My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Di tengah laut



Setelah kepergian Max Allea duduk sendiri menatap langit berhiaskan bintang, terdengar suara langkah kaki Allea pikir itu adalah Max yang baru saja kembali. Belum sempat menoleh kedua tangan Allea di cekal dan di bawa ke tempat gelap oleh dua orang


Allea meronta namun mulutnya segera di bekap dan Allea pun pingsan, entah kemana mereka membawa Allea pergi saat Max kembali dia kebingungan mencari Allea dan memutuskan kembali ke tenda


"Ini anak pasti ngerjain gue" gumamnya seraya pergi


Max mencari Allea dan menanyakan pada kelima sahabatnya tapi mereka tidak tahu, Mereka berenam mulai panik setelah satu jam Allea tidak juga kembali padahal malam semakin larut


Teman satu kelas Allea mulai mencari ke seluruh tempat, Max menyusuri pantai dengan 10 orang lainnya


.


.


Sementara di tempat Allea berada dia baru terbangun dari pingsannya, betapa terkejutnya dia saat tangannya menyentuh air. Allea ada di tengah laut di atas rakit kecil


Allea mulai menangis dia ketakutan saat ombak menerjang rakitnya dia Berpegangan sangat erat pada rakit, saat itu juga satu sepatunya malah lepas dan hanyut terbawa air


Sepatu itu mengapung terombang ambing oleh ombak dan sampai di tepi pantai, seseorang menemukan sepatu itu dan meneriakkannya


"Woi ini sepatu Allea bukan? " teriaknya membuat Max segera berlari mendekat


"Dimana lo temuin ini? " tanya Max memegangi sepatunya


"kebawa ombak tadi" jawabnya


"Gak, gak mungkin Allea tenggelamkan? ngapain juga dia berenang malem malem" kini Gita mulai menangis menerka apa yang terjadi pada Allea


"Tenang Gita, Allea gak mungkin berenang dia gak bisa berenang" Dito menenangkan Gita


Max mengedarkan pandangannya ketengah laut terdapat cahaya kecil bergerak gerak, Max memastikan cahaya itu dan mulai melepaskan sepatu dan jaketnya


Yang sebenarnya terjadi adalah Allea melambaikan tangannya dengan memegang senter yang di berikan Max, dia memanggil nama Max berharap pemuda itu datang menolongnya


"Max lo mau ngapain jangan gila" Yuki menahan tangan Max yang sudah berjalan ketengah


"Gue denger suara Allea manggil gue" jawab Max menepis tangan Yuki


"Max Jangan siapa tau Allea ada di sekitar sini" ucap Dito melihat Max mulai berjalan ke laut


"Lo liat senter itu pasti punya Allea, gue yakin" jawab Max


"Kalo itu cuma kapal gimana Max? air pasang lo jangan nekat" cegah Dito


Max tidak mendengarkan ucapan Dito dia berjalan semakin ke tengah dan mulai berenang mengikuti cahaya itu, ombak besar selalu menghantam nya untuk mundur namun Max tidak menyerah dia kembali berenang mendekat ke arah cahaya


Danendra yang mendengar Allea hilang segera menyusul ketempat teman temannya berada, dia mendengar dari Dito bahwa Max pergi ke tengah laut membuatnya khawatir


"Dasar bodoh" Danendra juga melepaskan sepatunya dan jaketnya lalu ikut turun ke tengah laut


"Danendra kembali" teriak Cindy yang sedari tadi mengejarnya


Perlu tenaga lebih agar bisa sampai mendekati cahaya itu, lagi lagi saat Max mulai bisa melihat rakit kecil itu ombak besar menghantam nya dia tidak menyerah dia semakin mempercepat gerakannya kala mendengar suara pilu Allea memanggil namanya


Ombak besar menghantam rakit kecil itu hingga terbalik Allea jatuh dia muncul kepermukaan mengepak ngepakkan tangannya, kehabisan nafas Allea terjatuh ke dalam air perlahan


Sebelum menutup matanya dia melihat seseorang mendekat dan menggapai tangannya lalu dia tidak sadarkan diri, Max berhasil mendekat namun rakitnya sudah menghilang dia melihat gelembung udara di air dan dia segera masuk kedalam air beruntung Allea belum jatuh terlalu dalam


Max menaikan tubuh Allea di rakit dan menariknya seraya berenang ketepian, Danendra yang melihat itu ikut kembali ke darat. Dito ikut turun membantu saat melihat Max kembali dengan rakit kecil dan seorang gadis tergeletak disana


