
Allea terkulai di pelukan Jonathan di dalam mobil , Jonathan terus memandangi wajah Allea ada rasa bersalah namun dia tidak tahu harus berbuat bagaimana bayangan Yuki mengancamnya dengan nyata membuatnya tidak bisa berbuat banyak apa lagi sekarang anak buah di geng motornya membelot memihak Yuki
"Lo pasti tau kenapa mama sampai terluka? " ucap Yuki di dalam telepon
"Lo berani sentuh mama, lo bener bener gila Yuki lo tega sakitin mama cuma buat ngancam gue? "
"Gue juga akan suruh papa buat bikin bangkrut perusahaan mama kalo lo gak mau lakuin apa yang gue suruh, lo tau kan papa sayang banget sama gue? "
"Gue gak mau terlibat Yuki stop sakitin mama dia gak bersalah, mama juga sayang sama kita"
"Itu salah lo, kalo lo gak secepatnya bertindak gue akan buat mama luka lagi dan lakuin hal yang sama ke Allea jadi.. segera lakukan sesuatu" ucapnya lalu mematikan teleponnya
"Sial" teriak Jonathan frustasi
Di tengah rasa frustasinya dia melihat Max yang berjalan di Koridor rumah sakit dengan merangkul pundak Allea serta bercanda terkadang Max mendaratkan kecupan di pipi dan puncak kepala Allea
Amarahnya memuncak ketika melihat Max dia berpikir semua yang terjadi sumber masalahnya adalah Max, kalau saja Max tidak hadir di hidup Allea juga adik adiknya maka Allea dan mamanya tidak akan terluka
"Kalo Max gak bisa lindungin lo gue bisa Allea, gue akan bawa lo pergi jauh" gumam Jonathan
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Max sedang berada di kantor polisi melaporkan hilangnya Allea namun polisi mengatakan Allea hilang belum 24 jam jadi belum bisa di proses
Braaakk
"Apa harus menunggu korban mati baru kalian akan bertindak? " bentak Max menggebrak meja
"Apa begini sikap seorang mahasiswa? tidak punya sopan santun" cibir polisi, Max hendak kembali mengeluarkan emosinya namun Bisma menahannya
"Begini pak.. saya pernah melaporkan sebuah teror dan sekarang korban ini menghilang kuat dugaan korban menghilang karena di culik si peneror" ucap Bisma
"Tapi tetap saja ini belum 24 jam bisa saja nona ini pergi ke suatu tempat atau ke rumah kerabat"
"Percuma kita ada di sini" Max mengambil ranselnya kasar hingga kursinya terjatuh lalu pergi keluar, delapan pemuda yang selalu mengikutinya ikut keluar setelah berpamitan pada polisi
Max baru ingat dia melihat layar handphonenya dan melihat posisi dimana handphone Allea berada, matanya membulat dia segera menyimpan kembali handphonenya ke saku dan pergi dengan mobil Bisma
"Woi mobil gue" teriak Bisma akhirnya mereka mengikuti Max dengan satu mobil berisi 8 orang, berdesakan sudah pasti tapi harus bagaimana lagi mereka harus ikut membantunya
"Woi pelan pelan bego lo pikir di belakang bawa karung" teriak Sandro
"Kurang ajar lo sama senior berani ngatain" jawab Bisma, Max mengendarai mobilnya sangat kencang membuat mobil yang di kendarai Bisma sulit mengejarnya hingga kehilangan jejak
"Bangsat tuh orang kemana lagi perginya" umpat Bisma
"Gue pengen muntah woi" teriak orang orang yang ada di belakang
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea mengerjapkan matanya menatap sekeliling kedua tangan dan kakinya sulit di gerakan karena terikat di sebuah kursi, Ketakutannya bertambah saat pintu tiba tiba terbuka
"Makan dulu kamu belum makan udah siang"
"Kak Jo lepasin gue kak " lirih Allea
