My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Seperti akan meledak



Hari inii Allea sudah ada janji dengan Gita akan pergi berdua ke mall, Allea di beri kartu kredit tanpa batas oleh ayahnya awalnya dia menolak namun yang di katakan ayahnya benar sekarang sudah tidak ada nek Mar yang memberinya uang akhirnya Allea mau memakai kartu tersebut


"Mana sih Gita" gumamnya menunggu Gita di parkiran Mall


Terdengar gelak tawa beberapa anak muda disana mereka berjalan sambil bergurau membuatnya tak memperhatikan jalan, Allea yang berdiri di dekat tiang di tabrak oleh salah satu dari mereka hingga dia terjatuh


"Ehh sorry sorry" ucapnya seraya mengulurkan tangannya


"Jalan liat liat dong, sakit tau" gerutu Allea seraya berdiri sendiri mengacuhkan uluran tangannya


"Pantesan lo lagi, lo gak bisa apa jalan pake mata? " ketus Allea melihat Jonathan di hadapannya


"Hei sayang jalan tuh pake kaki bukan pake mata" jawabnya dengan menyandarkan Allea di dinding dan mengungkungnya


"Minggir gak" bentak Allea


"Cantik juga kalo marah" ujar temannya


"Lo... yang waktu itu pukulin temen gue kan? " tanya Allea


"Waahh iya kita ketemu lagi, ini pacarnya si Sam" ucapnya membuat Allea panik dia merutuki dirinya sendiri karena membahas hal itu


"Bu.. bukan bukan gue bukan pacarnya"


"Hhmm menarik... lo punya dua pacar? " tanya jo


"Gue gak punya pacar, sekarang lo minggir atau... " Allea menggantung ucapannya


"Atau apa cantik? " jo mencolek dagu Allea


"Sialan" Allea mengumpat Jonathan yang ada di hadapannya


Plak


Allea menampar wajah jo hingga wajahnya berpaling, jo memegangi rahangnya dengan satu tangan dan mengangguk dengan wajah meledek


"Tangan kecil kayak gini mana berasa pake nampar" ucapnya seraya memegang tangan Allea


"Kalo pake ngelus baru berasa haha" suara tawa para pemuda itu membuat Allea muak


"Jangan sentuh gue bajingan" Allea menepis kasar tangannya


"Allea" ucap Gita yang baru saja datang


Mereka semua menoleh ini kesempatan bagi Allea, Allea menginjak kaki jo dan lari menarik tangan Gita . Jo tersenyum smirk menatap kepergian Allea


"Ayo pergi, lain kali kita main main lagi sama gadis kecil itu" ujarnya..


"Mereka siapa Lea? " tanya Gita


"Gue gak tau, mereka kurang ajar banget untung lo dateng" jawab Allea


Allea dan Gita mulai belanja memilih make up, baju dan sepatu yang mereka suka, Allea melewati sebuah pakaian yang terpasang di manekin dia kembali mundur dan melihat baju tersebut


"Lo ngapain liat baju cowok? " tanya Gita


"Menurut lo ini ukurannya gede gak sih? apa kegedean? " tanya Allea seraya melihat baju itu sampai mengelilinginya


"Buat siapa? "


Allea tidak menjawab dia membuka kemeja itu dan membawanya ke kasir, Gita menatap Allea terheran heran namun tetap mengikutinya


"Wow lo punya kartu kredit tanpa batas? " ujar Gita


"Ya.. "


"Jangan bilang lo jadi sugar baby? atau jadi simpenan CEO atau nikah kontrak sama CEO kayak di novel"


"Iisshh kebanyakan baca novel sih, ayo pulang"


"Serius Allea" Gita menarik ujung baju Allea yang sudah melangkah di depannya


"Gue ceritain sambil makan"


"Sekarang cerita" ucap Gita ketika sudah di restauran


"Jadi gini" Allea mulai bercerita dari awal sampai akhir nya dia tahu siapa ayah kandungnya


"What? jadi lo adik kakak sama Cindy? "


"Heem... jangan bilang sama siapa siapa ya"


