My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Mendadak manis



Allea masih berada di dalam kamarnya hingga jam makan malam, dia hanya berbaring memainkan handphonenya berkirim pesan dengan sahabat sahabatnya


"Lo pada ada acara gak besok? " tulis allea di grup whatsapp


"gue free" jawab Gita


"Gue juga" balas Desta Dito dan Sandro


"Sorry guys gue harus jaga adik gue" balas Bagas


"Gue mau ngundang kalian kesini besok, @bagas semoga adek lo cepet sembuh ya"


"Kemana? kerumah nenek lo? " tanya Dito


"Ya.. thanks doanya" balas Bagas


"Bukan.. rumah bokap gue, jangan banyak nanya ya pokoknya datang aja gue sharelok"


"Ishhh bikin penasaran aja" tulis Sandro


"Gue udah tau 😜, siap cinta bikinin makanan enak ya" tulis Gita


"Oke... gue sediain banyak makanan besok*"


Saat sedang asyik berbalas pesan tiba tiba pintu kamarnya di ketuk terdengar suara seseorang memanggilnya dengan lembut


"Sayang... udah tidur belum? makan dulu yuk" ucap sang ayah


"Iya yah bentar" Allea keluar setelah merapikan baju dan rambutnya


"Anak ayah lagi apa sih kok gak keluar kamar? " tanyanya


"Tiduran aja yah Allea masih canggung disini" jawab Allea


"Gak usah merasa Canggung sayang ini rumah kamu, rumah ini memang sejak awal di pilih ibu kamu kalo kamu mau tinggal disini sendiri ayah akan beli rumah lain buat Cindy dan mamanya"


"Gak gitu juga yah, mentang mentang kaya" ledek Allea


"Apapun buat kamu sayang" Gibran memeluk tubuh putrinya dari samping


Dua orang memperhatikan interaksi ayah dan anak tersebut yang terlihat dekat dan hangat, Cindy memutar bola matanya jengah melihat kedekatan mereka


"Bisa lebih cepet gak sih laper nih" gerutu Cindy melihat Gibran dan Allea masih berjalan seraya bergurau


"Ayah mau makan apa? biar Allea ambilin" tanya Allea dan Gibran menunjuk beberapa menu lalu di ambilkan oleh Allea


"Terimakasih sayang" ucap Gibran


"Daddy juga harus coba ini enak banget" ucap Cindy yang menaruh makanan di piringnya


"Terimakasih sayang, kamu mendadak manis sekarang biasanya aja cuek kalo ada daddy" ucap Gibran namun tidak di tanggapi oleh Cindy wajahnya berubah masam mendengar penuturan sang ayah


Setelah makan malam Allea duduk di ruang keluarga menonton televisi tiba tiba saja remote yang dia pegang di ambil paksa dari tangannya oleh Emile dan mematikannya


"Jangan nonton lama lama listrik mahal" ujarnya


"Ayahku belum miskin ibu suri dia masih mampu membayar tagihan" jawab Allea


"Kamu... "


"Kenapa kamu mengganggu anakku? " tanya Gibran yang baru saja kembali dengan membawa cemilan dan minuman


"Aku.. aku... "


"Kata ibu suri gak boleh nonton lama lama yah listrik mahal, emang ayah udah bangkrut? " kata Allea seraya memeletkan lidah saat ayahnya berbalik menatap Emile


"Kenapa kamu begitu kejam pada anakku? biarkan dia melakukan apapun yang dia mau jangan ganggu dia" mendengar hal itu Emile menjatuhkan remote dengan kasar di atas meja lalu pergi begitu saja


"Ibu suri kenapa gak nonton sekalian? " teriak Allea


"Panggilan apa itu? ibu suri? " tanya Gibran


"Panggilan sayang ayah"


"Ada ada saja" Gibran mengusal pucuk kepala lalu kembali menonton TV berdua


.


.


Pagi pagi sekali Emile dan Cindy sudah ribut menjelekkan Allea pada Gibran yang malas dan bangun siang, Gibran tidak menanggapi perkataan mereka dia langsung pergi saja ke kamar Allea


"Sayang boleh ayah masuk? " tanya Gibran setelah mengetuk pintu


"Boleh yah" Suara Allea parau saat menjawab


Saat Gibran masuk Allea masih menggeliat manja mengucek matanya yang baru saja bangun tidur


"Udah siang sayang bangun kita makan nanti teruskan lagi tidurnya" ucap Gibran seraya duduk di tepi ranjang


"Ayah maaf Allea kesiangan" lirih Allea


"Gak apa apa, bibi juga belum selesai masak sekarang cuci muka kita sarapan "


