
"Nih..." Bisma meletakkan kantong plastik di ranjang dekat Celine
Celine memeriksa kantong tersebut dan mengeluarkan isinya, Celine cukup terkejut ternyata Bisma bisa tepat membeli keperluannya
Pembalut siang dan malam, jamu pereda nyeri juga di tambah beberapa coklat, Celine melirik Bisma yang berdiri di ujung Ranjang
"Kenapa? ada yang kurang? " tanya Bisma
"Hmm.. gue semakin yakin lo playboy kelas kakap" cibir Celine
"Terimakasih atas sanjungan nya" jawab Bisma
Bisma meletakkan sebuah kartu di dekat kaki Celine, tangan Celine terulur mengambil kartu tersebut
"Apa nih? " tanya Celine
"Black card... anggap aja nafkah dari gue buat lo, gue lupa belom kasih"
"Lo serius? lo percaya gue pegang ini? " tanya Celine
"Kenapa enggak? lo bisa pake semaunya lo aja"
"Lo gak lagi nyogok gue kan? " Celine menjadi curiga tiba-tiba Bisma memberinya black card
"Emang kenapa? wajar dong nyogok istri sendiri" Bisma melompat ke tempat tidur memeluk kaki Celine yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang
Bisma meletakkan kepalanya di pangkuan Celine seraya memeluk kakinya, Celine mendorong kepala Bisma agar menjauh darinya
"Pergi gak... geli iihh" Celine geli sendiri melihat tingkah Bisma
"Kenapa lo gak percaya sama gue? gue bener-bener sayang sama lo" Bisma duduk berhadapan dengan Celine
"Kalo ini cuma buat bujuk gue, sorry.. gue gak bisa Terima" Celine meletakkan kartu itu di telapak tangan Bisma
"Lagian gue punya gaji, gue bisa biayain hidup gue sendiri.. gue gak mau semakin banyak hutang budi sama keluarga lo" lanjut Celine
Bisma menubruk tubuh Celine hingga terjungkal kebelakang, Bisma mengukungnya seraya menahan kedua tangannya erat
"Lo mau ngapain sih? minggir gak? " pekik Celine
"Apa gue harus hamilin lo dulu? " Celine membulatkan matanya dengan mulut menganga
"Jangan gila ya lo.. pergi gak? pergi.. lepasin gue" teriak Celine
Bisma mencium telinga Celine juga pipi dan lehernya membuat Celine menegang seketika, mulutnya terasa kelu semua yang ingin dia ucapkan tertahan di kerongkongannya
"Apa ini? perasaan menjijikkan apa ini? " batin Celine
"Gue mau ngomong sesuatu sama lo.. Apa lo akan percaya? " Wajah Bisma begitu dekat dengan Celine
Celine hanya diam dengan mulut sedikit terbuka menatap wajah Bisma seperti orang bodoh, Bisma menempelkan bibirnya dengan bibir Celine
Kini Celine seperti tersihir dia malah menutup matanya ketika benda kenyal itu menempel membuat Bisma lebih mudah memperdalam ciumannya, Nafas Bisma terdengar berat mengecup telinga dan leher Celine
"Udah dulu nanti kebablasan" Bisma bangun dari atas tubuh Celine dan beralih tidur disampingnya, Wajah Celine begitu memerah menahan malu dia berbalik memunggungi Bisma
"Kenapa harus malu? gue tau itu bukan ciuman pertama buat lo" Ucap Bisma ketika memeluk Celine
"Tau ahh.. diem deh berisik"
"Jadi mau dengerin gak? " Bisma menyembunyikan wajahnya di tengkuk Celine
"Ya udah ngomong aja, terlepas dari percaya tau enggaknya gimana nanti aja"
"Wangi banget sih" Bisma menciumi tengkuk Celine
"Geli.. modus ahh.. pergi sana" Celine melepas pelukan Bisma
"Iya.. enggak.. Ngadep sini" Bisma menarik tubuh Celine agar berbalik menghadapnya
"Lo tau? gue gak pernah sembarangan tidur sama cewek, gue juga gak pernah maksa cewek " Celine mencebikkan bibirnya menatap Bisma penuh curiga
"Sumpah.. dan satu satunya cewek virgin yang tidur sama gue itu mantan gue waktu SMA, itu pertama kalinya buat kita berdua" lanjut Bisma
"Terus selain dia? "
"Mereka yang mau" Jawab Bisma
"Lo juga mau kan? lo gak mikir gitu gimana kalo misalnya orang yang lo sayang yang di perlakukan seperti itu? di pake abis bosen di tinggalin, meskipun lo bukan yang pertama buat mereka tapi pasti mereka udah merasa lo orang terakhir yang ngelakuin itu sama mereka dan mereka pasti mengharapkan keseriusan lo"
