My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Celine terluka



"Yang bener kamu liat? "


"Iya.. aku liat sendiri tuan Bisma beli makanan terus di taruh di meja Celine"


"Manis banget ya"


"Heem.. please gue jadi meleyot ini"


"Mau yang kaya gitu satu aja Tuhan"


"Celine tau gak ya? "


"Kayaknya enggak deh, soalnya gue dengar dia nanya sama OB itu makanan dari siapa"


Celine yang kebetulan hendak pulang mendengar para staf wanita bergosip sebelum pulang, Celine menghentikan langkahnya untuk mendengarkan percakapan mereka


Setelah para staf wanita itu bubar Celine dengan langkah seribunya keluar dari kantor, baru saja keluar pintu seseorang sudah memanggilnya membuatnya menghentikan langkah dan memejamkan mata sebelum berbalik


"Celine tunggu" Celine berniat menghindari Habibie namun dia tetap bertemu dengannya


"Aku buru buru" ucap Celine, Habibie menarik tangan Celine


"Aku anter aja.. katanya buru buru ? " Habibie langsung membawa Celine ke mobilnya


Sepanjang perjalanan Celine hanya diam saja sementara Habibie terkadang meliriknya juga menggenggam tangan Celine, Sesampainya di depan gang seperti biasa mobil berhenti


"emm.. aku mau ngomong sesuatu" Celine memulai untuk bicara


"Apa? katakan?" Ucap Habibie menggenggam tangan Celine sambil menatap wajahnya


"Itu.. aku.. " Celine menarik tangannya


"Apa? "


"Tentang yang waktu itu kamu bilang mau deket sama aku, maaf aku gak bisa" Ucap Celine


"Kenapa? apa ada orang lain? "


"Enggak ada hubungannya sama orang lain, tapi aku ngerasa gak cocok aja sama kamu.. dan satu lagi, kita gak perlu sedekat itu harusnya kita bersikap selayaknya rekan kerja aja" Celine berkata dengan hati hati di setiap katanya


"Kenapa tiba-tiba kamu ngomong gitu? bukannya sebelumnya kita baik baik aja, apa aku punya salah sama kamu? "


"Enggak.. gak ada yang salah, aku cuma gak mau deket sama cowok manapun" Celine terlihat ragu saat mengatakannya


"Apa karena Bisma? kamu suka sama dia? "


"Enggak.. enggak.. aku beneran gak suka sama dia" Celine mengibaskan tangannya ke kiri dan ke kanan


"Aku dengar dia yang taruh makanan di meja kamu, kamu udah tau itu kan? Kamu suka sama dia karena itu? aku cuma mau bilang hati hati sama dia, dia suka bermain perempuan" Bisma sempat mendengar para staf wanita bergosip


"Kamu kenapa jelek jelekin Bisma? dia menurut aku baik bahkan dia gak pernah coba cium aku dan cari cari kesempatan saat berdua, dia memperlakukan aku dengan baik dan gak berani macem-macem waktu aku ketiduran di mobilnya malam malam" Celine menjadi marah saat Habibie membicarakan tentang Bisma


"Buktinya kamu udah masuk perangkap dia kan? kamu udah percaya sama dia"


"Kamu ini kenapa? harusnya kamu itu berkaca, nikahin ibu dari bayi itu dan berhenti mengumbar janji sama cewek lain, jangan menjelekkan orang lain kalo diri kamu sama aja sama dia" Celine keluar dengan kesal dan membanting pintu mobil dengan kencang


"Apa Arumi yang kasih tau dia? " batin Habibie


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tumben kamu pulang" Ibu kandung Bisma sangat jarang bertemu anaknya karena dia sudah mempunyai rumah sendiri juga apartemen


"Jangan gitu lah ma sama anak sendiri, giliran gak pulang di cariin" Ucap Bisma seraya mengambil buah yang di kupas ibunya


"Mama kayak udah gak punya anak aja, kamu anak satu satunya gak pernah jenguk mamanya sendiri"


"Aku sibuk ma.. lagi pula kan lebih enak berdua di rumah sama papa, siapa tau nanti aku punya adik" Bisma paling senang menggoda sang ibu


"Adik adik palamu penyok, Harusnya kamu yang kasih mama cucu"


"Cucu darimana pacar aja gak punya, Jangan berharap sama aku ma.. kayaknya aku gak bakal nikah dalam waktu dekat" Ibunya sontak saja melotot mendengar ucapan sang anak


"Mama sama papa udah tua, kamu mau mama mati gentayangan karena belum dapet cucu? "


"Mana ada yang kayak gitu, kalo mama cuma mau anak kecil ya tinggal adopsi aja gak perlu minta aku" ucap Bisma


"Dasar bocah tengik, Bukan itu yang mama mau.. selain cucu mama juga mau ketika mama meninggal nanti kamu ada yang ngurus, ada yang perhatiin, ada yang kasih cinta dan sayangnya sama kamu"


