
Beberapa hari setelah berita itu tersebar kini di perusahaan Max sebagian kliennya mulai hilang, dia berjalan gontai masuk ke dalam rumahnya
Wajahnya tampak lelah dia menyandarkan tubuhnya di sofa, dua anak kecil berlari ke arahnya seperti biasa mereka akan meminta ayahnya untuk bermain sepulang bekerja
"Sini.. papa capek banget hari ini, gak main dulu ya? " Millie dan Michelle duduk di kedua sisi Max, mereka menatap wajah ayahnya
Seolah-olah mereka mengerti bahwa sang ayah sedang lelah mereka tidak minta bermain seperti biasa, Millie dan Michelle hanya memeluk Max, ketiganya bersandar di sofa hingga tanpa Max sadari kedua anaknya sudah tertidur
Max mengangkat tubuh mereka satu persatu dan di pindahkan ke kamarnya, setelah keluar dari kamar anak anaknya Max berpapasan dengan Allea namun Max tidak bersikap seperti biasanya
Biasanya ketika Allea marah dan mendiamkannya Max akan menjadi orang yang sangat aktif menggoda dan membujuknya setiap bertemu namun kali ini Max seolah tidak melihat kehadiran Allea
"Gak biasanya" gumam Allea menatap Max yang masuk ke dalam kamar
Saat makan malam pun Max hanya diam tidak ada candaan seperti biasanya, anak anak ikut diam melihat wajah datar sang ayah
Tanpa mengatakan apapun Max pergi setelah selesai makan dan ketika Allea masuk ke dalam kamarnya Max tidak ada disana, Allea penasaran dia berjalan mengendap menuju ruang kerja Max
"Cari bukti lebih banyak lagi, dan kalau terbukti semuanya bohong habisi saja" Ucap Max pada seseorang di sebrang telepon
"Halo.. ya, saya butuh bantuan kamu, sediakan virus yang sama seperti tiga target saya tempo hari.. tidak masalah jangan terlalu lama" Ucapnya lagi saat kembali menelpon, namun sepertinya orang yang di telepon berbeda
"Habisi? virus?seperti tiga orang tempo hari? " Gumam Allea mengintip di balik pintu
"Lo terbukti berbohong nasib lo akan sama seperti Yuki dan suster kurang ajar itu" ucap Max seraya menggebrak meja kerjanya
Allea terlonjak dia terkejut ketika Max menggebrak mejanya, Allea segera kembali ke kamarnya di pikirannya masih terngiang ngiang perkataan Max ternyata ketiga orang itu adalah Yuki dan suster yang di kabarkan telah meninggal
"Apa kematian mereka ada kaitannya dengan Max? enggak.. gak mungkin, Max orang baik dia gak seburuk itu" gumam Allea
"Mama yang lihat mereka.. aku harus tanya mama" Allea mengambil handphonenya dan menelpon Ririn untuk menanyakan keadaan Yuki sebelum dia meninggal
"Jadi Yuki meninggal dengan tubuh yang menjijikkan? " Tanya Allea setelah Ririn menceritakannya
"Iya tapi sakitnya gak di ketahui dokter, seluruh tubuh mereka melepuh, kuku mereka menghitam, rambutnya hampir botak berbau juga, mama kasihan tapi mama gak bisa nolong karena di periksa menyeluruh sama dokter juga gak jelas penyakitnya apa" ucap Ririn
"Penyakit apa itu? selama aku di rumah sakit tidak pernah melihat pasien seperti itu" jawab Allea
"Itu dia mama juga gak tau"
"Aku jadi penasaran sama kematian Yuki, apa ini penyakit yang sengaja di buat seseorang? " Ririn hendak menjawab namun handphone Allea di tarik seseorang dari belakang dan langsung mematikan teleponnya
"Udah malem tidur" Max meletakkan handphone Allea lalu berbaring memunggungi tempat tidur Allea
"Kenapa rasanya begini? " Batin Allea
Dia terbiasa tidur di pelukan suaminya namun hari ini suaminya mengacuhkannya dan memilih tidur membelakangi Allea, keduanya belum tertidur mereka saling membelakangi dengan pikiran masing Masing
