
Sesampainya di apartemen mereka takjub dengan apartemen Max yang rapih dan bersih, Max membawakan cemilan dan minuman untuk mereka
"Jangan sentuh apapun" ucap Max pada sandro yang hendak menyentuh miniatur mobil di dekat tv
"Oke oke" Sandro kembali duduk
"Ini materi gue kalian tinggal tambah atau kalo ada salah revisi aja" ucap Max lalu pergi sepertinya dia di telpon seseorang
"Lah tuan rumah pergi terus kita gimana dong" ucap Gita
"Lagian si Max Kaku banget anjim kayak kanebo kering" ucap Desta
"Dia denger mampus lo" ucap Dito
"Toilet dimana ya?" tanya Gita
"Dikamar Max yang di dapur belum di benerin" jawab Allea refleks
Kelima orang disana saling pandang bagaimana Allea bisa tau bahkan tentang toilet di apartemen Max
"Kok Lo tau?" tanya Gita penasaran
Allea sontak langsung mematung dia mencari Jawaban yang pas untuk pertanyaan Gita
"Ahh haha ya tadi dia kasih tau kalo Ada yang mau ke toilet yang ada di kamar, iya gitu" Allea tertawa canggung
"Ohh... gue ke toilet bentar"
Di kamar mandi selesai buang air Gita bercermin sebentar tangannya menyenggol sesuatu dan jatuh ke kolong wastafel, karena takut max marah Gita segera mencarinya dia melihat hanya terlihat peniti ternyata saat di ambil itu adalah pin nama
"Haahh pin Allea?" Gita menggaruk kepalanya
"Le ini pin nama Lo?" tanya Gita
"Kok ada sama Lo" Allea mengambilnya
"Gue nemuin di bawah wastafel kamar mandi " Allea kembali di buat mematung membulatkan matanya
"Hayoo Lo pernah kesini ya?" goda Gita
"Ee.. eng.. gak ini hilang mungkin Max yang nemuin dan di bawa kesini" Gita hanya bilang O dengan membulatkan mulutnya
Max sudah kembali dari luar dia kembali bergabung dengan Allea dan teman temannya seperti biasa, Max lebih banyak diam dan bicara seperlunya saja
Gita melirik Max dan Allea bergiliran
"Kenapa?" tanya Max membuat Gita terkejut
"Apa?" tanya Gita pura pura tidak tau
"Gak" singkat Max melanjutkan membaca bukunya
Tok tok tok
Pintu apartemen di ketuk dengan malas Max membukanya, muncul sosok wanita paruh baya dengan tampilan yang elegan dan masih terlihat cantik awet muda
"Oma ngapain kesini?" tanya Max
"Kamu udah berapa hari gak pulang, Oma khawatir tau gak" Oma memukul Bahu Max
"Oma aku kan udah pernah bilang kalo aku gak di apartemen paling di bengkel"
"Suara siapa itu? kamu bawa perempuan?" tanya Oma
Allea memanggil Max untuk meminjam laptopnya
saat dia menghampiri Max ternyata Max sedang mengobrol dengan wanita paruh baya
"Siapa ini Max?" tanya Oma dengan nada marah
"Ini temen sekolah Oma , kami sedang kerja kelompok" Max menuntun Omanya masuk
"Saya Allea Oma" Allea menyalami tangan Oma
"Saya Omanya Max, mana teman teman yang lain?" tanya Oma sedikit ragu jika Max benar benar sedang kerja kelompok
"Di dalam Oma" Allea Oma dan Max masuk menghampiri Gita dan temannya
"Oohh silahkan lanjutkan, Oma akan beristirahat di kamar kamu" Oma langsung pergi ke kamar
"Maaaxx?" tiba tiba Oma berteriak Max segera menghampirinya
"Kenapa kamar kamu jadi kosong begini kemana barang barangmu?" Barang barang Max pecah semua karena Allea hingga di kamarnya hanya ada ranjang lemari dan sofa
"Sekarang aku lebih suka begini Oma, lagian tv juga ada di ruangan tengah jadi aku jual saja" Max berbohong
"Oma sama cucunya sama sama Kaku" ucap Dito menggeleng
.