"Kan tinggal bayar orang buat ngurusin aku, gak perlu istri" Lagi lagi jawaban Bisma membuat sang ibu hampir mengeluarkan tanduknya


"Apa mama harus jodohin kamu sama anak temen mama biar kamu dapat pasangan? "


"Silahkan... tapi jangan harap aku pulang kesini lagi" Ucap Bisma dengan santainya


"Kamu udah gila, huh? lihat Max dia usianya di bawah kamu tapi udah punya istri dan anak bahkan anaknya udah banyak"


"Apa? kamu ngomong apa? "


"Apa sih ma.. tau ahh males banget pulang, dah lah aku balik lagi aja.. jaga kesehatan ma" Bisma mencium pipi ibunya lalu pergi


"Bisma.. tunggu.. Bismaaaaaaa" teriak sang ibu


"Ya ampun.. punya anak satu satunya udah biang masalah gak laku juga" lirih nya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Celine.. udah tau belum siapa yang taruh makanan di meja kamu? " seorang staf menghentikan langkah Celine


"Siapa? "


"Itu sodara tuan, masa gak tau" staf itu berbisik


"Kamu ada hubungan apa sama dia? " lanjutnya bertanya


"Hubungan? hubungan apa? "


"Jangan bohong deh, kamu pacaran ya? kita semua lihat kok kamu di gendong ke luar sama dia" Celine mengingat kapan Bisma menggendongnya


"Ohh.. kalian salah paham, aku gak punya hubungan apapun sama dia.. Dia cuma lagi kumat aja nyebelinnya"


"Celine ke ruangan saya sekarang" Max baru saja datang


"Selama pagi tuan" mereka bersamaan menyapa Max


"Baik tuan" Celine mengikuti langkah Max dari belakang


Celine membacakan jadwal Max untuk hari ini dan memberitahu meeting penting sebentar lagi akan di mulai, Max juga menyuruh Celine mencari berkas kemarin yang di tumpuk olehnya.


"Tolong di copy ya saya lupa kemarin" ucap Max


"Baik tuan, permisi" Celine menuju ruang tempat fotocopy


"Gak bisa di pake rusak, coba ke fotocopy yang di sebelah kantor anak anak juga pada kesana" Celine bergerak cepat kesana


Ternyata disana juga ada Habibie yang sedang fotocopy berkas berkas, Celine menyerobot antrian agar bisa menyelesaikannya dengan cepat


"Sorry bisa ini dulu gak? di tungguin tuan soalnya sebentar lagi mau meeting" ucap Celine, mendengar nama majikannya di sebut sebut mereka segera memberi kesempatan Celine untuk melakukannya lebih dulu


"Celine tunggu.. " Habibie menahan tangan Celine membuat semua orang memandangi mereka


"Jangan katakan apapun disini.. aku buru buru" Celine menepis tangannya lalu pergi


Ketika Celine berjalan kembali ke perusahaan dia melihat seorang wanita yang di ikuti pria di belakangnya membuatnya curiga, dan benar saja pria tersebut hendak mengambil tas wanita itu


Terjadi adegan saling tarik menarik tas antara wanita itu dan si pria, Celine segera berlari untuk menolong wanita tersebut


"Hei lepasin" teriak Celine seraya memukul pria tersebut


"Jangan ikut campur" pria itu mendorong Celine hingga terjatuh


Wanita itu juga terjatuh karena di dorong oleh pria itu namun berhasil merebut tasnya kembali, Wanita itu memeluk tasnya sementara si pria bersiap dengan pisau yang di pegangnya


"Awas... " Celine menangkis hujaman pisau tersebut dengan lengannya hingga pakaiannya terkoyak dan mengeluarkan darah


Melihat darah yang mengalir dari tangan Celine juga orang orang mulai berdatangan pria tersebut melarikan diri, Celine membantu wanita itu berdiri dan memungut lembaran demi lembaran berkasnya yang berantakan


"Astaga.. gawat ini"


"Nak.. kamu gak apa apa? " tanya wanita tersebut


"Gak apa apa bu.. saya buru buru, permisi" Celine berlari kembali ke kantor dengan darah menetes dari tangan


Nafas Celine terengah-engah ketika menyerahkan berkas yang dia fotocopy, Max melihat tangan Celine yang berdarah pun menjadi khawatir


"Tangan lo kenapa? "


"Maaf Max gue jadi telat, ada jambret tadi" Celine memegangi lengannya yang baru terasa perih


"Gak apa apa, lo gak usah ikut meeting.. gue udah suruh orang buat nganter lo kerumah sakit"


"Makasih Max" Tiba-tiba pintu di ketuk dan seseorang yang dimaksud Max datang


"Saya tuan" seorang staf datang setelah Max menelponnya


"Antar Celine ke rumah sakit, pake mobil saya" Max meletakkan kunci mobilnya di meja


"Baik tuan.. "