My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
pantai



Ujian telah usai sekolah pun libur untuk dua pekan siswa satu kelas Allea merencanakan liburan ke pantai, sesampainya di tempat tujuan mereka membangun tendanya masing masing


Suara mobil menghentikan kegiatan mereka sejenak, mereka melihat sekolah mana yang akan ikut berkemah disana


"Kenapa mereka kesini? " tanya Allea pada Gita yang sedang mendirikan tenda


"Liburan disini juga kali" jawab Gita


"Ngapain sih pake bangun tenda segala disini banyak penginapan repot repot banget" cibir Cindy


"Hooh duuhh mana panas lagi, gak mau modal sih" ucap Sahabat Cindy


"Kalian ngapain sih liburan disini juga bikin sempit tau gak" Ujar Gita


"Yang rekomendasiin kesini tuh Danendra, males juga kalo bukan dia yang bilang pengen kesini" ucap Cindy


"Yang satu kelas sama gue, gue udah booking satu villa buat kita" teriak Cindy di sambut sorak sorai temannya


Allea hanya menggeleng melihat tingkah Cindy yang berfoya-foya dengan uang ayahnya, mereka kembali mendirikan tenda. saat Allea dan Gita kesusahan sebuah tangan meraih palu yang di pegang Allea


"Gue bantu" ucap Danendra


Max hanya menoleh sejenak lalu kembali mengerjakan tendanya


.


.


Malam hari Allea dan teman temannya menyalakan api unggun dan duduk mengelilinginya, Danendra datang dan duduk di sebelah Allea


"Ada yang bawa gitar gak? " tanya Max, seseorang memberikan gitarnya pada Max yang duduk bersebrangan dengan Allea


Max mulai memetik gitarnya menyanyikan lagu Jazz berjudul dari matamu


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta pandangan yang pertama?


Kar'na apa yang kurasa ini tak biasa


Jika benar ini cinta, mulai dari mana? (Dari mana?)


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat-melihat ada bayangnya


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati (jatuh ke hati)


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat, melihat ada bayangnya


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati


Matamu melemahkanku


Saat pertama kali kulihatmu


Dan jujur, ku tak pernah merasa


Ku tak pernah merasa begini


Oh, mungkin inikah cinta pandangan yang pertama? (Yang pertama)


Kar'na apa yang kurasa ini tak biasa


Jika benar ini cinta, mulai dari mana? (Dari mana?)


Oh, dari mana?


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat, melihat ada bayangnya


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati (jatuh ke hati)


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat, melihat ada bayangnya


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta (jatuh ke hati)


Ku melihat, melihat ada bayangnya (melihat ada bayangnya, oh)


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus jatuh ke hati (jatuh ke hati)


Dari matamu, matamu, ku mulai jatuh cinta


Ku melihat, melihat ada bayangnya


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh, terus


Dari mata, kau buatku jatuh


Jatuh ke hati


Ho-ho-ho-oh


Prok prok prok


Suara riuh para siswa setelah Max selesai bernyanyi


"Ciieee... dalem banget kayaknya" ledek Gita


"Buat siapa sih lagunya sweet banget" cicit gadis lain


"Jadi pengen di nyanyiin" sahut yang lain


Arabella yang ada di samping Allea merasa percaya diri dia seperti seorang gadis yang sedang malu malu, dia melangkah mendekati Max lalu berdiri di hadapannya


"Thanks lagunya bagus" ucapnya dengan percaya diri, Bukannya menjawab Max malah pergi meninggalkannya dengan wajah dingin


"Danendra lo kok disini? lo udah janji kalo gue berhasil bujuk anak anak liburan kesini lo bakal sama gue" ujar Cindy panjang lebar


Cindy menarik Danendra kembali ke villa sementara Max sudah lama tak kunjung kembali, Arabella langsung kembali ke tenda menahan malu di olok olok teman sekelasnya dan Allea mencari keberadaan Max


Allea melihat Max sedang duduk di pasir menghadap Laut, Allea menghampirinya dan duduk di samping Max yang sedang merokok


