My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Masih balas dendam



Belum hilang rasa terkejutnya Max lebih dulu menarik pakaian Allea sampai robek memperlihatkan bagian atasnya, dia juga menarik tali hingga penutup bawah juga terlepas


"Max kamu gak mungkin kan... " perkataan Allea terpotong Saat Max menekan tengkuknya dan menciumnya dengan lembut


Allea terbuai dengan perlakuan lembut Max dan mulai mengalungkan tangannya ke leher Max, Max mengangkat kaki Allea agar membelit pinggangnya Riak air terlihat jelas


Max mengangkat Allea dan membawanya ke kursi panjang tempat berjemur


Begitu seterusnya ketika Allea selesai di satu tempat Max memindahkannya ke tempat lain hingga Allea benar benar kelelahan, Max membaringkan Allea di ranjang dia tersenyum puas melihat Allea tertidur kelelahan


Lagi lagi Max hanya memberinya waktu 2 jam lalu kembali melakukan kegilaannya, tidak ada sudut yang terlewat dari kamar, ruang tamu, hingga dapur dia benar benar menyiksa Allea malam itu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah kejadian kecelakaan yang menimpa Cindy kini Danendra tidak sedingin dulu, semenjak Cindy berubah menjadi lebih kalem dan lebih tenang Danendra baru bisa sedikit terbuka


Seperti malam ini mereka sudah janjian makan malam bersama di sebuah restauran, meskipun janji bertemu disana tidak di jemput dan berangkat bersama namun itu hal yang tidak mungkin terjadi sebelumnya


"Mau nambah sesuatu? " tanya Danendra ketika makanan mereka hampir habis


"Emm.. gak deh kayaknya, gue ke toilet dulu ya" ucap Cindy


"Ya"


Saat Cindy setelah beberapa saat dari toilet dia melihat Danendra sedang bersama seorang wanita namun tampaknya Danendra merasa terganggu dengan kehadiran wanita tersebut terlihat dari gerak tubuh dan raut wajahnya sepertinya Danendra benar benar menahan amarahnya


"Permisi" ucap Cindy mengangguk sopan saat kembali


"Maaf sayang mama kira kamu gak lagi sama pacar kamu" ucap Selvi, bukannya menjawab Danendra menyeret Selvi ke luar restauran dan sepertinya dia marah marah pada wanita tersebut


Cindy segera membayar tagihan makanannya lalu menghampiri Danendra namun wanita itu sudah pergi dengan menangis, saat Danendra hendak kembali Cindy sudah berada di ambang pintu


"Kenapa? " tanya Cindy


"Gak.. sebaiknya lo jangan banyak tanya" Cindy hanya mengangguk sambil tersenyum


"Gue anterin pulang ya" ucap Danendra dan Cindy hanya mengangguk


"Sorry kalo kejadian tadi bikin lo gak nyaman" ucap Danendra sambil mengemudi


"Gak apa apa, yang tadi bukannya nyokapnya Max? " tanya Cindy


"Lo tau dari mana? " Danendra balik bertanya


"Gue pernah liat dia ke sekolah ketemu Max katanya temen temen sekolah gue itu nyokap Max" jawab Cindy


"Lo tau kan Max siapa sekarang? secara lo tau juga gue siapa" mendengar hal itu Cindy baru bisa menyadari siapa wanita itu dan kenapa Danendra seperti membencinya


"Ya gue tau Max anak kandung om Damian sama tante Lydia" jawab Cindy


"Ya dan ternyata gue si anak haram itu, gue baru sadar sekarang ternyata gak enak jadi Max pantas dia bisa segila itu dulu" ucap Danendra


"Danendra apa lo tau gue bukan anak daddy? " tanya Cindy


"What? maksudnya? "


"Gue juga udah keluar dari rumah daddy dan sekarang tinggal sama bokap kandung gue, hidup gue rasanya hancur waktu pertama kali mengetahui hal itu"


"Gue juga menolak dengan keras bokap kandung gue bahkan gue pernah berniat menyingkirkan Allea setelah tau dia anak kandung daddy, gue jahat banget ya.. dan sekarang gue menyesal ternyata Allea sebaik itu"


"Lo gak tau kan betapa sulitnya saat gue berusaha berdamai dengan apa yang terjadi dengan kehidupan gue setelah tau gue bukan anak daddy, Mommy begitu mati matian mempertahankan gue di rumah itu sampai berniat menyingkirkan Allea tapi Tuhan tau siapa yang berhak bertahan disana"


