
Selesai ujian akhir murid murid sekolah di liburkan hingga hari pelulusan nanti
Sepanjang libur Max hanya menyibukan diri dengan pekerjaannya di temani Allea yang sekarang tidak mau ketinggalan selalu mengekor kemana pun suaminya pergi, seperti halnya malam ini Allea ikut ke club malam dia tidak membiarkan suaminya duduk sendiri
"Kamu tunggu di kamar aja, tidur dulu ini udah malem" ucap Max pada Allea yang selalu menggenggam tangannya
"Ya udah sama kamu ayo"
"Aku lagi nunggu orang dulu"
"Aku juga disini, kalo kamu masuk aku ikut masuk" Allea masih tidak ingin pergi kemana pun
"Selamat malam" ucap Seseorang bertubuh gempal menghampiri mereka
Itu adalah orang yang memasok jenis jenis minuman yang berkelas ke club malam Max, mereka berbincang sejenak sedari tadi pria gempal itu memandangi Allea yang memeluk lengan Max dan setengah bersembunyi di belakangnya
"Maaf tuan yang di belakang ini? "
"Ohh.. ini calon istri saya" Jawab Max
"Cantik.. kenapa di pegangin terus takut di ambil orang ya? " godanya
"Ahh.. maaf tuan dia sedikit posesif akhir akhir ini" Jawab Max merasa tidak enak dengan Allea yang memeluk lengannya seperti guling
"Tidak apa apa.. waspada perlu apalagi di jaman sekarang banyak wanita yang mau jadi simpanan" ucapnya seraya terkekeh
"Kalau begitu saya permisi, jangan di lepas nanti kabur" ucapnya pada Allea yang menyembulkan sedikit kepalanya dari balik tubuh Max
"Sudah.. ayo pulang" ucap Allea
"Ayo" Mereka berjalan keluar, dari kejauhan tampak seseorang sedang mengawasi mereka
"Sayang.. kenapa Akhir akhir ini kamu jadi nempel begini? " tanya Max saat berada di dalam mobil
"Kenapa? gak boleh ya? "
"Bukan gak boleh, gak biasanya aja"
Sesampainya di rumah Allea benar benar tidak melepaskan tangannya dari tubuh Max, saat berjalan maupun ke kamar mandi dia selalu ikut menempel di tubuh Max bagai parasit
"Yang tidurnya geser dikit, aku pengap kalo gini" lirih Max saat Allea tidur di atas tubuhnya
"Bentar aja yang" rengeknya tidak mau turun walau pun sudah di guncang guncangkan
"Kamu tidurnya di bawah kan masih bisa meluk"
"Gak mau" Allea malah mengerucutkan bibirnya hampir menangis kala Max menyuruhnya turun
"Ya udah gak usah, cepet tidur udah malem" Max mengalah memeluk dan membelai rambut Allea, setelah tidur barulah dia menurunkan Allea perlahan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Pagi pagi sekali grup sekolah sudah heboh karena Yuki mengajak teman satu kelasnya berlibur di villa milik ibunya, mereka semua antusias membalas hingga handphone Allea dan Max terus berdering bersahutan mengganggu pendengaran
Max meraih handphonenya lalu menekan tombol mati daya lalu kembali tidur, sementara Allea membaca isi percakapan mereka membuatnya juga tergiur ingin ikut berlibur sebelum pelulusan yang tinggal beberapa minggu lagi
Allea mencium bibir Max bertubi tubi agar Max bangun dan itu sukses membuat Max kesal "Apa lagi sih yang.. masih gelap juga" gerutunya dengan mata masih terpejam
"Yang aku mau ikut liburan sama mereka" rengek Allea
"Kita bisa liburan sendiri ngapain ikut orang, gak ahh nanti kita berangkat berdua aja"
"Ayolah yang.. jangan gitu aku mau sama temen temen yang lain"
"Kita bisa liburan berdua" tegas Max
Allea tidur membelakangi Max punggungnya terlihat bergertar, saat Max menyentuh bahunya Allea menggedikan bahunya. Max membalikkan tubuh Allea ternyata dia sedang menangis
"Kenapa kamu jadi secengeng ini? " Ujar Max mengusap lelehan bening di pipi Allea
"Iya kita ikut" hanya dengan kalimat itu Allea segera menghapus air matanya dengan tersenyum manis
"Issh.. mudah sekali berubah" seloroh Max mencubit hidung Allea