.
"Bajingan kamu bajingan" teriaknya melempar semua barang di dekatnya
"Selvi ada apa ini" seorang pria datang memenangkannya
"Kenapa aku.. aku yang harus menanggung semuanya, kenapa dia memilih istrinya" wanita bernama Selvi itu menangis di pelukannya
"Aku sudah katakan dari awal kamu gak pernah mau dengar"
"Tapi aku mencintainya dia pun begitu tapi kenapa dia meninggalkanku dan memilih istrinya" lirihnya
"Itu tandanya dia gak benar benar cinta sama kamu dia cuma buat kamu sebagai pelampiasan aja" lelaki itu terus mengusap kepala Selvi yang berada dalam dekapannya
"Makasih Je selalu ada buat aku" ucap Selvi
'Seandainya kamu mau menerima aku dan melupakan lelaki itu tentu aku akan bahagiain kamu sel' batin Jeremy
.
.
"Akhirnya selesai juga" Gita meregangkan ototnya
"Le kita mau pulang Lo ikut gak?" ajak Dito
"Gak deh gue harus ke rumah Cindy dulu kayaknya nenek gue masih sakit" Jawab Allea
"Kalian duluan aja biar dia gue yang anter" ucap Max tanpa memandang mereka
Ketika di dalam mobil Gita kembali teringat kejadian tadi saat dia menemukan pin nama Allea di toilet
"Guys" panggil Gita membuat temannya menoleh
"Kalian tau gak tadi gue nemu pin nama Allea di toilet Max"
"Apaaa?" ucap mereka serempak
"Serius waktu gue tanya dia kayak gelagapan gitu, dia juga tau letak toilet dan kerusakannya pula"
"Kira kira mereka punya hubungan apa ya?" lanjut Gita
"Kepo Lo, biarin aja lah bukannya bagus Allea bisa ngendaliin Max siapa tau lambat laun dia jadi kayak dulu lagi" ucap Bagas
"Iya sih tapi kasian Allea nya kalo harus ngadepin kemarahan Max terus, mana kaku banget lagi"
"Cewek emang bener bener biangnya gosip" celetuk Dito sambil mengemudi sontak Gita menendang kursi yang di duduki Dito dengan wajah cemberut
"Oma saya pamit pulang" Allea menyalami Oma Max
"Iya hati hati" ucap Oma sikapnya sama seperti Max dingin dan datar
Di jalan Allea sepertinya kedinginan dia memeluk dirinya sendiri mengusap usap bagian lengannya, Max yang melihat itu menarik tangan Allea untuk memeluknya dan memasukan tangan Allea ke saku depan Hoodie nya
"Gue boleh nanya?" ucap Allea meletakkan kepalanya di bahu Max
"Silahkan"
"Kenapa Lo gak berbaur sama temen yang lain?" tanya Allea tiba tiba Max menghentikan motornya
Allea sudah ketakutan dia kira Max akan marah dengan pertanyaan Allea Max turun melepaskan helmnya
"Lo mau tetep disitu atau turun? ucap Max dingin
"Sorry.... Jangan turunin gue disini ini masih jauh" lirih allea
"Siapa juga yang mau nurunin Lo gue cuma mau makan" ucap Max
Allea dan Max makan bakso di pinggir jalan dengan hanya beralaskan karpet, Max sudah menyuap baksonya sementara Allea tidak jadi menyuap baksonya
"Kenapa? gak biasa makan di pinggir jalan?" tanya Max
"Bukan" jawab Allea sambil menunduk
"Terus?"
"Bakso kita ketuker ini ada seledrinya" ucap Allea
"Ini udah gue makan, makan aja itu" ucap Max
"Atau mau pesen lagi?" tanya Max
"Gak, sayang mubazir buang buang makanan, kita tuker aja" ucap Allea ragu
"Serius?". Allea mengangguk
Allea mengambil mangkuk dari tangan Max dan menyodorkan bakso miliknya Max menggeleng mengambil mangkuk
"Ribet banget jadi cewek" gumam Max tapi masih bisa di dengar Allea dia memanyunkan bibirnya mendengar ucapan Max