
"Sayang kamu dimana? jadi makan siang bareng gak? " Allea menunggu Max datang, mereka hendak makan siang bersama di sebuah restauran setelah Allea pulang berbelanja
"Sebentar lagi selesai, kamu udah sampe tujuan? " tanya Max
"Aku juga masih di jalan, udah dulu ya aku lagi nyetir"
"Iya.. aku kesana sekarang, kalo kamu duluan ke sana pesan dulu ya aku lapar gak kuat kalo harus nunggu" ucap Max
"Iya.. "
Sesampainya di sana Max melihat Allea keluar dengan seorang pria yang menuntun tangannya, ketika melihat itu bukannya turun dan menghampiri mereka namun Max malah pergi dengan mobilnya
Padahal yang sebenarnya Allea sudah memesan makanan namun dia keluar karena melihat penjual permen kapas dan hendak membelinya, saat keluar dari restauran Allea sempat terpeleset beruntung pria tersebut membantu menahan tubuhnya dan membantunya berjalan hingga menyebrangkannya
Sudah satu jam Allea menunggu Max tak kunjung datang akhirnya makanan makanan itu dia bungkus dan di berikan pada pengemis di sekitar sana, Allea pulang dengan kesal karena suaminya tidak bisa di hubungi
"Loh kok kamu makan di rumah? kamu tau gak aku nunggu sampe satu jam di sana? " Sesampainya di rumah Allea kembali di buat kesal saat melihat suaminya baru saja selesai makan
Tanpa menjawab pertanyaan Allea Max mengambil rokok dan memantiknya dengan api berjalan melewati Allea, Merasa tidak Terima Allea menarik tangan suaminya namun dia tak bergeming dan pergi begitu saja
"Dia kenapa sih? " gumam Allea
"Bi.. tuan ada bilang sesuatu gak? " tanya Allea
"Gak ada nyonya, tuan cuma minta angetin makanan " Allea berpikir keras apa yang membuat suaminya bersikap seperti itu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Papa kamu punya mau nyari mama baru ya? " ledek teman-teman pada Ellia
"Papa aku gak kayak gitu, itu cuma fitnah" jawab Ellia merasa tidak Terima
"Mama aku sering lihat papa kamu makan sama cewek berdua, pantes mama kamu jadi gila" ledek yang lain
"Mama aku gak gila" pekik Ellia
"Mama kamu berantem di rumah sakit, teriak teriak kayak orang gila"
"Mama aku gak gila dan papa aku gak pernah cari mama baru" teriak Ellia
"Gak usah teriak teriak.. kamu juga ikutan gila ya? "
"Ye.. ye.. mama Ellia banyak.. ye.. ye.. mama Ellia banyak" seruan teman-teman sekolah Ellia meledeknya
"Itu gak bener.. itu gak bener" Ellia menangis mendorong salah satu temannya
"Jangan dorong dorong" anak tersebut membalas mendorong Ellia dengan kasar membuat Ellia terjatuh dengan lutut berdarah
"Kalian ngapain? kenapa kalian ngelakuin itu? " Dirga datang dengan langkah besarnya membangunkan Ellia
"Jangan ikut campur.. kata mamaku kamu anak di luar nikah, kalian pantas berteman.. haha" mereka juga mentertawakan Dirga
"Apa orang tua kalian suci? jangan mengumbar aib orang lain, kalian bukan gak punya aib cuma aib keluarga kalian masih tertutup rapih" ucap Dirga
"Anak haram.. anak haram.. "
"Papanya cari mama baru.. ibunya gila" Mereka mengolok-olok Dirga dan Ellia
"Diam kalian " Dirga meninju salah satu temannya membuat teman yang lain tidak Terima dan mengeroyok Dirga, beruntung perkelahian itu bisa di hentikan dengan Ellia yang berpura-pura melihat guru membuat anak anak nakal itu berlarian
"Kamu gak apa apa? " tanya Ellia berjalan tertatih mendekati Dirga
