My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Sekelebat bayang



"Mamaaaaa... " Anak anak memeluk Allea ketika mereka baru saja sampai, Alexander melipat tangannya di dada berdiri di belakang Allea


"Mama kemana semalem? Kenapa gak pulang? " Tanya Ellia


"Mama ada kerjaan sayang jadi gak bisa pulang, maaf ya kalian pasti nungguin mama? " Ucap Allea seraya mengusap pipi kedua bocah itu


"Apa aku bilang.. Mama sering gak pulang karena lembur" Sahut Ello


"Tapi aku mau tidur sama mama" Cicit Ellia


"Malam ini kita tidur bertiga lagi, oke? Jangan sedih gitu ahh jelek" 


"Papa gak di ajak nih? " Tanya Alexander


"Papa kemana semalem? Apa lembur juga? " Tanya Ellia seraya beralih memeluk papanya


"Ada masalah di kantor dan harus segera di selesaikan" Jawab Alexander


"Ellia kita main di taman ya.. Udah beberapa hari kita gak main" Ajak suster


"Enggak ahh.. Aku mau sama mama aja" Ellia kembali memeluk tangan Allea, wajah suster Erika berubah seketika


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


Tok tok tok


Bibi membuka pintu rumah Allea betapa terkejutnya dia ketika melihat Gibran dan Ririn berdiri di hadapannya


"Apa Allea ada di rumah? " Tanya Ririn


"Silahkan masuk tuan dan nyonya besar" Bibi membungkuk membukakan pintu lebar lebar


"Kamu sudah tau siapa kami? " Ucap Gibran


"Iya tuan besar, nyonya pernah memperlihatkan foto anda berdua


" Kemana anak dan cucuku? "


"Anu... Itu tuan"


"Bibi... Allea udah pulang belum? Aku khawatir gimana kalo laki-laki itu macam macam sama Allea" Gita berbicara dengan suara keras tanpa melihat siapa yang ada di rumah itu


"Aku telepon gak pernah di angkat, kalo Ello sama Allea di apa apain gimana? " Bibi memberikan kode agar Gita diam baru lah dia menyadari di sana ada Gibran dan Ririn


"Apa maksud kamu Gita? Allea dan Ello kenapa? Apa mereka di culik? " Tanya Ririn dengan panik


"Bu.. Bukan gitu tante"


"Bi.. Sebenarnya dimana Allea? " Melihat ke tegasan Gibran bibi jadi menciut


"Nona di bawa pria yang anaknya pernah alergi karena yogurt disini tuan" Lirih bibi


"Apa? Di bawa kemana? Kenapa gak ada yang bilang? Kamu juga git kenapa gak telepon om sejak awal" Gibran menggerutu mengkhawatirkan anak dan cucunya


"Gita baru tau kemarin om, Allea dan Ello gak ke rumah seperti biasanya jadi Gita paksa bibi buat ngomong" Jawab Gita


"Maaf tuan besar.. Nyonya menyuruh saya merahasiakan ini"


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


Drrtt.. Drrtt.. 


Allea menjauh sejenak dari anak anak yang sedang bermain di kamarnya untuk menjawab telepon yang berdering, setelah selesai menelpon Allea dengan wajah paniknya menghampiri mereka


"Sayang mama gak bisa nepatin janji tidur bertiga malam ini, oma sama opa nya Ello datang ke rumah tiba tiba kami harus pulang dulu" Allea berlutut di hadapan Ellia seraya mencium kedua tangannya


"Ada apa?  Kenapa Ellia terlihat sedih? Tanya Alexander yang baru saja masuk


" Orang tuaku tiba tiba datang ke rumah, aku harus di rumah dulu sebelum mereka pergi nanti aku pasti kesini lagi, aku janji gak akan kabur"


Ellia menatap wajah ayahnya dengan mata berkaca kaca, mau melarang pun Alexander tidak bisa jika itu berhubungan dengan orang tua Allea


"El.. Nanti tidurnya sama papa aja ya? "


"Gak mau.. Aku ikut aja kerumah mama ya? " Ellia memohon 


"Sayang gak bisa.. Lagi pula cuma beberapa hari aja " Bujuk Alexander


"Gak mau papa.. Aku mau sama mama" Akhirnya tangis Ellia pecah


"Sayang mama janji pulang sekolah mama jemput, cuma beberapa hari kok nanti mama kesini lagi" Allea duduk memeluk Ellia yang nangis sesenggukan


"Gak mau.. Aku mau sama mama dan Ello jangan pergi, aku ikut.. Huaaaa" 


"Pergilah, biarkan Ellia nanti juga nangisnya reda kalo dia capek" Ucap Alexander


"Tapi... " Allea tidak tega meninggalkan Ellia yang menangis seperti itu, berat rasanya meninggalkan Ellia