"Lo aman disini, gue bisa jaga lo disini kalo lo bersedia gue akan buka ikatan tangan lo" ucap Jonathan
"Gue punya suami kak dia pasti nyariin gue" suaranya gemetar dengan air mata yang terus mengalir
"Gue gak suka cewek yang gue suka nangis karena cowok lain, asal lo tahu Allea yang lo anggap suami lo adalah penyebab dari segalanya"
"Karena suami lo playboy Allea dia tebar pesona sama cewek lain dan cuma mempermainkan mereka"
"Itu gak bener"
"Jangan sebut dia lagi disini, sekarang makan" Jonatan mengangkat satu sendok makanan ke mulut Alllea
"Gak.. gue gak terbiasa makan pake tangan orang lain" Allea memalingkan wajahnya
"Kalo gitu.. jangan kelaparan" ucap Jonathan seraya bangun dari duduknya meletakkan makanan Alllea di bawah
"Jonatan jangan keterlaluan, lo akan menyesal seumur hidup kalo anak yang ada di kandungan gue kenapa napa" teriak Allea kini tanpa embel embel kakak lagi
Jonatan menghentikan langkahnya di kembali berbalik lalu melepaskan satu ikatan di tangan Allea tanpa bicara sepatah kata pun, Allea mulai memakan makanannya sementara Jonathan mengawasinya tepat di hadapannya
"Siapa yang neror gue? apa itu lo? " tanya Allea
"Bukan, gue cuma mau selamatkan lo dari dia" jawab Jonathan
"Jangan bohong"
"Gue sama sekali gak bohong''
" Kalo gitu kasih tau gue siapa orangnya, atau kalo lo tau siapa orang itu kenapa lo malah diam? " Jonathan tampak diam dia mencengkram erat pegangan kursi
"Karena gue gak berdaya, dia ngancam nyokap gue dan itu benar benar terjadi nyokap gue nyaris mati" ucap Jonathan
"Gue terpaksa bawa lo kesini supaya bisa selamatkan kalian berdua, tolong jangan pergi dari sini atau lo sama nyokap gue akan jadi sasarannya lagi"
"Dia cuma mau Max, dia mau lo jauh dari kehidupannya jadi tolong jangan kembali sama dia" lanjut Jonathan
"Itu konyol.. apa dengan gue jauh dari Max dia bisa mendapatkan Max? tidak semudah itu, gue ketemu dia hatinya udah mati dan gue bersusah payah kembali menghidupkannya apa menurut lo dia akan dengan mudah menerima orang lain? gue rasa enggak karena dia amat sangat menjaga jarak dengan cewek selain gue dan ibunya" jawab Allea
"Gue gak mau tahu tentang apapun yang jelas gue cuma mau jagain lo sama nyokap gue, jadi gue harap lo ngerti kalo lo masih mau selamat"
"Bilang sama gue siapa orangnya? "
"Lo gak perlu tahu, yang lo harus peduliin sekarang bagaimana lo bisa melahirkan anak anak lo dengan selamat" ucap Jonathan
"Anak anak gue butuh ayah mereka lo pikir gue kucing bisa sembarangan melahirkan anak anak tanpa tahu ayah mereka? "
"Gue akan jadi ayah mereka, gue akan memperlakukan mereka dengan baik" jawab Jonathan
"Jangan mimpi... sekali lagi gue bukan kucing yang bisa sembarangan ganti pasangan"
Jonathan mendengar suara keributan di luar dia segera mengikat tangan Allea kembali serta menutup mulutnya, Allea juga mendengar hal yang sama dia berteriak namun suaranya tidak bisa keluar
"Sayang kamu dimana? " teriak Max ketika membuka pintu ruangan tersebut
"Sayang kamu gak apa apa? " Allea memberi kode agar Max tidak masuk namun sepertinya dia tidak mengerti
Max masuk memeluk Allea serta membuka penutup mulutnya dan juga tali yang mengikat tangannya, Baru satu tangan terlepas ketika Allea baru berbicara Jonathan muncul
"Pergi dari sini ini jebakan"
Bugh
Jonathan memukul tengkuk Max dengan kayu
"Max" teriak Allea