
Ririn sedang tertidur lelap malam itu dua pria masuk ke dalam rumahnya di saat orang lain tertidur pulas, satu pria masuk kedalam kamar pembantu dan mengikatnya serta membuatnya pingsan saat dia berteriak
Satu pria lainnya masuk ke dalam kamar Ririn yang gelap pria itu melangkah ke dalam kamar dia melihat seseorang tidur di di tutupi selimut tebal, Ririn muncul dari belakang pintu dan memukul kepala pria tersebut hingga pingsan
Namun sialnya pria yang lain datang dan menangkap Ririn yang berteriak minta tolong, terjadi perkelahian diantara mereka namun apalah daya kekuatan seorang wanita tidak bisa di bandingkan dengan pria
Pria tersebut memukul tengkuk Ririn di sisa tenaganya Ririn menancapkan pisau buah di bahu pria tersebut, dengan kesal pria tersebut mendorong Ririn sampai keningnya berdarah terkena sudut meja lalu pria itu kabur membawa temannya yang pingsan
.
.
"Sshh.. ini dimana? " Ririn memegangi kepalanya yang terasa sakit
"Kamu udah sadar? aku khawatir banget" ucap Gibran membantu Ririn duduk
"Kenapa aku bisa ada di sini? " saat ini Ririn sedang berada di rumah sakit
"Bibi semalam telepon aku katanya ada maling di rumah kamu" jawab Gibran
Pembantunya berhasil membuka ikatan di tangannya dan langsung menuju kamar Ririn, benar saja dugaannya Ririn terkapar tak berdaya bersimbah darah dia pun segera menelpon Gibran
"Mama.. mama gak apa apa? " anak sulung Ririn datang dengan perasaan khawatir
"Gak apa apa nak.. mana adikmu? " tanya Ririn
"Dia kabur ma, dia ikut papa" jawabnya
"Bagaimana bisa? "
"Dia gak pernah bisa di atur ma.. aku gak bisa ngarahin dia, maaf ma aku udah gagal " lirihnya
"Gak apa apa sayang bukan salah kamu, mama cuma khawatir dia ikut papanya dia akan semena mena" lirih Ririn
"Ahh.. perkenalkan ini om Gibran teman mama"
"Makasih om udah bawa mama kerumah sakit, aku Jonathan" Jonathan mengulurkan tangannya
"Sama sama, senang bisa ketemu kamu" Gibran membalas berjabat tangan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Keluarga Dito awalnya sedang berkumpul di ruang keluarga, Dito menaruh Dirga di lipatan kakinya sementara Gita dan Dilla bersandar di kedua bahunya serta ayahnya yang duduk di samping Dilla
Ibu Dito terlihat turun dari tangga dan menghampiri mereka tiba tiba mereka berdiri satu persatu dan mencari alasan agar Gita dan ibunya bisa duduk berdua disana
"Astaga aku lupa ada PR" Dilla orang pertama yang pergi
"Kerjaan harus beres besok nih" lalu ayahnya
"Tunggu disini dulu aku buatin jus buah" ucap Dito
Tinggal mereka berdua di ruang keluarga, ibu Dito duduk di sofa agak jauh dari Gita awalnya hening tidak ada pembicaraan Gita hanya duduk menatap ke depan sesekali menatap Dirga yang memainkan kancing bajunya
"Berapa bulan usia Dirga sekarang? " tanya ibu Dito
"Mau jalan 3 bulan ma" jawab Gita
"Gita.. "
"Ya.. "
"Apa kamu sayang sama Dito? " tanya ibu Dito
"Sssa.. sayang ma" jawab Gita terbata
"Kalau begitu rawat dia dengan baik, maafkan semua kesalahanku " lirih ibu Dito
"Ba.. baik ma" Air mata Gita tak terasa mengalir begitu saja dia benar benar terharu dengan permintaan maaf ibu Dito
"Jangan menangis nanti Dito pikir aku menyakitimu" ucap Ibu Dito
"Aku terharu ma.. "
"Apa dua wanita cantik ini berdamai? " goda Dito seraya membawa beberapa jus buah
