
"Kenapa liatin kayak gitu? " tanya Max yang sudah selesai berpakaian
"Aku mau jemput kamu pulang" rengek Allea karena Max tidak lagi memperbolehkannya keluar
"Gak ada.. nanti kamu kenapa napa "
"Kemaren cuma kecelakaan, ayo lah" Allea menarik narik ujung baju Max
"Sayang.. gimana kalo pulang sekolah aku ajak jalan jalan? " bujuk Max
"Iya tapi kita langsung berangkat bareng dari kampus" Allea masih kekeh
"No.. kemaren aja kamu hampir buat aku jantungan, aku berangkat dulu nanti aku usahain pulang cepet" Max mengecup seluruh wajah Allea terakhir mengecup bibir cemberut Allea beberapa kali lalu pergi
Seharian Allea hanya cemberut tidak mempan di hibur oleh bibi, sudah repot repot bibi masak makanan dan kue kesukaan Allea namun sama sekali tidak di sentuhnya
"Nyonya mau makan sesuatu? " tanya bibi
"Gak bi.. aku bosen di rumah terus"
"Kan tuan sudah janji nanti mau pulang cepat, makan buah atau kue sedikit saja kasihan nanti baby nya kelaparan" bibi khawatir karena biasanya setelah sarapan Allea selalu mengunyah tanpa henti sekarang tiba tiba tidak makan apapun
"Ohh.. bibi tau ada pasar malam deket pasar, nyonya mau pergi? "
"Pasar malam.?" gumam Allea
"Iya.. ada bianglala ada kuda pokoknya permainan seru " jelas bibi
"Aku tau bi.. aku mau ajak Max" Wajahnya kembali ceria membuat bibi senang
Allea memakan semua yang di siapkan bibi dengan lahap dia membayangkan serunya main di pasar malam dengan Max
.
.
Sore hari Max belum juga pulang Allea menunggu sampai langit gelap tapi suaminya belum juga pulang, Allea ingin kesana secepatnya dan menunggu di sana sambil beli jajanan sendiri
"Bi aku berangkat ya"
"Nyonya tunggu.. jangan berangkat sendiri nanti tuan marah"
"Gak kok.. nanti dia langsung kesana, daahh bi"
Bibi tidak bisa lagi melarang karena Allea sudah terlanjur masuk ke mobil di jemput wawan, sesampainya disana Allea sangat senang melihat kerumunan orang dan permainan yang di hiasi lampu lampu
"Kamu pulang aja nanti Max kesini kok" ucapnya pada Wawan
Padahal setelah memberitahu Max dan dia mengatakan iya akan main ke pasar malam handphone Max tidak bisa di hubungi, sudah beberapa pesan dan telepon namun Max tidak merespon. Allea pikir Max akan membacanya dan menyusulnya ke sana
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sementara sore itu sebelum pulang Bisma dan teman-temannya mengajak Max bermain basket di lapangan terbuka, Awalnya mereka main seperti biasa namun di tengah tengah permainan bola yang di lempar Max melenceng dan mengenai kepala Miranda sampai dia pingsan
"****" umpat Max berlari menghampiri Miranda
"Angkat gas" ucap Max
"Ogah.. lo yang lempar" jawab Bagas mundur beberapa langkah
"Angkat lah cepetan, lo aja to" Dito juga menggeleng begitu seterusnya sampai timnya habis dia sebut
"Gue aja yang angkat, lo udah darurat gini aja masih gak mau sentuh cewek lain" gerutu Bisma
"Gue udah janji sama Allea gak akan sentuh cewek lain" ucap Max
"Huh.. pasangan posesif" ucapnya seraya membawa Miranda ke dalam mobil Max
Sesampainya di rumah sakit Max juga menyuruh perawat membawa Miranda dia tidak menyentuhnya sama sekali, dia hanya menunggu sampai Miranda sadar
"Emmhh.. ini dimana? " ucap Miranda saat bangun
"Lo pingsan apa training mati sih? " ketus Max
"Emang kenapa? "
"Lo khawatir ya sama gue" ucapnya dengan tersipu malu
