
Celine terbangun dari tidurnya saat suaminya tidak berada di sampingnya, Celine turun mencari suaminya namun tidak ada mobilnya pun ikut menghilang
"Dia pergi? jadi dia ninggalin gue waktu tidur? " Celine tiba tiba menangis, dia merebahkan tubuhnya di sofa
Sekitar satu jam kemudian terdengar suara mobil masuk pekarangan rumah, Bisma masuk dan langsung pergi ke dalam kamarnya
Di dalam kamar Bisma tidak menemukan Celine dia mencari ke kamar mandi juga tidak menemukannya disana, Bisma kembali turun mencari ke dapur dan ke kamar lain saat hendak ke luar Bisma melewatkan sofa di ruang tamu
Bisma kembali mundur saat melihat sesuatu meringkuk di atas sofa, Celine meringkuk disana menghadap sandaran sofa
"Sayang kenapa tidur disini? " Celine tidak menjawab jadi Bisma berpikir dia tidur
Bisma menyentuh lengan Celine namun dia menggedikkan bahunya, Celline terisak menyembunyikan wajahnya membuat Bisma terkejut
"Sayang kenapa? kenapa kamu nangis? " Bisma memeluk Celine mengusap kepalanya
"Kamu marah sama aku? Maaf.. tapi aku udah janji sama anak anak gak enak kalo aku gak tepatin janji aku"
"Pergi aja sana, gak usah pulang sekalian" Celine terisak tidak ingin di sentuh Bisma
"Gimana dong? kan udah pulang juga, apa aku harus pergi lagi? "
"Pergi aja sana, jangan pulang besok aku mau pulang ke rumah mama" Bisma terkekeh ketika istrinya merajuk seperti anak kecil
"Ohh.. jadi aku harus pergi aja? oke.. aku pergi ya.. jangan nangis lagi aku pergi sekarang" Bisma benar-benar pergi terdengar suara pintu terbuka lalu di tutup kembali
Tangis Celine semakin kencang dia benar-benar kesal bukannya membujuk istrinya Bisma malah benar-benar pergi tanpa menenangkannya
"Huhu.. huhu.. dia pergi" Celine berdiri dan berlari kecil membuka pintu untuk melarang Bisma pergi
Ketika pintu di buka Bisma berdiri di balik pintu sambil tersenyum, Celine kesal di tipu Bisma dan berbalik pergi mengusap air matanya
Bisma tertawa mengejar Celine dan memeluknya dari belakang, tangis Celine semakin keras ketika Bisma memeluknya sambil tertawa
"Lepasin.. kesel aku sama kamu, pergi sana" Celine merengek menghentakkan kakinya
"Jangan marah marah dong, aku kan cuma pergi sama Max gak ada cewek kok disana"
"Aku udah bilang jangan pergi tapi kamu pergi waktu aku tidur" Bisma memutar tubuh Celline dan mengecup seluruh wajahnya
"Awas.. kamu bau" Celine mendorong tubuh Bisma dan pergi menuju kamarnya
Bisma membiarkan Celine yang sedang marah duduk di ranjang dengan bibir cemberut menyilangkan tangannya di dada, Setelah mandi Bisma keluar dari kamar mandi dia menghampiri Celine yang masih cemberut
"Mau beli sesuatu? atau kamu mau sesuatu? "
"Gak" ketus Celine
"Aku kan udah minta maaf, aku harus gimana lagi? aku janji gak akan lakuin itu lagi" Bisma duduk di tepi ranjang
"Jangan pegang pegang sana pake baju, Aku mau tidur" Celine berbaring membelakangi Bisma
"Ya udah.. tidur yang nyenyak" Bisma mencium kepala Celine lalu pergi mengambil baju
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa? kenapa pulangnya malem banget? " Gita terganggu ketika suaminya menciumnya
"Kita nungguin Bisma, Celine gak mau di tinggal jadi nunggu dia tidur dulu"
"Udah mandi? pake bajunya nanti masuk angin" ucap Gita namun masih memejamkan matanya
"Ngapain pake baju kalo nanti di buka lagi? " Dito yang hanya memakai handuk menindih tubuh Gita
"Kamu mau? tapi aku gak bisa" Gita membuka matanya
"Kenapa? kamu ngantuk? biar akau aja yang gerak"
"Aku lagi datang bulan" Dito pun lemas ambruk di atas tubuh Gita
"Bangun kamu berat"
"Bantuin dong.. masa kamu tega " Dito membangunkan Gita
"Hmm.. aku cuci muka dulu" Gita berjalan gontai menuju kamar mandi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di rumah Max kini Allea sedang menunggu suaminya pulang, dia tidak banyak menuntut biarpun suaminya keluar dia akan membiarkannya selama hanya dengan teman laki-lakinya
