
Gita akhirnya menginap di rumah Dito karena permintaan ayah Dito, Gita senang karena Dirga di perlakukan dengan baik disana oleh semua orang kecuali ibu Dito yang bahkan tidak pernah keluar kamarnya
Hanya sesekali ayah Dito membawa Dirga ke kamarnya untuk bermain, hari ini pelayan yang biasanya datang tidak masuk bekerja membuat Gita dan adik Dito bekerjasama membereskan rumah serta memasak
"Kak istirahat aja dulu lagian kita bukan kerja juga" Ucap Adik Dito
"Gak apa apa deh kan tanggung jadi nanti tinggal santai" Mendengar ucapan Gita adik Dito yang hendak istirahat mengurungkan niatnya dan kembali membantu Gita
"katanya mau istirahat" Ucap Gita
"Kasian kakak aku bantuin lagi aja deh" Ucapnya dengan cengir kuda
"Kamu gak sekolah? " Tanya Gita
"Aku masuk siang, sebelum sekolah aku bantuin kakak dulu nanti kan Dirga gak ada yang pegang" Jawab adik Dito
"Ohh.. Makasih ya udah mau bantuin"
"Aku yang harusnya bilang makasih kakak udah mau nginep disini" Ucap adik Dito seraya merangkul Gita
"Nak sepertinya Dirga haus" Ucap ayah Dito membawa Dirga yang sedang menangis
"Makasih pa udah jagain Dirga, sarapan udah ada di meja aku mau nidurin Dirga dulu kalian sarapan duluan aja" Ucap Gita
"Iya papa ada meeting penting pagi ini"
Dito, papa, serta adiknya sarapan lebih dulu karena harus berangkat sekolah dan bekerja, selesai makan Dito menghampiri Gita yang masih berbaring memberikan asi
"Aku pergi dulu ya, jangan kerjain apa apa lagi nanti kamu kecapean" Ucap Dito mengecup kening Gita
"Hati hati" Ucap Gita
Sebelum pergi Dito kembali mengecup seluruh wajah Gita juga Dirga " Baik baik di rumah, jangan dengerin kalo mama ngomong kamu langsung ke kamar aja" Gita hanya mengangguk sebagai jawaban
Setelah Dirga tidur Gita turun untuk sarapan dan membereskan piring kotor, Gita mendengar suara tangis Dirga namun setelah selesai mencuci piring sepertinya Dirga kembali diam
Gita naik ke kamar mengintip di pintu kamar yang sedikit terbuka, ternyata diamnya Dirga karena ibu Dito menggendong dan menyandarkan Dirga di bahunya sambil menepuk nepuk bokongnya, setelah Dirga tidur di letakkan nya bayi kecil itu di atas ranjang
Melihat ibu mertuanya berbalik badan hendak keluar Gita segera bersembunyi, Gita masuk ke kamar melihat anaknya yang kembali tertidur pulas
"Apa tadi itu mimpi? apa gue berkhayal? " gumam Gita
Gita sama sekali tidak menyangka jika ibu mertuanya mau menyentuh Dirga bahkan menidurkan nya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa cemberut gitu? " tanya Max
"Kamu lama lama kayak ayah" jawabnya sambil cemberut
"Dia bukan bodyguard, dia cuma aku suruh nemenin kamu doang"
"Itu sama aja"
"Jangan gitu dong, kamu bisa antar jemput aku ke kampus bisa jalan jalan juga kalo ada yang nganter" Allea protes karena Max menyuruh orang untuk mengawasi Allea
"Aku masuk dulu ya" Max mengecup bibir Allea yang mengerucut
"Pak jaga istri saya"
"Baik tuan"
.
.
