
Pulang sekolah seperti biasa Allea Cs selalu berjalan beriringan sambil bercanda, Max hanya mengikuti seraya menjawab telepon dari seseorang. saat akan masuk ke mobil Dito tiba tiba tas Allea di tarik kebelakang hingga dia mundur beberapa langkah
"Apa sih? " gerutu Allea pada Max
"Pulang sama gue" Max menarik tas Allea hingga kedekat Taksi yang di pesan Max
"Lepas jangan gini juga" Allea menggoyangkan tubuhnya untuk melepaskan tangan Max
"Cepet naik" titah Max
"Tapi gue mau pulang sama mereka" tunjuk Allea pada Gita Cs yang hanya pura pura tidak melihat dan membuang pandangan kesembarang arah
"Lo gak setia kawan deh giliran gue sakit lo gak mau cuma nganter gue ke rumah sakit" gerutu Max
"Ya udah anterin aja Lea, lagi pula kan cuma ke dokter" ucap Gita dan di angguki oleh keempat teman laki lakinya
"Tapi... "
"Yaudah gue bisa berangkat sendiri" ucap Max melepas pegangan tangannya pada tas Allea dengan sedikit mendorong
"Lo kayak cewek ambekan " ledek Allea
"Hai " Yuki datang di antara mereka
"Nah sama Yuki aja ya, ki katanya Max mau di anter kerumah sakit" ucap Allea hendak kabur namun Max kembali menarik tasnya
"Kita duluan deh, lo mau ikut gak ki? " ajak Gita
"Gak gue ikut Allea aja" jawab Yuki
"Siapa yang mau ngajak lo? udah sono pergi sendiri" ketus Max
"Max Yuki udah baik mau nganterin lo kenapa mesti gue? " gerutu Allea
Namun Max tidak mendengarkan ocehan Allea dan langsung memasukkan paksa Allea ke dalam Taksi, tak tinggal diam Yuki ikut di depan bersama supir taksi. sepanjang jalan Max tidak bicara begitu pun Allea yang hanya menatap keluar jendela
"Allea" panggil Max
"Hhmm" singkat Allea
"Uang lo jatuh" kata Max
"Mana? " Allea mencari uang yang di katakan Max
Melihat wajah bodoh Allea mencari uang Max mengulum senyumnya mengarahkan pandangannya ke luar jendela, menyadari dirinya di tipu Allea memukul lengan Max berkali kali
"Lo nyebelin" gerutu Allea mengerucutkan bibirnya serta melipat tangannya di dada
"Tapi lo suka kan? " goda Max
"Gak" Allea memalingkan wajahnya dan sudut bibirnya sedikit tertarik hal itu dapat di lihat Yuki
Selesai di periksa sepertinya tangan Max mulai membaik dia sudah bisa menggerakkan tangannya dan tidak bengkak lagi
"Max mau langsung pulang? " tanya Yuki
"Allea mana? " Max tidak melihat keberadaan Allea disana
"Dia pulang duluan katanya ada urusan"
"Urusan apa pengangguran seperti dia" gumam Max
Yang terjadi sebenarnya adalah Yuki menyuruh Allea pulang saat mereka menunggu di luar, dengan terpaksa Allea pulang menghentikan taksi dan pulang lebih dulu
"Lo pulang aja gue masih ada urusan" ucap Max
"Tapi.. gue.. "
"Udah pulang aja, jangan ngikutin gue" ucap Max lalu benar benar pergi meninggalkan Yuki sendiri
"Apa bagusnya Allea di banding gue" gumamnya mengepalkan tangan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di perjalanan pulang Allea melihat seseorang sedang di keroyok namun tidak ada seorang pun yang mau membantu, Allea menghentikan taksinya dan melerai mereka
"Stop.. stop.. kalian bisa bicarakan masalah kalian baik baik" teriak Allea menjauhkan orang orang yang akan kembali memukul seseorang yang tersungkur di tanah
