
Setelah tujuh hari meninggalnya nek Mar Allea kembali bersekolah seperti biasa, dukungan tak henti hentinya dari Max dan kelima sahabatnya apalagi hari ini ujian di sekolah
Allea baru saja turun dari motor Max, melihat Allea kesusahan membuka helmnya Max berinisiatif membukanya
"Terimakasih" ucap Allea dengan tersenyum manis
"Cute banget sih hari ini" ledek Max seraya menyenggol bahu Allea
"Apaan sih mulai deh" ucap Allea seraya mencebikkan bibirnya
Max berjalan beriringan dengan Allea ke kelas ada dari mereka yang mengucapkan selamat datang kembali ke sekolah bahkan masih ada yang mengucapkan bela sungkawa
"Gue turut berduka cita ya" ucap Arabella memeluk Allea
"Thanks ya" jawab Allea
"Hai Max" sapa Arabella tapi tidak di tanggapi oleh Max dia langsung duduk di kursinya
"Max hari ini gue duduk ditempat lo ya? Allea kan udah masuk" memang selama Allea tidak ada Arabella duduk di samping Gita
"Gak" singkat Max lalu pergi
Max pergi ke gudang mengambil sebuah meja lalu mengambil satu kursi di sampingnya meletakkannya di bagian paling belakang
"Sekarang itu kursi lo dan jangan ganggu gue lagi" tunjuk Max
Arabella berjalan gontai ke belakang percekcokannya dengan Max di lihat murid lain yang notabenenya tau mereka dulu adalah pasangan kekasih
"Max lo jangan.... " ucapan Allea terpotong saat Max mengangkat satu tangannya menyuruh Allea diam
"Sekarang duduk manis jangan banyak bicara" Max berlalu begitu saja keluar dari kelas
"Max kenapa sih? " tanya Allea
"Bella itu mantan Max yang gue pernah ceritain waktu itu" Gita menulis sesuatu di selembar kertas
"Oohhh... pantesan" Allea membalasnya
"Allea gue boleh gabung sama kalian kan? " tanya Arabella yang tiba tiba ada di samping Allea
"Eh .. silahkan" Ucap Allea yang terkejut
"Lo pacarnya Max? " tanya Arabella
"Bukan, kita cuma temen" jawab Allea jujur
"Lo gak boong? tapi perhatian Max ke lo kayaknya berlebihan deh kalo cuma di bilang temen" lanjut Arabella
"Berlebihan gimana? menurut gue sih biasa biasa aja sama kayak persahabatan gue sama mereka mereka ini" ucap Allea menunjuk para sahabatnya
"Lo gak ada perasaan apapun sama dia? " tanyanya
"Perasaan gue rasa cuma rasa persahabatan aja deh" jawabnya
"Syukur deh, lo tau? gue mantannya Max dan sikap Max seperti itu sama gue karena semata mata dia cemburu sama gue dan gue yakin dia masih suka sama gue makanya dia masih marah kalo inget gue pernah ninggalin dia" ucapnya merasa yakin dengan perasaan Max
"Ohh gitu? ya udah selamat berjuang kembali mendapatkan perhatiannya" Jawab Allea
"Gak jelas banget anjir" gumam Allea setelah Arabella kembali ke tempat duduknya
"Lo yakin gak punya perasaan sama Max? " tanya Gita
"Lo apaan lagi pake ikutan bahas ini? " ketus Allea
"Allea allea jelas jelas lo tuh cemburu denger dia ngomong gitu" ledek Gita
"Mana ada? " jawab Allea salah tingkah
"Diihh pake ngeles, lo gak mungkin ngedumel sampi bibir lo monyong gitu kan? "
"Ngedumel? gak ada gue ngedumel" protes Allea tapi Gita semakin gencar menggoda Allea
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Aku cuma mau ketemu sama Max apa dia pulang kesini? " tanya wanita tua itu
"Gak ma mungkin Maxime masih marah sama kita"
"Kamu masih belum jujur sama Danendra? " tanya Oma dan di jawab gelengan oleh Lydia
"Wajar saja Max masih marah, dia perlu pengakuan dari kalian sudah bertahun tahun dia menanggung beban rasa malu sendirian bahkan Danendra sering memperolok dan mengucilkan Max disekolah" ucap Oma
"Itu gak mungkin Oma Danendra anak yang baik" ucap Lydia
"Dan apa kamu pikir Max bukan anak yang baik? Kalian keliru menilai Danendra, bukan orang lain yang mengucilkan dan merundung Max tapi juga saudaranya sendiri tapi apa kamu lihat sekarang? walaupun dia tahu dia di tukar dengan Danendra tapi dia tetap diam dia ingin kalian yang mengakuinya langsung" tegas Oma
"Saya gak tega Oma sejak kecil Danendra sakit sakitan" jawab Lydia
" Sekarang dia sudah besar sudah kuat gak penyakitan lagi, apa kamu tidak berfikir sejak kecil kalian memprioritaskan Danendra dan Max dari kecil sampai sekarang dia tetap menjadi orang yang terluka di antara kalian" ucap Oma
"Kali kalian gak bisa jujur biar mama yang bicarakan ini sama Danendra" ucap Oma
"Jangan Oma, saya akan bicarakan ini dengan Danendra pelan pelan"
"Jangan buat Max semakin sakit hati dan semakin jauh dari kalian, dia tidak menyusahkan kalian dia mandiri bahkan bisa berdiri dengan kakinya sendiri meskipun di hantam masalah bertubi-tubi"
"Tapi Danendra belum tentu bisa seperti Maxime ma" luruh Lydia
"Dia harus terbiasa, seseorang akan kuat ketika dia bisa melewati masa sulitnya, kalo kalian gak bisa tegas mama yang akan bicarakan ini dengan mereka"
"Biar kami yang selesaikan ini ma" ucap Lydia
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sore hari Allea berjalan jalan sendiri di taman sepulang sekokah, tiba tiba dia menoleh mendengar suara anak kucing yang tergeletak di tengah Jalan Allea mendekatinya dan berjongkok untuk mengambilnya..
