My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Sekolah baru



"Apa kamu belum menemukannya juga? "


"Tuan Alexander  sulit mencari seseorang yang hanya terlihat dari bagian belakang tubuhnya saja"


"Gaji kamu saya potong bulan ini" Ucap orang yang di panggil Alexander


"Gak perlu formal lagi, Alexander lo udah gila? Gue bertahun-tahun lo suruh cari perempuan yang cuma lo lukis bagian belakangnya doang? Gue udah kasih beberapa foto tapi selalu lo bilang bukan mereka, bikin gue sakit kepala" Ucap asistennya yang tidak lain adalah sahabatnya sewaktu kuliah


"Gaji lo bulan ini gue potong semua" Ucap Alexander menatapnya tidak suka


"Terserah.. Aku memang tidak butuh uang, aku pekerja rodi"


"Keluar lah nanti ada meeting dengan klien pukul 12 siang" Titah Alexander


"Hidupmu senang sekali, menjadi CEO yang tidak pernah di kenali orang hanya duduk diam dapat uang"


"Berhenti mengeluh atau asisten pribadi gue ganti" Tegasnya


"Silahkan... Tapi lo gak akan menemukan seorang asisten yang akan mencari wanita tanpa wajah" Jawabnya seraya membenarkan jasnya lalu keluar tanpa permisi


"Cih... Dia benar" Gumam Alexander dengan senyum smirk nya 


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kita mau kemana ma? " Tanya Ello


"Mama mau daftarin Ello sekolah, jangan nakal disana ya" Jawab Allea


"Ello gak pernah nakal kalo mereka gak nakal duluan" Gumam Ello masih bisa di dengar Allea


"Dasar Max benihnya sama persis"


"Mama bilang apa? " Tanya Ello


"Ahh.. Tidak tidak, kita sudah sampai"


Allea membawa Ello turun dan mendaftarkannya, setelah selesai seorang guru membawa mereka ke ruang kelas


"Selamat pagi anak anak... Kita kedatangan murid baru, sini sayang perkenalkan namamu" Ello berjalan mendekat ke arah guru sementara Allea menunggu di pintu melihat anaknya mengenalkan diri dengan senyum yang menghiasi bibirnya


"Hai namaku Marcello Wilson Alexandria kalian bisa memanggilku Ello, aku dari jakarta semoga kita bisa berteman baik" Ucap Ello dengan wajah datarnya


"Ucapkan Hai pada teman baru kita" Titah sangat guru


"Hai.. Ello" Ucap mereka serempak


"Ello bisa duduk di kursi yang kosong" Ucap gurunya


Sebelum duduk Ello menghampiri Allea mengambil tangannya lalu menciumnya, Allea berjongkok menyamakan tinggi badannya lalu mencium kening Ello, Ello pun menangkup wajah Allea dan memberi kecupan di keningnya


"Mama jangan nangis diam diam lagi" Ucap Ello membuat Allea tersipu


"Siapa yang suka nangis diam diam? Dasar sok tau" Jawab Allea seraya mencolek hidung Ello


"Sana masuk.. Nanti mama jemput, mama mau kerja dulu.. Bye"


"Bye" Ello melambaikan tangannya lalu kembali masuk




"Hai Ello.. Aku Ellia" Ellia mengulurkan tangannya


"Kenapa kamu diam aja? " Tanya Ellia


"Kamu udah tau nama aku, aku juga udah tau nama kamu apa lagi? " Ucapnya dingin


"Ohh gitu?.. Mau main? "


"Gak"


"Aku punya coklat, kamu mau? " Ellia mengeluarkan coklat dalam sakunya


"Kamu makan sendiri aja" Ello pergi begitu saja meninggalkan Ellia


"Hiisss.. Dasar sombong" Gumam Ellia


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu rekomendasi dari dokter Vero? " Tanya kepala rumah sakit


"Ya pak.. Saya dari jakarta"


"Katanya kamu lulusan dan dokter terbaik di rumah sakit sebelumnya? Lalu kenapa memilih pindah kemari? "


"Saya masih terus belajar, untuk alasan kepindahan ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya diantaranya gaji disini cukup besar di banding rumah sakit sebelumnya" Jawab Allea jujur


"Kamu sangat jujur, tidak apa apa kah jika kamu di anggap matre? "


"Hidup harus realistis pak saya punya anak dan saya seorang janda apalagi yang saya butuhkan selain uang? " Ucap Allea membuat kepala rumah sakit tertawa