"Gak apa apa, ayo aku antar ke UKS" Dirga dan berjalan memapah Ellia, karena jalannya lamban akhirnya Dirga menggendong Ellia di punggungnya
Ello yang sedang bermain bola melihat Ellia di gendong Dirga segera menyelesaikan permainannya dan mengikuti mereka ke UKS
"Kenapa Ellia? " tanya Ello
"Dia di ganggu lagi" jawab Dirga seraya mengobati luka Ellia
"Kamu berkelahi? " Ello mengangkat dagu Dirga melihat wajahnya yang terdapat beberapa luka lebam
Tanpa bicara Ello pergi dari sana untuk mencari anak anak yang tidak pernah bosan menghina Ellia karena berita Max dan Allea meskipun beritanya sudah di bantah dengan bukti
Ello di kenal sebagai anak yang tidak banyak bicara dia mudah bergaul namun tidak pernah basa basi hanya bicara seperlunya, langkahnya dia percepat menghampiri anak anak nakal itu
"Jangan ganggu adikku" ucap Ello seraya menekan kepala anak biang rusuh itu ke meja
"Hei.. kamu bisa di laporkan ke guru" ancam temannya yang lain
"Berhenti mengganggu adikku dan Dirga" bentak Ello semakin menekan kepala anak tersebut
"Cepat laporkan ke guru" Ucap salah satu dari mereka lalu dua siswa berlari hendak melaporkan Ello
Mereka tidak mau berkelahi karena terakhir mereka berkelahi dengan Ello tangan dan kaki teman mereka sampai ada yang terkilir, mereka hanya diam menunggu guru datang membiarkan kemarahan Ello di lampiaskan pada temannya
Ello mengangkat kerah baju anak itu dan memukul wajahnya, Kemarahan terlihat jelas di mata Ello melihat kembarannya terluka
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Halo.."
"Kenapa dengan anak saya? baiklah saya kesana segera kesana" Max menutup teleponnya
"Rapat ini kamu yang pimpin, ada masalah sedikit yang harus di selesaikan" ucap Max pada asistennya
Max pergi kesekolah karena panggilan dari guru anak anaknya, Sesampainya disana sudah ada wali murid lain di ruang guru, Max belum masuk dia masih mendengarkan dari balik pintu
"Ibu sudah lihat, anak ini berbuat kasar sama anak saya" ucap Ibu si anak nakal
"Dia juga kasar sama Ellia dan Dirga, bisa ibu lihat? saya hanya membela saudara dan teman saya" jawab Ello
"Hei.. anak kecil sudah pintar menjawab, bisa jadikan mereka yang cari masalah duluan sama anak saya"
"Sabar bu sabar... kita akan tahu setelah mereka menjelaskan" sang guru bertanya pada Ellia dan Dirga jawabannya sama
Namun anak anak itu menjawab berbeda dengan jawaban yang berbeda pula membuat gurunya mengerti siapa yang membuat masalah, Max mengetuk pintu lalu masuk setelah di persilahkan
"Kenapa dengan anak anak saya? apa mereka membuat masalah lagi? " Max duduk di tengah Ellea dan Ello
"Anak anda memperlakukan kasar anak saya, gurunya juga sudah melihat kejadian itu secara langsung dan lihat wajah anak saya sampai lebam"
Max melihat lutut Ellia dan juga wajah memar Dirga lalu tersenyum mengusap kepala kedua anaknya, Dirga tidak menelpon orang tuanya karena dia lebih memilih Max sebagai walinya jika membuat onar
"Kenapa wajahmu boy? " tanya Max pada Dirga
"Berantem om.. mereka menghina aku dan Ellia, mereka bilang om punya suka cari mama baru dan mereka bilang aku anak haram'' jawab Dirga
"Siapa yang mengajari kalian tentang cara mengolok teman seperti itu? " Tatapan Max membuat anak anak ketakutan
