
Dua bulan berlalu setelah kepergian Jonathan, akhirnya Gibran dan Ririn sudah resmi menjadi suami istri
Yuki kembali menghilang setelah acara pernikahan Ririn selesai, dia berkata kembali ketempat ayahnya namun tentu saja dia berbohong dia masih ada disana bersembunyi di suatu tempat
Cindy dan Danendra pun sudah bertunangan beberapa minggu sebelum orang tua Allea menikah, sementara hubungan keluarga Dito dan Gita juga sudah membaik begitupun Selvi dan keluarga Damian
Hari hari menjadi menyenangkan untuk Allea tidak ada masalah lagi Mungkin hanya kesal pada suaminya yang selalu menggodanya, Kehidupan mereka bahagia berbulan bulan
Setiap hari Max selalu mengatakan kata 'I love you' Setiap bangun tidur juga ketika hendak tidur, Akhir akhir ini Max juga sering ' Jangan nangis kalo aku tinggalin' ketika Allea merajuk padanya
"Kamu kenapa? " Tanya Max saat melihat Allea berdiri memegangi ujung meja rias
"Aku sakit perut"
"Kamu mau melahirkan? Ayo kita harus segera ke rumah sakit" Max memapah Allea keluar dari kamar
"Sebentar" Ucap Allea tiba tiba
"Sakitnya ilang" Lanjutnya seraya melepas tangan Max dari tubuhnya dan melenggang begitu saja menuju dapur
Max menggaruk kepala tak gatal melihat kelakuan Allea, dia bilang sakit perut tapi hanya keluar dari kamar sakitnya hilang benar benar ajaib
"Bagaimana bisa" Gumam Max
"Sayaaaaannnggg" Teriak Allea di dapur membuatnya panik
"Ada apa sayang? Kamu kenapa? " Max berlari menghampiri Allea
"Ice cream disini gak ada, kamu makan ya? " Pekiknya
"Ya ampun bikin kaget aja, aku beli lagi nanti"
"Gak mau pokoknya aku mau sekarang" Rengek Allea menarik narik ujung baju Max
"Nanti aja sayang aku belum mandi"
"Aaaa huuuaaaaaa... Aku mau ice cream nya sekarang" Allea menangis duduk di lantai
"Aduuuhh.. Ayo bangun" Max membangunkan Allea
"Gak mau aku kesel, aku gak mau ngomong sama kamu"
"Ya udah jangan nangis kalo aku tinggalin" Ucap Max seraya berbalik hendak melangkahkan kakinya
"Jangan pergi" Rengek Allea segera bangun memeluk suaminya dari belakang
"Gara gara kamu makan ice cream aku jadi gak bisa makan" Ucapnya sambil terisak
"Kamu ngetawain apa? " Pekik Allea saat mendengar Max tertawa kecil
"Kamu ingusan" Jawabnya sambil mengusap hidungnya dengan baju bagian depan milik Allea
"Kamu nyebelin" Allea pergi dengan menghentak hentakkan kakinya membuat tawa Max semakin terdengar
Allea semakin merajuk dan kini hanya diam di kamar sambil menunjuk nunjuk foto Max dan menggerutu, Max yang baru saja datang mendengar umpatan Allea mendadak melompat ke tempat tidur membuat Allea terlonjak
"Iihhh.. Bikin kesel mulu tuh kan pecah" Teriak Allea yang kesal foto yang di pegangnya jatuh dan pecah
Max malah tertawa tidur di pangkuan Allea seraya menciumi perut Allea
"Maaf sayang jangan marah, gak usah liatin fotonya orangnya ada di hadapan kamu liatin sepuas kamu" Max sengaja menatap wajah Allea dengan gaya sok cool nya
"Gak.. Mau.. Kamu.. Nyebelin.. " Ucap Allea di akhir setiap katanya dia mendorong kepala Max dengan jari telunjuknya
Max menangkap jari telunjuk Allea dan memasukkannya kedalam mulut, Allea melotot saat Max mengulum jarinya
" Apa apaan ini" Pekik Allea berusaha menarik tangannya
"Kenapa pipi kamu merah? " Goda Max
"Gak ada, ini gak merah" Allea meraba kedua pipinya dengan tangan
"Awww... " Allea mencengkram sprei saat Max menciumi perutnya
"Kenapa sayang? "
"Kenapa mereka menendang tidak seperti biasanya? " Ucap Allea seperti sedang menahan sesuatu
"Perut kamu kenceng banget" Ucap Max sambil mengelusnya
"Sakit" Allea menarik nafas beberapa kali sambil mencengkram tangan suaminya
"Kita harus kerumah sakit" Max mengangkat tubuh Allea dan membawanya ke mobil
"Pelan pelan aja yang, hati hati" Lirih Allea saat Max memacu mobilnya kencang
Sesampainya di rumah sakit Allea hanya ingin di tangani oleh Ririn akhirnya dokter yang merawatnya mengalah dan membiarkan Ririn kembali bekerja meskipun jam nya sudah habis