"Uhuk.. uhuk.. " mendengar Allea terbatuk Max segera mematikan rokoknya dan mengipas sisa asap dengan tangannya


"Lo lagi ngapain? " tanya Allea


"Cari angin, balik ke tenda disini dingin" ucap Max


"Kalo lo balik gue juga balik, lagian kan ada lo jadi gak terlalu dingin" Maksud Allea bercanda merapatkan duduknya dengan Max


Siapa sangka Max memeluk Allea yang berada di sampingnya, Allea mematung tidak bergerak sama sekali


"Kenapa? " tanya Max melihat Allea menegang


"Gue gak biasa " lirih Allea


"Hehe gue khilaf, sorry" ucap Max


"Sini" Max berbaring dan menepuk lengannya sendiri agar Allea ikut berbaring menjadikan tangannya sebagai bantal


"Tapi.. "


"Gue gak akan macem macem, sini kita liat bintang" Allea pun menurut dan tidur di lengan Max


"Baguskan? " ucap Max dan Allea hanya mengangguk


"Ini buat lo" Max merogoh sakunya


Mengambil sebuah senter sebesar ibu jari namun cahayanya bisa sampai dari kejauhan


"Wawww.. " gumam Allea


"Lo simpan "


"Oke thanks" Allea memasukannya kedalam saku


"Max" panggil Allea, kini posisi tidurnya menyamping menghadap Max


"Apa? " Max juga berbalik menghadap Allea


"Lo ngerasa dingin banget gak sih" ucap Allea


"Gak, gue ngerasa panas kalo deket lo" ucap Max seraya terkekeh


"Lo becanda mulu" gerutu Allea memukul dada Max


"Balik ke tenda aja kalo dingin"


"Gue masih pengen disini" jawab Allea


"Ya udah, mau gue bikinin teh, kopi atau mie instan?" tanya Max


"Gue mau susu aja"


"Susu? " Max mengulum senyumnya


Allea mengikuti arah pandangan Max yang tertuju pada dadanya, sontak Allea menutupinya dengan kedua tangan


"Max jangan kurang ajar" pekik Allea


"Hehe.. lo gemesin banget sih" Max mencubit pipi Allea


"Gak lucu tau" Allea mendorong kening dengan telunjuknya


"Gue bikinin dulu susunya" ucap Max menekankan kata Susu


"Ya udah sana pergi" Allea mendorong pelan tubuh Max


"Bangun dulu ini tangan gue masih lo tidurin"


"Ehh iya lupa"


"Saking nyamannya lo gak mau bangunkan? " goda Max


"Gak, gue udah bangun " ucap Allea duduk memalingkan wajahnya dari Max karena sudah semerah tomat


"Tunggu bentar" Max pergi untuk membuat minuman untuknya dan Allea


Dari dedaunan rimbun lima pasang mata mengintip siapa lagi kalau bukan sahabat Allea yang kepo dengan hubungan Allea dan Max, mereka mengira Allea dan Max berpacaran secara sembunyi sembunyi


"Lo liat kan mereka mesra gitu" ucap Gita


"Heem gue juga yakin mereka jadian diam diam" sahut Dito


"Jadi pengen bobo deket cewek" ujar Sandro dengan konyolnya


"Iya anget kali ya" ucap Desta


"Makanya cari pacar bro" ledek Bagas


"Emang lo punya? " tanya mereka serempak


"Gak sih hehe" sontak mereka berempat menoyor kepala Bagas


"Cabut yok ahh panas dingin ngintip yang pacaran" ucap Bagas menarik tangan Gita


Penguntit semua pergi datanglah penguntit baru dia melihat pemandangan itu dengan kesal, dia mengepalkan tangannya erat lalu pergi seraya menelpon seseorang


"Gue akan buat perhitungan sama lo" gumamnya


Kira kira siapa si penguntit kedua? Yuki, Arabella atau Cindy? dan siapa yang dia telepon?


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


Jangan lupa like komen dan vote ya


Vote dan jadikan favorit jika kamu suka novel ini


"selamat membaca, semoga harimu menyenangkan" 🤗🤗🤗🤗