My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Undangan



Allea Cs malam itu pergi ke mall untuk menonton bioskop, Gita dan Allea izin ke toilet sebelum masuk dan empat cowok itu menunggu di depan bioskop. Setelah menyelesaikan urusan di toilet Allea menunggu Gita di depan pintu toilet


"Allea" sapa seseorang membuatnya menoleh


"Tuan" Allea mengangguk hormat


"Jangan panggil saya tuan nenek kamu udah gak kerja sama saya lagi" ucapnya


"Saya lebih nyaman panggil tuan"


"Lea yuk" ajak Gita yang baru saja keluar


"Tuan saya permisi" mereka dua pergi menyisakan Gibran yang menatap kepergian Allea


Setibanya di bioskop ternyata suasana sedang , menegang, Dito menelpon Max untuk ikut bergabung sementara Danendra yang tadi sempat melihat Allea mengikutinya hingga ke bioskop itu. Danendra mengira Max sedari tadi bersama mereka padahal dia baru saja datang


"Kamu menghindar dari aku beberapa hari nolak di ajak keluar padahal kamu pergi sama temen temen kamu" ucap Danendra penuh penekanan


"Kita bisa bicarakan ini baik baik"


"Oke kita pergi" Danendra menarik tangan Allea


"Gak bisa sekarang aku gak ngehargain niat baik Gita yang udah beliin tiketnya" ucap Allea


"Aku bayar kalo dia ngerasa rugi"


"Bukan masalah itu, kamu gak bisa egois dong aku juga butuh waktu buat main sama temen aku. aku aja gak pernah larang kamu pergi sama siapapun" Allea mulai tidak bisa menahan emosinya


"Udah udah mending ikut masuk aja ini bentar lagi filmnya mulai" Dito menengahi


"Mungkin lo marah karena ada gue, gue pergi" Max melangkahkan kakinya keluar


"Rumit emang masuk ahh" Dito melenggang masuk menggandeng bahu Bagas diikuti yang lain


"Sekarang kamu mau ikut masuk atau pulang terserah kamu, aku masuk dulu" Allea mengikuti Kelima temannya


"Argghhh" Geram Tristan frustasi lalu pergi dari sana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Max Masuk ke lift tidak disangka ternyata di dalam ada Damian dan keluarga Gibran


"Maxime" panggil bunda dengan sayang


"Bunda juga disini" jawab Max mengabaikan ayahnya


"Max pulang ke rumah" ucap Damian berharap Max mau memaafkannya


"Saya tidak punya rumah saya harus pulang kemana lagi? " Sejak saat itu Max tidak pernah lagi pulang ke rumah Oma dia memilih tinggal di apartemen, bengkel, atau club malam miliknya


"Bunda saya pulang dulu, permisi" pamit Max setelah pintu lift terbuka


"Sepertinya anak itu punya masalah denganmu" ucap Gibran


"Ya salahku memang" jawab Damian


Keluarga Damian dan Gibran sering bertemu Gibran masih membujuk Danendra agar mau di jodohkan dengan Cindy karena gadis itu terus merengek pada ayahnya juga desakan dari istrinya, sebenarnya Damian setuju setuju saja asalkan Danendra tidak keberatan. dan malam ini mereka kembali bertemu tapi Danendra hilang entah kemana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di hari berikutnya Danendra masih mengikuti kemana pun Allea pergi untuk meminta maaf bahkan sampai menunggu Allea di depan pintu toilet, Allea merasa jengah dengan sikap Danendra yang cemburuan dan selalu overprotective


"Aku udah maafin jadi please jangan ikutin aku lagi" ucap Allea ketika masuk ke kelas


"Sebenarnya perasaan kamu sama aku gimana sih?" pertanyaan Danendra membuat Allea mematung berpikir sejenak


"Jawab Allea" percakapan mereka membuat mereka jadi pusat perhatian siswa yang masih ada di kelas


"Ya gitu" Jawab Allea ambigu


"Gitu gimana? Aku nanya kamu sayang gak sama aku" Allea hanya mengangguk


"Tapi kenapa kamu kayak acuh gitu sama aku? "