Saat Allea sudah mendekat ke meja makan dia melihat Cindy yang sibuk membantu bibi membawa makanan ke meja, ayahnya saja bilang tumben berarti Cindy sedang merencanakan sesuatu


Allea juga pergi ke dapur mengintip apa yang di lakukan Cindy ternyata Cindy memasukkan sesuatu ke satu dessert Allea segera kembali ke kursinya duduk manis seolah tidak tahu apapun


"Ini buat daddy, buat mommy dan tuan putri" Cindy menekankan kata tuan putri


"Terimakasih adik" ucap Allea seraya tersenyum


manis


Saat Cindy kembali ke dapur Allea menukar dessert miliknya dengan milik Cindy, Allea tahu pasti Cindy memasukkan sesuatu ke makanannya


Sarapan sudah selesai saat hendak memakan dessertnya bibi tiba tiba datang dan seperti sengaja menyenggol tangan Allea hingga dessertnya tumpah


"Bibi minta maaf non bibi gak sengaja" lirih bibi


"Gak apa apa bi" jawab Allea


"Bibi kenapa sih gak hati hati, kalo gak becus kerja jangan kerja" bentak Cindy


"Kok jadi kamu yang heboh Allea nya biasa aja" ucap Gibran


"Aku cuma.. itu.. anu.. " Cindy jadi gelagapan dia kesal karena rencananya di gagalkan oleh si bibi


"Gak apa apa dik bibi gak sengaja" ucap Allea


"Sekali lagi saya minta maaf Non, tuan, nyonya"


"Gak apa apa bi, ini sayang makan punya ayah aja" Gibran menyerahkan dessertnya pada Allea


"Ayah berangkat dulu ya" Allea segera mengulurkan tangan untuk menyalami ayahnya


Ibu tiri dan Cindy juga melakukan hal yang sama membuat Gibran mengernyitkan keningnya namun tetap mengulurkan tangannya


"Kamu membawa hal positif kerumah ini" ucap Gibran hanya di tanggapi senyum oleh Allea


Allea membawa piring kotor ke belakang membantu bibi meski sudah di larang Allea tetap melakukannya, sementara Cindy dan Emile sudah hilang di telan bumi


"Non gak sempet makan dessertnya kan? " tanya bibi khawatir


"Gak bi emang kenapa? "


"Kalo Non sampe makan bibi bisa habis kena marah sama tuan" ucap bibi


"Kenapa gitu bi? " tanya Allea pura pura tidak tahu


"Non Cindy masukin sesuatu ke dessertnya Non " bisik bibi


"Kalo begitu Allea berhutang budi sama bibi, makasih bi" ucap Allea senang memeluk bibi


"Jangan peluk Non bibi bau" Bibi melepaskan pelukannya


"Di rumah ini cuma ada bibi dan ayah yang peduli sama Allea, makasih ya bi selanjutnya Allea harap bibi bisa jaga Allea dari mereka"


"Siap Non" bibi menghormat menghadap Allea lalu keduanya tertawa


"Bantu Allea bikin kue bi nanti siang temen Allea mau kesini"


Sebuah mobil masuk ke halaman rumah Gibran bisa di tebak siapa yang mempunyai mobil tersebut, ya.. kelima tim riweuhnya Allea


Allea memeluk Gita dan bertos ria dengan keempat teman lelakinya lalu langsung membawa mereka ke kamarnya


"Wiihh bisa jadi inspirasi nih kamar lo" ucap Dito yang melihat berkeliling kamar Allea yang di lengkapi ruang tamu dan dapur kecil


"Ini dulu kamar ibu sama ayah gue" ucap Allea


"Saksi bisu pembuatan lo dong Le" celetuk Sandro


"Diihh lo mah parah " kelima temannya menjitak kepala Sandro lalu tertawa


"Lo pada liat Max gak sih? " tanya Allea


"Cie cie yang kangen" ledek Gita


"Apaan sih gue cuma khawatir aja dia selalu baik sama gue"


"Alasan lo basi Allea" Gita kembali meledeknya


"Gue ambil kue dulu" Allea seolah enggan menanggapi ucapan Gita


"Kita kerjain Max aja biar kesini gimana? " usul Dito


"Setuju"


"Max datang ke alamat ini sekarang Allea sakit lagi kita juga lagi disini" tulis Dito


"Cepet sembunyiin HP Allea biar dia gak telepon nanti ketahuan" mereka mematikan handphone Allea lalu memasukkannya ke tas Gita


Kira kira Max datang atau enggak ya?


Jangan lupa like komen dan vote ya 😍😍