Semua orang keluar setelah ibu Dito mengatakan permintaan maafnya, mereka saling merangkul seperti lingkaran Gita tak hentinya menangis haru
"Boleh mama gendong? " Gita mengangguk menyerahkan Dirga
Dito terkekeh melihat Gita yang masih terisak di pelukannya "Kenapa kamu nangis terus? " ucap Dito mengusap air matanya
"Aku terharu" ucapnya disela isak tangisnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Katanya tante Ririn masuk rumah sakit" ucap Allea ketika Max baru saja keluar dari kamar mandi
"Tau dari mana? emang sakit apa? " tanya Max
"Ayah bilang semalem rumahnya ada perampok"
"Hah.. masa? kamu mau jenguk sebelum aku berangkat kuliah? "
"Emang boleh? " Tanya Allea dengan wajah berbinar memegangi lengan Max
"Boleh tapi ada syaratnya"
"Apa? " Max menunjuk bibirnya, Allea terkekeh lalu mengecup singkat bibir Max
"Kurang" Max menekan tengkuk Allea memperdalam ciumannya
"Tunggu aku di bawah aku pakai baju dulu"
Beberapa saat kemudian Allea dan Max sudah sampai di rumah sakit, Allea dan Max masuk saat Gibran sedang menyuapi Ririn makan
"Uhuk.. uhuk.. " Ririn tersedak karena terkejut melihat kedatangan keduanya
"Ciee.. ayah" ledek Allea membuat wajah keduanya memerah
"Tante apa bener semalem ada maling? " tanya Max
"Iya.. tante udah bikin pingsan yang satunya karena dengar teriakan bibi eh ternyata masih ada satu lagi" jawab Ririn
"Apa aja yang ilang? " tanya Allea
"Gak ada, kayaknya mereka keburu kabur karena yang satunya lagi tante tusuk pakai pisau dapur "
"Hebat banget tante" ucap Allea
"Gak hebat orang tante juga masuk rumah sakit" jawab Ririn membuat yang lain tertawa
"Aku pergi kuliah dulu ya" bisik Max
"Kamu berangkat naik apa? " tanya Allea
"Banyak kendaraan umum yang kamu nanya nya udah kayak hidup di zaman penjajahan deh"
"Uhh.. aku cuma nanya" kesal Allea seraya memukul lengan Max
"Hehe becanda sayang" cicit Max lalu mengecup bibir Allea
"Ayah, tante saya berangkat dulu" ucap Max
"Ya.. hati hati di jalan" jawab keduanya
"Cepet halalin" ucap Max agak kencang sebelum menghilang di balik pintu
"Dasar tengil" hardik Gibran
"Allea ke toilet dulu ya" Allea keluar dari ruangan Ririn di ikuti bodyguardnya
"Masa bapak mau ikut? " tanya Allea
"Saya tunggu di depan" jawabnya berdiri membelakangi pintu toilet
Seseorang menghampiri bodyguardnya dan mengajaknya mengobrol agak jauh seperti sedang bertanya sesuatu, Allea yang baru saja keluar dari kamar mandi di pukul dari belakang membuatnya terkulai di pelukan seorang pria yang memakai baju dokter lengkap dengan maskernya
Allea di bawa menggunakan kursi roda dan di tutupi selimut lalu di masukan kedalam mobil, bodyguardnya yang sudah lama menunggu mulai khawatir majikannya lama tidak kunjung keluar
"Nyonya.. apa anda masih di dalam? " tanya Nya
Tidak juga mendapatkan jawaban dia membuka pintu toilet yang ternyata sudah kosong, Bodyguardnya segera mencari ke dalam ruangan Ririn namun dia tidak juga menemukannya membuat Gibran ikut panik
Akhirnya Gibran menelpon Max yang baru saja sampai di kampus
"Apa? saya cari sekarang" ucap Max
"Kenapa? " tanya Bisma
"Allea hilang di rumah sakit, gue cabut dulu" Max bergegas pergi dari sana
Karena khawatir Bisma beserta tiga teman dan Dito cs mengikuti taksi yang di tumpangi Max dari belakang menuju rumah sakit
Jangan lupa bunga🌷🌹🌷🌹🌷 like komen dan vote