My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Bekerja di bar



Sore itu Allea sedang memikirkan cara bagaimana dia bisa membantu nek Mar menghasilkan uang sedangkan dia masih sekolah bagaimana dia bisa bekerja Allea hanya punya waktu sore hari, Allea malu meminta pekerjaan pada sahabatnya karena Sahabat sahabatnya pernah bilang cafenya sepi akhir akhir ini


"Gimana ya? " Allea berpikir mengetuk ngetuk jarinya di meja


"Gue tanya kak jeje aja kali ya dia kan bartender kali aja ada kerjaan jadi pelayan" Allea menelpon jeje seorang temannya yang belum lama ini ia kenal


"*hallo kak"


"Iya kenapa Allea tumben telepon? "


" Gue mau cari kerjaan siapa tau kakak ada lowongan "


"Ohh ya ada sih tapi di bar gimana? "


"Satu tempat sama kakak kan? "


"Enggak, di tempat temen kakak dia jadi manager disana"


"Bisa gak nanti kakak anterin aku kesana? "


"Ya udah jam 6 kita kesana*"


Allea kini sedang berada di depan Bar tersebut dengan jeje untuk menemui temannya jeje setelah melihat Allea dan berbincang sedikit akhirnya teman jeje menerima Allea sebagai pelayan di sana


"Kerja yang bener ya, dan hati hati sebenarnya gue khawatir lo kerja di tempat kayak gini" ucap jeje


"Gak apa apa kak, cuma tempat ini yang Terima kerja pulang sekolah, sekali lagi makasih ya"


"Oke gue pergi ya, inget hati hati" pesan jeje sebelum pergi


Hari pertama kerja Allea menarik nafasnya dalam dalam saat melihat pantulan dirinya dari kaca memakai seragam kerja


"Apa ini gak terlalu gila? " ucapnya sambil memutar badan


Rok yang pendek dengan belahan di pahanya dan atasan yang begitu ketat membuatnya semakin terlihat seperti.. ahh sudahlah kalian juga mengerti


Awalnya berjalan baik Allea hanya mengantar minuman pada ruangan ruangan tertentu Max dari jauh melihat seperti Allea dia melihat dengan seksama ternyata itu memang dia meskipun dia sedang mabuk tapi bisa di yakini bahwa itu Allea


Allea masuk dengan nampan berisi minuman ke sebuah ruangan Max menunggu Allea keluar tapi tak kunjung keluar seperti biasanya, Max yang khawatir mencoba membuka pintu ruangan itu tapi terkunci Max harus memanggil dulu Managernya untuk membawa kunci cadangan


Menunggu managernya terlalu lama Max akhirnya mendobrak pintu itu, pintu terbuka membuat penghuni ruangan itu terkejut menoleh ke arah Max


"Bajingan" Max menghajar ketiga lelaki itu yang sedang mengerubuni Allea


Keetiga lelaki itu tumbang dan Max segera melepaskan jaketnya untuk menutup tubuh Allea dan membawanya pergi dari sana tidak mendengarkan umpatan ketiga lelaki yang di usir oleh keamanan atas perintah Max


Allea yang masih setengah sadar memegangi kepalanya Max membawa Allea ke sebuah kamar pribadinya dan membaringkannya


"Kenapa lo ada disini? " tanya Max


"Gue.. gue cari kerja Max" jawab Allea dengan sisa kesadarannya


"Gue pusing.. gue hoeek" Allea muntah ke baju dan celana Max


"Astaga, lo nyusahin gue berkali kali" gerutu Max tapi sepertinya allea tidak mendengarkannya


Max pergi ke kamar mandi membersihkan diri tanpa di duga saat dia sudah melepas pakaian Allea masuk begitu saja kembali muntah sambil duduk memegangi pinggiran kloset


Merasa lelah Allea menyandarkan dirinya di dinding


Max yang hanya mengenakan celana pendek tanpa baju mengangkat lengan Allea agar berdiri Karena tidak dapat menyeimbangkan dirinya Allea jatuh di dada Max dan dia malah membenamkan wajahnya disana


Max kembali membawa Allea ke ranjangnya dan membaringkannya, Max menatap wajah Allea yang memerah karena mabuk untung saja Allea hanya di cekokin alkohol tanpa obat sialan itu lagi jika tidak Max tidak akan bisa menahannya karena dia juga dalam pengaruh alkohol