Pulang kuliah Max kembali menelpon Allea untuk menjemputnya, sesampainya disana Max belum juga terlihat teleponnya pun tidak di jawab
"Kemana sih ni orang" gerutu Allea
"Pak saya harus bisa tolong beli minuman gak? ini uangnya bapak beli sekalian" ucap Allea pada pria berseragam hitam dengan tubuh kekar
"Baik nyonya, jangan kemana mana" ucapnya
Allea berdiri di depan kampus menunggu Max para mahasiswa keluar setelah menyelesaikan studi mereka, Bisma berjalan bersama tiga temannya keluar Allea pun menghampiri mereka
Belum sempat Allea menyapa mereka seseorang tampak terburu buru sampai menabrak Allea, salah satu teman Bisma menarik tangan Allea sampai jatuh di pelukannya
"Lo gak apa apa? " tanyanya
"Gak kak makasih" jawab Allea menjauhkan diri dari pemuda tersebut
"Tangan lo berdarah" ucap Bisma mengambil lengan Allea
"Tadi gue narik tangan dia karena gue liat orang itu bawa gunting di tangannya" ucapnya
"Gunting? " gumam Allea
"Ahh.. itu pasti cuma mahasiswa yang abis bikin kerajinan makanya bawa gunting" sergah Bisma
"Siapa yang bawa gunting? " tanya Max saat belum melihat Allea karena posisinya Allea tertutup Bisma dan teman temannya
"Loh kalian ngapain ngerubungin istri gue" Max menarik tangan Allea menjauh dari mereka
"Tadi ada... " ucapan teman Bisma terhenti saat Allea menaruh telunjuk di bibirnya
"Tadi aku cuma nanyain kamu sama mereka"
"Nyonya silahkan air minumnya" bodyguardnya baru saja datang
"Terimakasih pak" Allea lupa lengan kanannya berdarah saat mengambil minumannya
"Ini kenapa? " pekik Max mencengkram tangan Allea
"Sakit" lirih Allea mengerucutkan bibirnya
"Kamu gak bilang sama aku, kenapa? "
"Max suruh Allea masuk ke mobil dulu gue mau bicara" sergah Bisma melepaskan cengkraman tangan Max di lengan Allea
"Masuk" ucap Max datar, Allea mengikuti saja apa yang di katakan suaminya daripada semakin membuat dia marah
"Vero tadi liat orang yang mau nabrak Allea bawa gunting untung dia sigap tarik Allea jadi cuma kena tangannya"
"Gue mau kejar tapi waktu liat lagi orangnya udah ngilang" ucap Vero
"Thanks udah selamatin Allea hari ini" ucap Max
"Ya sama sama"
"Gue duluan ya" Max pergi setelah mendengarkan penuturan mereka
.
.
"Bapak tadi kemana? saya kan udah suruh bapak jagain istri saya" tegur Max
"Maaf tuan tadi nyonya minta di belikan minuman" Jawabnya
"Bukan salah bapaknya, aku emang haus tadi" ucap Allea
"Diem kamu.. kenapa kamu gak tunggu di mobil? " Allea menundukkan kepalanya dengan mata berkaca kaca
Max meraih kotak p3k di belakang jok mobil lalu meraih tangan Allea dan mengobati lukanya tanpa bicara, Tetesan air sedikit demi sedikit membasahi baju Allea
Setelah mengobati lukanya Max mendekap kepala Allea di dadanya mengusapnya juga sesekali mengecupnya
"Aku cuma khawatir, aku takut kamu terluka.. maaf" ucap Max
"Kamu bisanya cuma marah marah.. hiks hiks.. aku.. aku.. " Allea merasa sesak di dadanya menahan tangis
"Maafin aku sayang.. aku cuma khawatir " Max mengangkat dagu Allea seraya mengusap air matanya
"Aku takut kalo kamu lagi marah" Lirih Allea dalam isak tangisnya
"Takut kenapa? " Tanya Max dengan lembut seraya membelai wajah Allea
"Kalo marah kamu kayak singa" Lirih Allea
"Singa? ini singa" Max menggigit pipi Allea
"Akkhh.. sakit" pekik Allea memukul dada Max
Max malah mengusak kepalanya ke leher serta dada Allea membuatnya tertawa karena geli, setelah berhenti Max mengecup bibir Allea lama
"Jangan bikin aku khawatir" ucap Max setelah melepaskan kecupan nya
Guys aku lagi galau udah 3 hari gak ada signal di tempat aku, mau up 2 bab aja susah karena cari signal harus jalan ke depan gang apalagi aku punya bocil yang pinternya luar biasa bikin pusing 🤣🤣 jadi aku up satu bab ya... sungguh perjuangan yang melelahkan
Makanya jangan lupa like komen dan vote ya
kasih othor kembang tujuh rupa juga biar cemungut...