"Allea bangun" Max menepuk wajah allea yang pucat


Max melakukan pertolongan pertama namun Allea tidak juga sadar, Max memberinya nafas buatan Allea juga tidak kunjung sadar setelah beberapa saat melakukan pertolongan akhirnya Allea sadar memuntahkan air ke wajah Max


Max memejamkan matanya mengusap wajahnya yang terkena semburan Allea, dan saat pertama kali Allea sadar yang dia lihat adalah Max Allea memeluk Max menangis tersedu sedu di prlukan pemuda itu


"Tenang lo udah selamat sekarang" Max memeluk erat tubuh Allea


"Gue takut.. mereka.. mereka mau bunuh gue" ucap Allea dengan gemetar


Danendra melihat Allea berpelukan dengan Max merasa sakit di hatinya tanpa bicara dia mengambil sepatu dan jaketnya lalu pergi kembali ke villa


Max menggendong Allea ke tenda dan menyuruh Gita menemaninya, setelah berganti pakaian Allea tertidur dengan memegangi tangan Gita dia sangat ketakutan


"Jangan.. jangan.. " Allea mengigau mencengkram tangan Gita dengan erat


"Lea lo kenapa? " Tanya Gita melihat Allea berkeringat dingin menggelengkan kepalanya seraya berkata jangan, Yuki berpura pura tidak mendengar apapun dia tidur memunggungi Gita


"Kenapa? " tanya Max yang membuka tenda Gita


Max dan keempat pemuda sahabat Allea tidak tidur mereka bergadang semalaman di depan tenda gadis itu


"Allea mimpi, tangan gue sakit banget" ucap Gita benar saja tangan Gita di cengkram erat oleh Allea


"Allea.. Allea sadar" Max menepuk pipi Allea


Allea tidak juga bangun Max melepaskan tangan Allea dari lengan Gita membuatnya terkejut


"Jangaaan" teriak Allea langsung bangun dan duduk


"Gue takut" lirih Allea


"Jangan takut gue disini sama mereka jagain lo" ucap Max, Allea mengedarkan pandangannya benar saja keempatnya melambaikan tangan pada Allea karena pintu tenda terbuka


"Kalian tidur aja gue jaga di sini" ucap Max lalu keempatnya kembali ke tenda masing masing


Gita membangunkan Yuki untuk pindah ke tenda yang lain karena disitu ada Max otomatis tenda menjadi sempit namun Yuki enggan malah menyuruh Gita pergi karena dia tahu Max akan tidur disana..


"Ya udah biar kita yang pindah, suruh Dito sama bagas pindah kesini" mendengar ucapan Gita Yuki segera bangun dan pergi dengan menggerutu


"Lo tidur disini aja Max, sorry ya Lea gue tidur dulu ngantuk banget" ucap Gita


"Ta sorry ya lengan lo... "


"Gak apa apa Lea gue tau lo lagi ketakutan"


Akhirnya mereka tidur bertiga dengan Allea berada di tengah tengah mereka, Max memakaikan selimut pada Allea dan tidur tanpa menggunakan selimut


Allea membagi selimutnya dengan Max dan tidur berdekatan karena selimutnya cukup kecil untuk berdua, tangan Max terulur memeluk Allea membuat gadis itu terkejut memegangi tangan Max hendak menyingkirkannya


"Sebentar aja please" bisik Max di tengkuk Allea


Buku kuduk Allea sampai meremang saat hembusan nafas Max terasa hangat di tengkuknya,


Yang katanya hanya sebentar ternyata mereka malah tidur sambil berpelukan


Hingga pagi tiba Gita yang baru saja bangun melihat pemandangan di sampingnya dimana Allea dan Max sedang berpelukan dan Allea menyembunyikan wajahnya di dada Max


"Jadi pengen di peluk cowok ganteng" gumam Gita sambil terkekeh


Gita beruntung pagi ini bangun tidur melihat pemandangan indah, meskipun sedang tertidur tapi wajah Max masih tetap tampan ingin sekali Gita masuk juga dalam pelukannya pikir Gita, namun dia segera menggelengkan kepalanya menyadarkan diri


"Astaga gue kenapa sih, foto ahh" gumamnya


Gita memotret Allea dan Max lalu mengirimkannya pada grup whatsapp geng konyol mereka


"*Aku juga butuh kehangatan" captionnya


"Sini ke tenda gue" balas Dito*


"Ogah gue di peluk sama lo"


"Siapa juga yang mau meluk, gue mau rendem lo pake air panas biar hot sekalian 🤣🤣" balas Dito


"Sialan lo 🤜🤜🤜"