
Setelah membereskan perkara Wijaya Max pergi ke kantornya, Baru saja membuka pintu ruangannya Max dikejutkan dengan kehadiran Allea yang sudah berdiri di balik pintu
"Wooaa.. ahhhaa sayang kamu bikin kaget aja" Max memeluk istrinya
"Darimana kamu? "
"Aku.. itu.. eeee.. habis makan ya makan" Jawab Max gelagapan
"Bohong.. "
"Enggak.. beneran deh abis makan" Max membawa Allea duduk di pangkuannya
"Kata asisten kamu lagi ketemu klien " Max mematung dia sedang memikirkan cara agar istrinya tidak bertanya lagi
"Sayang.. kamu udah lama gak belanja tas, baju atau sepatu branded, mau aku anter belanja gak? "
"Apa nih? lagi mengalahkan pembicaraan apa gimana? " Allea menatap tajam Max yang hanya bisa tersenyum lebar menampilkan deretan giginya
"Bukan gitu sayang.. aku kasihan aja takut kamu ketinggalan jaman sama ibu ibu Sosialita"
"Cih... kalo aku mau aku bisa abisin uang kamu hari ini juga, jangan mengalihkan pembicaraan.. jadi tadi kemana? " tanya Allea seraya menarik dasi sang suami
"Aku gak kemana mana, jadi kamu diam diam datang kesini cuma buat memastikan aku ada atau enggak di kantor? Kenapa kamu gak tiap hari aja ikut ke kantor kalo masih curiga aku main di belakang kamu"
"Gak gitu... Aku cuma.. cuma.. " Allea mendorong tubuh Max yang semakin mencondongkan tubuhnya hingga Allea bersandar di pinggiran sofa
"Cuma apa, hmm? kamu mau setiap saat deket sama aku kan? " Max memeluk Allea
Ketika Max sedang menciumi Allea tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka, Max lupa mengunci pintunya membuat seseorang yang membuka pintu berdecih
"Cih.. tau tempat dong, kan ada kamar paling enggak kunci lah pintunya" ucap Bisma yang saat itu datang bersama Dito
"Ya lo kenapa gak ketuk dulu" ucap Max, Max segera menyuruhnya menunggu di kamar yang tersedia di ruangan itu
"Ngapain kalian disini? " Tanya Max
"Anjir.. gak boleh apa maen di sini? Sergah Bisma
" Gak boleh.. gue sibuk"
"Max.. Max.. kalo mau bikin adik bayi lagi tunggu lah yang ini aja belum lahir" cicit Dito
"Tau lo demen banget tanam benih" ucap Bisma
"Dari pada benih lo di buang di toilet" Sarkas Max
"Anjir... tau lah gue ngambek" Bisma melipat kedua tangannya di dada
"Pantesan lo gak laku kayak cewek baperan" ejek Dito
"Tau ah.. kedatangan gue sama Dito kesini mau ngajak lo nanti malam"
"Kemana? " bisik Max seraya menoleh ke pintu kamar
"Party di pantai... gebetan gue yang ngadain partynya lo mau ikut apa enggak? " Bisma juga berbisik
"Lo ikut to? " ketiganya bicara bisik bisik
"Ikut.. gue udah izin ke Gita mau bahas kerjaan sama temen" jawab Dito
"Lo bohong? " tanya Max
"Enggak... emang temen gue kebetulan ikut party dan pengen bahas sambil santai aja, gue juga bawa asisten dan gak lama juga kalo kerjaan beres ya gue pulang" jawab Dito
"Lo mau ikut gak? bawa undangan nih masalahnya undangannya tinggal satu, gue udah kasih temen temen gue juga" ucap Bisma
"Bingung gue, gak ahh takut bini gue tau"
"Cih.. badan doang gede takut istri" ledek Bisma
"Jangan cari penyakit deh gue aja kalo gak bahas kerjaan gak bakal ikut" sergah Dito
"Terserah lo deh mau datang apa enggak, undangannya gue taro sini" Keduanya kemudian pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ello nanti mau ikut makan bareng gak di kantin? " seorang gadis kecil yang cantik mendekati Ello
"Gak"
"Emmhh.. Ello nilai matematika kamu kan bagus, bisa gak bantu ajarin aku? "
