
Allea benar benar bosan menunggu di kamar sendirian sudah 2 jam lewat Max masih belum kembali, dia juga ragu untuk keluar pasalnya baju yang dia pakai tidak sempat di ganti karena Max sudah menggendongnya lebih dulu
"Nunggu bosen mana HP ketinggalan.. arrrggghhh baju gini banget lagi" gerutu Allea melihat bajunya dari cermin
Bagaimana dia bisa keluar hanya menggunakan dress tidur selutut tanpa lengan, Allea membongkar isi lemari Max mencari baju yang bisa dia pakai. Hanya ada sweater setidaknya dia bisa menutupi bagian atas tubuhnya
Allea keluar celingukan mencari keberadaan Max, ternyata yang di tunggu sedang asyik mengobrol hingga melupakannya di kamar, Allea berjalan mendekatinya baru Max sadar dia membawa Allea kesana
"Ahh.. sayang aku lupa bawa kamu kesini" ucap Max sampai di tertawakan teman ngobrolnya
"Lupa? " mata Allea membulat dengan mulut menganga
"Iishh.. jangan menunjukkan ekspresi menggemaskan di depan orang" ucap Max menarik tangan Allea duduk di sampingnya
"Siapa nih? " tanya orang yang sedari tadi mengobrol dengan Max
"Calon istri" jawab Max
"Lah bukannya lo masih SMA? jangan jangan udah.. " bisik orang itu menggantung perkataannya
"Gak lah, gue serius pengen nikah tapi dia sama orang tua gue gak ngizinin" Max Seolah olah sedang curhat dengan orang itu
"Apaan sih bisik bisik? " tanya Allea
"Kenalin ini kakak sepupu aku, anaknya adik ayah" ucap Max mengenalkan pria itu
"Gue Bisma" ucapnya seraya mengulurkan tangan
"Allea" jawab Allea hendak menjabat tangannya namun Max lebih dulu mewakili
"Kampret lo, dasar pelit" hardik Bisma
"Dia gak boleh di sentuh orang lain"
"Bodo amat serah lu deh, gue cabut dulu ya masih ada kerjaan"
"Ya udah pergi "
"Kuat kuat ya pacaran sama orang model dia" goda Bisma sebelum dia pergi
"Kamu akrab banget sama dia" ucap Allea
"Kenapa cemburu? kira kira lah yang kalo mau cemburu"
"Siapa yang cemburu? " gumam Allea seraya mengambil gelas Max yang airnya tinggal setengah
"Pesan minuman lain aja" titah Max
"Gak usah ini aja, aku ke toilet dulu ya" Sebelum pergi Allea menghabiskan sisa airnya
Ketika di dalam toilet Allea mendengar percakapan seseorang, dia mendengarkan dengan seksama karena suaranya kadang tidak terdengar saking kerasnya musik di luar
"Gue udah nyuruh orang buat masukin obat ke minuman Max, gue gak mau tau lo harus berhasil bawa dia ke kamar 202 gue buka pintunya" ucap seorang wanita
"Oke, tadi gue liat dia bawa cewek"
"Pake nama ceweknya biar dia masuk jebakan"
"Oke gue ngerti" Allea mengintip namun hanya melihat sosok prianya saja
Dengan gelisah Allea menunggu mereka pergi, dia harus menyelamatkan Max tapi obat apa yang di masukkannya pikir Allea. Allea takut seseorang berniat meracuni Max atau akan membunuhnya di kamar itu
Setelah mereka pergi Allea keluar dia terburu buru menuju kamar 202, ternyata pria itu sepertinya sedang membujuk Max agar ikut dengannya memanfaatkan kesempatan ini Allea segera menuju kamar tersebut
Benar saja pintunya terbuka Allea melihat kuncinya masih menggantung di luar lalu dia menutup pintu perlahan dan menguncinya lalu Allea masuk ke kamar sebelah dan membuka pintunya, dia berdoa semoga orang itu memasukkan Max kedalam kamarnya
Allea menunggu cukup lama tubuhnya mulai kepanasan dia membuka sweater yang dia pakai namun masih belum meredakan hawa panasnya, Allea melesat kekamar mandi dia benar benar hilang akal dia mandi tanpa menutup pintu kamarnya tidak berpikir akan ada orang yang masuk