"Sayang kenapa pulangnya malem banget? Mau makan gak? atau mau mandi? " Tanya Allea
"Aku mau mandi, temenin ya" Allea mengangguk
Max memeluk Allea membawanya ke kamar mereka, Allea membantu menggosok punggung suaminya juga memijatnya
"Sini... " Max menarik lembut tangan Allea Agar duduk di pangkuannya
"Apa hari ini melelahkan? " Tanya Max
"Aku pengen cepet-cepet beresin kerjaan terus kita liburan sama keluarga besar, menurut kamu lebih baik liburan kemana? "
"Emmhh... Aku terserah kamu aja, asal sama kamu aku mau pergi kemana pun" Max tersenyum mempererat pelukannya
"Kita atur itu nanti, sekarang ada tugas yang harus kamu selesaikan"
"Tugas apa? " Allea mengernyitkan keningnya
"Apa kamu merasakan sesuatu? "
"Ayo pindah" Allea antusias menarik tangan suaminya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang kamu kenapa? " Bisma mendengar suara Celine di kamar mandi
"Sana jangan pegang pegang.. oeekk.. "
"Kamu kenapa? sini aku bantuin"
"Enggak.. sana pergi aja jangan peduliin aku" Celine menolak untuk di sentuh Bisma
Celine akhirnya duduk lemas di lantai menyandarkan tubuhnya di dinding, Bisma mengelap keringat serta di dahi serta mulut Celine
"Ke rumah sakit ya? jangan marah lagi, kalo kamu marah marah aku gak bisa bantuin kamu" Bisma akhirnya mengangkat tubuh Celine ke atas ranjang
"Kita ke dokter ya, Mana yang sakit? "
"Pusing.. aku mau peluk" lirih Celine
"Apa lebih baik? " Celine menyembunyikan wajahnya di ketiak Bisma
Celine mengangguk beberapa saat dia mencium ketiak Bisma sampai tertidur, Bisma bergerak untuk turun Celine juga terbangun
"Mau kemana? "
"Aku harus kerja sayang.. hari ini ada meeting penting nanti papa marah" Wajah Celine terlihat sedih
"Kamu ikut aja ya... Kita mandi dulu abis itu berangkat" Celine ikut ke kantor Bisma
Karena ini pertama kalinya Celine ikut semua staf bertanya-tanya siapa wanita yang datang bersama Bisma, Apalagi Celine memeluk sebelah tangan Bisma dan Bisma juga mengelus tangan Celine yang melilit lengannya
"Tunggu disini ya, aku ada meeting" Bisma membawa Celine ke tempat istirahat di ruangannya
"Baju kamu copot aja"
"Copot gimana? buat apa? "
"Aku mau cium keringet kamu, copot aja " Bisma menuruti saja beruntung dia menyimpan kemeja cadangan di lemari
"Diam disini jangan keluar ya.. kalo mau apa apa telepon aja OB" Celine mengangguk seraya mencium kemeja suaminya
"Nanti aku balik lagi" Celine keluar dari ruang istirahat dan melihat lihat ruangan Bisma
Tiba tiba pintu terbuka dan seorang wanita seksi masuk begitu saja, wanita itu menatap Celine dengan tatapan yang tidak biasa melihat dari atas ke bawah terlebih Celine memeluk dan mencium sebuah kemeja putih
"Dimana tuan, siapa kamu? kenapa kamu cium cium baju tuan? "
"Aku istrinya" jawab Celine
"Banyak yang ngaku ngaku pacar tuan datang kesini sekarang ngaku-ngaku istri kapan tuan nikah? keluar.. " titahnya
"Tapi.. tapi.. dia tadi bilang aku gak boleh keluar"
"Alesan apa lagi itu? sekarang keluar" Wanita itu menyeret dan mendorong Celine keluar sementara dirinya kembali masuk
"Loh.. kamu lagi apa disini nak? kenapa gak tunggu di dalam? '' kebetulan ayah Bisma lewat hendak pergi ke ruangan meeting
" Tadi.. tadi.. " belum selesai Celine bicara ayah mertuanya sudah lebih dulu bicara
"Kamu jenuh? ya sudah kamu boleh ikut tapi nanti diem aja ya" Ayah Bisma menuntun tangan Celine masuk ke ruangan meeting
Celline duduk jauh di pojok ruangan setelah di bawa ayah mertuanya, Wanita itu masuk dan duduk disamping Bisma
"Tadi ada wanita yang ngaku ngaku istri tuan, tapi udah saya usir" Ucapnya mencari perhatian Bisma
"Dimana? "
"Di ruangan tuan" jawabnya
"Jadi kamu yang usir? apa wanita itu dia" wanita itu mengikuti arah telunjuk Bisma
"Iya.. kenapa dia ada disini? "
"Dia memang istriku" jawab Bisma membuatnya terkejut
Harapannya bisa dekat dengan Bisma hilang seketika, Bisma tersenyum menatap Celine yang sedang mencium kemejanya