
Allea terbangun saat subuh karena suara ponselnya berdering terus menerus, dia mengucek matanya sambil meraih handphone diatas nakas
"Max belum pulang ya? " gumamnya
Allea berjalan ke luar kamar untuk mengambil air sambil minum dia membuka pesan pesan yang beruntun masuk ke handphonenya, seketika gelas yang dia pegang jatuh sampai pecah
"Sayang kenapa? " kebetulan Max baru saja pulang, dia terkejut mendengar sesuatu yang pecah
Saat Max ke dapur Allea tampak sedang berjongkok memungut pecahan gelasnya, tangan kiri Allea jarinya tergores Max segera mengambil tangannya untuk membersihkan lukanya
Allea menarik tangannya yang di pegang Max dan malah dengan sengaja meremas serpihan di bawah lantai hingga darah segar mengalir di tangannya
"Allea apa yang kamu lakukan? " Pekik Max
"Luka ini gak sebanding dengan sakit hati aku" ucapnya seraya berbalik hendak pergi
"Sayang apa maksud kamu? " Max menahan tangan Allea
"Liat aja sendiri'' Allea menepuk keras handphonenya ke dada Max lalu pergi
Max membuka handphone Allea dan terlihat potonya sedang menggendong Arabella, juga memeluknya sambil duduk di sebuah jembatan Max meremas handphone Allea dengan marah
" Sayang buka pintunya" Beberapa saat Max mengetuk pintu kamar namun Allea tidak juga membukanya
Dia duduk di sofa menunggu Allea dengan cemas kepalanya di sangga oleh tangan yang mengepal di keningnya, pintu kamar terbuka Allea sudah berseragam rapih
"Sayang tunggu aku mandi dulu ya" ucap Max namun Allea seperti menanggap Max tidak ada disana
Allea mengambil handphone di meja lalu pergi keluar apartemen, Max mengumpat marah marah sampai memukul tembok dia tidak menyangka akan seperti ini
Max bergegas mandi dan segera berangkat kesekolah menyusul Allea, disekolah Allea tampak sedang tertawa bersama empat sahabat lelakinya Max menghampiri Allea lalu duduk di sampingnya
"Kamu udah sarapan belum? " tanya Max
"Udah tadi di rumah" jawab Allea meskipun terdengar dingin
"Emang kamu sempet makan? bukannya berangkat pagi? " ucap Max
"Iya Le lo kesini pagi banget sarapan dulu" ucap Bagas
"Gue lagi gak nafsu makan gas, entar aja deh" Jawab Allea
"Atau mau gue beliin? mau makan apa? " tanya Sandro
"Gak usah, makasih"
"Muka lo pucet banget le, lo sakit? "
"Enggak kok, gue cuma kurang tidur aja semalem" Jawab Allea pada Desta
Keempatnya kompak menyentuh tangan Allea membuat Max memukul tangan mereka satu persatu "Yaelah pegang doang gak boleh" ujar Sandro
"Mau ge tampol" ucap Max dengan tatapan tajam
"Kamu sakit? kita ke UKS ya? " Max menyentuh kening Allea
"Tangan Allea dingin" ucap Dito
"Lea lo gak lagi?.. " Dito menggantung pertanyaannya dia merasa tidak pantas menanyakan hal itu
"Gue jadi inget Gita waktu itu" bisik Dito di hadapan Allea dan Max
"Ngaco lo, gue gak apa apa gue cuma telat sarapan" ucap Allea sambil terkekeh
"Gak mual atau pusing gitu? " tanya Dito
"Enggak Dito, gue baik baik aja"
"Gue salah berarti" Dito nyengir menggaruk tengkuknya
"Pagi Max.. ini gue bawain lo sarapan" ucap Arabella yang baru saja masuk
Braaak
Bukan main satu kelas sampai di buat terkejut ketika Allea menggebrak meja lalu pergi keluar kelas, Max mengejar Allea dia ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi malam itu
"Sayang tunggu" Max menarik tangan Allea namun Allea menepisnya
"Aku jelasin soal semalem"
Max menarik Allea ke sebuah gudang Max mengumpulkan kata kata untuk memulai perkataannya agar Allea tidak berontak dan mendengarkannya
"Dengar sayang, Ini Handphone aku kamu baca semua chatnya" ucap Max memberikan handphonenya pada Allea
"Aku gak butuh, minggir aku mau balik ke kelas"
"Sayang jangan gini, aku gak sanggup kamu diemin " Max memeluk tubuh Allea dari belakang
"Lepas Max kalo ada yang liat gimana? "
"Arabella depresi sayang semalem aku tenangin dia yang mau loncat dari jembatan, Pelayannya telepon aku alasan kenapa aku gak bilang karena takut kamu larang"
"Aku akan merasa sangat bersalah kalo sesuatu terjadi dengan Arabella karena aku, dulu dia juga sempat depresi karena masalah waktu itu sekarang mungkin itu kambuh setelah separuh ingatannya hilang" Lanjut Max
"Kamu bohongin aku.. Ini udah berapa kali? Aku udah bilang sebaiknya kita gak bersama, akan sulit hidup dengan seseorang yang masih terjebak di masa lalunya" jawab Allea
"Aku gak mau denger kamu ngomong gitu lagi, aku gak akan lepasin kamu"
"Aku udah jujur sama kamu, pesannya masih ada kalo gak percaya buka aja aku simpan HP aku di kamu. Aku gak akan pegang HP" lanjut Max
"Gak perlu, percuma aku megang semua dunia kamu kalo aku sedikitpun gak bisa pegang kata katamu" ucap Allea sambil berlalu pergi setelah mendorong Max
.
