
Danendra membuka pintu yang sedari tadi di ketuk, ketika pintu terbuka tampak Lydia dengan wajah sembabnya namun masih bisa tersenyum dengan lembut
"Apa kamu gak tidur semalam? " tanya Lydia
"Tidur kok bun" jawab Danendra seraya mengucek matanya
"Lingkaran mata kamu menghitam, jangan di biasakan begadang gak baik"
"Bunda kesini bangunin kamu hari ini perpisahan sekolah bukan? "
"Iya bun aku mandi dulu"
"Hmm.. cepat mandi kita sarapan dulu sebelum berangkat'' ucap Lydia lalu pergi
" Bagaimana bunda masih bisa tersenyum seperti itu? aku tahu sebenarnya bunda sedang kecewa" batin Danendra
Sarapan keluarga Damian begitu canggung tidak ada pembicaraan, Lydia hanya mengaduk makanannya sambil melamun dia sama sekali tidak pernah menyuap makanannya ke mulut
"Bunda gak makan? " tanya Danendra
"Ahh.. enggak sayang bunda gak lapar, bunda duluan ke mobil ya" ucapnya lalu pergi keluar
"Ayah.. sebenarnya bunda.. " belum sempat Danendra melanjutkannya perkataannya Damian sudah menyela pembicaraan
"Selesaikan makanmu jangan terlalu banyak berpikir" sergah Damian
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang hari ini kita sudah bukan siswa di sekolah itu lagi, kita akan menjadi mahasiswa apa kamu tidak senang? " tanya Max saat melihat Allea tak bersemangat
"Senang.. " singkatnya
"Kenapa wajahnya di tekuk seperti itu? "
"Aku lemes banget hari ini, nanti kalo bisa kita pulang lebih cepat ya"
"Hmm.. baiklah, apa kita gak usah datang aja? " tanya Max
"Aku mau tetep datang"
"Ya udah terserah kamu, makannya udah selesai? " Tanya Max yang hanya mendapat anggukan dari Allea
Setelah sarapan Allea dan Max berangkat ke sekolah bersama dengan Oma, sesampainya di sekolah Oma bergabung bersama Damian dan Lydia juga ada Gibran dan Ririn
"Allea kenapa nak kamu pucat sekali? " tanya Lydia
"Gak apa apa bun cuma sedikit pusing" Jawab Allea
"Tadi juga saya udah bilang gak usah datang dia gak mau" seloroh Max
"Kita ke dokter ya? " bujuk Gibran
"Gak yah Allea gak apa apa, semuanya Allea mau ketemu temen temen dulu ya" Allea pergi seraya tersenyum dia tidak mau terlalu lama disana bisa bisa ayahnya memaksa membawanya ke dokter
Max dan Allea sedang berbincang dengan keempat sahabat Allea juga ada Celine bersama mereka, Yuki tidak pernah lagi menunjukkan batang hidungnya di sekolah setelah kejadian di villa tempo hari
"Hai.. " sapa Arabella sontak saja membuat Max mengangkat tangan Allea untuk menutupi hidungnya
"Lo kenapa sih Max jahat banget, segitunya lo benci sama gue sampai sampai lo mual liat gue? " gerutu Arabella
"Sorry.. sebaiknya lo pergi aja deh dari pada nanti Max muntah disini" ucap Allea
Arabella mendengus kesal pergi dari sana teman teman Allea terheran heran begitu pun Celline yang melihat tingkah laku Max
"Lo beneran apa cuma mau menghindar dari dia sih? " tanya Dito
"Beneran.. gue gak tau akhir akhir ini sering mual pagi dan ada beberapa hal yang bikin gue mual misalnya kayak tadi" jawab Max
"Wah Allea parah lo bikin bunting anak orang" celoteh Sandro
"Yang ada kebalik bego" Desta menoyor kepala Sandro
"Kok bisa ya" gumam Celine
"Udah periksa? mungkin ada penyakit apa gitu? " tanya Dito
"Gak ada, dia udah pernah periksa dan hasilnya dia sehat sehat aja kok" jawab Allea
"Masa iya cowok ngidam" ucap Bagas
Percakapan mereka terhenti saat acaranya di mulai, mereka mengikuti acara sampai selesai hingga MC membacakan nama nama siswa siswi yang mendapat penghargaan dari berbagai bidang pelajaran
Diantaranya ada Max, Allea, dan Danendra juga murid lain yang naik ke atas panggung, Wajah Allea nampak semakin pucat pandangannya menjadi tidak konsen sesaat kemudian tubuhnya terhuyung kebelakang dan jatuh
"Allea" Max langsung mengangkat tubuh Allea membawanya ke UKS
Keluarganya mengikuti kesana begitu pun keempat sahabatnya, Ririn sebagai dokter membantu memeriksa keadaan Allea dengan alat yang ada di ruangan itu
"Allea kenapa tante? " tanya Max
Ririn tersenyum menatap semua orang yang ada disana, belum sempat dia bicara Allea mengerjapkan matanya memegangi kepalanya
"Sayang sudah bangun? " Max membantu Allea duduk
"Sayang pergi ke kamar mandi dan gunakan ini" Ririn memberikan alat tes kehamilan
"Kenapa tante?" tanya Allea
"Gunakan saja, Apa kamu bisa menggunakannya sendiri? atau mau tante bantu? " tanya Ririn
"Allea bisa sendiri" Max membantu Allea ke kamar mandi yang ada di UKS dia menunggu Allea selesai di dekat pintu
Melihat hasil tesnya Ririn tersenyum membuat semua orang tidak mengerti, dia membalikkan hasil tesnya dan itu membuat semua orang tercengang