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Mami.. kita pulang kemana sekarang? "
"Kita sekarang pulang kerumah kita yang dulu" Jawab Arabella
"Apa papi akan datang kesana juga? "
"Tentu saja, sebentar lagi kamu akan tinggal sama papi" Arabella berpikir sekarang rumah tangga Allea dan Max diambang kehancuran
Ketika mereka baru saja keluar dari rumah sakit wartawan sudah mengepung mereka, Arabella membuat pengakuan yang semakin menyudutkan Max serta meminta pertanggungjawaban
"Aku hanya ingin keadilan, keluargaku sudah tidak ingin mengakui aku sebagai anaknya karena hamil di luar nikah"
"Aku ingin Max menikahiku dan bertanggung jawab pada lili, untuk istrinya kamu juga wanita aku berharap kamu mengerti sebagi seorang wanita juga ibu betapa pentingnya tanggungjawab dari suamimu untuk kami"
'Aku rasa sudah cukup kami harus pergi, anakku harus beristirahat " Arabella kemudian masuk ke dalam mobil membawa Lili
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Prang
Televisi besar itu pecah di lempar gelas yang Allea pegang membuat semua orang rumah berdatangan, Max melihat semuanya dari lantai atas
"Mama ada apa? " tanya Ellia
"Eh.. maaf kalian kaget ya? tadi ada tikus mama lempar gak sengaja kena TV" jawab Allea
Max yang berada di atas tersenyum mendengar alasan Allea, setelah Allea menjelaskannya mereka kembali pada kegiatan masing masing
"Kenapa tuan sama nyonya hobi rusakin barang" Keluh bibi seraya membereskan semuanya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Liat.. si Arabella nyebelin banget" Gerutu Gita pada suaminya
"Emang.. bener bener deh ni cewek "
"Pengen banget kasih pelajaran sama dia, aku puas banget waktu liat video Allea yang hajar hajar dia rasanya aku pengen ikutan"
"Kasian Allea sekarang dia pasti lagi sedih, Kamu main kesana aja hibur dia" ucap Dito
"Nanti aku kesana setelah kamu berangkat kerja"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kamu nonton apa sih? " Tanya Danendra
"Video Allea ada yang upload" Cindy memperlihatkan handphonenya pada Danendra
"Kasian Allea.. aku gak bisa bantu karena kita harus kembali bekerja" lirih Cindy
"Support aja, walaupun kita gak bisa nemenin dia seenggaknya support dia dari kejauhan agar dia tetap semangat"
"Kalo kamu yang begitu udah aku ancurin muka kamu" ucap Cindy
"Dih.. kok jadi marah marah sama aku? "
"Karena semua cowok sama aja" jawab Cindy seraya pergi
"Hei.. " Danendra memanggil Cindy
"Loh kok dia marah " gumam Danendra menggaruk kepala tak gatal
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Max baru saja pulang dari kantor dia langsung masuk ke dalam kamar tanpa menyapa Allea yang dia lewati, Allea menatap Max sampai dia menghilang di balik pintu
"Kenapa dia cuek sih" gumam Allea dengan wajah sedih
"Enak kan di cuekin? siapa suruh sok sokan cuek duluan" Max mengintip di balik pintu
Drrtt drrtt drrtt...
"Hallo.. katakan"
"Apa? hasil tesnya sudah keluar? tunggu saya kesana sekarang" Max kembali mengambil kunci mobilnya
"Max.. '' Max mengacuhkan Allea yang memanggilnya
Lagi lagi Max mengacuhkannya membuat Allea menjadi sedih, Allea masuk kedalam kamarnya tangisnya mulai pecah
Dia tidak mau Max mengabaikannya dia merindukan Max yang selalu membuat lelucon untuk membujuknya, dia merindukan Max yang selalu membujuk serta memanjakannya
" Kenapa jadi begini? apa ini akan berakhir? aku tidak sanggup " Allea menutup wajahnya dengan telapak tangan dan menangis tersedu