My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Si tua menjijikkan



Pagi itu di sekolah Ello menghampiri kursi Ellia sambil mengulurkan tangannya, Ellia melirik dengan ekor matanya sok jual mahal


"Maaf" Ucap Ello


"Kalo minta maaf harus tulus" Tanpa menjawab perkataan Ellia Ello langsung pergi


"Hei... Kamu mau minta maaf gak? " Pekik Ellia namun tampaknya Ello tidak mau mendengarnya


Saat pulang sekolah seperti biasa Allea hendak menjemput Ello, baru saja turun dari mobilnya seseorang menarik ujung bajunya dari belakang


"Hai manis.. Kita ketemu lagi " Sapa Allea


"Tante kata papa kemarin aku cantik, boleh minta tolong kepangin lagi gak? " Ucapnya malu malu


"Mama cepet, jangan buang buang waktu mama harus pergi kerja lagi" Ucap Ello yang sudah berada di dalam mobil


"Emmhh.. Boleh gak ya? " Allea tampaknya sedang berpikir menaruh telunjuknya di dagu


Melihat bibir Ellia mengerucut dia merasa gemas sendiri, Ellia seperti bayangannya saat sedang sedih atau pun merajuk


"Menggemaskan... Hah andai anak perempuanku masih ada" Ucapnya sambil mencubit pelan pipi Ellia


"Sini karetnya" Allea menadahkan tangannya, Ellia mendongak menatap wajah Allea


"Kenapa menatapku? " Tanya Allea


"Tante punya anak perempuan? " Ellia balik bertanya


"Ya... Tapi dia udah gak ada" Jawab Allea sambil mengepang rambut Ellia


"Maaf.. tante Ellia gak bermaksud bikin tante sedih" Lirihnya


"Tante gak sedih kok, kan masih punya Ello"


"Sepertinya menyenangkan jadi Ello punya mama yang baik, makasih tante" Ellia pergi menghampiri suster yang sudah menunggu di dekat mobil


"Apa ibunya itu galak? " Gumam Allea menatap kepergian gadis kecil itu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah mengantar Ello pulang ke rumah Gita karena memang setiap hari Ello di titipkan disana, Allea di ajak ketua rumah sakit untuk makan siang di sebuah restauran


Allea merasa risih dengan orang yang sok berkuasa di hadapannya, dia menggunakan kekuasaannya untuk mengajak Allea makan siang


"Maaf tuan.. Kenapa makan siang kita terasa begitu aneh? " Allea menatap sekeliling yang dimana hanya ada mereka berdua di ruangan yang di tata romantis


"Aneh?? Aku pikir para wanita menyukai ini? " Jawabnya sambil membetulkan rambut dengan jari jarinya


"Ahh.. Tidak semua wanita tuan"


"Bisakah kalau kita hanya berdua kamu memanggil namaku saja? Agar terlihat lebih akrab" Ucapnya membuat raut wajah Allea menjadi julid


"Maaf tuan saya menjaga batasan anda atasan saya, jadi saya lebih nyaman memanggil anda tuan"  Jawab Allea


"Atau paman" Gumamnya tanpa menggerakkan bibirnya


"Aku mau kamu tau satu hal Allea, sejak pertama Vero membawamu aku sudah jatuh cinta melihat matamu yang sipit, kulitmu yang putih dengan rambut hitam mempesona" Allea mengernyitkan keningnya mendengar penuturan ketua


"Apa dia sedang merayu? " Batin Allea


"Emm.. Tuan saya permisi ke kamar mandi sebentar" Ucap Allea seraya menenteng tasnya


"Apa ke kamar mandi harus membawa tas mu? " Tanyanya curiga


"Ahh.. Wanita biasanya membetulkan riasan, momen romantis seperti ini jangan sampai di sia siakan" Jawab Allea pura pura bersikap manis


"Kamu manis sekali" Ucapnya seraya menopang dagu dengan tangannya di atas meja


"Tatapan yang menjijikkan" Batin Allea


Allea cepat cepat keluar dari ruangan tersebut menuju parkiran memanggil taksi online


"Kenapa lama" Allea menunggu dengan tidak sabar mengetuk ngetuk bagian sepatu depannya ke tanah lalu berjalan mondar mandir memikirkan hal buruk jika ketua yang memang tua itu keluar 


Buugghh


"Ahh.. Maaf maaf aku gak sengaja" Ucap Allea ketika menabrak seseorang


"Aku gak halusinasi kan? Ini nyata" Tangan Allea terulur memegang wajah pria tersebut


"Maaf apa saya mengenal anda? Atau kita pernah bertemu?" Tanya Alexander, Allea mundur beberapa langkah mendengar perkataan pria tersebut seraya mengerjap ngerjapkan matanya


