
"Ambil minum dulu bi" titah Allea pada bibi
Allea membawa Celine duduk tubuhnya gemetar tak berhenti menangis, Air satu gelas besar habis dalam satu tegukan membuat bibi ikut menelan ludah
"Lo kenapa? siapa yang lakuin ini? " tanya Allea
Celine menceritakannya dengan menangis tersedu-sedu di hadapan Allea dan Max juga bibi, Allea menatap Max mengedipkan kedua matanya seolah mengatakan tahu siapa atasan Celine
"Kita lapor polisi aja" ucap Max
"Enggak.. enggak.. gue malu jangan lapor polisi gue takut berita ini sampe ke telinga mama"
"Tapi ini pelecehan dia bisa di penjara Celine, kalo lo takut kita bisa dampingin lo" Allea membujuk Celine
"Gak Allea.. mama punya penyakit jantung kalo ini sampe ke mama gue takut terjadi sesuatu" lirih Celine
"Sayang.. bawa dia istirahat aja, apapun keputusan dia bicarakan besok" Allea mengangguk
"Lo jangan mikirin apapun, kalo lo berubah pikiran kita bantu sampe lo dapet keadilan" ucap Allea seraya membawa Celine ke kamar tamu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu lagi ngapain? " tanya Bisma saat melihat Mitha di ruangannya merapihkan berkas di atas meja
"Aku lagi beresin aja dan aku pajang foto kita disini bolehkan? " Benar saja ada sebuah foto di atas meja
"Kamu emang pacar yang baik" Bisma memeluk Mitha seraya menciumnya
"Aku laper.. makan siang yuk? " Mitha bergelayut manja di lengan Bisma
"Gak mungkin cewek sebaik dan selembut ini seorang wanita licik" batin Bisma
Orang kantor sudah mengetahui bahwa Mitha adalah kekasih dari anak bosnya, Orang tua Bisma juga sudah pernah di pertemukan dengan Mitha
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Apa Celine belum keluar juga? " tanya Allea pada bibi
"Belum nyonya udah di ketuk pintunya juga gak di buka"
Allea mengambil kunci cadangan di ruang kerja Max untuk membuka pintu kamar yang di tempati Celine, ketika pintu di buka hening tidak ada siapapun bibi dan Allea mencari Celine ternyata dia ada di pojok ruangan di balik lemari
"Nyonya disini" bibi menemukan Celine
Celine tidur disana duduk memeluk kakinya sendiri Allea menutup mulutnya melihat Celine bersembunyi disana, Allea duduk di hadapan Celine membangunkannya pelan pelan
"Celine.. Celine.. kenapa tidur disini? "
"Aaaaa.. jangan.. tolong jangan lakukan ini.. tolong" Celine berteriak tangannya dia kibaskan
"Celine sadar.. ini gue Allea.. Celine" Celine membuka matanya
"Maaf Allea.. " lirih Celine
"Lo kenapa tidur disini? " tanya Allea
"Gue.. gue ttakut Allea, gue seperti diawasi"
"Lo semaleman gak tidur? lo aman disini, gak akan ada yang nyakitin lo" Allea membawa Celine keluar
"Mama.. astaga gue baru inget, mama pasti nelepon gue mama pasti khawatir banget" Celine menjadi panik saat mengingat ibunya
"Lo makan dulu terus mandi nanti gue anterin pulang, lo bisa alasan tas lo di jambret " Bibi menatap iba pada Celine, juga merasa kagum pada majikannya yang baik hati
"Gue harus ambil tas gue di kantor sekalian mengundurkan diri" lirih Celine
"Lo gak mau lapor polisi? " Celine menggelengkan Kepala
"Oke.. terserah lo aja
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
" Gue mau minta maaf" Vero datang ke kantor Max
"Gue salah, tapi gue gak bisa bohongin perasaan gue sendiri memang sulit melupakan Allea tapi gue gak pernah ganggu hidup kalian"
"Gue udah pernah coba tapi cewek itu selingkuh saat gue sibuk kerja, dan lo tau siapa dia? "
"Siapa? " tanya Max