"Masih sakit sayang? " Tanya Ririn
"Enggak ma.. Tadi sakit banget sekarang hilang" Jawab Allea
"Jadi gimana ma? Apa Allea akan segera melahirkan? " Tanya Max
"Hanya kontraksi palsu.. Tidak perlu khawatir" Jawab Ririn
Meski Ririn mengatakan tidak ada hal yang berbahaya namun Max tidak mengizinkan Allea pulang dia menunggu beberapa jam untuk memastikan Allea tidak mengalami sakit perut lagi
Gibran dan Ririn ikut menemani disana setelah beberapa jam berlalu Allea memaksa ini ingin pulang malam hari, mereka pun pulang dengan mobil masing-masing karena sekarang Ririn tinggal di rumah Gibran
"Hati hati ya" Ucap Gibran saat mereka mengambil jalan yang berbeda
Di tempat sepi mobil mereka di ikuti dua mobil dari belakang, Max menambah kecepatan begitu pun kedua mobil tersebut
"Sayang mereka siapa? " Tanya Allea terlihat ketakutan saat mobil yang lain memepetkan mobilnya
"Tenang sayang mereka mungkin hanya orang iseng" Jawab Max
"Hati hati sayang" Allea Berpegangan pada pintu mobil
Dooorrr
Suara tembakkan membuat Allea menjerit bersamaan dengan peluru yang sampai menembus ke kaca depan
"Ini... Ini.. Aku takut" Allea berlinang air mata tubuhnya gemetar memegangi perutnya
"Sayang kamu baik baik aja? "
"Aku takut.. Aku takut" Allea semakin ketakutan
"Sayang tenang kita akan baik baik saja, jangan buat aku semakin panik" Ucap Max yang gelisah tidak bisa menenangkan Allea karena harus menyetir
Doorrrr
Satu kali tembakan lagi Allea semakin histeris karena mobilnya kehilangan keseimbangan, peluru mengenai ban mobilnya membuat mobil melaju tidak seimbang
Ketika keadaan mulai genting mobil Max berhenti mendadak membuat dua mobil yang melaju kencang juga tidak sempat menginjak rem dan akhirnya saling menabrak
Max membuka sabuk pengamannya dan memeluk Allea menghalanginya dari segala benturan
Ckkiiiitttttt... Braaakk
"Allea memejamkan matanya kala mobilnya berguncang terseret hingga menabrak pohon
Braaaakkk
Mobil berhenti Max masih menahan tubuhnya agar tidak mengenai tubuh Allea meskipun punggungnya terkena serpihan kaca darah segar mengalir di wajahnya
" Max" Lirih Allea di sisa kesadarannya tangannya terulur menyentuh wajah Suaminya yang berdarah
"Kita akan baik baik saja, aku bawa kamu keluar" Allea melihat bagaimana sulitnya Max berdiri dia perlu waktu cukup lama untuk keluar dari mobil lalu Allea menutup matanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Bisma saat itu sedang menelpon Max namun tidak juga mendapatkan jawaban, dia ingin memberitahu soal club malam yang dia kelola selama Max tidak pernah kesana karena Allea selalu mengekorinya kemana pun
"Gue udah lakuin semuanya mau kasih tau sekarang apa nanti? " sebuah pesan Bisma kirim ke nomor ponsel Max
"Anj***.. sok sibuk banget nih bocah gue samperin lo sekarang"
Bisma meraih kunci mobil lalu menjalankan mobilnya menuju rumah Max dan Allea, di tengah perjalanan Bisma melihat seseorang tergeletak di tengah jalan dengan mobil mobil terbakar dari jarak yang agak jauh
"Tabrakan beruntun ya? " pikir Bisma lalu turun untuk menolong karena kondisi jalan sepi dan tidak ada rumah sama sekali
"Allea.. hei.. bangun Max mana? " Bisma memangku kepala Allea namun ketika dia khawatir dengan saudara sepupunya dia kembali menaruh kepala Allea di bawah dan mencari keberadaan Max namun tidak ada disana
Bisma menelpon ambulans dan polisi setelah mereka datang barulah di ketahui bahwa Max masih berada di dalam mobilnya namun dengan keadaan sudah tidak di kenali, Bisma jatuh terduduk di tanah mendengar hal itu seraya memeluk kepala Allea di pangkuannya
Selain mereka berdua tidak ada orang lain hanya tiga mobil yang terbakar
"Allea gimana saat lo bangun nanti" gumam Bisma saat menggendong Allea ke dalam ambulans
Jangan lupa like komen dan vote ya
sajennya jangan ketinggalan entar othor lemes 🤣