"Pergi gak apa apa, disini ada aku dan suster Ellia akan baik baik saja " Alexander seakan tahu pikiran Allea


Setelah beberapa waktu Allea hendak naik taksi yang sudah dia pesan namun teriakan Ellia membuat Allea mengurungkan niatnya, dia berbalik menatap Ellia yang berlari ke arahnya


Ada rasa sakit melihat Ellia menangis meronta di pegangi papa dan susternya, Allea kembali menghampiri Ellia dan berlutut di hadapannya


"Ellia simpan ini.. Mama janji mama akan kembali sama Ello, jaga baik baik ini  sangat berharga buat mama" Allea melepas kalungnya yang tergantung sebuah cincin di kalung tersebut dan memakaikannya pada Ellia


"Mama gak bohongkan? Mama pasti pulang kesini? " Tanya Ellia seraya mengusap air matanya


"Mama janji.. Jangan nangis lagi ya, tunggu mama pulang jangan nakal" Allea berdiri mengusap kepala Ellia lalu pergi


Kali ini Ellia melambaikan tangannya seraya menghapus air matanya, Allea pun melambaikan tangannya lalu mobil pergi menjauh dari halaman rumah Alexander


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


"Allea... Ello.. Kalian gak apa apa nak? " Ririn segera memeluk keduanya ketika keluar dari taksi


"Gak apa apa ma.. Mana ayah? " Tanya Allea


"Ayah kamu gelisah di rumah, dia khawatir saat kalian" Jawab Ririn seraya membawa Allea dan Ello masuk


"Ello tau kan apa yang harus Ello lakukan? " Bisik Allea lalu Ello mengangguk


"Ayah.. Opa" Gibran membalik tubuhnya lalu memeluk anak serta cucunya


"Kalian gak apa apa? Apa pria itu menindas kalian? "


"Opa tenang aja papa orangnya baik aku juga di kasih PlayStation 5,kami senang disana" Ucap Ello


"Papa? Kamu memanggilnya papa? " Tanya Gibran


"Iya.. Papa yang nyuruh waktu aku cerita kalo aku udah gak punya papa"


"Apa dia menindas kamu nak? " Tanya Gibran pada Allea


"Enggak yah, awalnya dia emang mau laporin Allea tapi anaknya larang dan dia minta sebagai hukuman Allea harus tinggal disana sama Ello"


"Dia punya istri? " Tanya Gibran


"Enggak opa, malah kata papa Ellia gak punya mama, mama Ellia gak sayang sama dia jadi Ellia panggil mama aku mama juga kita berbagi papa dan mama" Celoteh Ello


"Apa kalian? " Gibran menggantung pertanyaannya


"Enggak seperti yang ayah pikir, anak anak cuma merasa kehilangan sosok orang tua lengkap makanya mereka mengatakan itu" Jawab Allea


"Apa dia tampan sayang? " Goda Ririn


"Tampan oma dia mirip.. " Allea segera membekap mulut anaknya


"Mirip siapa? " Tanya Ririn


"Mirip artis ma.. Allea bawa Ello ke kamar dulu " Jawab Allea seraya berjalan ke kamar Ello


"Mama udah bilang jangan sebut papa Ellia mirip papa kamu, mengerti? "


"Iya.. Maaf ma Ello keceplosan"


"Hmm.. Jangan sampai keceplosan lagi ya"


"Iya.. "


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝


"Tuan.. Nyonya Nola dan tuan besar pulang hari ini" Ucap suster pada Alexander


"Lalu apa urusannya denganku? " 


"Nyonya Nola pasti kesini, apa Ellia harus bertemu dengannya atau kita sembunyikan? " Tanya suster


"Sebaiknya jangan pertemukan mereka, aku kasihan pada Ellia" Jawab Alexander


"Baik tuan" Wanita yang bernama Nola adalah ibu kandung Ellia setahu Alexander namun entah mengapa sepertinya Nola membenci Ellia


Dia tidak pernah mencurahkan kasih sayangnya layaknya ibu kandung, berbeda dengan sikap Allea yang baik terhadap Ellia meskipun bukan anak kandungnya bahkan mereka baru saja mengenal


"Mama aku ikut" Gumam Ellia dalam tidurnya


"Bahkan sampai terbawa mimpi" Lirih Alexander seraya mengelus kepala Ellia


Alexander melihat kalung yang di Pakaikan oleh Allea, dia melihat cincin yang melingkar pada kalung tersebut


Tiba tiba saja sekelebat bayangan melintas di kepalanya, Alexander merasakan sakit di kepalanya sakit yang amat teramat sakit


"Argghh... Apa ini? Kenapa aku gak bisa mengingatnya lebih jauh? Arrrggghhh" Alexander memegangi kepalanya yang terasa berdenyut


"Kenapa sulit mengingatnya, bayangan apa itu? " Alexander sampai menjambak rambutnya 


"Tuan.. "