My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Kelakuan Cindy



Allea berpikir keras untuk apa Gibran mencuri sisir unicorn miliknya sampai tidak bisa tidur, berguling ke kiri dan ke kanan, menelungkup dan terlentang, Duduk dan berbaring namun kantuknya tak kunjung tiba


Tring tring


Max


"Belom tidur? "


Allea


"Kok lo tau gue belum tidur? "


Max


"Sosial media lo semuanya masih aktif"


Allea


"Ohhh lo sendiri kenapa belom tidur? "


Max


"Gue emang biasa tidur malem"


Allea


"Lo lagi di rumah atau apartemen? "


Max


"Di club malem gue, mau kesini gak? "


Allea


"Gak ahh ngapain, serem ada disitu"


Max


"Serem apaan? lo berani kesini sendirian, lagi pula bukannya lo ngaku ngaku pacar gue? pasti lo aman disini"


Allea


"Gue lakuin itu biar mereka nurut bawa lo ke kamar mandi"


Max


"Jadi lo sengaja nyuruh mereka bawa gue ke kamar mandi? gue bikin perhitungan abis ini"


Allea tidak menjawab pesan Max dan dia langsung melakukan panggilan video, awalnya Allea sudah mulai memejamkan mata namun suara panggilan membuatnya kembali terjaga


Panggilan video


Allea segera merapihkan rambutnya untuk menjawab panggilan Video dari Max


Allea


"Ada apa? "


Max


"Lo udah tidur? "


Allea


"Hmmm.. kayaknya tadi gue ketiduran"


Max


"Ya udah tidur lagi aja jangan di matiin "


Allea mengangguk kini mereka saling berhadapan melalui handphone, Max juga sedang berbaring tanpa menunggu waktu yang lama Allea tertidur dengan sendirinya, Max memandangi wajah Allea yang teduh saat tertidur


"Good night, have a nice dream, i miss you" ucap Max


"I miss you to" Jawab Allea dengan mata terpejam dan suara yang parau, Max tersenyum mendengar jawaban Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Keesokan harinya di sekolah Danendra sudah menunggu di kelas Allea, suara riuh beberapa orang tertawa dan itulah yang dia tunggu tunggu dari tadi Allea baru saja masuk bersama kelima temannya juga Max


"Allea" sapa Danendra


"Hish" gumam Allea


"Ada apa Danendra? " tanya Allea lembut


"Bunda sakit tolong jenguk dia kali aja dia akan sedikit terhibur dengan kehadiran lo"


"Tapi gue... "ucapan Allea terpotong kala Max bertanya dengan khawatir


"Apa urusannya sama lo? lo juga bukan anaknya" jawab Danendra membuat lengan Max terkepal


"Mau pukul gue? pukul aja itu emang kenyataannyakan? lo cuma anak temen ayah yang gak jelas asal usul bapaknya" lanjutnya membuat kepalan tangan Max menonjolkan otot di tangannya


Menyadari itu Allea mendekatkan tubuhnya kesamping Max dan menggenggam kepalan tangan itu yang semula mengeras kini kembali melunak, Allea juga mengusap lengan Max memberikannya kekuatan. Danendra pergi begitu saja setelah mengatakan itu dia sebenarnya ingin memberi tahu Max namun dia terlalu gengsi


Bunda selalu memanggil nama Max di setiap racauannya, hati Danendra menjadi sakit karena itu makanya dia berbicara tidak mengenakan pada Max. Bisa bisanya sang bunda mengingat nama anak orang lain dari pada anaknya sendiri


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Saat istirahat Allea baru saja keluar kelas setelah menyelesaikan beberapa tugas yang akan di kumpulkan pada jam berikutnya, tiba tiba saja Cindy mendorongnya masuk kembali dan mendorong Allea hingga jatuh terlentang. Cindy naik di atas tubuhnya dan menampar wajah Allea berkali kali hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah


Gita yang baru saja kembali dari kantin hendak memanggil Allea namun dia melihat dari luar pintu kelasnya di jaga oleh teman Cindy, Gita melihat dari jendela Allea yang di tampar berkali kali dengan Cindy berada di atasnya. Hendak menolong namun Gita juga di dorong oleh teman teman Cindy