"Cerita kita berbeda Cindy" ucap Danendra


"Tapi sama kan? nyokap kita sama sama bohongin kita dan keluarga yang udah besarin kita, gue tau kok berat buat memaafkan seseorang tapi bagaimana pun mereka orang tua kita. Baik buruknya mereka tetap saja darah yang mengalir di tubuh kita sama dengan mereka"


"Memaafkan itu jauh lebih baik daripada kita terus menerus menolak kenyataan tapi tetap saja kenyataan itu tidak bisa di ubah, gue ngerasain ada di posisi lo dan sekarang gue ikhlas dan gue merasa itu jauh lebih besar pengaruhnya di hidup gue" Danendra menatap Cindy seraya tersenyum


Itu senyuman tulus yang pertama kali Cindy liat di wajah Danendra untuknya, Cindy menundukkan kepalanya saat pipinya terasa panas sendiri. Wajah Cindy merona hanya dengan senyuman Danendra


"Ya.. gue juga merasa lo jauh lebih baik dari sebelumnya" ucap Danendra, mengingat dulu Cindy yang genit dan selalu tebar pesona Danendra jadi gemas melihat Cindy yang tersipu malu seperti itu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Malam itu Dito membawa Gita bertemu ayahnya di rumah sakit, sebelumnya ayah Dito sudah mengabarkan bahwa ibu Dito pulang dulu ke rumah dan di sana dia hanya di jaga oleh anak bungsunya


Gita ragu ragu untuk masuk namun Dito menggenggam tangannya erat dan membawanya melangkah bersama, Gita menundukkan kepalanya saat berjalan mendekat


"Apa kabar Gita? " tanya ayah Dito


"B.. bbaik om" jawab Gita gugup


"Jangan panggil om sekarang kamu juga anak saya, panggil papa" ucapnya


"Baik pa.. papa gimana kabarnya udah baikan? " tanya Gita mulai berani bicara


"Ya.. papa mungkin minggu minggu ini baru bisa pulang, kandungan kamu gimana sehat? "


"Alhamdulillah pa semuanya baik dan sehat" jawab Gita


"Papa sekeluarga minta maaf ya sekarang papa merestui kalian, berbahagialah jaga Dito baik baik dia rela meninggalkan orang tuanya demi kamu dia tidak punya siapa pun lagi" ucap papa Dito


"Iya pa.. saya akan menjaga Dito dengan Baik"


"Dito.. kamu juga harus jaga baik baik istri kamu, dia melalui banyak kepahitan dan masalah itu karena kamu jangan sampai kamu menyakiti dan menyia nyiakan pengorbanannya"


"Baik pa.. Dito akan menyayangi dan melindungi keluarga Dito dengan baik" jawab Dito


"Bagus.. kamu kepala keluarga sekarang kebahagiaan keluarga kamu ada di pundakmu jangan biarkan pundakmu lemah dan rapuh"


"Aku seneng akhirnya papa bisa menerima kakak ipar, semoga rumah tangga kalian bahagia dan langgeng" ucap Adik Dito memeluk mereka bergantian, baru saja mereka berbincang bincang pintu ruangan terbuka


"Ohh jadi ini alasan papa nyuruh mama pulang? " mendengar suara mamanya adik Dito segera melepaskan pelukannya di tubuh Gita


"Kamu pake dukun mana buat menaklukkan suami dan anak saya huh? " tanpa di duga mama Dito mendorong Dito hingga mundur beberapa langkah lalu mendorong Gita


Gita kehilangan keseimbangan beruntung adik Dito menangkap tubuh Gita agar tidak langsung jatuh ke lantai, mereka membulatkan mata saat Gita merasa kesakitan di pelukan adik Dito


"Kakak.. kakak kenapa? " tanya Adik Dito


"Aakkhh.. perut aku to.. sakit" tanpa sadar Gita meremas lengan adik Dito


"Mama keterlaluan" Dito menahan tangisnya mengangkat Gita lalu membawanya keluar tanpa bicara


Ibu Dito mematung dia takut terjadi sesuatu pada Gita dan dia masuk ke dalam penjara, bersamaan dengan itu ayah Dito yang syok mendadak kembali sakit di bagian dadanya, adik Dito berlari mencari dokter sementara Ibu Dito menenangkan suaminya


Jangan lupa like komen dan vote


Jadikan favorit juga, dukungan apapun sangat berarti buat author 😍🥰🥰