"Yang.. kamu disini? " panggil Max, melihat sweater yang di pakai Allea tergeletak di lantai dia yakin Allea ada disana
"Allea kamu di kamar mandi ya? " Tidak ada jawaban namun suara air mengalir di dalam kamar mandi
Max membuka pintu kamar mandi seketika dia tertegun melihat Allea berada di bawah guyuran shower dengan baju basah kuyup yang mencetak lekuk tubuhnya, Max mendekat sebenarnya dia juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan Allea tapi dia masih bisa menahannya mungkin karena dia meminumnya sedikit
Dia malah di buat panas melihat Allea yang basah basahan di depan Sana, Max memeluk Allea dari belakang ikut basah terkena guyuran air sontak Allea menoleh karena terkejut
"Akh.. Max minuman itu.. " ucapan Allea terputus saat Max
"Aku tahu" jawab Max menciumi tengkuk serta leher Allea
"Kamu juga merasakannya? " tanya Allea
Max tidak menjawab dia membalikkan tubuh Allea dan menyerangnya secara kasar, Allea yang dalam pengaruh obat membiarkan Max berbuat semaunya bahkan dia juga ikut bertingkah nakal
.
.
Suara handphone Max mengganggu pendengaran Allea dia meraih handphonenya dan melihat jam berapa kira kira sekarang, Allea belum sadar jika dia dan Max sama sama polos tanpa penutup
Setelah kesadarannya terkumpul Allea tersentak melihat dirinya dan Max tidur tanpa pakaian bahkan selimut mereka teronggok di lantai
"Astaga.. ini terjadi lagi" gumam Allea seraya mengedarkan pandangannya baju berserakan barang barang berantakan
"Apa apaan ini? apa yang semalam.. " Allea menutup mulutnya dengan mata melotot sekilas bayangan bayangan itu muncul membuatnya benar benar malu jika Max bangun nanti
"Semoga dia lupa" Ucap Allea
"Lupa? aku gak akan lupa gimana nakalnya kucing kecil ini" ucap Max dengan suara parau
Allea memunggungi Max dia enggan berbalik karena malu, tangan Max terulur menyentuh perutnya membuat bulu kuduk nya meremang
"Udah ada berapa bayi disini? '' tanya Max seraya terkekeh
" Berisik, aku gak mau punya bayi sekarang " ketus Allea
"Kalo gitu aku akan paksa kamu sampai bayi bayi itu tumbuh biar ayah sama bunda nikahin kita"
"Aku gak mau.. wlee" Allea meledek Max dengan memeletkan lidahnya setelah berhasil lepas dari pelukan Max dan menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya
Max menginjak selimutnya sampai Allea tidak bisa bergerak lalu berjalan meraih tubuh Allea " Gak tau malu, pake dulu bajunya" pekik Allea
"Perasaan tadi kamu suka aku gak pake apa apa, tadi kamu antusias banget" goda Max mempererat pelukannya
"Gak.. mana ada" sangkal Allea
"Lihat saksi bisu, di sana.. sana.. disana.. dan di sana" Max menunjuk kamar mandi, meja rias, sofa dan ranjang, bayangan itu kembali melintas di benak Allea
"Arrrggghhh ini gila, gak mungkin" teriak Allea
"Gak mungkin juga kamu gak inget" bisik Max
Allea menginjak kaki Max sampai melepaskan pelukannya lalu dia lari ke kamar mandi tanpa selimutnya, Saat keluar dari kamar mandi Allea di kagetkan dengan Max yang berjaga di depan pintu menggunakan bathrobe
Keduanya sama sama menggunakan bathrobe, Max mengangkat tubuh Allea dan mendudukannya di meja rias lalu kembali menc*m**inya. Allea terhanyut membalas setiap perlakuan Max
Saat sedang berc*m*u tiba tiba pintu kamar dibuka membuat keduanya terlonjak kaget, wajah Allea memucat melihat siapa yang datang
"Ayah" gumamnya
Hayo gimana tuh lagi asik asik ketahuan?
Gimana ya kelanjutan mereka selanjutnya?
Jangan lupa like komen dan vote ya