Gita berlari ke kantin memberi tahu teman temannya yang lain, mereka sedang membicarakan pembukaan cabang bengkel baru dengan Max tanpa menunggu lama Max langsung berlari ke kelas setelah mendengarnya dari Gita


Sorot mata tajam Max membuat kedua teman Cindy menciut mereka kabur meninggalkan ketua gengnya di dalam, Max mendobrak pintu yang terkunci hingga Cindy tersentak dan spontan menoleh ke belakang


Max menarik tangan Cindy hingga berdiri di atas tubuh Allea dan menghempaskannya dengan keras hingga ujung sikunya mengenai kaki meja dan mengeluarkan darah


"Kalo lo bukan cewek udah gue abisin lo" teriak Max


Max membangunkan Allea yang sudah kacau dengan rambut berantakan, pipi memar dan darah di sudut bibirnya. Max memeluk Allea yang terisak menyembunyikan wajahnya di dada Max


Guru tiba tiba datang sudah dapat di pastikan Gita yang melaporkan semuanya, semua murid berkumpul seperti sedang menonton acara konser saja


"Kenapa kamu melakukannya Cindy? " tanya guru saat berada di ruangannya


"Saya.. saya... "


Brakkk


Pintu di buka dengan kasar oleh Gibran yang telah di telepon gurunya. Cindy berlari memeluk ayahnya seperti sedang meminta perlindungan namun tanpa sadar Gibran menepis nya dan menghampiri Allea


"Kamu gak apa apa? " tanya Gibran berlutut di hadapan Allea


Bukannya menjawab Allea bersembunyi di belakang tubuh Max


"Maaf tuan dia masih shok" ucap Max menahan tangan Gibran yang hendak menyentuh Allea, tersadar Gibran segera menjauh dan membicarakan masalah ini pada Guru


"Maaf tuan saya sudah banyak mendengar tentang kelakuan anak anda di sekolah, dia sering merundung temannya yang lain dan ini yang terparah dia sampai melukai temannya" ucap Guru


"Saya meminta maaf atas nama anak saya, saya sudah salah mendidiknya terlalu memanjakannya hingga dia jadi anak yang buruk attitudenya" jawab Gibran


"Sebenarnya ada masalah kamu sama Allea? " tanya Gibran


"Dad dia yang mulai duluan, dia yang dorong aku sampe luka" Cindy menunjukkan luka di sikunya


"Maaf tuan saya yang bertanggung jawab untuk itu, saya mendorongnya karena dia lebih dulu memukuli Allea" Tidak di sangka Max mengakui perbuatannya


"Allea gadis baik dia tidak pernah menyakiti siapapun" lanjut Max


"Max gue mau pergi" lirih Allea pelan


"Bu saya permisi mau mengobati luka Allea dulu" Max membawa Allea keluar berjalan merangkul bahu Allea


"Lo gak apa apa? " tanya Max Allea hanya menggeleng


"Lihat sini, lo jangan mudah di tindas sama orang lain main kasar aja kalo lo dalam keadaan terdesak" ucap Max memegangi bahu Allea


"Masa lo kemaren berani nendang gue tapi sama Cindy gak berani" lanjutnya


"Gue takut'' jawab Allea


" Lo gak takut sama gue? padahal gue bisa masukin lo dalam karung dengan mudah" ucap Max mendapat pukulan dari Allea di lengannya


Max hanya terkekeh kembali merangkul Allea membawanya ke UKS dan mengobati lukanya


"Sakit? " tanya Max saat mengobati luka Allea dan hanya di jawab gelengan


"Lain kali lo harus lawan kalo lama lama di biarin muka cantik ini bakal penyok"


"Emang gue cantik? " tanya Allea


"Sangat cantik" bisik Max membuat tubuh Allea bergidik


"Jangan deket deket" Allea mendorong pelan tubuh Max


"Kenapa? takut baper ya? " ledek Max sambil terkekeh


"Kalo gue baper kenapa? "


"Gak apa apa juga, gue cuma takut lo jatuh cinta sama gue"


"Kalo itu terjadi? "


"Nah udah selesai, kita ke kelas lagi "Max seolah mengalihkan pembicaraan dan menuntun tangan Allea pergi