Sebuah motor melaju sangat kencang karena terlalu kencang dia tidak bisa mengerem dengan baik saat motornya hendak menabrak Allea, orang itu membelokan motornya kesamping Allea hingga dia terpelanting dari motornya dan jauh terseret
Ciiitttt gedebuk brakkk
Allea yang terkejut sampai terjengkang kebelakang dari jongkoknya, Allea segera menghampiri orang itu dan mengulurkan tangan untuk membantunya
"Lo gak apa apa? " tanya Allea mengulurkan tangannya namun di tepis
"Lo gak liat gue keseret motor? mana motor gue rusak lagi, lagian lo ngapain sih kayak orang bego duduk di tengah jalan? " pekiknya
"Sorry.. tadi gue ambil ini" Allea mengacungkan anak kucing yang dia bawa
"Lo udah gila apa gimana? lo nyelametin kucing tapi diri lo sendiri hampir kehilangan nyawa". bentak nya
"Gak usah ngegas dong biasa aja lagian gue udah minta maaf, Tuhan aja Pemaaf masa lo sebagian ciptaannya mau sombong? " gerutu Allea
"Lo" tunjuk lekaki itu namun tiba tiba Allea mundur karena lengannya di tarik seseorang
"Jangan ganggu dia" ucap Max menyembunyikan Allea di belakangnya
"Waaw menarik, ternyata dia pacar lo? jaga dia baik baik jangan sampai kejadian dulu terulang lagi" ucapnya seraya menepuk dada sebelah kiri Max
Max menepisnya lalu membawa Allea menjauh dari sana, terpancar jelas raut wajah tidak Suka Max pada sosok tersebut terlihat saat dia bicara penuh penekanan
"Menarik" gumamnya kembali mengangkat motornya yang sempat jatuh dan pergi
Jonathan orang yang dulu berselingkuh dengan Arabella, bukan tanpa alasan dulu Arabella pergi begitu saja. sebenarnya Max tahu bahwa Arabella tengah mengandung saat itu dan Arabella mmber niat menjebak Max karena jonathan ini tidak mau bertanggung jawab
Namun niatnya gagal karena saat dia membawa Max ke kamarnya untuk melakukan hubungan *nt*m Max lebih dulu menemukan hasil pemeriksaan dari dokter, pantas saja Arabella menggoda Max bahkan menggunakan obat pe**ng**ng untuk menjebak Max
Namun sebelum obat itu bereaksi Max sudah menemukan fakta mengejutkan dan dia bertengkar hebat dengan Arabella, dengan sisa kesadarannya dia pergi dari sana dengan frustasi dari sana lah dia menjadi orang yang dingin dan kaku enggan mengenal orang lain terlebih dengan masalah keluarganya yang muncul saat itu
Beberapa minggu kemudian Max melihat Arabella dan jonathan sedang cekcok dia menguping pembicaraan mereka, tanpa babibu lagi Max melayangkan pukulan bertubi tubi hingga Jonathan terkapar tak berdaya
Arabella memegangi tangan Max seraya menangis meminta hubungan mereka kembali namun Max menepis tangan itu dan membersihkan tangan yang di pegangnya menggunakan tissu
"Jangan pernah lo temuin gue lagi meskipun itu dalam mimpi, gue gak sudi" hardik Max sebelum pergi