"Kamu gak kenal aku? Max apa yang terjadi sama kamu? " Seketika Allea mendekat mencengkram baju bagian  depan pria tersebut membuatnya terkejut


"Saya benar benar tidak kenal anda" Jawabnya


Mendengar jawabannya malah membuat Allea menangis tersedu sedu menempelkan keningnya di dada pria tersebut dengan tangan yang masih mencengkram jasnya


"Kenapa? Kenapa kamu menghindar dari aku? Jelas jelas kamu Max aku gak buta aku gak halusinasi ini benar-benar kamu" Ucapnya di sela isak tangisnya


Jantung Alexander berdetak cepat dia celingukan  bingung apa yang harus dia lakukan saat wanita ini menangis di pelukannya, tanganya terulur membelai kepala Allea


"Dengar nona saya bukan orang yang anda maksud, berhenti menangis nanti orang mengira saya berlaku jahat pada anda" Ucapnya dingin padahal hatinya berdebar saat Allea menempel seperti ini


"Daniel" Alexander menggerakkan bibirnya tanpa suara pada sang asisten yang baru saja keluar seraya menunjuk Allea agar Daniel membantunya melepaskan wanita ini 


"Nona Permisi ada yang bisa saya bantu? " Tanya Daniel, Allea menoleh namun tangannya masih mencengkram jas Alexander


"Kamu mengenalnya? " Tanya Allea pada Daniel


"Ya dia teman saya, namanya Alexander.. Kenapa anda menangis? Apa dia melukai hati anda? " Tanya Daniel membuat Alexander melotot


"Dia Max.. Dia suamiku tapi kenapa kalian menyebutnya Alexander? " Isak tangis Allea semakin kencang


"Woaahh.. Jangan menangis" Daniel panik seraya melihat sekelilingnya


Alexander mengusap wajahnya kasar lalu melepaskan tangan Allea dari bajunya, mengambil dompetnya serta memperlihatkan KTP juga SIM nya


"Lihat nona, untuk apa saya berbohong? Atau mungkin anda yang pura pura untuk mencuri perhatian saya? " Tuduhnya membuat Allea terkejut


Allea mengambil kartu kartu tersebut melihatnya dengan seksama, bibirnya menganga dengan mata membulat 


"Gak mungkin.. Ini gak mungkin.. Kenapa bisa semirip ini ? " Gumamnya


"Apa anda hanya Berpura-pura? Saya sering menemukan wanita dengan trik semacam ini" Ucap Alexander dengan senyum sinis nya lalu menarik kembali kartu dari tangan Allea


"Pura pura? Apa aku terlihat seperti wanita yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu? Apa aku terlihat murahan? " Allea menjadi kesal karena perkataan pria tersebut


"Penampilan tidak bisa menjamin kelakuan  nona, tidak perlu berpura-pura lagi kita bisa memesan kamar sekarang" Bisiknya membuat Allea emosi


Plak


"Aku salah.. Maxime ku tidak serendah dirimu" Allea menampar keras wajah Alexander lalu pergi naik taksi yang sudah tiba


"Wow tuan.. Wanita itu tidak tertarik padamu? Luar biasa pasti sakit" Ucap Daniel dengan wajah mengernyit


"Sialan" Alexander mengusap wajahnya yang di tampar Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dasar bajingan" Gerutu Allea seraya berjalan menuju ruangannya


Baru saja Allea membuka pintu ruangannya dia di kejutkan dengan keberadaan ketua yang duduk di kursinya, sebelum masuk Allea menelan salivanya dengan susah payah sebelum masuk


"Kenapa kamu pergi? " Tanya ketua membuat Allea gelapan


"Sa.. Saya tadi mencari anda tapi  tidak ada"


"Benarkah? Tapi saya lihat kamu memeluk pria di tempat parkir, apa hubungan kamu dengannya? " Tanya ketua


"Dia.. Dia teman lama saya tadi waktu di kamar mandi dia menelpon mengajak saya bertemu, maaf untuk kejadian tadi tuan saya benar benar tidak bermaksud membuat kacau acara yang sudah anda siapkan" Lirih Allea dengan wajah memelas


"Aku selalu memaafkan wanita cantik sepertimu, tapi lain kali jangan kacaukan acara yang aku buat


" Baik tuan"


"Bekerja dengan baik, aku pergi dulu.. Jangan merindukanku" Ucap ketua seraya mengelus lengan Allea sambil berjalan melewatinya


"Menjijikkan.. Arrrggghhh" Allea mengibaskan tangannya ke tempat tadi yang di sentuh ketua sambil bergidik geli melihat sifat si tua itu


Jangan lupa sajen ye.. biar othor gak lemes 🌷🌹🌷🌹🌷😋🤣