My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Muka boros



Di dalam mobil sepanjang perjalanan Celine tertidur, sesampainya di villa Bisma mengguncang bahu Celine untuk membangunkannya


"Heh.. bangun.. jangan bilang lo mau gue gendong"


"Kunyuk bangun.. Buset.. Celine" Celine tak bergerak sama sekali


"Bilang aja lo mau gue gendong, nyusahin lo ngapain Max bawa elu, kampret" Bisma menggerutu membuka pintu mobil Celine dan mengangkatnya


"Gue.. gue.. wooeek" Celine muntah mengenai pakaian Bisma


"Kurang asem.. bener bener lo ye" Bisma membaringkan Tubuh Celine di kamarnya


"Kenapa sih Allea aja yang punya suami masih di ajak kenalan sama cowok, apa gue sejelek itu? " racau Celine


"Kasian banget sih... lo gak laku ya? " Sahut Bisma seraya terkekeh


"Bisma kurang ajar.. ngapain lo ada di mimpi gue" Celine membuka sedikit matanya mengibaskan tangannya


"Mimpi pala lo peang" Bisma menarik selimut lalu menutup tubuh Celine


Celine malah menarik tangannya hingga dia terjerembab di atas tubuh Celine, Celine kadang membuka matanya juga kadang memejamkannya


"Lo ganteng sebenernya tapi sikap lo gak banget.. coba kalo lo kayak Habibie"


"Gue ganteng dari lahir, sikap gue lebih baik dari Habibie lo aja yang gak tau" Jawab Bisma


"Kepala gue pusing, dingin banget " Bisma menaruh telapak tangannya di kening Celine


"Apa mabuk bisa bikin orang meriang? aneh banget sih lo" Bisma pergi mengganti baju setelah itu kembali ke kamar Celine membawa Air hangat untuk mengompres


Habibie baru saja sampai dia langsung ke kamar Celine untuk memastikan keadaannya, setelah melihat Bisma mengompres Celine barulah Habibie tenang dan kembali ke kamarnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Alexander" Seorang wanita berlari ke arah Max dan memeluk lengannya


"Anda siapa? " tanya Max seraya melepaskan tangannya dan sedikit menjauh


"Alexander dulu kamu sering main ke apartemenku, kamu lupa? "


"Maaf nyonya.. apa anda ketinggalan berita? " Sergah Allea memeluk lengan Max posesif


"Cih.. nyonya? apa aku terlihat setua itu? " gerutunya


"Ahh.. rupanya anda masih muda? banyak banyaklah berbuat baik itu bagus untuk memancarkan aura masa muda, Anda terlihat lebih tua di banding usia anda yang sekarang" Ucap Allea sambil mengulum senyumnya


"Aku gak ada urusan sama kamu" Wanita itu kembali mendekati Max


"Kebetulan aku kesini.. gimana kalo kita kerjasama lagi seperti dulu dan kita bahas nanti di hotel tempatku menginap" Kini dia menyentuh lengan Max


"Maaf saya Maxime dan saya sudah punya istri"


"Aku tau.. tapi kamu bukan tipe pria setia saat menjadi Alexander, aku yakin kamu nanti akan menghubungiku bukan? " Wanita tersebut memasukkan kartu nama ke saku jas


"Berhentilah bersikap menjijikkan.. Suamiku tidak pernah mau berhubungan dengan wanita yang boros" Cibir Allea


"Apa maksudmu? aku bukan wanita boros yang pintar menghabiskan uang seperti seseorang, aku punya perusahaan pribadi tidak akan memboroskan uang siapapun"


"Maksud ku wajahmu boros.. kalo kamu emang beneran punya penghasilan sendiri coba ubah gaya berpakaian dan sedikit perawatan" Mendengar itu si wanita wajahnya jadi memerah


"Lihat kerutan di ujung matamu sangat nyata" ucap Allea pelan hanya wanita itu yang mendengarnya


"Kamu... awas aja ya" wanita itu pergi menghentakkan kakinya


"Istriku hebat banget bisa ngusir ulet bulu" goda Max merapatkan tubuhnya dengan tubuh Allea


"Nyebelin tau gak, sana susul ke hotel" Allea cemberut dia merasa kesal


"Aku mau ke hotel sama kamu" Bisik Max memeluk perut Allea


"Gak mau" Allea melepaskan tangan suaminya


"Aku yang mau" Max kembali memeluk Allea tidak peduli tatapan Orang orang yang melihat mereka