"Pusing" rengek Allea memukul kepalanya berkali kali


"Max muka lo lucu haha" Allea tertawa membuat Max semakin tidak bisa menahan dirinya


Max tanpa sadar mencium bibir Allea dengan panas, Lama Max mencium Allea sampai dia melepaskannya untuk menghirup oksigen sebanyak banyaknya


"Max ciuman pertama gue" gumam Allea tidak jelas


"Ohh jadi ini ciuman pertama lo" bisik Max lalu menciumi telinga leher dan bibir Allea


Tidak terasa mereka kini tidur berpelukan di tutupin selimut, Allea bangun mengerjapkan matanya yang masih berkunang kunang dan kepala yang masih terasa pusing di pinggangnya terasa berat guling yang di peluknya juga begitu kokoh dan wangi


Allea membuka matanya ternyata dihadapannya bukan guling melainkan dada bidang seseorang Allea mengucek matanya meraba raba dada dan perut yang terasa nyata itu


"Apa ini mimpi? " Allea menepuk pipinya berulang ulang


"Lo gak mimpi" jawab Max dengan suara serak bangun tidur


"Aaaaaaaaa, lo ngapain disini? " Allea menjerit membuat Max langsung bangun mengucek kupingnya yang terasa berdengung


"Bisa gak sih gak usah teriak teriak? " ketus Max


"Lo apain gue Max? kenapa gue bisa ada disini? " tanya allea berang


"Lo gak inget yang semalam? " tanya Max membuat allea hanya menggeleng


"Kita udah lewatin malam yang begitu panas semalam" goda Max sambil menyeringai


"Lo.. lo bohong kan? " Allea terlihat panik dan berusaha mengingat semua


"Semalam gue di paksa minum dan lo selamatin gue bawa kesini, semalam lo cium gue? " bentak allea


"Dan lo pasti tau kelanjutannya" ucap Max


Allea menggelengkan kepalanya menolak pikirannya yang mengatakan hal bermacam macam, Mabuk di kamar berdua dengan laki laki apa mungkin.. Allea berlari ke kamar mandi tanpa mendengar panggilan Max


Allea dengan bodohnya memeriksa bagian sensitifnya, dia merasa lega tidak ada yang berubah, sakit atau apapun lalu terdengar suara tawa Max membuat allea menyadari dia sudah di tipu oleh Max


"Max lo keterlaluaaann" teriak allea dari kamar mandi membuat Max semakin tertawa ngakak


Allea keluar dari kamar mandi dengan wajah cemberutnya, Max masih seperti biasa terlihat cuek dan biasa saja


"Lo gak ngapa ngapain gue kan Max? " tanya Allea dengan wajah murung


"Kalo lo gak dateng bulan mungkin akan terjadi sesuatu" ucap Max dengan santainya membuat Allea melotot tak menyangka seorang Max laki laki yang mesum


bughhhhh bughhhhh


Allea melempari Max dengan bantal


"Tapi lo udah cium gue dan gue gak Terima itu" teriak Allea mendengus kesal


"Kalo gitu mau lo apa? lo bisa balas dengan cium gue juga jadi kita impas" ucap Max yang kini sudah mengungkungnya dari atas


"Jangan gila Max, lepasin gue" Allea berontak menendang nendangkan kakinya


"Ciuman lo masih amatir" bisik Max


Lalu kembali mencium Allea membuat Allea semakin berontak tidak juga di lepaskan oleh Max akhirnya Allea menggigit bibir Max dan membuat Max berhasil melepaskannya


"Gue gak nyangka lo orang seperti ini" Allea mendorong Max lalu pergi dengan kecewa Dari sana


Max tersenyum sinis dia sengaja melakukan ini agar Allea menjauhinya, Allea mabuk hari ini di jadikan kesempatan oleh Max agar membuat Allea menjauh Darinya dia tidak mau Allea di jauhi teman temannya karena selalu bersamanya


"Sorry Lea gue gak punya pilihan lain, gue gak bisa liat lo di jauhin temen temen lo, gue juga tau lo suka sama Danendra" lirih Max