My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Di kejar anjing



Hari hari berlalu kehidupan Allea berkecukupan dan bahagia sekarang meskipun Cindy dan ibu tirinya tidak pernah libur mengerjainya di rumah, seperti sekarang saat Allea sedang lari pagi di taman Cindy mengikutinya


Cindy menyewa seekor anjing yang akan dia gunakan untuk mengerjai Allea, Cindy bersembunyi di semak semak mengintip apa yang sedang di lakukan Allea


Allea terlihat sedang duduk meminum sebotol air mineral lalu kembali melanjutkan lari paginya, saat keadaan sepi Cindy melepaskan anjing itu. mendengar suara gonggongan anjing Allea menoleh


Betapa terkejutnya dia melihat seekor anjing berlari kearahnya, Allea berlari sekuat tenaga menghindari anjing yang terus mengejarnya


"Hus.. Hus.. pergi " pekiknya


Bukannya pergi anjing itu malah semakin menggonggong, Allea berlari tanpa memperhatikan jalan karena terus melihat anjing di belakangnya sampai dia terjatuh karena menabrak seseorang di hadapannya


Tanpa basa basi Allea melompat ke tubuh orang itu menempel bagai koala di pohon karena anjing itu menggonggong di bawahnya


Orang itu mengambil sebuah ranting dan mengetuk ngetuknya di tanah lalu melemparkan ranting itu sejauh mungkin, Anjing berlari mengejar ranting tersebut namun Allea masih ketakutan memeluk leher orang itu dan membenamkan wajahnya serta mengaitkan kedua kakinya ke tubuh orang itu


"Apa takut setengah mati? " ledeknya


"Takut, cuma gak sampe mati juga" Jawab Allea masih di posisi yang sama


"Apa lo gak malu? orang orang liatin kita" Allea langsung mengangkat kepalanya melihat sekeliling orang orang sedang saling berbisik


Allea segera turun dia menunduk malu dengan bibir mengerucut, Orang itu tersenyum menggandeng tangan Allea pergi dari sana


"Thanks Max" lirihnya masih menunduk malu


"Iya" singkat Max


"Lo selalu jadi penolong gue apa lo malaikat yang di kirim Tuhan buat gue? " Celetuk Allea


"Mungkin, lo udah gak marahkan sama gue? " tanya Max seraya membawa Allea duduk di bangku taman


"Kenapa gue harus marah? gue bukan siapa siapa lo Max dan kenapa juga lo harus merasa bersalah? " cicit Allea


"Iya juga sih, gue cuma gak enak aja lo menghindar dari gue seminggu ini bahkan gue ke rumah lo tapi bibi bilang lo gak ada padahal lo ngintip di jendela kamar"


"Dari mana dia tau" batin Allea


"Lo nyuruh bibi boong kan? " tanya Max membuyarkan lamunan Allea


"Eng.. enggak kok gue.. gue beneran gak di rumah"


"Lo bukan pembohong yang handal" ucap Max seraya menunjuk nunjuk pelan kening Allea


"Gimana enak coklat dari Danendra? " tanya Max saat Allea hanya diam


"Enak" singkatnya


Setelah mengatakan itu Max diam tidak bicara lagi Allea menoleh Kesamping dimana sekarang Max sedang menyandarkan punggungnya memandang lurus kedepan


"Kok gak nanya lagi? " pertanyaan konyol yang keluar dari mulut Allea


"Lo mau di tanya apa lagi? " Max balik bertanya


" Gak tau" jawab Allea seraya menggeleng dengan wajah kebingungan


"Gimana perasaan lo sama gue"


Deg


Jantung Allea seolah sedang melompat lompat keluar, jantungnya berdetak kencang namun Allea hanya melongo menatap wajah Max yang terlihat semakin tampan dengan tetesan keringat di wajahnya


******Klik******


Max menjentikan jari di hadapan wajah Allea yang malah bengong memandanginya, Allea terkesiap dia mengalihkan pandangannya kearah lain


"Gue cuma bercanda Allea, Jangan tegang gitu"