"Tapi gimana sama cewek yang jemput lo di bandara? dia nangis nangis waktu ketemu gue dan bilang lo renggut kesucian dia setelah itu lo ninggalin dia"
"Itu bohong.. gue ceritain yang sebenarnya" Bisma semakin mengeratkan pelukannya
"Gak usah terlalu nempel juga, geser dikit" Celine menahan dada Bisma
"Udah diem... jadi dia bukan mantan gue, waktu itu gue sama temen temen gue lagi party di club terus mabuk berat, Dia bawa gue ke kamar yang udah dia booking dan terjadilah" Celine melepaskan tangan Bisma dari tubuhnya
"Kenapa? " Tanya Bisma ketika Celine menjauh
"Jijik.. lo bekas orang, ngebayangin lo sama mereka aja bikin gue jijik"
"Tapi tadi lo nyicip" celetuk Bisma
"Gue nyesel benaran" Celine mengusap kasar bibirnya dengan punggung tangan
"Jadi lo gak bisa Terima gue? Lo mempermasalahkan masalalu gue? " Bisma menarik tangan Celine
"Hei... lo ngapain? lepasin sakit Bisma" Celine berusaha menarik tangannya yang di cengkram Bisma
"Gimana caranya biar lo bisa Terima gue? Gue udah berusaha baik sama lo, gue udah berusaha jujur sama lo tapi tetep aja lo gak bisa Terima gue"
"Bisma sakit.. lo kerasukan setan apa sih? " Bisma menekan tubuh Celine menciumi tubuhnya
"Bisma lo pembohong.. lo bilang gak pernah maksa cewek.. Bisma sadar" pekik Celine ketika Bisma semakin menggila
"Bajingan lepasin... gue gak mau"
"Bisma gue lagi datang bulan.. lo gak bisa ngapa ngapain gue.. Bismaaaaa" Celine berteriak ketika tangan Bisma menyelinap ke bawah
"Kalo lo gak bisa Terima gue, gue terpaksa harus kasih lo anak biar lo gak bisa pergi dari gue" ucap Bisma lalu pergi
Celine menangis ketakutan hampir saja Bisma kehilangan kendali, Saat makan malam Celine tidak keluar dari kamar Bisma juga memarahi siapapun yang berhadapan dengannya membuat bibi kebingungan
Celine pindah ke kamar tamu ketika Bisma sedang makan malam, dia benar-benar takut melihat Bisma yang seperti binatang buas mencabik mangsanya
"Gue takut... " Celine tidak bisa menutup matanya karena takut dengan Bisma
Bagaimana hubungan mereka bisa lebih baik jika Bisma malah membuat Celine ketakutan, Bisma kesal kenapa saat dia benar-benar menyayangi seorang wanita untuk mendapatkannya saja sangat sulit padahal dia sudah menikah
"Dia pasti ketakutan... bego.. bego.. bego.. kenapa gue malah bikin dia takut, Hubungan bukan lebih baik malah makin jauh" Bisma menggerutu, memaki dirinya sendiri
Celine mendengar langkah kaki di luar kamar tamu dia segera mengendap ke belakang pintu untuk menahan pintunya walaupun sudah dia kunci, gagang pintu di putar lalu seseorang mengetuk pintu
"Nyonya... ini saya.. nyonya belum makan saya buatkan sup " ucap bibi
"Ohh.. bibi " Gumam Celine
Celine membukakan pintu untuk mengambil makan malamnya, Saat pintu terbuka bibi mengulurkan nampan berisi makanan dan air
Tiba tiba saja Bisma muncul dari balik tembok di samping pintu membuat Celine terkejut, Celine terburu mengambil makanannya hingga sup panas tumpah di tangannya
"Awww... "
"Nyonya.. " Bibi panik melihat tangan Celine langsung memerah
"Kenapa ceroboh banget sih? " Bisma meraih tangan Celine namun di tepis olehnya
"Gak apa apa kok.. gak sakit" Celine menarik tangannya hendak menutup pintu
"Tangan lo harus di obatin dulu" Bisma menahan pintunya dengan kaki
"Gak apa apa.. ini gak sakit kok, gue udah ngantuk" Bisma membuka paksa pintu tersebut dan menarik tangan Celine keluar
"Jadi ini gak sakit? " Bisma menekan lukanya dengan ibu jari
"Akkhh.. sakit " pekik Celine
"Jangan sok kuat" Bisma membantu mengobati luka Celine juga menyuapi nya makan
"Soal tadi.. gue.. gue.. minta maaf" ucap Bisma
"Gak apa apa, gak usah di bahas" lirih Celine
"Tapi sumpah Celine buat gue pernikahan ini serius, gue sayang sama lo"
"Gue ngantuk.. duluan ya" Celine masuk dan mengunci pintu kamarnya tidak ingin mendengar ucapan Bisma lagi