"Allea kamu hamil sayang" semua orang bereaksi kecuali Allea dia mematung dengan mata berkaca kaca
"Sayang" melihat Allea hanya mematung Max menangkup wajah Allea menyadarkannya dari lamunan
"Apa ini nyata? apa secepat ini? " pertanyaan bodoh yang keluar dari mulut Allea, bagaimana tidak cepat jika mereka melakukannya hampir setiap hari suaminya tidak mengenal kata lelah
"Itu kenyataannya kamu hamil, dan gejala yang selama ini di rasakan oleh Max bisa saja dia menjadi salah satu dari sekian orang yang mengalami sindrom couvade atau sering disebut kehamilan simpatik. yang mana ayah si bayi yang akan menanggung keluhan keluhan sang istri yang sedang hamil" penjelasan Ririn membuat mereka akhirnya tahu bukan suatu penyakit yang di derita Max saat ini
"Lo tokcer bro" ucap Dito di iringi kekehan dari teman teman yang lain
"Diem lo.. lo juga sama" ledek Max
"Harusnya bangga dong, orang lain harus nunggu bertahun tahun buat bikin baby kita beberapa bulan aja udah jadi" seloroh Dito membuat para orang tua menggelengkan kepalanya
"Allea.. allea.. terjadi masalah besar di luar" Celine dengan nafas tersengal berlari menghampiri Allea
"Ada apa Celine? " tanya Allea
"Ada yang.. hah.. sebarin.. hah..berita lo hamil" dengan susah payah dia mengucapkan kata katanya
"Siapa? " tanya Max sepertinya wajahnya mulai menunjukkan keganasan seperti seekor singa yang kelaparan
"Gak tau.. tiba tiba audio musik di ganti jadi rekaman dokter" timpal Celine
"Kamu tunggu disini sama Celine aku harus beresin ini" Ucap Max lalu diikuti oleh ayah mereka dan teman-temannya
Sementara para wanita tidak ikut mereka lebih memilih menemani Allea, Allea menarik tangan Celine agar duduk di sampingnya, Allea tau Celine pasti penasaran dengan semuanya
"Lo pasti penasaran kan? " Celine mengangguk lalu Allea menceritakan semuanya
Di aula sekolah Max naik ke podium dengan gagah berani tanpa ragu, Dia mulai dari permintaan Maaf dan menceritakan sedikit permasalahan sebelum Allea menikah dengannya
"Hari itu Allea sedang ada masalah dengan orang tuanya dan masalahnya cukup rumit sampai dia keluar dari rumah, Di luar dia tidak ada lagi tempat untuk tinggal karena semua fasilitas dia kembalikan pada ayahnya, Ada sedikit insiden yang membuat kami harus menikah secepatnya dan ini buku nikah saya kalian bisa lihat di layar tanggal dan sebagainya jadi saya tekankan Allea tidak hamil sebelum menikah" ucap Max dengan lantang tanpa gugup sedikitpun
"Ada pun saya ingin meminta maaf pada pihak sekolah atas kejadian ini, saya minta maaf yang sebesar-besarnya jika kejadian ini membuat pihak sekolah merasa di rugikan dengan adanya klarifikasi ini saya harap kalian sudah mengerti dan teman teman tidak akan memojokan atau menghina Allea hamil di luar nikah.. sekian dan terimakasih" Max turun dari podium
Bisik bisik masih terdengar ramai dari Guru dan para murid serta orang tua murid sampai Gibran ikut naik dan menceritakan yang sebenarnya terjadi namun cerita Max dan Allea dia skip karena tidak pantas untuk di ceritakan
"Jadi begitu kurang lebih ceritanya, saya saat itu memang di butakan oleh mantan istri saya, karena dia Allea hampir mati hari itu saya baru sadar jika saya benar-benar salah menilai sesuatu saya bukan ayah yang baik, tapi saya bersyukur hari ini kedua anak saya sudah berbaikan dan tidak ada masalah mereka saling menyayangi, ini semua berkat ketulusan dan kelembutan hati Allea yang membuat lawannya menjadi kawan.. saya rasa hanya itu yang dapat saya sampaikan saya harap jangan membully anak dan menantu saya, sekian dan terimakasih" ucap Gibran lalu turun
"Semuanya sudah clear namun sayang sekali sesuai prosedur ananda Allea kami akan cabut beasiswanya dan untuk para tamu dan anak anak murid yang lain saya meminta maaf selaku kepala sekolah karena acara hari ini sempat menegang, kita bisa lanjutkan acara hingga selesai untuk masalah ini kami akan selesaikan dengan keluarga Allea dan Max, sekian dan terimakasih" kepala sekolah turun untuk menemui kedua orang tua serta Allea dan Max sendiri
untung saja kejadian ini terungkap setelah mereka lulus jadi mereka lulus secara sah bukan di DO dari sekolah
"Sial... gue niat balas dendam buat Cindy ternyata dia sama Allea baikan, gimana kalo sampe ketahuan bisa abis gue sama Max" ucap Kiki dia menjadi gelisah
Sementara para wanita yang memuja Max serta Arabella patah hati masal, mereka mengira masih ada kesempatan Allea dan Max putus nyatanya hubungan mereka sudah sejauh itu
"Pantesan mereka tinggal bareng, aarrggghhh.. apa gak ada kesempatan lagi buat gue sekarang? "