"Sayangku jangan marah.. kamu tau sendiri dulu dia gak hidup jadi aman"


"Tetep aja cipika cipiki, kesel tau gak "


"Sekarang kan enggak, dulu aku cuma lagi eror aja.. sekarang senyum kalo enggak nanti aku hukum di rumah" bisik Max sambil mencubit perut Allea


"Udah nih.. nih.. nih" Allea tersenyum lebar hingga memperlihatkan giginya


"Manis banget jadi pengen cepet pulang" ucap Max lalu mencium pipi Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Selamat pagi" Celine baru saja bangun dan Habibie kebetulan datang


"Pagi.. maaf ya semalem aku ngerepotin gara gara salah minum" ucap Celine


"Gak apa apa, gimana udah ngerasa baikkan? semalem kamu demam"


"Ohh.. pantesan ada handuk kecil, makasih udah jagain semalem" Celine merasa ada yang menjaganya semalam namun dia tidak bisa melihat jelas siapa orang itu


"Sebenarnya yang semalem jagain kamu.. " ucapan Habibie terputus saat Bisma datang


"Lo udah mendingan? " tanya Bisma


"Emangnya lo peduli? " ketus Celine


"Max nyuruh gue manggil kalian buat sarapan" ucap Bisma lalu pergi


"Kamu harusnya jangan seketus itu sama Bisma"


"Aku mau mandi, kamu duluan aja " ucap Celin, Habibie pun pergi meninggalkan kamar Celine


Setelah selesai mandi Celine pun ikut bergabung sarapan dengan Allea dan yang lainnya, Celine mencuri curi pada Bisma yang tidak biasanya diam seperti itu


"Semuanya maaf ya semalem jadi ngerepotin, apalagi Habibie jadi harus jaga semaleman"


Allea dan Max menatap Habibie lalu menatap Bisma yang hanya diam saja, Jelas jelas mereka tahu siapa yang menjaga Celine semalaman suntuk


"Itu sebenarnya... " Lagi lagi perkataan Habibie terpotong


"Kapan kita pulang? " tanya Bisma, mengalihkan pembicaraan seolah tidak ingin Celine tahu


"Nanti sore sih kayaknya, gue juga udah pesen tiket buat lo" Ucap Max


"Baik banget lo beliin gue tiket"


"Itung itung imbalan semalem lo kena muntahan orang" jawab Max bermaksud mengingatkan semalam Celine muntah di baju Bisma


"Lo hamil lagi Lea? " tanya Celine yang mengira Allea yang muntah


"Enggak.. yang muntah itu lo" jawab Allea


"Gue? maksudnya gimana? " Celine kebingungan menunjuk dirinya sendiri


"Ehh.. sebelum pulang sekarang jalan jalan dulu sekalian beli oleh oleh, gimana? " Sergah Bisma


"Boleh.. gue ganti baju dulu" Allea berdiri menarik tangan Max pergi, Habibie juga pergi menyisakan Celine dan Bisma


"Coba jelasin, kenapa gue muntah dan bisa kena ke lo? "


"Apaan sih? dah lah gue mau siap siap pergi, kalo mau ikut jangan lelet" Bisma pergi begitu saja


"Sayang.. kak Bisma kenapa ya gak mau Celine tau kalo dia jaga Celine semalaman? " Allea terheran heran


"Aku prediksi kalo Bisma itu menaruh hati sama Celine cuma kayaknya dia gak sadar deh, kemarin dia luka luka gara gara di kejar anjing nolong Celine" jawab Max


"Kata siapa? "


"Kata Habibie, dia kan lari pagi sama mereka" Allea tersenyum mendengar hal itu


"Kenapa senyum senyum? " Tanya Max


"Aku jadi pengen comblangin mereka" ucap Allea


"Gak.. aku gak mau kamu comblangin orang lain, biarkan mereka dekat dengan sendirinya"


"Tapi kalo cuma ajak mereka sering ketemu berdua boleh kan? " Bujuk Allea


"Boleh asal sama aku"


"iya lah.. aku kan gak pernah keluar tanpa kamu" ucap Allea seraya membuka bajunya, Max memeluk Allea yang belum memakai baju erat erat


"Sayang.. aku mau" Max menyusuri leher Allea


"Kita mau jalan sama mereka.. di luar mereka pasti udah nungguin"


"Sebentar aja" Max merengek seperti anak kecil yang menginginkan mainan


"Sebentar kamu itu lama, belum kita harus mandi"