
Max pergi ke rumah Bisma untuk menemui seseorang, mereka terlihat sedang berbincang dengan pria asing
Drrtt... Drrtt..
"excuse me, I have to answer the phone" Max bangun dari duduknya dan pergi menjauh
"Halo.. ada apa bi? " tanya Max
"Nyonya.. nyonya.. tuan"
"Bicara apa sih bi? "
"Nyonya jatuh dari tangga"
"Apa? saya pulang sekarang"
Max membisikkan sesuatu pada Bisma lalu pamit pergi pada pria tersebut, Max melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi
Sesampainya di rumah sangat sepi bahkan anak anaknya tidak tahu ada dimana
"Bi.. bibi.. " teriak Max
"Ya tuan" Bibi tergopoh menghampiri Max
"Dimana Allea bi? apa sudah di bawa ke rumah sakit? " tanya Max
"Nyonya sedang istirahat di kamar tuan, nyonya tidak mau pergi kemana pun"
Max berlari ke kamarnya untuk memastikan keadaan Allea, Allea terbaring menutup matanya tubuhnya di tutup selimut hanya bagian kepala saja yang terlihat
"Sayang bangun... mana yang sakit? kita kerumah sakit sekarang ya? " Max mengusap kepala Allea
"Kamu udah pulang? Aku gak apa apa mungkin cuma butuh istirahat aja" jawab Allea
"Kamu baru jatuh dari tangga kenapa gak pergi ke rumah sakit? "
"Gak ada yang sakit juga, aku cuma mau tidur" lirih Allea
"Enggak.. enggak.. kamu harus bangun, ayo ke rumah sakit" Max menyingkap selimut yang menutup tubuh Allea
"Kenapa mengabaikanku? " Allea kembali berjalan mendekati Max
Allea mendorong perlahan tubuh Max sampai terbaring di bawah kungkungan Allea Mata Max terpejam merasakan tangan mulus Allea yang menjelajahi tubuhnya, tangan Allea berhenti di telinga Max dan menariknya sekeras mungkin
"Awww... lepaskan sayang lepaskan ini sakit" pekik Max
"Udah puas cuekin aku, huh? kenapa kamu diemin aku sampai seminggu lebih? "
"Aku cuma mau kamu rasain gimana rasanya di cuekin, gak enak kan? "
"Jadi kamu gak marah? " tanya Allea
"Enggak.. lepas dong sakit nih" Allea baru melepaskan kuping suaminya setelah mendengar suaminya tidak marah padanya
"Gitu dong" Allea menepuk nepuk kedua tangannya seraya berdiri
"Mau kemana, huh? " Max meraih pinggang Allea yang bangun dari atas tubuhnya
"Jangan kenceng kenceng aku lagi hamil" pekik Allea ketika Max memeluknya erat
"Aku lupa, sekarang kamu percaya kan sama aku? " Max mengendurkan pelukannya
"Iya percaya.. maaf ya aku udah gak percaya sama kamu" Ucap Allea
"Max.. " lirih Allea
"Ya sayang? " Jawab Max seraya mengecup bahu Allea
"Aku kangen.. " lirih Allea
"Aku mengerti"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mama dimana bi?" tanya Ellia dan Ello
"Lagi di kamar, papa baru pulang" jawab bibi
"Eehh.. mau kemana? " Bibi menghentikan Ellia dan Ello yang hendak naik ke kamar Allea
"Mau ke kamar mama"
"Emh.. anu non.. jangan di ganggu dulu ya.. " Bibi ragu untuk bicara, tentu saja bibi tahu apa yang sedang di lakukan keduanya
"Kenapa? kita cuma mau izin main ke rumah kak Dirga"
"Biar pak supir yang antar ya nanti bibi yang bilang sama mama" Bujuk Bibi
"Ya udah deh, nanti bilangin ya" Ellia dan Ello pergi ke kamar masing-masing untuk mengganti baju
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Halo" suara Max masih parau karena bangun tidur ketika Bisma menelpon
"Lo enak banget bobo sore sore, dapet info nih dari si bule" ucap Bisma menyebut temannya
"Gue entar kesana gak enak ngomong di telepon, mau mandi dulu"
"Ngapain mandi sih kesini aja buruan, nongkrong di tempat biasa"
"Itu kebiasaan lo aja jarang mandi, dah lah gue mau ngumpulin nyawa dulu masih pusing nih" Max hendak mematikan teleponnya
"Siapa sayang? peluk.. aku masih ngantuk" ucap Allea dengan manja terdengar oleh Bisma
"Anjir lo abis nganu? pantesan sore sore tumben banget tidur" ledek Bisma
"Berisik lo ahh, udah matiin"
"Mau nganu lagi? kalo udah lama gak nganu sekalinya nganu berapa kali? " Goda Bisma
"Sepuasnya elu... Dah ahh kawin makanya biar bisa nganu kapan aja"
"Ribet.. nganu aja gak perlu kawin" jawab Bisma dengan entengnya
"Dasar penghuni neraka, dah rusak gue lama lama ngomong ama lo"
"Guru gue elo bego "
"Gue gak punya murid gila kayak lo, dah bye" Max mematikan teleponnya
"Siapa sayang? " tanya Allea
"Bisma.. nanti malem aku mau ketemu sama dia, boleh kan? "
"Jangan lama lama"
"Enggak aku janji, selesai urusan aku sama dia aku pulang"
"Hmm.. " Allea menganggukkan kepalanya
"Mau lagi? " pertanyaan Max ambigu
"Gak.. aku capek " Allea tahu apa maksud suaminya
"Aku mau mandi, mau bareng? "
"Gak.. kamu duluan aja aku masih pengen tidur bentar" jawab Allea
"Hmm.. tadinya aku mau mandi bareng tapi ya udah aku mandi dulu" Max bangkit lalu mencium singkat bibir Allea
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Hai bro" Bisma bangun dari duduknya beradu kepalan tangan dengan Max yang baru saja datang
Max memakai celana jeans sobek dengan atasan hoodie bakal anak abg yang sedang nongkrong, Max mengambil rokok yang tergeletak di meja dan memantiknya dengan api
"Cerah amat muka lo.. dah di kasih jatah? " goda Bisma, Max hanya meliriknya dengan senyum Smirk
"Lo pake di tanya liat aja muka nya" ledek yang lain
"Jomblo diem aja deh" Celetuk Max
"Nah loh.. makjleb gak tuh" Sahut Dito seraya tertawa
" Jadi gimana? " tanya Max
"Gimana apanya? "
"Yang lo bilang di telepon"
"Sabar dulu lah.. nyantai aja kayak punya nenek perawan aja lo" ucap Bisma
"Lo tau sendiri bini gue baru baikan nanti dia ngambek lagi" Semua orang terkekeh mendengar ucapan Max kecuali Dito dan Danendra
"Lo semua ketawa, liat aja yang udah punya bini pada diem semua" ledek Bisma
"Lo gak tau sebelum punya bini, kalo mereka udah ngambek apa lagi ngomel ngomel rumah udah kayak negara yang lagi perang" ucap Dito
"Semenyeramkan itu kah sebuah pernikahan? " ucap Sandro
"Gak juga.. " Jawab Max
"Karena bisa nganu kan? " setelah mengatakan itu Bisma tertawa terbahak-bahak
"Ahh.. sayang.. faster.. baby" Bisma memperagakan seorang wanita gemulai sambil mengusap leher serta dadanya yang di busungkan dengan sensual
"Otak lo emang rusak" Max menggelengkan kepalanya