My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Akhirnya dapat



"Kenapa kamu pulang ke rumah mama gak bilang bilang? " Bisma menghentikan mobilnya


Mendengar Bisma yang bicara begitu lembut Celine mengernyitkan keningnya, Bisma meraih tangan Celine menggenggam serta menciumnya


"Mau cari makan dulu atau langsung pulang? " Lagi lagi Celine hanya mematung menatap wajah Bisma


Wajah yang biasanya terlihat menjengkelkan kini begitu teduh, suaranya mengalun lembut tidak seperti Bisma yang biasanya penuh tekanan dan mendominasi


"Ya udah karena kamu gak jawab aku cari tempat makan aja, aku laper banget soalnya" Bisma kembali menjalankan mobilnya dengan tangan yang tidak lepas menggenggam tangan Celine


"Ya ampun.. dia kenapa? wajahnya yang teduh begini ganteng banget, bicaranya lembut, apa dia beneran berubah demi gue? " batin Celine


"Kenapa liatin gitu? aku ganteng ya? aku udah tau" ucap Bisma seraya tersenyum saat menoleh ke arah Celine


"Ya ampun... jantung gue" batin Celine seraya memalingkan wajahnya ke luar jendela


Tangan Celine sampai berkeringat detak jantungnya begitu cepat, Bisma menghentikan mobilnya lalu turun untuk membukakan pintu untuk Celine


Sepanjang jalan masuk restauran Bisma selalu menggenggam tangan Celine, Bisma tersenyum saat melihat Celine mencuri curi pandang kearahnya


"Gue meleyot ini... please gue gak bisa di baikin dikit langsung bego" batin Celine


"Pesan apa? "


"A.. ap.. apa aja" Bisma memesan makanan untuk Celine juga untuknya


Bisma makan dengan tenang membuat Celine penasaran dan terus menatap Bisma, Hari ini Bisma begitu tenang dia terlihat maskulin


"Kamu mau kemana lagi? apa ada yang mau di beli? " tanya Bisma


"Enggak ada.. aku.. emh.. gue.. mau pulang aja" Bisma menyunggingkan senyumnya melihat Celine


"Gak usah kaku gitu" Bisma memeluk Celine di hadapan banyak orang


Bisma merangkul tubuh Celine ketika berjalan, Celine menatap Bisma dengan perasaan campur aduk


Sesampainya di rumah Bisma langsung mandi sementara Celine duduk di balkon menatap langit gelap memikirkan perkataan ibunya, Celine menghela nafas dia meyakinkan dirinya sendiri


"Hujan... " Celine mengulurkan tangannya menampung air hujan dengan tangannya


"Kenapa di sini? masuk di sini dingin" Celine berbalik menatap Bisma tak berkedip


Tubuhnya tidak terlalu berotot tapi cukup berisi tetesan air di wajahnya membuatnya semakin terlihat tampan, Perkataan Bisma selanjutnya membuat lamunannya buyar


"Mau mandi? aku udah isi air hangat di bathtube"


"Ahh.. iya makasih" Celine segera masuk ke dalam kamar mandi


"Huh.. kenapa gue jadi eror kalo dia begini? " Celine bersandar di pintu seraya memejamkan matanya


Celine celingukan menyembulkan kepala ke kamar karena lupa membawa baju ganti, Bisma tidak ada di kamar dia segera keluar dan menuju lemari


Saat Celine sedang mengambil baju tiba tiba Bisma memeluknya dari belakang, Bisma mengecup bahu seraya tengkuk Celine membuatnya merinding


"Kenapa? kamu takut? " Bisma bicara tepat di telinga Celine, Bisma meremas lembut tangan Celine yang gemetar


"Cuma dingin" Jawab Celine pelan, Bisma mengecilkan AC dan kembali memeluk Celine


"Udah hangat? " Celine hanya mengangguk


Bisma menatap intens mata Celine seraya membelai wajahnya, Celine terbuai menatap mata Bisma yang sudah di selimuti gairah


Celine tak sadar jika Bisma sudah membawanya berbaring di ranjang, Bisma mencium lembut bibir Celine sementara tangannya mulai beraksi


Celine mengangkat sedikit tubuhnya ketika merasakan sesuatu yang aneh di tubuhnya, nafasnya memburu dengan tangan meremas seprei