"Hei cantik kenapa lo ganggu urusan kita? " salah satu dari mereka menyentuh dagu Allea namun di tepisnya
"Pergi kita gak kenal jangan ikut campur" ucap laki laki yang terduduk di bawah
"Sam lo gak apa apa? " Allea berlutut mendekati Sam
"Ohh.. si bandit ini sedang melindungi pacarnya" ucap salah seorang dari mereka lalu tertawa
"Ayo sayang ikut kami, habisi dia" Allea di pegangi dia orang sementara empat orang lain menghajar Sam yang masih sekuat tenaga melawan untuk menolong Allea
"Hei bodoh, jangan pegang pegang sialan " Allea berteriak
"Lepasin dia gak tau apa apa" bentak Sam masih dengan baku hantamnya
"Kayaknya lo cinta banget sama cewek ini" ucap seorang yang memegangi Allea seraya mencium ujung rambut Allea
"Lepasin menjijikkan" Allea berontak
Bugh
Max datang memukul seorang yang memegangi tangan Allea hingga tersungkur, lalu menarik tangan Allea dan menghajar seorang yang masih memegangi Allea
"Max" Allea mendongak menatap wajah Max kalau jatuh di pelukannya
"Ini gara gara lo gak nungguin gue pulang" Ucap Max menoyor kening Allea
"Masuk mobil sana" Max melepaskan Allea dan segera dia berlari masuk ke dalam mobil
Max membantu Sam menghajar lawannya hingga ke-enam orang itu kalah dengan dua orang, tanpa mengucapkan apapun Max pergi begitu saja setelah lawannya kabur meninggalkan Sam yang masih tersengal duduk di tanah
"Sam gimana? " tanya Allea
"Biarin dia udah biasa" jawabannya santai
"Kenapa lo pulang duluan? " lanjut Max
"Gue.. gue.. "
"Udahlah gak usah di jawab, pak kita antar dia dulu baru pulang" ucap Max pada supir pribadi Oma
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sial... sial... sial"
Prang prang
"Hei kenapa ini? " Yuki memecahkan semua botol bekas minuman di markas kakaknya
"Gue suka sama cowok tapi dia gak pernah lirik cewek lain selain Allea" teriaknya
"Kurang apa gue? Gue juga cantik bahkan segala galanya dari dia" oceh Yuki
"Lo ngomongin soal cowok? kayak gak ada yang lain aja gak usah ngejar ngejar cowok yang gak suka sama lo" ucapnya seraya menyesap rokok di tangannya
"Tapi gue mau dia, Dia yang pernah nolongin gue dari musuh lo"
"Tapi kalo dianya gak mau lo cuma bakal sakit hati dan gue gak mau lo ngerasain itu"
"Makanya bantuin gue biar bisa dapetin dia" rengeknya
"Lo usaha dulu kalo masih gak bisa gue langsung turun tangan"
Brak
Pintu terbuka anak buahnya masuk babak belur langsung menjatuhkan diri mereka di sofa
"Kenapa wajah kalian"
"Sam, dia berhasil kabur ada cewek mengacau dan satu cowok" jawab mereka
"Siapa mereka? apa bagian dari geng itu? "
"Bukan tapi samar samar gue denger cewek itu panggil cowok itu Max"
"Apa?? no.. no.. kalian gak boleh libatkan Max dari masalah permusuhan kalian" ucap Yuki dengan cepat
"Kenapa dia ini? cowok itu udah bikin Sasaran kita lepas harusnya kita juga incar dia"
"Gak boleh pokoknya gak boleh"
"Kenapa sama dia? " mereka bertanya pada kakaknya
"Dia jatuh cinta sama si Max ini, udah lepasin dia"
"Tapi cewek itu sepertinya kenal Sam bahkan Sam sampe berbohong kalo dia gak kenal sama cewek ini, artinya Sam mau lindungin cewek ini"
"Oke selidiki dia, kalo dia orang penting di hidupnya kita akan jadikan dia kelemahan Sam