My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Fungsi handuk



"Le ikut yok, ngapain baca buku mulu" Bagas menutup buku yang sedang di baca Allea


"Kemana sih? gue males panas gini" jawab Allea


"Bangun bangun Le nanti lo ke tinggalan liat Pacar lo tanding" Keempat pemuda itu menarik tangan Allea keluar dari kelas


"Beneran tanding? " tanya Allea seraya melihat ke bawah lapangan


"Hooh.. pemain terbaik kita di gabung lawan SMA lain, cepetan lo pasti kaget kalo liat Max abis tanding" ucap Dito


"Loh emang kenapa? " tanya Allea


"Bentar" Saat melewati ruang ganti Dito mengambil handuk mandi di loker Max yang tidak di kunci


"Buat apa bawa handuk? " tanya Allea pada teman temannya


"Udah bawa aja " Mereka mendorong pelan tubuh Allea agar berjalan ke lapangan


Max sampai meminta waktu saat permainan hendak di mulai demi membawa Allea ke tempat duduk para pemain hal itu sontak membuat riuh kaum wanita, Allea enggan melihat ke barisan penonton dia tahu para wanita wanita itu tengah menatapnya sinis


Allea hanya fokus melihat Max bertanding seraya menyemangatinya, Max memakai headband untuk menghalangi rambutnya dengan bercucuran keringat dia mengedipkan sebelah matanya pada Allea membuat para wanita kembali heboh


"Uuhhh manisnya... " sorak sorai di barisan penonton


Pertandingan istirahat sejenak Max dan timnya kembali duduk bersama Allea begitu pun Danendra, Max mulai mengibas ngibaskan bajunya keatas kebawah seperti tidak nyaman


"Kenapa? " tanya Allea seraya memberikan air minumnya


"Gak betah gue bajunya basah keringetan" Jawab Max


"Ohh jadi ini fungsinya handuk yang di kasih Dito" saat Allea sibuk dengan lamunannya Max sudah bersiap membuka bajunya namun Allea sadar akan hal itu dan menutup tubuh Max dengan handuk karena bajunya sudah tersingkap sebatas dada


"Kenapa di buka? lo gila? " pekik Allea


"Gak betah baju gue keringetan gatel" Allea kembali menarik baju Max ke bawah membuat penonton kecewa


"Huuhhhh " teriak para penonton


Sudah hal umum jika pertandingan istirahat atau selesai Max akan dengan terburu buru membuka bajunya karena tidak pernah tahan dengan keringat berlebih di baju yang akan membuatnya merasa gatal


"Jangan di buka disini juga, sini gue bantu" Allea mengelap tubuh Max dengan handuk tanpa membuka bajunya begitupun dengan wajah dan lehernya


"Alaahh lemes bestie gak ada ayang" ledek teman satu timnya seraya tertawa


Wajah Allea memerah menahan malu sementara Max malah ikut terkekeh melihat Allea salah tingkah, Danendra menatap Allea hanya diam seribu bahasa teman satu tim melihat itu saling senggol menatap Allea, Max dan Danendra bergantian


"Masih banyak cewek lain di dunia ini" ucap teman baik Danendra seraya menepuk pundaknya lalu berjalan kembali ke tengah lapangan di susul Danendra


"Semangatin gue terus biar menang" ucap Max seraya mengusak kepala Allea


"Jangan buka baju sembarangan lagi" ucap Allea seraya memanyunkan bibirnya


"Jangan cemberut gitu jadi pengen gigit" Bisik Max menggoda Allea


"Woii gak usah disitu lo ngalangin pemandangan"


"Jauh jauh woi nempelin mulu "


"Gak enak di pandang mata lo ngikutin Max"


Teriakan demi teriakan terdengar bersahutan dari kursi penonton namun Allea hanya diam saja, enggan menanggapi mereka dia hanya melihat Max yang sedang bertanding


Selesai pertandingan Max menang dengan skor unggul 2 point, Max berlari hendak memeluk Allea namun keempat teman laki laki Allea datang merentangkan tangan di hadapan Max


"Jangan peluk peluk lah malu banyak orang" bisik Bagas ketika mereka berlima berpelukan Allea hanya menggelengkan kepalanya melihat mereka


Max meminta Allea mengusap tubuhnya seperti tadi dengan handuk dia ingin membersihkannya diri setelah teman temannya, di rasa ruang ganti kosong Max masuk namun dengan menarik tangan Allea


"Jangan Macem macem Max" Allea memperingatkan


"Cuma satu macem" jawab Max lalu meraih tengkuk Allea menciumnya dalam sampai Allea tidak dapat mengimbanginya


