
"Baik baik disini jaga mama, papa akan kembali membawa Ellia" Ucap Max seraya mengacak puncak rambut Ello
"Iya.. Papa hati hati" Ello kemudian mencium tangan papanya
"Jangan bilang kangen aku suka pengen cepet cepet pulang" Allea hanya terkekeh mendengar ucapan suaminya
"Aku sebenarnya masih kangen tapi kasihan Ellia, cepat kembali bawa Ellia"
"Baik baik di rumah jangan terlalu banyak beraktivitas, jangan kecapean" Kemudian Max mencium seluruh wajah istrinya juga perutnya yang masih rata
"Yakin gak mau ikut? " Tanya Max seraya menggendong putranya
"Aku seorang kakak, aku mau jagain mama sama dede bayi aja"
"Mau di bawain apa? " Tanya Max
"Aku mau drone yang terbang terbang itu"
"Oke.. Nanti papa beliin"
"Jangan di biasakan memanjakan anak anak" Sergah Allea
"Ahh.. Mama aja yang pelit"
" Gak apa apa.. Aku melewatkan masa kecilnya, papa akan turuti semua permintaan kamu sebagai gantinya" Jelas saja Ello senang dia memeletkan lidah nya pada Allea membuat ibunya jadi cemberut
"Aku pergi.. "
"Jangan nakal, cepat kembali" Ucap Allea seraya memeluk Max
"Mama lebay" Ledek anaknya
"Apaan sih anak kecil" Gerutu Allea
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lo darimana sih? " Tanya Daniel pada Max yang baru saja sampai
"Mau tau aja lo" Jawab Max mengambil alih laptop dari hadapan Daniel
"Alexander lo sembunyiin sesuatu dari gue? "
"Gak ada.. Diem dulu gue lagi pasang ini" Daniel kemudian mulai mengutak-atik laptopnya, Daniel berpindah ke samping Max melihat apa yang dia kerjakan
Tiba tiba daftar panggilan sebuah handphone entah punya siapa berjajar nama dan nomornya, Max mulai mendengarkan satu persatu apa saja yang dia dan si penelepon bicarakan
"Anjiirrr... Suster lo ternyata.. " Daniel tidak bisa meneruskan kata-katanya
"Gue ngurusin ini, dan lo tau? Ternyata dokter itu memang istri gue"
"What?? " Pekik Daniel
"Gue hilang ingatan karena dua wanita itu, gue lewatin masa kecil anak gue, Allea kasihan dia musibah bertubi-tubi tapi gue gak ada di sisiNya" Max menyandarkan tubuhnya di sofa
"Alexander itu bukan salah lo, sekarang lo udah ingat siapa lo sebenarnya lalu apa yang akan lo lakukan selanjutnya? " Tanya Daniel
"Gue punya rencana buat dua wanita dan si tua bangka itu sekalian" Max membisikkan sesuatu pada Daniel
"Gue gak bisa, gue rasa ini berat" Ucap Daniel
"Please bantuin gue, gue akan kasih 30% saham perusahaan "
"Lo gila? "
"Lo pantes dapetin itu man, lo berjasa buat gue itu harga yang pantas untuk kerja keras lo selama ini" Max meyakinkan Daniel
"Kalo gitu makasih.. Gue akan selalu mengabdi sama lo" Ucap Daniel seraya merangkul Max
"Gak usah gini juga geli gue" Max menyingkirkan tangan Daniel dari pundaknya
"Gue yakin dokter Allea pasti seneng banget"
"Senenglah orang dia lagi hamil" Jawab Max santai
"Apa? Lo.. Lo sama dia ngelakuin itu.. Itu sebelum lo sadar siapa lo sebenarnya? "
"Pesona gue gak terkalahkan, bukan hal sulit buat gue" Daniel berekspresi seolah ingin muntah
"Gue gak jadi bagi saham gue"
"Hehe... Bos emang ganteng, paling ganteng paling baik tak terkalahkan" Puji Daniel seraya memijat pundak Max
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Halo kak.. "
"Gimana kabar lo? "
"Baik.. Lo sendiri gimana? "
"Gue baik, gue punya kabar tentang tes DNA lo"
"Secepat itu? Gue kira beneran seminggu" Allea tidak mengatakan jika Alexander sebenarnya adalah Max
"Gue usahain biar cepet, mau tau hasilnya gak? "
"Gue udah kirim ke nomor lo liat aja, Allea.. " Lanjut Vero kemudian memanggil Allea
"Ya.. Kenapa? " Tanya Allea
"Semoga bahagia, kebahagiaan lo kebahagiaan gue juga.. Jangan sedih gue akan selalu jadi orang yang paling depan buat lo bahagia"
"Ya.. Semoga aja"