"Dia om.. dia om.. " anak anak yang lain menunjuk si anak biang kerok
"Kamu tahu dari mana berita berita semacam itu? apa anak seusia kalian menonton acara gosip? " anak tersebut tidak berani menatap Max dia menunduk meremas tangannya sendiri
"Anda menakut nakuti anak saya" ucap sang ibu
"Kenapa harus takut? jawab saja" Jawab Max
"Ibu tahu? anak anda bukan hanya sekali membully dan berbuat kasar pada anak saya, anak saya bahkan sampai mengadu pada ibunya tidak ingin bersekolah lagi"
"Tuan.. mereka masih anak anak mereka hanya bermain main, anak anda saja yang terlalu baper" ucap sang ibu
"Cih.. jika anak anak nakal di anggap wajar mau tunggu dulu ada korban meninggal baru di tindak? saya sekarang tahu darimana asalnya sifat buruk anak ibu"
"Bapak.. ibu.. mohon jangan ribut, bicarakan ini baik baik" guru melerai ketika Max dan ibu anak itu semakin memanas
"Apa kesimpulan ibu tentang masalah mereka? " tanya Max pada guru
"Saya kira ucapan Dirga dan Ellia jujur mereka mengatakannya dengan sama persis dan jawaban anak ibu dan temannya berbeda terkesan di buat buat" ucap guru
"Hal ini memang bukan sekali dia kali ibu.. Saat itu juga saya memanggil wali dari Bambam yang datangnya adalah ayahnya" lanjut sang guru
"Ap.. apa? kenapa suami saya tidak membicarakan hal ini dengan saya? " ibunya terkejut
"Maaf saya telat" seorang pria baru saja masuk ke ruangan tersebut
"Pah.. kamu bilang lagi di luar negeri? kenapa kamu bisa ada disini? " ibu tersebut terkejut melihat kedatangan suaminya
"Saya yang memanggil suami ibu kemari, ibu anak saya selalu mengadu bahwa anak anda membully anak saya setiap hari di sekolah dan mereka bilang mengetahui semua berita buruk dari ibu"
"Sepatutnya anda menjadi orang tua yang bijak, yang tahu apa yang boleh dan tidak boleh di dengar dan di lakukan oleh anak anak, jika ibu membicarakan keburukan saya di hadapan anak anak kenapa tidak menceritakan juga bahwa itu hanya fitnah? "
"Anda jangan sok paling benar mendidik anak, jika anda juga mendidik anak dengan benar tidak mungkin anak anda memukuli anak saya" bentak ibu tersebut
"Ma.. kenapa kamu cari masalah? tuan maafkan istri saya dia hanya sedang stress karena urusan rumah tangga" ucap sang suami
"Saya memang mengajarkan mereka melawan jika di tindas, anak saya tidak pernah mencari masalah tanpa sebab" jawab Max
"Ini peringatan terakhir bagi anak ibu, berhenti mengganggu anak anak saya dan juga temannya yang lain atau saya akan membuat panjang masalah ini" lanjut Max
"Tuan saya benar-benar minta maaf, saya janji akan lebih memperhatikan anak dan istri saya" ucap pria tersebut
"Apa saya sudah boleh pamit? saya masih ada rapat" guru mempersilahkan setelah mengatakan anak anak nakal itu di skors selama satu minggu
"Anak anak belajar yang benar" Max mengusap kepala Ellia Ello juga Dirga
"Saya permisi, dan ini ada sedikit kejutan untuk ibu" Max mengambil sebuah amplop dari balik jasnya dan memberikannya pada ibu bambam
Ketika amplop itu di buka matanya melotot melihat isi dari amplop tersebut, beberapa foto suaminya serta selingkuhannya dengan pose manja juga terlihat intim membuat si ibu terjatuh pingsan karena keterkejutannya
...Aku up 2 bab di jadiin satu nih...
...Jangan lupa like komen vote dan sajennya ya.. ...