Allea mendorong kuat tubuh Max karena dia hampir kehilangan oksigen akibat perbuatan Max, Max tersenyum mengusap bibir Allea dengan ibu jarinya


"Buat nambah stamina" ucap Max seraya menangkup wajah Allea dan mendaratkan kecupan berkali kali


"Udah mandi sana.. " Allea mendorong tubuh Max dengan kesal


Allea mendorong tubuh Max yang selalu menempel padanya " Suka banget ya pegang pegang badan gue? " goda Max seraya menuntun tangan Allea mengusap perut kotaknya


"Max.. " teriak Allea namun kemudian Max membekapnya dan menyembunyikannya di belakang pintu


Max mendengar suara langkah kaki dan seseorang sedang berbicara dengan sigap Max menyembunyikan Allea di belakang pintu di dekat loker, saat pintu di buka Max pura pura sedang membuka pintu loker mengambil seragamnya


"Maxime.. sama siapa kamu disini? " tanya gurunya


"Sama ibu" jawab Max


"Saya serius, kamu kesini bawa cewek? " bentaknya


"Ibu kan juga cewek, saya juga gak bawa siapa siapa" jawab Max tetap tenang


"Bohong bu tadi saya lihat dia bawa Allea kesini" ucap Cindy


"Ya udah cari aja" ucapnya lalu kembali mengambil seragam


Guru itu diikuti Cindy berjalan menuju kamar Mandi namun Max pura pura mencegah agar mereka curiga " Jangan kesitu bu" pekik Max


"Kenapa? pasti ada yang kamu sembunyikan disini" Guru dan Cindy bersemangat hendak membuka pintu toilet namun Max menahan gagang pintunya, saat mereka berdebat Allea keluar melesat lari ke kelasnya


"Maksud saya jangan masuk saya mau mandi, kalian mau ikut saya mandi? ucap Max seraya membuka pintu toilet membuat keduanya salah tingkah apa lagi melihat tubuh sixpack di hadapan mereka


" Ya udah masuk aja bu, sekalian mandi sama saya" Goda Max


"Maxime jangan keterlaluan kamu ya" teriak gurunya


"Saya cuma becanda bu, kok baper sih"


"Maxime... " mendengar teriakan gurunya Max berlari masuk ke kamar mandi


"Kamu bohongi saya ya? bilang saja kamu mau liat Maxime ganti pakaian" bentak gurunya pada Cindy


"Enggak kok bu saya tadi beneran liat"


"Awas ya kamu sekali lagi bohongin saya, saya akan panggil kedua orang tua kamu" ancam guru seraya meninggalkan Cindy


''Gak mungkin gue salah liat, tapi gak apa apa kali ini gue belum berhasil seenggaknya gue liat badan Max" gumam Cindy berjingkrak jingkrak sendiri


Setelah selesai Mandi Max kembali ke kelas dengan rambut yang basah pemuda itu mendekati sang pujaan hati yang sedang cemberut di kursinya, Max duduk di sebelah Allea menatapnya dari samping


"Kenapa sih cemberut mulu? " Max mencondongkan tubuhnya kehadapan Allea seraya mencolek dagunya


"Diem " ketus Allea


"Diem iisshh gue lagi gak pengen becanda"


"Kok jadi bete gitu? ngomong dong ada apa? "


"Apa tadi gak puas karena ada orang? " bisik Max


"Gak" singkat Allea


"Terus kenapa? kalo kesel tuh ngomong jangan diem mulu" Max memeluk bahu Allea dengan satu tangan mencomot bibit manyunnya


Allea menyingkirkan tangan tangan Max dari tubuhnya tapi Max tetap melakukan hal yang sama, Tak ayal perdebatan mereka menjadi tontonan teman temannya


"Mereka semua liatin kita, lo mau ngomong atau gue cium disini" bisik Max membuat Allea diam tidak melawan


"Gue kesel mereka pasti liat badan lo iya kan? " bisik Allea dengan kesal


"Oohh.. cemburu.. " ucap Max seraya terkekeh


"Yang pentingkan yang pegang cuma lo doang" lanjut Max


"Tapi gue tetep gak rela" ketus Allea


"Eits apaan nih yang di pegang pegang? " ledek Bagas yang tidak sengaja mendengar bisik bisik mereka


"Kepo lo" hardik Max


"Woi woi ghibah yok ah" Ajak Bagas pada teman Dito dan teman di depannya


"Sialan lo" Max mendorong kursi Bagas membuat yang di depan tertawa