"loh kenapa? lo kan bisa balas dendam sama Cindy"


"Gak, biar gini aja gue lebih nyaman"


"Lo gak pindah ke rumah bokap lo? "


"Gue lebih nyaman di rumah nenek"


"Ada orang lain yang tau? "


"Sedekat itu lo sama dia? apa lo sama dia udah pacaran? "


"Enggak kita cuma teman''


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


" *Hallo.. Max lagi dimana? " tanya Allea pada Max di sebrang sana


"Di apartemen, kenapa? " Max balik bertanya


" Ada siapa disana? "


"Ada oma tapi udah mau pulang"


"gue boleh kesana gak? " tanya Allea ragu


"Boleh kesini aja" Allea mematikan teleponnya*


Supir taksi mengantar Allea sampai apartemen Max, Allea sudah sampai di depan pintu dan segera mengetuk nya. ketika Max membuka pintu Allea menyodorkan paperbag ke dada Max dan langsung saja masuk menabrak bahu Max


Menjatuhkan dirinya di sofa, Max menggeleng berjalan menghampiri Allea


"Apaan nih? tanya Max seraya duduk di samping Allea


" Liat aja, pake ya.. walaupun harganya gak seberapa" jawab Allea


Max mengangkat isi dari dalam paperbag dan mencobanya, Max hanya manggut manggut kembali mendekati Allea


"Bagus gak" tanya Allea


''Bagus, gue suka thanks" jawab Max


"Syukur deh kalo suka"


"Gue ganteng gak? " tanya Max, wajah Allea berubah menjadi merah padam


Max hanya terkekeh melihat Allea yang sepertinya sedang malu


"Lo tau juga selera gue, bagus" Max mengacungkan kedua jempolnya kehadapan cermin



Allea yang sedang memegang handphone langsung memotretnya tanpa sepengetahuan Max, entah kenapa dia melakukan itu padahal dia bisa minta poto Max secara langsung


"Gue ganteng ya? " tanya Max dengan pedenya


"Ahh gue haus di kulkas lo ada air dinginkan?? " Allea mengalihkan pembicaraan dan langsung melesat ke dapur


Max mengikuti Allea dan merangkul pundaknya dari belakang, mengambil botol yang sedang di tenguk oleh Allea dan meminumnya, Max mengusap sisa air yang di bibir Allea


"Lo manis kalo lagi malu" ucap Max lalu pergi


Allea mengulum senyum memejamkan matanya seraya menggeleng, dia sangat senang entah perasaan apa yang dia rasakan saat ini hatinya seakan meledak karena saking bahagianya


"Gue udah gila" gumamnya dalam hati


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Keesokan harinya di sekolah Max datang terlambat hingga saat dia masuk sudah ada guru yang mengajar, Max mengetuk pintu dan berbicara dengan sopan


"Tumben kamu telat lagi" Setelah kenal dekat dengan Allea Max tidak lagi terlambat sekolah baru kali ini dia kembali terlambat


"Maaf Bu, semalam saya nonton bola" jawab Max dengan senyum lebar memperlihatkan deretan giginya


"Allea itukan... " pertanyaan Gita terhenti saat menatap Allea yaang membuang muka ke arah lain


"Eemmhh... Roman romannya... " ucapan Gita kembali terhenti saat Allea memelototinya


"Apa? Apa? " sungut Allea


"Hehe.. ciee ciee" goda Gita


"Gak lucu" ketus Allea


Allea menoleh kebelakang Max mengedipkan sebelah matanya membuat jantung Allea berdegup kencang tak karuan


"Tuhan... Manisnya mengalahkan gula" batin Allea


"Manis ya? " goda Gita memangku dagunya dengan kedua tangan menghadap Allea


Tentu saja Gita melihat Max mengedipkan matanya pada Allea dan juga melihat ekspresi wajah Allea yang terlihat gemes gemes gimana gitu 😁😁😁


Jangan lupa like komen dan vote ya


***Kalo othor lagi semangat up 2 bab


maafin othor ya aa enjef potonya di comot abis ganteng banget 😄😄😁😁


penuhin kebun othor juga ya***