
Setelah kejadian itu hari hari berikutnya Bisma tidak datang lagi ke kantor Max seperti biasa, jika mendengar suara langkah kaki Celine selalu menoleh seolah olah menunggu kedatangan Bisma
"Gak ada yang gangguin kok sepi ya" gumamnya
Celine pergi ke toilet untuk mencuci wajahnya karena dia benar-benar merasa ngantuk, Di lorong dekat toilet dia berpapasan dengan Bisma namun dia tidak bersikap seperti biasanya
Bisma melewatinya tanpa mengatakan sepatah katapun, Celine berbalik menatap punggung Bisma yang semakin menjauh
"Kok gue ngerasa aneh ya waktu dia cuek gini" Batin Celine
Celine merasa ada yang kurang di setiap harinya saat Bisma tidak membuatnya kesal, padahal dia sendiri yang ingin menjauhi Bisma tapi setelah berhasil malah dia yang merasa kesepian
"Gue cuma lagi laper kali ya.. hah.. otak gue emang eror" Gumam Celine sambil mencuci tangannya
Celine kembali ke mejanya tepat saat jam makan siang, melihat pintu ruangan Habibie tertutup Celine berniat mengajaknya makan siang bersama dan membuka pintunya perlahan tanpa mengetuknya terlebih dahulu
"Kakak kapan nikahin aku? anak kita udah lahir, aku gak bisa terus terusan sembunyikan ini dari ibu kakak" Celine mendengar suara seorang wanita di dalam ruangan Habibie
"Aku belum menyelesaikan satu pekerjaan lagi, nanti setelah ini kita akan menikah"
"Aku gak bisa terus terusan bilang kalo aku cuma orang yang di tolong kakak, apalagi wajah bayi kita mirip kakak.. ibu juga selalu bertanya tentang ayah anak itu"
"Suara ini... " Celine tahu jelas suara itu adalah suara gadis yang ada di rumah Habibie
"Kenapa dia harus janji sama gue kalo ternyata dia udah punya janji sama orang lain" batin Celine ketika mengingat perkataan Habibie saat mengantarnya pulang
Flashback on
"Kamu udah punya pacar? " tanya Habibie
"Belum.. gak tau nih kayaknya gak ada yang mau " Celine menjawab seraya terkekeh
"Bukan gak ada tapi belum ada" ucap Habibie
"Kalo aku suka sama kamu gimana? " Celine terdiam
"Kok diem? aku nyaman banget sama kamu, kamu orangnya asik gak ngebosenin"
"Ahh.. masa sih? " wajah Celine bersemu merah
"Heem... kalo kita deket boleh kan? gak usah pacaran juga gak apa apa, kita pendekatan aja dulu"
"Terserah kamu aja" jawab Celine pelan
"Kok terserah aku? aku kan nanya kamu, aku boleh deketin kamu gak? "
"Boleh" jawab Celine tanpa menatap Habibie dan memalingkan wajahnya ke luar jendela
Habibie membalikkan tubuh Celine dan membelai wajah nya, sedikit demi sedikit jarak diantara mereka mulai terkikis hingga hampir saja bibir mereka saling menempel
Tapi sebuah mobil di belakang menekan klakson berkali kali padahal jalanan lenggang membuat keduanya urung melakukan ciuman tersebut, sebenarnya pengendara mobil di belakang adalah Bisma
Bisma melihat keduanya hendak berciuman membuatnya tidak rela dan mengganggu mereka, setelah mobil kembali melaju Bisma bahkan mengikutinya sampai depan gang jalan menuju rumah Celine
Habibie tidak mengantarnya sampai rumah dia hanya menurunkan Celine di pinggir jalan dan Celine berjalan kaki menuju rumahnya
Flashback off
Celine masih mematung di depan pintu mendengarkan percakapan Habibie dan gadis itu, tiba tiba saja dari belakang seseorang mencolek bahunya
Celine hanya menggedikkan bahunya saat beberapa kali orang tersebut mencolek bahunya, Celine berbalik dengan kesal dengan mata melotot
"Bisa diem.... " Celine kembali menelan kata katanya saat melihat siapa yang mengganggu acara mengupingnya
"Tuan.. maaf" Celine menundukkan kepalanya saat berhadapan dengan Max
Di kantor mereka profesional dalam bekerja dan tidak pandang bulu, meskipun mereka teman namun di kantor mereka adalah atasan dan bawahan
"Lagi ngapain disini? " tanya Max
"Anu.. itu.. "
"Kita mau makan siang, mau ikut? " Ajak Max, Celine menatap Bisma yang hanya diam saja
"Gak usah.. nanti saya makan siang sendiri aja" Max dan Bisma pun pergi ke kantin perusahaan setelah itu