"Kamu mungkin butuh suami untuk membantu meringankan beban kamu, kamu masih muda "


"Orang tua saya cukup kaya saya hanya perlu meminta uang padanya" Kelakar Allea kembali mengundang tawa 


"Senang mengenal anda, selamat bergabung" 


"Terimakasih pak, apa saya boleh bertanya? "


"Siapa pemilik rumah sakit disini? " Tanya Allea


"Itu masih rahasia saya sudah belasan tahun bekerja di rumah sakit ini tapi saya tidak tahu siapa pemilik barunya, hanya ketua yang memegang rumah sakit pemiliknya tidak pernah menampakkan diri"


"Baiklah, terimakasih saya bertanya hanya takut salah bicara pada atasan saya jika saya tidak tahu"


"Anda sudah bertemu dengan ketua? " Tanya kepala rumah sakit? 


"Ya.. Sebelum kesini tentu saja Vero membawa saya kesana"


"Baiklah selamat bekerja, jika ada masalah anda bisa menemui saya" Ujar kepala rumah sakit


"Baik.. Terimakasih"


Allea keluar dari ruangannya ternyata Vero sudah menunggu di depan pintu


"Astaga.. bikin kaget aja"


"Makan siang bareng? " Ajak Vero


"Sorry kak gue harus jemput Ello dulu" Jawab Allea


"Kalo gitu kita makan sama Ello" 


"Ya udah ayok" Allea berjalan lebih dulu, Vero sudah biasa berjalan di belakang Allea karena wanita itu tidak mau berjalan berdampingan dengan laki laki lain selain ayahnya, Bisma, Danendra juga Dito cs




"Huuaaaa... Hiks hiks.. "


"Kenapa sayang? Temennya kenapa? " Tanya Allea pada Ello


"Tante Ello jahat.. Lihat rambut aku jadi berantakan" Anak itu menunjukkan rambutnya yang ikatannya lepas


"Minta maaf"


"Dia yang gak mau dengerin aku.. Aku udah bilang jangan deket deket"


"Ello minta maaf sekarang" Tegas Allea, tanpa mengatakan apapun Ello pergi dan masuk ke dalam mobil


Allea hendak menyusulnya namun Vero menghentikannya, Vero menyusul Ello kedalam mobil


"Maafin Ello ya.. Kamu tahu Elsa di animasi frozen? " Tanya Allea,  Ellia mengangguk seraya menghapus air matanya


"Sini tante bikin rambutnya seperti Elsa" Ellia begitu senang saat Allea mengepang rambutnya


"Makasih tante.. Aku cantik gak? " Ucapnya dengan bersemangat


"Cantik sekali" Jawab Allea 


"Ellia.. " Panggil seseorang, Allea dan Ellia sontak berbalik


"Tante aku pulang dulu ya" Pamit Ellia


"Iya sayang, hati hati" Keduanya melambaikan tangan


"Tadi siapa? " Tanya suster Erika


"Mamanya Ello, rambut aku baguskan Sus? " Ellia berbalik menunjukan rambutnya


"Iya bagus"


"Suster gak bisa buat kepang begini tiap hari rambut aku di kuncir" Keluh Ellia


"Apa boleh buat nona muda suster cuma bisa buat kuncir"


"Suster tau tadi Ello bilang apa? " Tanya Ellia


"Emang apa? "


"Tadi rambut aku di tarik katanya kayak ekor kuda" Ucapnya sambil mengerucutkan bibir


"Terus? "


"Dia gak mau minta jadi mamanya yang minta maaf terus benerin rambut aku" Celotehnya


"Nanti aku mau kasih liat papa, aku cantik seperti princess" Dengan centilnya Ellia berkaca di pintu mobil sambil mengedip ngedipkan matanya "




"Ello lihat mama" Ello menatap wajah ibunya yang berada di kursi depan


"Kenapa kami nakalin temen kamu? "


"Mama Ello udah bilang dia gak mau dengerin Ello" Jawabnya


"Apa perlu kamu sekasar itu menarik rambut teman apalagi dia perempuan"


"Ello juga pasti gak mau kan orang lain nakal sama mama ? " Lanjut Allea, wajah Ello berubah sepertinya dia mulai mengerti kesalahannya


Ello tidak bisa jika sesuatu di kaitkan dengan mamanya, jika Allea sudah mengaitkan sesuatu dengan dirinya Ello akan dengan sangat mudah mengerti