"Gak.. gue cuma merasa bersalah gara gara gue lo pingsan mata lo juga memar" sebelah mata Miranda memang memar karena bola yang di lempar Max
"Makasih udah jagain gue"
"Anggap aja ini balasan karena lo pernah nolong Allea" jawab Max
"Gue harus pulang ini udah jam 10 malem nanti Allea nyariin" ucap Max
"Ya.. salam buat Allea" jawab Miranda
Setelah kepergian Max Miranda berjingkrak kegirangan, dia mencari handphonenya untuk curhat pada teman baiknya namun tasnya menghilang
"Pasti ketinggalan di mobil Max.. biarin aja ahh biar ada alasan ngobrol lagi meskipun dia ketus dan dingin tapi dia perhatian juga" ucapnya kesenangan
Max melihat handphone yang sedari tadi tergeletak di mobil banyak pesan dan pangggilan dari Allea, dia mengemudi dengan kencang agar segera sampai di rumah
"Sayang.. aku pulang" teriak Max saat sampai di rumah
"Loh.. tuan bukannya sama nyonya ke pasar malam? nyonya belum pulang" ucap Bibi
"Gawat" Max pergi dengan tergesa-gesa menuju pasar malam
Sesampainya disana Max berjalan mengelilingi pasar malam dan bertanya pada pedagang yang sudah membereskan dagangannya, Max bernafas lega saat melihat Allea duduk sendiri di kegelapan
"Sayang pasar malamnya udah tutup, ayo pulang" Max meraih tangan Allea namun dia menepis nya
"Kamu kemana aja? " ucap Allea tanpa berbalik
"Aku.. aku banyak tugas sayang cari buku dulu handphone ketinggalan di mobil jadi aku gak tau kamu udah nunggu disini"
"Selarut ini baru pulang? sudah lah" Allea berjalan meninggalkan Max sendiri
Sesampainya di mobil Allea dan Max masih tidak saling bicara, di tengah keheningan terdengar suara dering handphone Allea mencari cari ternyata berasal dari kursi belakang di bawah jok mobil
"Ini punya siapa? " tanya Allea
"Itu.. itu... "
"Ambil ini.. aku pulang sendiri" ucap Allea melempar kasar tasnya ke arah Max lalu turun
Max berniat menghentikan Allea namun dia terlanjur naik ke dalam taksi, suara Max memohon mengetuk pintu mobil tidak dia hiraukan dan menyuruh supirnya pergi
Saat di rumah Max langsung masuk ke kamar namun kamarnya tampak gelap lampu sudah di nyalakan kamarnya tampak kosong, semua kamar dia buka namun tidak menemukan keberadaan Allea
Max menjadi panik dia memeriksa seluruh ruangan tapi Allea tidak di temukan sampai satu kamar yang belum dia buka yaitu kamar bibi, Max membuka pintu dengan pelan dia merasa lega melihat Allea tidur memeluk bibi
"Bi.. bibi" Max mencolek lengan bibi agar bangun
"Ahh.. tuan maaf semalam nyonya menangis mau tidur disini" ucap bibi segera bangun
"Gak apa apa, saya mau bawa dia" Max menggendong Allea untuk di pindahkan ke kamarnya
"Pagi.. " ucap Max saat Allea baru saja bangun
Allea tidak menjawab dia langsung bangun dan masuk ke dalam kamar mandi membanting pintunya, Max menghela nafas kasar sepertinya akan sulit membujuk Allea apalagi sekarang moodnya sangat sensitif
Allea tidak mau bicara bahkan enggan makan satu meja dengan Max, Allea lebih memilih makan di dapur bersama bibi meskipun bibi sudah melarang
"Sayang aku pergi dulu ya" ucap Max
Saat hendak menciumnya Allea menghindar sama sekali tidak mau di sentuh Max
"Sayang.. maafin aku, aku gak bermaksud... "
"Bi nanti masakin opor ayam ya" Allea menyela pembicaraan dan beralih menatap bibi, Max pergi tanpa berkata kata
Jangan lupa like komen dan vote ya
Kasih othor kembang tujuh rupa 🌹🌷🌹🌷🌹🌷