"Aku gak tau harus bersikap seperti apa dan bagaimana, ini pengalaman pertama aku pacaran aku gak ngerti sama perasaan aku sendiri" jawab Allea yang memang tidak tau perasaannya terhadap Danendra


"Danendra jangan terlalu mendominasi, Allea masih bingung ini pertama kali buat dia" ucap Gita


"Gue cuma gak habis pikir dia selalu menghindar dari gue setiap gue ajak ketemu, bahkan sekedar mengirim pesan atau telepon aja jarang" Allea memang merasa kurang nyaman dengan Danendra berbeda ketika dia bersama Max meskipun sikap Max tengil dan selalu dikatakan menyebalkan oleh Allea


Allea menarik tangan Danendra keluar kelas dan membawanya ke belakang sekolah


"Jangan sudutkan aku Danendra, apa kamu tahu? Aku tau diri siapa aku siapa kamu kita jelas berbeda dan ayah kamu bahkan memandang rendah aku di hadapan aku sendiri"


"Sulit buat aku Danendra, kalo kamu emang ngerasa aku bukan seperti yang kamu mau kita putus aja" Lanjut Allea


"Aku gak mau, maafin aku Allea aku janji gak akan buat banyak nuntut kamu" ucap Danendra penuh penyesalan


"Oke, aku juga minta maaf sama kamu mungkin aku juga gak ngerti maunya kamu"


"Kita baikan? " Danendra mengacungkan jari kelingkingnya


"Heem" Allea mengangguk serta menautkan kelingkingnya seraya tersenyum


" Jangan cuekin aku lagi"


"Iya" Danendra mengacak pelan rambut Allea lalu merangkul pundaknya membawanya melangkah


"Hei gue nyariin lo dari tadi, ini ada undangan buat lo nanti malem jangan lupa datang" Cindy menghadang jalan Allea dan Danendra


"Thank's" Danendra yang mengambil dan mengucap terimakasih lalu pergi menggandeng bahu Allea


"Lihat aja nanti malem gue buat lo malu" gumam Cindy


"Aku jemput nanti malem" ucap Danendra sambil mengemudi


"Emangnya kamu gak berangkat sama keluarga kamu? " tanya Allea


"Aku kayaknya gak bisa ikut" lirih Allea


"Why? "


"Aku gak enak ketemu papa kamu apalagi kalo kamu sampe jemput aku"


"Gak usah dengerin dia, Ada aku sama bunda kamu tenang aja"


"Tapi... "


"Aku mau tunjukin sama ayah kalo cinta gak harus mandang kasta"


"Jangan menentang orang tua kamu cuma buat aku, aku gak mau di cap jelek sama keluarga kamu"


"Terus kalo aku cinta sama kamu apa aku gak boleh perjuangin kamu? apa kamu gak mau aku perjuangin cinta kita"


"Gak gitu, masa depan kita masih panjang, kita aja masih SMA kalo kamu perjuangin mati matian sekarang aku takut kita gak berjodoh dan kamu sendiri nanti yang kena batunya"


"Hei kamu doain kita gak berjodoh ya? " Danendra menghentikan mobilnya dan menggelitik Allea


"Haha ampun ini geli haha"


Sesaat kemudian mereka terdiam dengan jarak yang sangat dekat, Danendra memajukan wajahnya mengikis jarak diantara mereka hingga hidung mereka saling menempel


Danendra hendak mencium bibir Allea namun Allea memalingkan wajahnya ke arah lain dan ciuman itu mendarat di pipinya


"Sorry aku... " ucap Allea terpotong


"Gak apa apa" jawab Danendra cepat lalu kembali melajukan mobilnya kerumah Allea


"Jangan lupa nanti malam dandan yang cantik ya" ucap Danendra sebelum Allea turun


"Iya... kalo aku masih kelihatan biasa aja jangan salahin aku, aku gak jago dandan"


"Kamu tetap cantik walaupun gak dandan"


"Hish gombal, kamu pulangnya hati hati ya"


"Oke baby, sampe ketemu nanti malem"