My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Bukti kuat



"Mama Ellia gak mau sekolah lagi" Ellia menangis saat pulang sekolah


"Ellia sudah aku bilang jangan ngadu ke mama" Ello menarik tangan Ellia seraya berbisik


"Ada apa sayang? katakan"


"Di sekolah Ellia sama Ello di bully temen temen katanya kami akan punya ibu tiri, apa itu benar?" Ellia mulai berkaca kaca


"Enggak sayang.. itu gak bener, kalian harus tetap sekolah jangan berhenti cuma karena di bully jika di biarkan mereka juga akan berhenti sendiri"


"Tapi tadi Ello sama kak Dirga berantem di sekolah gara gara belain Ellia yang di katain sama mereka"


"Ellia" panggil Ello dingin dengan mata elangnya


"Maaf Ello, keceplosan" bisik Ellia


"Kamu berantem di sekolah? " tegur Allea


"Mereka ngatain papa dan mama, katanya pantes papa selingkuh karena mamanya galak, mereka ngomongin mama yang menyerang wanita itu di rumah sakit" Allea menghela nafas entah apa yang harus di katakan pada anak anaknya


"Sayang maafin mama ya.. gara gara mama kalian jadi di bully di sekolah" lirih Allea tertunduk lemah


Melihat ibunya bersedih Ellia merasa bersalah menceritakan semuanya, Ellia memeluk Allea di ikuti Ello membelai rambut Allea


"Maaf ma kami buat mama sedih, aku janji ma gak akan dengerin mereka lagi aku akan semangat sekolah dan memberikan nilai terbaik buat mama" ucap Ellia


"Ello juga janji gak akan berantem lagi juga gak akan buat masalah di sekolah, mama jangan sedih"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Seminggu sudah Max juga mendiamkan Allea bahkan mereka tidur masing-masing, Hari ini sudah terhitung dia hari Max tidak pulang


Sudah dua hari pula Allea tidur di sofa ruang tamu karena menunggu Max pulang, Bibi membangunkan Allea untuk pindah karena khawatir dengan kondisinya yang sedang hamil


"Bi.... " Allea menangis saat bangun dari tidurnya


"Kenapa nyonya? ada apa? " bibi panik melihat Allea menangis memeluknya


"Max gak pulang bi, handphonenya mati kemana dia bi? " pikiran Allea menjadi kacau dia takut kejadian seperti dulu terulang lagi


"Tuan pasti baik baik saja, mungkin masih ada kerjaan"


"Enggak bi.. asistennya bilang Max gak ke kantor lagi"


"Coba telepon teman temannya siapa tahu tuan ada di rumah mereka" Allea mengambil handphonenya dan menelpon satu persatu teman Max yang ada di handphonenya


"Gimana ini? dia kemana? " Allea menutup wajahnya, air matanya tak terbendung lagi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ada berita baru masuk, kita harus siarkan lebih dulu" pihak stasiun TV berlomba-lomba menyangkan berita yang baru saja masuk


Berita tersebut di kirimkan pada setiap stasiun TV juga akun gosip di sosial media, hari itu kabar hangat tersebut begitu cepat tersebar banyak ulasan serta komentar komentar yang beragam


Rumah Arabella di kepung wartawan yang ingin mendapatkan berita, Arabella belum melihat televisi maupun handphonenya jadi dia tidak tahu menahu tentang pertanyaan yang di lontarkan wartawan


"Apa semua ini hanya kebohongan seperti yang di beritakan? "


"Apa tanggapan anda tentang hasil tes DNA yang baru saja keluar? "


"Apa benar anak itu hasil hubungan dengan orang lain? "


"Apa ini hanya kesalahpahaman? "


"Apa kau menggunakan ini sebagai jebakan agar anda bisa kembali dengan mantan pacar anda? "


"Apa anak ini sengaja di gunakan sebagai alat? "


"Menurut berita yang baru saja beredar anda adalah mantan tuan Max yang belum bisa moveon, benarkah? "


"Anda juga pernah menggugurkan kandungan saat masih duduk di bangku sekolah? "


"Apa benar anda memang selalu berniat memisahkan mereka sedari dulu?


