa kirim pesan" lirih Allea
"Kebiasaan.. Aksa tuh sampe pontang panting cari kamu dia takut di marahin sama om Gibran, kamu pergi sama siapa? " Max yang kesal terkesan bertanya dengan nada tinggi
Allea memasang wajah merasa bersalah dan menundukkan kepalanya, Max yang gemas menggigit bibirnya sendiri meremas tangannya di samping kepala Allea
"Uhh.. Kalo gak sayang udah gue jitak " gumam Max
"Maaf" lirih Allea
"Masuk, kamu belum makan kan? " tanya Max Allea hanya menggeleng
Maxembawa Allea masuk dan menemaninya makan , Max gemas melihat Allea yang tertunduk dengan bibir cemberut ingin sekali dia mengerjai Allea
"Udah makan langsung mandi aku mau pulang dulu" ketus Max
"Kenapa pulang? " tanya Allea
"Mau ngapain disini? bentar lagi om Gibran juga pulang"
"Aku minta maaf jangan marah lagi" Alle menatap Max dengan mata berkaca kaca bibirnya bergetar
Max terkekeh lalu duduk di dekat Allea dan memeluknya "Aku cuma bercanda" ucap Max
"Gak lucu tau gak? " Allea melepaskan tangan Max dari tubuhnya
"Ya udah sana kalo mau pulang pulang aja" ketus Allea
"Loh sekarang kok kamu yang marah? " tanya Max heran
"Tau ahh awas aku mau mandi" Allea bangun dari duduknya lalu beranjak pergi
"Hei, jangan marah dong. Aku mau ngajak kamu nonton nanti malem" Max mengejar Allea dan memegangi tangannya
"Aku gak mau" Dengan kesal Allea menepis tangan Max
"Ya udah gak papa, tiketnya udah terlanjur di beli juga nanti aku ajak Arabella aja"
"Jangan macam macam, jemput aku jam 7 nanti malem" Max mengembangkan senyumnya dan mendekat membelai wajah Allea
Wajah Max semakin mengikis jarak diantara mereka, Allea menutup matanya kalau hembusan nafas Max terasa menyapu kulit wajahnya
Allea membuka mata wajahnya sudah memerah karena Malu sementara Max mengulum senyumnya menahan rasa ingin tertawa, tanpa mengatakan apa pun lagi Max pergi dari hadapan Allea
"Sial.. malu banget gue" gumam Allea seraya memukul mukul kepalanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di penjara seseorang ingin bertemu dengan Cindy, Cindy di bawa keluar di dampingi oleh polisi untuk menemui orang tersebut. Baru saja melihatnya Cindy langsung memeluk orang tersebut
"Kenapa kamu melakukannya?" tanya Frans saat duduk di hadapan Cindy
"Aku cemburu, Allea mengambil perhatian daddy dia juga beruntung mendapatkan anak om Damian" jawab Cindy
"Kamu tidak menyesal? jangan mengikuti jejak ibumu yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya" ucap Frans
"Apa maksud om? mommy adalah ibu terbaik buat Cindy Jadi om jangan sembarangan bicara tentang mommy" ucap Cindy dengan nada tinggi
"Mommy kamu bukan orang baik dia wanita terburuk yang pernah aku temui" ucapan Frans sukses membuat Cindy marah
Cindy bangun seraya menggebrak meja lalu meninggalkan Frans begitu saja, Langkahnya terhenti saat Frans menyatakan sesuatu yang sulit dia percayai
"Aku adalah ayahmu, dan ibumu menjebak Gibran agar bisa menikah dengan pria kaya" ucap Frans
"Jangan berbohong aku gak akan percaya" ucap Cindy tanpa berbalik
"Terserah, tapi aku siap melakukan tes DNA denganmu. ibumu tidak sebaik yang kamu tahu" ucap Frans pergi meninggalkan Cindy yang berdiri mematung
Cindy kembali masuk ke dalam jeruji besi dia termenung memikirkan perkataan Frans "Bagaimana kalo dia benar" gumam Cindy
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di kediaman Gita lagi lagi ibu hamil yang satu ini membuat suaminya kesal, sepulang sekolah Gita hanya tidur di atas tubuh Dito menyandarkan kepalanya di dada Dito bahkan dia belum sempat berganti baju
"Bangun aku lapar" ucap Dito
"Bentar aja jangan kemana mana" lirih Gita manja
"Bentar gimana? ini udah satu jam" keluh Dito
"Baby sukanya gini aja, lagian kenapa sih? kamu gak mau deket deket aku? " tanya Gita dengan cemberut
"Bukan gak mau deket sayang aku lapar, beneran deh. aku juga harus ke cafe terus ke bengkel sama anak anak" ucap Dito
"Kamu lebih milih pergi sama temen temen kamu dari pada di rumah sama aku? " Gita setengah bangun wajahnya tepat di atas wajah Dito
"Mereka juga temen temen kamu, lagian hari ini kan pengecekan keuangan"
"Kan bisa mereka aja terus nanti mereka nganterin uang kita ke rumah" cicit Gita
"Gak bisa gitu dong kita bertanggung jawab juga untuk usaha kita gak bisa biarin gitu aja, atau kamu ikut aja ya" bujuk Dito
"Gak mau, nanti kalo ketemu temen sekolah aku malu ibu bilangnya aku pindah ke luar kota sama nenek"
"Ya udah kalo kamu mau pergi pergi aja aku gak akan makan malam ini" Gita beranjak dari tubuh Dito
"Jangan gitu dong yang, gini aja aku mandi dulu kamu ambilin makan sama minum buat aku nanti kita tidur lagi ya" Bujuk Dito menahan tangan Gita
"Gitu kek dari tadi ya udah aku ambilin dulu makannya" Gita beranjak pergi dari kamar
Dito benar benar merasa pusing dengan tingkah Gita ada ada saja kelakuannya, Dito mengacak rambutnya frustasi seraya melenggang ke kamar mandi
Baru saja membuka baju dan berdiri di bawah guyuran shower sepasang tangan memeluk Dito dari belakang dan merayap nakal di tubuh Dito, Dito berbalik menarik tengkuk Gita tanpa bicara apapun karena Gita membangkitkan sesuatu yang sedari sedang tertidur
Sesuatu yang panas terjadi di kamar mandi di bawah guyuran shower sore itu
Jangan lupa like komen dan vote 🥰🥰