"Boleh? aku janji pelan pelan" ucap Bisma dengan hidung saling menempel


Celine merasa blank kepalanya tidak bisa berpikir tentang apapun, perasaan itu membuatnya menginginkan lebih dari sekedar sentuhan yang Bisma lakukan


Celine mengangguk lemah membuat Bisma tersenyum kembali mencium Celine, Malam yang dingin dengan tetesan air hujan seakan bersahutan dengan suara keduanya


"Sakit" Celine mencengkram tangan Bisma yang bertautan dengannya


Celine melepaskan tangan Bisma dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya, dia begitu malu apa lagi melihat wajah Bisma yang memandangi nya sambil sesekali mengernyitkan wajahnya


"Ahh... berhasil? akhirnya... cucuku segeralah hadir" Ibu Bisma menempelkan kupingnya di pintu sedang menguping anak dan menantunya


.


.


Keesokan harinya Bisma baru saja terbangun dari tidurnya dan sedang menatap wajah istrinya yang sekarang sudah resmi menjadi miliknya, Mata Celine perlahan terbuka dan yang pertama dia lihat adalah wajah suaminya


Celine segera berbalik membelakangi Bisma dia tidak sanggup menahan malu mengingat kejadian semalam, Bisma memeluk tubuh Celine dari belakang seraya mengecup punggungnya beberapa kali


"Hari ini gak usah ke kantor, aku udah izin sama Max"


"Tapi... aku gak apa apa, aku mau kerja" lirih Celine


"Udah gak sakit? " tanya Bisma dan di jawab anggukan oleh Celine


"Kalo gitu bisa dong sekali lagi? " bisik Bisma membuat Celine segera melepaskan tangan Bisma dari tubuhnya


"Aku gak masuk kerja, aku sakit" Celine segera menutup seluruh tubuhnya hingga kepala dengan selimut


Sialnya lagi dia menjadi begitu sangat bodoh sekarang Celine segera keluar dari selimut dan terburu-buru turun membuatnya terjatuh


"Haisshh... sakit" Celine meringis di bawah ranjang


"Mau kemana? segitu kagetnya liat suami sendiri? " Bisma mengangkat tubuh Celine ke atas ranjang


"Aku mau mandi, jangan omong kosong lagi" Celline meraih handuknya di bawah ranjang


"Kita mandi berdua, aku mau di mandiin"


"Enggak.. engak.. aku mau mandi sendiri aja" Celine memakai handuknya segera berlari ke kamar mandi


"Beruntung gue dengerin saran Max" gumam Bisma seraya mengelus dagunya


Flashback on


"Max.. Celine kemana? " Bisma menjemput Celine tapi dia tidak ada di kantor


"Izin pulang duluan, katanya mau jenguk mamanya dulu"


"Max.. menurut lo kenapa dia gak percaya sama gue? " Bisma mulai curhat galau pada saudaranya


"Mungkin lo kurang meyakinkan kali, kayak gue dong sekali tatap Allea langsung tepar"


"Gue serius Max" Bisma mendelik menatap Max yang biasanya menanggapi curhatannya dengan candaan


"Gue juga serius, gue kasih cara biar bini lo terheran-heran, penasaran dan masuk perangkap" Max merangkul dan menarik bahu Bisma dan membisikkan sesuatu


Bisma hanya manggut-manggut mendengarkan saran yang di berikan Sepupunya


"Kok gue gak yakin ya? kalo gue di tabok gimana? "


"Lakukan perlahan, tatapan intens dan di pertajam, lembut dan penuh kehangatan.. jangan banyak komentar coba dulu nanti kalo ini gagal gue pikirin ide selanjutnya" ucap Max


"Oke gue coba, tapi kalo kalian ini gagal gue mau ambil jalur extreme"


"Jalur extreme apaan? " tanya Max


"Gue mau paksa pake obat tidur, gue kesel banget nunggu lama gak ada hasil" jawab Bisma sambil tertawa


"Lo gak sabaran, masa kalah sama istri gue? dia bisa bertahan lima tahun setelah kematian palsu gue"


"Ahh.. Allea nya aja bodoh, kalo gue mending cari suami baru"


"Apa lo bilang? ke sini lo mau gue jitak? " pekik Max ketika Bisma berlari keluar


"Gue mau jemput yayang.. makasih sarannya bye" teriak Bisma lalu menutup kasar pintu ruangan Max


Flashback off


Jangan lupa abis baca like ya 👍😉