Melihat kerumunan tersebut Arabella kembali mundur ke dekat pintu, apalagi pertanyaan pertanyaan yang mereka lontarkan benar adanya sekarang posisinya terpojok


"Bagaimana ini? gimana kalau ketahuan" batin Arabella


Arabella perlahan mundur masuk ke rumahnya lalu mengunci pintu membiarkan para wartawan heboh di luar rumahnya, Arabella menyalakan TV dan handphone betapa terkejutnya dia ternyata pertanyaan mereka sesuai dengan berita yang ramai di bahas juga di sosial media hingga banyak komentar buruk di akun sosial medianya


Bukti bukti aibnya di masalalu di bongkar tanpa terlewat, Dari mulai dirinya yang menyelingkuhi Max dan hamil anak Jonathan lalu menjebak Max, pura pura hilang ingatan dan depresi juga sekarang dia datang dengan Lili yang di klaim sebagai anak Max namun itu hanyalah kebohongan


"Darimana bukti bukti ini? gak.. ini gak bisa di biarin, gue harus pergi dari sini" Arabella berlari ke kamarnya memasukkan bajunya serta baju lili ke dalam koper bersiap untuk pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Allea melihat berita tersebut dia menangis sejadi-jadinya, dia menyesal tidak mempercayai suaminya rasa bersalahnya pada Max membuat Allea menangis tersedu untung saja anak anak sekolah dan suster suster membawa Millie dan Michelle jalan jalan


Bibi berusaha menenangkan Allea namun dia semakin terisak ketika ditenangkan, penyesalan dan rasa bersalah juga kekhawatiran menjadi satu saat suaminya belum juga pulang


"Bi.. jadi Max kemana? kenapa dia gak pulang pulang? "


"Nyonya mungkin tuan lagi ada kerjaan"


"Tapi kenapa handphonenya mati? kenapa kalo gak pulang dia gak kasih kabar? "


"Ehemm.. " suara bariton itu membuat Allea menoleh


Allea berlari ke arah Max dan memeluknya erat kata maaf tak henti hentinya terucap dari mulutnya, Max hanya memeluknya tanpa mengucap sepatah kata pun


"Kamu gak mau maafin aku? " Allea mendongak menatap wajah datar Max


"Aku capek mau mandi dulu" Max melepaskan pelukan Allea lalu menjauhkannya dari tubuhnya


"Jadi kamu gak mau maafin aku? Max.. dengerin aku dulu" Allea mengikuti Max sampai masuk ke dalam kamarnya


"Tolong ambilkan baju aku mau mandi" titah Max tanpa berbalik menatap Allea dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi


"Max tunggu.. Max" Allea mengguncang pintu ternyata di kunci dari dalam


"Sial.. dia benar-benar marah? " Allea menggigit kukunya sendiri


Max sengaja berlama lama di kamar mandi agar Allea menunggunya keluar, Benar saja ketika dia membuka pintu Allea berdiri di depan pintu entah sedari kapan


"Max.. " Sang suami melewatinya begitu saja


"Sayang bicara aku gak sanggup kamu diemin terus" Allea mengikuti kemanapun langkah Max


"Aku gak akan berhenti ngikutin kamu kalo kamu gak ngomong sama aku" Allea menarik narik handuk bagian belakang Max


Karena kesal Allea menariknya dengan kasar hingga handuk terlepas dari pinggang Max, Max berbalik membuat Allea menelan ludah


"Apa dia lagi pengen? " batin Allea


Max menatap wajah Allea yang sudah sayu bibirnya tersenyum smirk bangkit dari atas tubuh Allea, Merasa bingung dengan suaminya yang malah memakai baju dan tidak melanjutkannya Allea pun bangun


"Max.. "


"Aku masih ada kerjaan" jawab Max dingin


"Udah sejauh ini.. apa kamu gak mau menuntaskannya dulu? "


"Tidak.. aku pria brengsek jadi mudah buat aku cari pelampiasan di luar sana" Allea tertohok kata kata yang di lontarkan Max seperti sindiran baginya yang tidak mempercayai suaminya sendiri


"Max aku.. "


"Aku pergi" Setelah memakai pakaiannya lengkap Max pergi meninggalkan Allea


Allea tertegun menatap pintu kamarnya yang di tutup agak kencang oleh Max, Allea menjatuhkan tubuhnya di ranjang menatap langit langit kamar


"Emang enak gue kerjain, tapi pusing juga gak dikelarin" Max bergumam sendiri di dalam mobil yang sedang dia kendarai