"Mitha... dia bukan cewek baik dia mudah berpaling kalo ketemu cowok yang lebih dari pacarnya, gue coba peringatin Bisma tapi dia gak mau denger" jawab Vero
"Mitha"
"Ya.. dan gue udah bilang juga kalo Mitha itu anak pak Harsa tapi Bisma kekeh dengan pendiriannya dan dia udah gak mau temenan sama gue lagi karena dia pikir gue mau rebut Allea dan Mitha" Max mengusap wajahnya
"Susah kalo ngomong tanpa bukti sama Bisma, gue akan bongkar siapa dia sebenarnya" ucap Max
"Ini.. gue kembaliin mungkin sekarang waktunya gue melepas semua perasaan gue, Maaf selama ini gue masih mengagumi Allea" Vero memberikan foto Allea yang ada di dompetnya
"Semoga lo dapet pengganti yang jauh lebih baik, makasih selama ini udah menyayangi Allea" Vero hanya mengangguk
"Terimakasih untuk pengertiannya, Saya pamit tuan.. permisi" Vero membungkukkan sedikit tubuhnya pamit pada atasannya itu
"Cih.. " Max tersenyum smirk selepas kepergian Vero, Max tidak bisa egois melarang seseorang mencintai yang terpenting baginya Allea masih setia bersamanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sebelum mengantar Celine pulang Allea lebih dulu mengantar Celine mengambil barang barang dan menyerahkan surat pengunduran diri
Saat memasuki gedung semua mata menatap Celine Seolah merendahkannya, Sampai di ruangan tempatnya bekerja barang barangnya sudah tidak ada disana
"Marry barang barang aku kemana ya? " tanya Celine
"Gak tau malu ya.. udah ketauan maling nyakitin tuan muda masih berani muncul disini" sinis wanita bernama Marry
"Siapa yang maling? " tanya Celine
"Cih.. pura pura polos, siapa lagi kalo bukan kamu.. barang barang kamu suruh ambil sendiri di ruangan tuan muda" ketusnya
"Kayaknya dia takut kamu lapor jadi dia duluan sebar fitnah" bisik Allea
"Gue temenin ambil" Allea menarik tangan Celine agar menunjukkan dimana ruangannya
Tok.. Tok.. Tok..
"Masuk" ucap Satya, Celine bersembunyi di belakang Allea yang lebih pendek darinya
"Kamu akhirnya datang, ambil barang barang kamu karena berani mencuri disini dan melukai saya kamu di pecat" ucap Satya, dan saya pastikan kamu tidak akan menemukan pekerjaan
"Maaf tuan.. bukannya anda yang melecehkan teman saya? kenapa anda menyebar fitnah? Itu sangat kejam tuan" ucap Allea
"Siapa wanita cantik ini? apa dia komplotanmu? "
"Anda melecehkan teman saya" tegas Allea
"Apa buktinya? dia tidak punya bukti, bisa saja dia berpura-pura karena ingin aku bertanggung jawab, bukan? "
"Ingin sekali aku memelintir kepalamu" Geram Allea melihat wajah si Satya ini
"Aku lebih suka kau meremas rambutku dengan d*s*h*n nona" ucap Satya seraya tertawa
"Aku akan menjebloskanmu ke penjara" Ancam Allea
"Aku tunggu sayang, dan kamu saat kamu macam macam hidup ibumu akan berakhir"
"Allea gue mohon jangan macam macam sama dia, gue takut keselamatan mama terancam" Celine menangis memegangi tangan Allea
"Gue yang akan urus semuanya, bawa barang barangnya sekarang" Allea membantu membawa barang barang Celine
"Anda akan merasakan dinginnya jeruji besi" Ancam Allea seraya pergi
Para staf menggunjing Celine secara terang terangan membuat Allea kesal, Allea berbalik Memelototi mereka seraya berkacak pinggang
"Kalo kalian berpikir yang di bicarakan atasan kalian adalah kebenaran gak mungkin Celine berani balik lagi ke sini, hati hati dengan atasan mesum kalian" ucap Allea seraya pergi menarik tangan Celine
"Menggemaskan.. dia marah sampai matanya bulat kecil dia buka lebar lebar, bibirnya yang kecil dan merah sepertinya manis" gumam Satya saat melihat Allea dari lantai atas