Saat makan Bisma selalu menatap ke pintu masuk kantin menunggu Celine, Yang di tunggu tunggu tidak muncul bahkan setelah mereka selesai makan
Bisma membelikan makanan yang di bungkusnya dan meletakkannya di meja Celine, pantas saja Celine tidak makan siang, saat Bisma menaruh makanannya Celine tertidur merebahkan setengah tubuhnya di atas meja
Ketika Celine terbangun dia melihat plastik di atas meja dan segera membukanya, Celine celingukan mencari siapa orang yang meletakkan makanan di mejanya namun tidak ada orang
"Nyari siapa? " Habibie baru saja keluar dari ruangannya bersama gadis itu
"Kakak punya pengagum rahasia? " tanya gadis itu
"Ehh.. enggak tau, aku ketiduran tadi tau tau udah ada makanan aja disini"
"Sweet banget sih.. dia pasti diem diem perhatian sama kakak" Celine hanya tersenyum tanpa menjawab lagi
"Kamu mau pulang kan? jangan bicara sembarangan lagi" ucap Habibie pada gadis itu
"Iya... aku duluan ya kak" Celine mengangguk seraya tersenyum
"Mau makan bareng? "
"Gak usah.. udah ada yang kasih lagi pula bukannya kamu udah makan? " Celine menjawab dengan dingin tidak seperti biasanya
"Hhmm.. ya udah, selamat makan" Habibie mengusak kepala Celine sebelum pergi
"Cih... semua cowok sama aja, brengsek semua" Gumam Celine ketika membuka makanannya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Makan siang kok gak pulang? kemana? "
"Dih.. baru pulang udah di interogasi" Baru saja Max pulang Allea sudah cemberut karena suaminya tidak pulang bahkan tidak memberi kabar seperti biasanya
"Bisma, ngajak makan siang bareng jadi aku makan siang sama dia, kalo gak percaya tanya aja sama Bisma dan Celine"
"Kenapa gak bilang? aku masak banyak, mubazir tau gak? " Allea masih cemberut matanya mendelik menatap suaminya
"Kamu lucu banget kalo lagi cemberut, minta di gigit, hmm? " Max memeluk Allea dan menjatuhkannya di sofa
"Kamu ngapain sih.. malu nanti di lihat orang" Allea mendorong suaminya namun dia tidak bergerak sedikitpun
Max merebahkan tubuhnya di atas tubuh Allea, wajahnya dia sembunyikan di dada Allea
"Kok basah? "
"Asinya rembes.. salah kamu" Max menggeleng gelengkan kepalanya di dada Allea hingga asinya rembes
"Keras banget" Max meremas nya membuat Allea meringis kesakitan
"Kamu gila ya? sakit banget tau" Allea memukul punggung Max
"Kamu mau kemana? " tanya Max saat Allea berdiri
"Mau pumping, sakit banget kalo gak di keluarin, Exel baru tidur"
"Aku aja yang keluarin"
"Gak ada.. gak ada.. " Allea segera kabur ke kamarnya
Max mengikuti Allea ke kamar namun pintu kamarnya terkunci, Allea tahu jika suaminya sudah begini ada yang dia inginkan
"Sayang.. buka.. sayang jangan sampe aku buka pake kunci cadangan ya"
"Gak mau.. coba aja buka kalo bisa" ucap Allea dari dalam kamar
"Kamu bener bener ya.. tunggu aja" Max mengambil kunci cadangannya berusaha membuka pintu namun tidak bisa di buka
"Yang.. kok gak bisa di buka" Allea tidak menjawab dia terkekeh di dalam, jelas saja tidak bisa di buka karena Allea memasang kunci slot
Max mengambil pisau dan memasukannya di sela pintu untuk membuka kunci slot tersebut, saat Allea sedang membereskan alat pompa asinya tiba-tiba saja pintu terbuka membuat Allea terlonjak
"Kamu pantes bisa jadi rampok profesional" ucap Allea ketika suaminya berhasil membuka pintu
"Kamu gak bisa kabur sekarang, udah selesai kan? " max menutup serta mengunci pintunya
"Hah.. ngapain aku pasang kunci begituan kalo kamu masih bisa buka" lirih Allea pelan
"Jadi kamu sengaja ya? kamu harus di kasih paham"
"Haha.. udah.. iya ampun.. aku salah.. aku gak akan ulangi lagi" Allea tidak bisa menahan tawanya ketika Max Menggelitiknya
"Aku mau sekarang"
"Masih sore.. aku belum mandiin anak anak juga"
"Sebentar aja"
"Aku gak percaya kalo kamu bilang sebentar" Allea sudah tidak percaya dengan kata sebentar yang di ucapkan suaminya
Jika pergi pun dia mengatakan hanya sebentar nyatanya berjam-jam baru pulang, seperti apa yang di katakan oleh Millie