
Max mengambil bajunya dari lemari dan pergi ke luar mencari Allea namun gadis itu tidak ada di mana pun, Max mengingat Allea pernah mengalami kejadian buruk tempo hari saat berlibur bersama ayahnya disana dia menjadi cemas
"Bi.. bibi"
"Iya tuan muda? " tanya ibu Mila menganggukan kepala
"Ada liat Allea gak? kok dia gak ada? "
"Tadi bibi liat di depan tuan" mendengar jawaban ibu Mila Max bergegas keluar
Max berlari kecil keluar namun disana tampak sepi hanya ada tukang kebun yang sedang memotong tanaman, Max menghampirinya dan bertanya
"Pak.. ada liat Allea gak? "
"Ohh.. non Allea keluar sendiri tuan muda, tadi mamang mau temenin tapi katanya gak usah" jawabnya
"Makasih" Max mencari Allea ke sekeliling villa gadis ini belum di temukan juga hingga Max mencari ke sepanjang kebun teh
Beruntung disana masih ada beberapa orang yang baru saja selesai memetik teh, Max menanyainya satu persatu sampai dia menemukan jawabannya pada orang terakhir
"Bu lihat cewek ini gak lewat sini? " tanya Max menunjukkan foto di handphonenya
"Ohh... ini si neng yang tadi bantuin saya, Ada dekat danau den bawa anak kucing" Jawab ibu itu
Allea sempat berpapasan dengannya dan membantunya memungut barangnya yang jatuh, mendengar kata danau kecemasan Max bertambah dia berlari mencari Allea
.
.
Allea pergi mencari udara segar dia menemukan anak kucing dan berusaha mengejarnya sampai di ujung perkebunan teh dia baru berhasil menangkapnya, Allea tidak memperhatikan orang di belakangnya sampai mereka bertabrakan
"Maaf Bu.. saya gak sengaja" ucap Allea membantu ibu itu mengambil barangnya
"Gak apa apa neng" ucap Ibu itu
Setelah orang itu pergi kucing kecilnya kembali lari dari pelukan Allea sampai dia mengejarnya ke dekat danau, ibu ibu yang tadi tidak puas melihat kecantikan Allea kembali menoleh dan senyum senyum sendiri melihat Allea mengejar ngejar kucingnya
"Wawww" Allea takjub berjalan ke papan kayu di pinggir danau
Allea berpikir ingin berpoto disana namun saat dia merogoh handphonenya disaku seseorang mendorongnya hingga jatuh
Byyuurrr
Allea yang tidak bisa berenang berusaha meminta pertolongan, anak kucing yang dari tadi bermain dengannya seolah ingin menolong dia terus mengeong menatap ke bawah di ujung jembatan kayu tersebut
Max yang baru sampai disana mendengar suara anak kucing dia berlari menghampirinya, terlihat riak air namun Allea tidak ada disana
Anak kucing seolah memberi kode dia menjuntaikan sebelah kaki depannya seperti berusaha menggapai sesuatu, max yang memiliki firasat buruk tanpa pikir panjang terjun ke danau tersebut
Saat di dalam air Max melihat Allea memejamkan matanya di dalamnya danau, Max berenang lebih cepat agar bisa menggapainya
"Hei.. sayang bangun" Max menepuk nepuk pipi Allea ketika berhasil membawanya ketepi danau
"Ayolah.. jangan buat aku khawatir" Max memberikan pertolongan pertama saat tenggelam namun Allea tak kunjung menunjukkan reaksi
Dengan wajah paniknya Max terus mencoba sampai akhirnya air menyembur dari mulut Allea, Gadis itu terbatuk batuk dan Max membantunya untuk duduk
"Kamu ngapain jalan jauh sendirian huh? "
"Kamu mau bikin aku jantungan? "
"Kamu gak inget terakhir kamu disini di ganggu orang? sekarang kamu hampir mati tenggelam gimana kalo gak ada orang yang selamatkan kamu? "