"Kenapa gak lo aja Allea, lo juga baik dan lo yang gue sayang selama ini" Gumam Vero setelah memutuskan panggilannya
Tok.. Tok..tok
"Masuk" Ucap Vero, saat suster hendak memberitahu ada seseorang yang ingin bertemu tiba tiba saja Max langsung menyerobot masuk
"Ada perlu apa? " Ketus Vero
"Gue kesini mau berterimakasih sama lo, lo udah jagain Allea dan menjadi orang yang selalu ada buat dia"
"Gak perlu berterimakasih, gue tulus lakuin itu gak seperti seseorang yang cuma memanfaatkannya" Sindir Vero
"Vero.. Gue udah inget semuanya, gimana pun gue harus berterimakasih sama lo yang udah berjasa banget buat hidup Allea, semoga lo dapat hidup bahagia bersama wanita pilihan lo" Ucap Max lalu pergi dari sana
Vero mematung mendengar perkataan Max yang masih seperti mimpi, kemudian Vero berdiri mengejar Max
"Tunggu.. " Max berbalik ketika Vero memanggilnya
"Jadi maksud lo.. Lo Max? Bagaimana bisa? " Tanya Vero
"Saat gue kecelakaan sama Allea seseorang membawa gue dan membuat gue lupa semuanya, sekarang gue dapetin ingatan gue kembali"
"Sukurlah.. Bahagiakan Allea jangan menyia-nyiakannya lagi"
"Tentu, terimakasih udah curahkan kasih sayang lo buat Allea dan Ello" Max kemudian memeluk Vero, saat Max hendak pergi dia kembali memanggil Max
"Max.. "
"Ya? "
"Ellia anak kandung lo, dia Millie yang hilang"
"Lo tahu darimana? "
"Allea diam diam melakukan tes DNA pada kalian"
"Jangan katakan ini pada siapapun, gue harus ke ruang rawat Ellia" Ucap Max seraya menepuk bahu Vero
"Ada apa sebenarnya? Kenapa gue gak ngerti sama sekali apa yang terjadi sama mereka" Gumam Vero
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu lagi dimana? " Tanya Allea saat sedang menelpon
"Di rumah, Ellia baru keluar rumah sakit" Jawab Max
"Coba video call"
"Sayang aku lagi di kamar mandi, aku mau mandi dulu gerah" Max menolak melakukan panggilan video
"Kamu bohongkan? Kamu lagi dimana? "
"Aku lagi di kamar mandi sumpah "
"Yaudah video call sekarang apa susahnya sih? " Max menghela nafasnya mematikan telepon
"Kok di matiin sih? Kamu males ngomong sama aku? Kenapa kamu takut ketahuan boong? " Cerocos Allea
"Ya ampun kamu bawel banget sih.. Aku matiin teleponnya kan mau video call, aku baru aja nyalain wifi "
"Boong.. Bilang aja kamu gak mau ngomong sama aku, dah lah males ngomong sama kamu" Allea kemudian mematikan telepon
Max menyelesaikan ritual mandinya namun baru saja dia mengambil baju handphonenya kembali berbunyi, Max belum sempat menjawab karena menyelesaikan berpakaian terlebih dulu
Banyak panggilan dari Allea sampai dua puluh kali, Max akhirnya menjawab teleponnya yang kembali berdering
"Kamu kenapa gak nelepon balik? Kamu beneran gak mau ngomong sama aku? Menurut kamu aku ganggu? Atau kamu lagi mandi sama cewek lain? "
"Ya ampun.. Sayang kamu bilang gak mau ngomong sama aku" Jawab Max
"Harusnya kamu bujuk dong, telepon aku balik minta maaf ngomong baik baik" Max menggaruk kepalanya
"Iya.. Maafin aku ya"
"Minta maaf nya gak ikhlas.. Tau ah males ngomong sama kamu, kamu gak peka" Ketus Allea mematikan kembali teleponnya
Max kembali menelpon Allea dengan susah payah karena selalu di tolak, dia tidak menyerah sampai Allea menjawab teleponnya
"Apa lagi sih? Berisik tau gak" Ketus Allea
"Sayangku.. Istriku yang cantik aku kangen sama kamu" Bujuk Max
"Boong" Di sebrang sana Allea sedang mengembangkan senyumnya tersipu malu
"Beneran.. Aku selalu kangen sama kamu, malem ini aku ragu bisa tidur nyenyak tanpa meluk kamu" Allea tersipu seperti anak Abg yang baru mekar
Meanwhile......
Max tidur dengan nyenyak bahkan dari sore sampai melupakan makan malamnya...
Wkwkwkw.. Jangan percaya omongan jantan ya bund
Mulutnya manis kek gula mengundang kesemutan.. Ehh.. Semut maksudny 🤣🤣🤣🤣
Jangan lupa like komen dan vote