Max menelpon Yuki menggunakan ponsel Allea untuk izin ikut liburan bersamanya tentunya dengan senang hati Yuki menyetujui meskipun Allea ikut serta
"Cepet mandi, aku yang siap siap" titah Max
"Makasih sayang" Cicit Allea mengecup pipi Max lalu berlari ke kamar mandi
Selama di perjalanan Allea sangat antusias Max hanya menanggapi sesekali setiap celotehan sambil mengemudi, Max menoleh ke kursi di sampingnya pantas saja terasa sepi ternyata Allea sudah terlelap
"Kamar kalian pilih sendiri, gue satu kamar sama Allea dan khusus buat Max dia dapat kamar sendiri karena dia gak suka di ganggu orang" ucap Yuki Karena villa besar itu memiliki kamar yang cukup banyak
Sesampainya di kamar masing masing Allea hanya membawa 2 pasang baju ganti dan satu pasang yang dia pakai jadi dia tidak terlalu repot membenahi bajunya di lemari
"Kenapa lo bawa sedikit baju? " tanya Allea
"Max cuma ngizinin gue disini sampai besok sore" jawab Allea
"Kenapa lo bergantung banget sama dia? " tanya Yuki
"Kayaknya gue gak usah jawab lo juga udah tau, dan lo kenapa pilih satu kamar sama gue? bukannya lo benci sama gue? '' tanya Allea
" Gue cuma mau memperbaiki pertemanan kita, maafin gue ya.. gue sadar sekarang kalo hati seseorang itu gak bisa di paksa"
"Bagus kalo lo sadar" jawab Allea
"Jadi bisa kan kita berteman lagi? "
"Dari awal gue gak pernah anggap lo musuh, gue cuma minta lo jangan deket deket Max biarpun sekarang kita bertemen lagi" jawab Allea jujur dia tidak suka wanita lain mendekati Max
"Gue janji" Yuki memeluk Allea namun wajah di belakang Allea tidak menyiratkan ketulusan melainkan kebohongan dan kelicikan
.
.
Malam semakin larut Allea benar benar tidak bisa tidur dia merindukan wangi suaminya juga pelukannya, Allea berpura pura memejamkan matanya kala Yuki masuk dan merebahkan tubuhnya. Setelah Yuki benar-benar tidur Allea pergi kekamar yang Max tempati
Allea menelpon Max agar tidak mengunci pintunya benar saja Allea dapat masuk dengan mudah lalu mengunci pintunya, Max duduk di ranjang bersandar memainkan handphonenya
"Kamu belum tidur juga? " Tanya Max menyimpan handphonenya di nakas
"Aku gak bisa tidur gak ada kamu" Allea masuk ke pelukan Max mengusak kepalanya di dada bidang Max
''Aku juga udah bilang kita liburan berdua aja" ucap Max seraya membelai rambut Allea
"Aku cuma mau nikmatin saat saat terakhir sama teman sekolah, Kalo kangen kan aku bisa masuk diam diam kesini"
"Kamu seperti pria m*s*m yang menjadi penyusup ke kamar gadis"
"Aku gak peduli, aku kangen sama kamu" Ucap Allea manja naik ke pangkuan Max
"Baiklah.. kamu yang minta" Sedetik kemudian keduanya saling berbelit di cuaca yang dingin sangat cocok untuk pengantin baru
Pagi pagi Yuki dan Teman sekolah sudah sibuk mencari Allea yang hilang dari kamarnya, mereka sudah mencari ke semua sudut lalu teringat kamar Max. Yuki menggedor kamar Max membuat kedua orang yang sedang terlelap terlonjak
Max segera memakai bajunya lalu membuka pintu sementara Allea awalnya bersembunyi di balik selimut, Karena mereka semakin ribut Allea segera memakai pakaiannya lalu keluar lewat jendela
Sangat tepat waktu saat Allea sudah pergi dari kamar mereka memaksa masuk, Max bernafas lega ternyata kucing kecilnya pandai melarikan diri
"Kalian lagi ngapain rame rame? " tanya Allea yang baru saja masuk lewat pintu depan
"Lo darimana aja? kita semua nyariin lo? " tanya Yuki
"Sorry.. gue tadi jalan jalan bentar cari udara segar" mendengar alasan Allea teman teman sekolahnya kembali melakukan aktivas masing masing, Lalu bersiap untuk berangkat mengelilingi sekitar villa yang memiliki pemandangan yang sangat indah