Gadis itu mengerucutkan bibirnya menatap kepergian Ello, Ellia yang melihat kembarannya di dekati Teman satu kelasnya tersenyum dengan pemikiran di kepalanya
"Haha.. aku bisa godain dia" gumam Ellia
Benar saja ketika pulang sekolah Ello sedang duduk di mobil seraya memainkan handphonenya, Ellia sesekali meliriknya dengan senyuman aneh
"Ello nanti mau ikut makan bareng gak di kantin? " tanya Ellia lalu terkekeh
Ello menatap sekilas lalu kembali pada permainan di handphonenya, Ellia kembali menggoda Ello dengan kata kata yang di ucapkan persis temannya tadi
"Emmhh.. Ello nilai matematika kamu kan bagus, bisa gak bantu ajarin aku? " ucapnya dengan mata yang di kedip kedipkan dengan wajah di buat seimut mungkin
"Apaan sih? " ketus Ello
"Pak tau gak? Ello di sekolah banyak di deketin temen cewek" Ellia seolah mengadu pada supirnya
"Gak pak.. dia bohong" Sergah Ello
"Emang bener.. kamu sering di kasih hadiah tapi malah di buang"
"Bagus dong.. kan den Ello emang ganteng pantes banyak yang suka"
"Jangan ikut ikutan pak" ucap Ello dengan wajah dingin
keduanya terkekeh melihat wajah Ello yang sudah tidak enak di pandang, Ello memilih memakai earphonenya menutup matanya tidak ingin mendengar suara Ellia lagi
"Mukanya merah.. kamu malu ya? " ejek Ellia
"Ello.. Ello.. " Ellia menggoyangkan kaki Ello namun tetap saja dia tidak menanggapinya
"Cih... " Ellia mengambil handphone dan earphone Ello dan melemparkannya kebelakang
"Ellia" teriak Ello namun Ellia malah menjulurkan lidahnya, Ellia paling tidak suka jika orang lain tidak mendengarkannya
terjadi perdebatan diantara keduanya membuat kepala sang supir terasa pening, karena kesal Ellia mencubit lengan Ello hingga meninggalkan luka lebam
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sayang.. mau pulang gak? " Max berbisik di telinga Allea yang sedang tidur
"Jam berapa ini? " Allea masih menutup matanya
"Udah jam 2 siang, aku ada meeting bentar lagi"
"Ya udah pergi aja, aku mau pulang bentar lagi anak anak pasti udah pulang sekolah"
"Kalo pulang minta jemput supir ya, aku gak bisa nganter"
"Hhmmm.. gak apa apa" Allea membuka sedikit matanya
Max tersenyum mencium pipi Allea lebih tepatnya mengunyel- unyel pipi Allea dengan bibirnya, Allea hanya diam membalas memeluk suaminya
"Gemes banget " ucap Max lalu menggigit pipi Allea
"Sakit... " Allea mukul bahu suaminya
"Nanti malem kalo aku belum pulang berarti lembur, jangan nungguin aku"
"Iya.. cium dulu" Allea menekan tengkuk Max dan menciumnya
"Aku mau cuci muka dulu, supir bentar lagi jemput" Allea menyingkirkan tubuh Max
"Gitu ya.. habis manis sepah di buang, ini gimana? " Max menunjuk celananya
"Tahan dulu kan mau meeting, nanti malem aja" ucap Allea seraya terkekeh masuk ke dalam kamar mandi
"Yang... kamu beneran gak mau belanja? "
"Aku pegang kartu sendiri kalo mau tinggal beli aja, aku juga baru beli mobil" jawab Allea keluar dari kamar mandi
"Kamu jarang belanja buat diri kamu sendiri, aku kerja buat kamu dan anak anak gak usah irit irit amat lah" ucap Max
"Hidup gak selamanya di atas sayang, belanja seperlunya aja selebihnya buat tabungan, kita gak tau apa yang akan terjadi di kehidupan kita selanjutnya" jawab Allea
"Bijaknya istriku, gak salah aku milih kamu" Max berdiri memeluk Allea dan menghujaninya dengan ciuman di wajahnya