Dia menatap Max sambil menangis tersedu, wajahnya menggemaskan seperti anak kecil yang merajuk tidak di belikan barang yang dia inginkan
"Aku cuma takut kehilangan kamu" terakhir Max memeluk Allea
"Kamu boleh marah marah sama aku , jangan pergi sendirian lagi kayak gini" Max mengecup beberapa kali pipi Allea seraya memeluknya
Pulang dengan keadaan basah kuyup Max menggendong Allea sepanjang perjalanan ke villa, keduanya hanya diam saja hingga mereka sampai di villa
Ibu Mila panik ketika melihat keduanya pulang basah kuyup apalagi mata Allea sembab karena menangis, Max membawa Allea ke kamar dan menyiapkan air untuk berendam
"Kamu ngapain pergi sendiri? gimana kalo aku gak berhasil nemuin kamu? " tanya Max saat mereka berdua berendam
Allea hanya diam dia juga berpikir bagaimana jika Max tidak menyadari dia tenggelam di danau itu mungkin saja dia sudah berakhir sekarang
"Sini" Max menarik lembut tangan Allea namun dia menggeleng
"Sini gak? " Max mempertegas nya sampai Allea beringsut mendekatinya
Max mendudukkan Allea di pangkuannya saling berhadapan menekan tubuh Allea hingga bagian dadanya yang terhimpit menyembul di permukaan air, Max memandangi wajah Allea dari dekat wajahnya semakin mendekat
"Emmhpptt" keduanya saling memagut dengan lembut
Max sedikit mengangkat tubuh Allea lalu air di bathtub sampai tumpah tumpah
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Gita yang baru saja terbangun dari tidurnya merasa tempat yang ia tiduri begitu sempit, Saat dia membuka mata ternyata Dito ikut tidur di sampingnya
Gita membelai wajah Dito sampai si empunya wajah terkesiap karena sentuhan tangan Gita
"Ada yang sakit? " tanya Dito dengan suara parau
"Gak.. gimana keadaan bayi kita? " tanya Gita
"Dia baik, dia kuat seperti ibunya" Ucap Dito sambil turun dari tempat tidur
"Makan dulu ya, dokter tadi suruh aku kasih obat kalo kamu udah bangun" Gita menuruti setiap perkataan Dito
Dia makan dan minum obat seperti yang di perintahkan dokter "Kapan aku bisa pulang? " tanya Gita
"Kamu di rawat dulu ya.. aku khawatir kalo cepet cepet pulang"
"Tapi ibu pasti bertanya tanya kalo kita gak pulang"
"Kita telpon aja bilang kamu di rawat di rumah sakit "
"Jangan.. nanti mereka tanya alasan aku bisa masuk rumah sakit, aku gak mau ibu aku semakin marah sama keluarga kamu apalagi papa baru aja sembuh, aku takut nanti ada keributan antara ibu dan mama kamu"
"Istri aku baik banget, tapi sayang kamu punya mertua yang.. ahh.. sudahlah" ucap Dito menghela nafas panjang
"Setiap orang bisa berubah bahkan dalam hitungan detik, siapa tau suatu saat mama kamu bisa nerima kita"
"Maafin aku ya.. aku gak bisa jagain kamu"
"Kamu udah jadi kepala keluarga yang baik buat aku dan bayi kita, itu udah lebih dari cukup"
Dito memeluk istrinya dengan kasih sayang, seseorang di balik pintu mendengar percakapan mereka hatinya tergetar mendengar ucapan Gita namun ego dan gengsinya mengalahkan itu semua
Ibu Dito pergi setelah mendengarkan percakapan anak dan menantunya, dalam hatinya dia sangat merasa khawatir entah karena merasa bersalah atau memang mengkhawatirkan calon cucunya hanya dia yang tahu
Jangan lupa like komen dan vote ya
Taburi bunga woi biar author bisa berkebun 😁