My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Ketahuan Millie



"Saya bawa sampelnya sekarang, saya tidak mau tahu hasilnya harus selesai dalam 24 jam bagaimana pun caranya" Arabella mendengarkan pembicaraan Max yang sedang menelpon di ruang kerjanya, Ketika terdengar langkah kaki mendekat dia segera bersembunyi


"Hasilnya akan sesuai keinginan gue dan lo gak akan bisa berkutik lagi" gumam Arabella


"Sayang aku gak bisa sarapan sama kalian pagi ini aku ada pertemuan penting" ucap Max seraya memberikan dasi untuk di pasangkan Allea


"Hmm.. hati hati" Allea menjawabnya dengan dingin seraya memasangkan dasi ke leher Max


"Kamu cemberut terus.. senyum dong" Max memeluk pinggang Allea


"Kamu sembunyiin sesuatu dari aku? " Allea menatap lekat mata Max


"Sayang sebenarnya ada sesuatu tapi aku ceritakan nanti, aku lagi cari kebenarannya dulu" Max menjawab dengan ragu ragu


"Sesuatu tentang Arabella? " Max tidak menjawab akhirnya Allea melepaskan pelukan Max dan pergi


"Gimana aku mau jelasin kalo aku juga gak yakin" gumam Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku udah cari tahu dan memang Arabella gak punya suami, anak itu lahir tanpa ayah" Ucap Dito


"Kamu cari tahu? " Gita tidak menyangka jika suaminya ikut mencari tahu tentang Arabella karena istrinya tidak pernah diam saat bersamanya selalu membahas Arabella


"Kan kamu penasaran.. kuping aku sampe panas tiap hari kamu omongin itu mulu"


"Terus? dia beneran gak punya rumah? " Gita semakin penasaran


"Ya gak tau, aku taunya keluarga dia emang udah gak peduliin dia gitu "


"Aku khawatir dia tinggal sama Allea" lirih Gita


"Kenapa? "


"Dia kan mantannya Max ya takut aja gitu dia tiba tiba punya pemikiran buat balikan sama Max dan hancurin rumah tangga Allea"


"Astaga.. kamu mikirin rumah tangga orang lain, jangan suudzon"


"Gak suudzon cuma takut aja Allea, kasihan Allea selama ini hidupnya udah banyak menderita"


"Itu sama aja, yang namanya berprasangka buruk sama orang itu suudzon" Gita melirik suaminya


"Ehh.. iya juga" Gita jadi nyengir sendiri


''Kamu gak takut kalo suami kamu sendiri di godain cewek lain? " goda Dito


''Enggaklah, dari dulu aja kamu jomblo ngapain harus takut di ambil cewek lain"


"Kalo aku deket sama cewek lain gimana? " mendengar itu sontak saja Gita meliriknya dengan tatapan maut


"Burung lo gue remes remes abis itu gue balurin cabe terus gue potong potong" Jawaban Gita sukses membuat Dito jadi ngilu memegangi juniornya


"Ngapain di pegang pegang? coba aja lo selingkuh gue bejek bejek lo"


"Ampun yang cuma becanda, aku pergi ke kantor dulu yak" Dito perlahan berdiri mengecup kening Gita lalu berbalik hendak pergi


Gita yang masih kesal masih menggerutu panjang kali lebar mengikuti langkah Dito sampai ke mobil, ketika hendak masuk ke mobil Gita menarik tas dari tangan Dito


"Mau kemana huh? "


"Yang ampun.. sumpah aku cuma becanda" Gita memukul b*k*ng Dito membuatnya saling mengejar di dalam kamar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mami kenapa bilang ibu jahat? dia baik, dia sayang aku" celoteh Lili saat berada di kamar dengan ibunya


"Karena dia sudah merebut papi dari kita, kamu gak punya papi karena dia"


"Tapi kenapa ibu gak malah waktu aku bangunin, ibu gak malah waktu aku muntah"


"Itu cuma pura pura, kita harus bisa bertahan disini supaya bisa rebut papi lagi"


Seseorang mengintip di balik pintu kamar Arabella yang sedikit terbuka setelah melihat bayangan Arabella dia dengan cepat bersembunyi, Arabella terlihat membawa minyak di tangannya lalu di tuang di tengah tangga