"Ah iya hha " Allea tertawa kecil namun sebenarnya hatinya sakit


"Gue duluan ya" ucap Allea pergi tanpa menunggu jawaban Max


"Hei tunggu" Max mengejar Allea


Allea tidak mendengarkan Max dia meneruskan jalannya, Max berhasil menyusul Allea dan berjalan di sampingnya saat Allea menoleh ke arah Max tiba tiba kakinya tersandung


"Lo gak apa apa? " tanya Max duduk di hadapan Allea


"Gak" Ucap Allea sambil meringis


"Bisa jalan gak? "


"Bisa bisa" baru saja berdiri Allea kembali jatuh dia tidak mengatakan pada Max bahwa pergelangan kakinya sakit


"Lo gak apa apa? " tanya Max melihat wajah Allea meringis menahan kesakitan


"Gak, cuma kaki gue sakit sedikit" Max kemudian menggulung ujung celana Allea ternyata pergelangan kakinya memerah


"Naik" Max memposisikan punggungnya ke arah Allea


Mau tidak mau akhirnya Allea naik, Max menggendong Allea sampai kerumahnya karena lokasi taman tidak jauh dari rumah Allea, Max sengaja pergi ke taman itu agar bertemu Allea


"Kenapa ini? " Tanya Gibran panik


"Allea tadi di kejar anjing yah"


"Tapi kamu gak apa apa kan? "


"Kayaknya kakinya terkilir deh om" ucap Max


"Makasih ya kamu udah anter Allea pulang"


"Sama sama om, kalo gitu saya permisi dulu"


"Gak mau mampir dulu? "


"Gak usah Om makasih, saya harus urus Oma di rumah"


"Ya sudah hati hati di jalan, salam sama Omanya ya"


"Baik om, saya permisi"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di sebuah cafe Danendra baru saja selesai makan bersama teman temannya Danendra tidak sengaja menabrak seseorang hingga barang belanjaannya berantakan


"Maaf" ucap Danendra seraya membantu memunguti belanjaannya


Selvi menatap wajah Danendra yang sedang membantunya dengan mata berkaca kaca, Danendra memberikan paper bag ke hadapan Selvi


"Sekali lagi saya minta maaf, loh tante kan mamanya Max? " ucap Danendra


Tanpa menjawab Selvi pergi dari hadapan Danendra, di dalam mobil Selvi benar benar merasa sesak di hatinya dia menangis membenamkan wajahnya di lipatan tangannya di atas kemudi


"Bagaimana pun dia anakku" gumamnya disela isak tangisnya


Selvi melihat Danendra yang melewati mobilnya Selvi segera turun menyusul Danendra yang sedang membuka pintu mobilnya, tanpa basa basi Selvi memeluk tubuh Danendra dari belakang membuat tubuh Danendra tersentak


"Hei apa yang kau lakukan? " pekik Danendra melepas tangan Selvi dan berbalik


"Maaf, aku hanya merindukan anakku"


"Kenapa tidak menemuinya saja? kamu seorang ibu yang buruk, kamu menghancurkan perasaan Max begitu dalam" ucap Danendra membuat hati Selvi semakin sakit


Bisa di bayangkan akan seperti apa Danendra saat dia tahu bahwa ibu yang buruk itu adalah ibunya, Danendra langsung masuk ke dalam mobilnya lalu membuka sedikit kaca mobilnya


"Beri kasih sayang pada Max agar bunda tidak terlalu perhatian padanya karena rasa kasihan" ucap Danendra sebelum pergi


Selvi menatap nanar kepergian mobil Danendra dia jatuh duduk di bawah dia benar benar merasa lemah saat ini, dia terisak punggungnya terlihat bergetar karena rasa sesak yang dia rasakan


"Bagaimana kalo kamu tahu ibu yang buruk ini adalah ibu kandungmu, akan sebenci apa dirimuu padaku" ucap Selvi


"Aku menyesal melakukan semua ini, aku menyesal mengikuti egoku, aku menyesal" Isaknya


"Gila aja dia main peluk peluk gue" gumam Danendra


"Kenapa dia bilang kangen anaknya sementara dia begitu kejam meninggalkan Max dari kecil, gue gak bisa bayangin kalo itu ibu gue" lanjutnya