.
Setelah pulang sekolah Allea keluar kelas lebih dulu dia benar benar malas berada satu ruangan dengan Arabella dan Max, dia memegangi kepalanya yang terasa sedikit pusing
"Allea" panggil seseorang membuatnya jengkel tapi dia berhenti sejenak
"Allea, gue mau ngomong sesuatu, tolong lepasin Max buat gue, gue gak bisa tanpa dia, gue.... "
"Stop Arabella, lo gak usah ngomong apa apa lagi kalo emang Max mau kembali sama lo silahkan ambil gak perlu lo mohon mohon kayak orang bego" hardik Allea
"Bagaimana pun dia gak bisa kembali sama gue karena masih punya hubungan sama lo"
"Gue udah berulang kali minta putus tapi dia gak mau, apa jangan jangan dia cuma kasihan sama lo yang di tinggal cowok aja bisa stres, lo gak laku ya? " Allea semakin hilang kendali dia benar benar-benar jijik dengan tingkah Arabella
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Allea gadis itu memegangi rahangnya dengan senyum mengejek
"Lumayan, tapi tamparan lo masih lemah" ucap Allea
Sesaat kemudian Allea membuat Arabella jatuh dan langsung menduduki perutnya menamparnya berkali kali hingga seseorang menariknya kebelakang
"Kamu apa apaan sih? " Gerutu Max lalu membangunkan Arabella
"Apa? dia nampar aku duluan ya wajar dong aku balas" jawab Allea sinis
"Bohong Max gue tadi cuma mau jelasin yang semalam terjadi tapi Allea mukulin gue" Arabella berbohong
"Heh.. pinter banget lo akting bukannya lo minta gue putusin Max, sekarang lo bilang di hadapannya suruh dia ninggalin gue" ucap Allea
"Udah Allea.. sekarang pulang" titah Max
"Ya udah ayo pulang ngapain kamu masih disini" Max menggandeng tangan Allea hendak pergi namun Arabella mengaduh kesakitan membuat Max kembali menghampirinya
"Max.. pulang sekarang" titah Allea
"Tapi dia kesakitan, kita harus bawa dia dulu kerumah sakit" Arabella mengaduh memegangi kepalanya
"Aku juga pusing Max aku gak selebay dia, ayo pulang" rengek Allea menarik tangan Max
"Allea kenapa sih kamu jadi kekanak-kanakan gini? sekarang kamu jadi gak berperasaan tau gak? kamu pulang aja sendiri, biar aku suruh Dito anterin kamu" ucap Max
"Gak perlu, aku nyesel sekarang kenal sama kamu, aku mau kita putus" ucap Allea putus dengan maksud lain yaitu bercerai Allea pergi menuruni anak tangga
Max menatap punggung Allea yang perlahan menjauh, sekarang Allea tidak seperti dia yang dulu yang punya rasa simpatik pada orang lain
Belum terlalu jauh Allea pergi tiba tiba seseorang muncul berlari dan menusuk Allea hingga Allea berguling kebawah tangga, Max yang melihat itu berlari tanpa mendengarkan Arabella yang memanggilnya
Emile datang membawa pisau dan menunggu Allea di gerbang sekolah, saat melihatnya menuruni tangga menuju pintu gerbang utama Emile berlari dan menusuknya hingga Allea jatuh dari tangga yang cukup tinggi
Tiiiiiiittttttt
pandangan mata Allea mulai kabur saat seseorang mendekat dan memeluknya lalu dia tidak sadarkan diri