Ketika Allea berjalan di atas tangga dia hendak berteriak namun Lili lebih dulu berlari menghampiri Allea ke atas, di tengah tengah tangga tiba tiba saja Lili terpeleset dan Jatuh berguling ke bawah


"Lili.." pekik Allea dia segera berlari ke arah Lili namun kilatan minyak terlihat di lantai tangga membuatnya berjalan hati hati


Millie yang mengintip pun segera berlari menghampiri Lili sementara Allea masih berjalan pelan menapaki anak tangga, Millie menekuk lututnya melihat darah yang keluar dari kepala Lili


"Jangan bilang mami yang jahat sama ibu" kata kata terakhir yang di bisikkan Lili sebelum akhirnya dia tak sadarkan diri


"Lili.. bangun sayang.. Lili" Allea memangku kepala Lili tangannya di penuhi darah


"Arabella.. Arabella.. Lili jatuh" teriak Allea


"Lili.. Lili.. kenapa sayang, kenapa anak gue bisa jatuh? " teriak Arabella sambil menangis


"Gue gak tau kenapa di tangga banyak minyak dia lari dan jatuh" Allea menjelaskan


"Gak ada waktu lagi kita harus bawa ke rumah sakit" Lanjut Allea mengangkat tubuh Lili


"Bi bersihkan minyak di tangga sampai bersih jangan samapai anak anak terpeleset lagi" ucap Allea ketika berpapasan dengan bibi


Suster berlari kearah Millie yang mematung memandang ibunya yang membawa Lili keluar, Millie di bawa ke kamar karena sepertinya dia syok


"Lili sengaja jatuh buat lindungi mama, aku bilang gak ya maminya udah jahat" batin Millie


Anak itu bingung harus mengatakannya atau tidak karena Lili sudah menyelamatkan ibunya sampai di bawa kerumah sakit, suster melihat keanehan di matanya saat melihat Millie tidak biasanya melamun dan murung


"Kenapa? ada masalah? " tanya suster seraya mengangkat tubuh Millie ke pangkuannya


"Aku lagi bingung" suster terkekeh memeluk Millie


"Apa yang membuat seorang anak kecil bingung? kamu tinggal makan, papa kamu banyak uang, mama papa sayang kamu ada suster juga banyak saudara apalagi yang membuat gadis cantik ini bingung? " suster berkata sambil terkekeh mendengar keluhan putri Allea ini


"Kenapa suster ketawa? apa suster gak pernah bingung? " pertanyaannya sukses membuat suster berpikir keras sebenarnya apa yang membuat gadis kecil ini begitu galau


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sesampainya di rumah sakit Allea dan Arabella menunggu di luar ketika Lili sedang di tangani, Arabella terkesan tenang sementara malah Allea yang mondar-mandir tidak karuan


"Kenapa lo kelihatan tenang? anak lo di dalem terluka" ucap Allea


"Apa gue harus kayak orang bodoh mondar-mandir gak jelas? dia juga udah di tangani dokter tenang aja"


"Lo sesantai itu? " Allea menggelengkan kepalanya


Handphone Allea berdering dia menjauh untuk menjawab teleponnya, saat Allea menerima panggilan dokter baru saja keluar dan memberitahu bahwa Lili sudah sadar


"Kenapa malah kamu yang jatuh? kamu sengaja kan menggagalkan rencanq mami? " ucap Arabella pada Lili


Lili hanya diam dengan air mata mengalir di sudut matanya bahkan dia tidak berani mengeluarkan suara tangisan karena Arabella akan langsung memarahinya


"Aku cuma gak mau ibu Baik terluka" batin Lili


"Lili gimana keadaannya? " tanya Allea yang tiba tiba masuk


"Lili kenapa nangis? ada yang sakit nak? " tanya Allea


Melihat keberadaan Allea barulah Lili menangis dia rasa Allea tidak akan memarahinya, benar saja disaat Lili menangis wajah Arabella sudah memendam kekesalan dia tidak suka melihat anaknya lemah


Sementara Allea dia membujuk Lili agar diam mengusap tangannya lembut


"Sstt.. jangan nangis, Lili harus cepet sembuh kalo banyak nangis nanti lukanya tambah sakit" ucap Allea lembut


"Lili mau papi disini"


"Iya.. nanti papi kesini jangan nangis ya" Allea mengusap air mata Lili