My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Gara gara bola



''Sayang lihat.. bagus yang ini apa yang ini? " tanya Allea


"Yang mana aja sayang" jawab Max namun matanya tidak menoleh sedikitpun karena fokus pada televisi dan laptop di pangkuannya


"Pake ini cantik gak? " tanya Allea lagi ketika sudah mengganti bajunya


"Kamu cantik pake apapun.. nah.. lo kalah Bisma hahaa" Max berteriak ketika pertandingan bola yang dia dukung menang


"Anj... baru satu doang lo jangan seneng dulu " Ucap Bisma yang tidak Terima dengan kekalahannya


Suara terdengar bising dari laptop Max ternyata Bisma dan teman temannya sedang bersama menyaksikan pertandingan bola sementara Max, Dito, Sandro dan Desta menyaksikannya terpisah dan hanya bisa lewat video call


Allea yang di abaikan oleh Max duduk dengan kesal di belakangnya, menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang dengan melipat tangan di dada


"Yang Titip Dirga bentar aku mau ke kamar mandi" terdengar suara Gita menitipkan bayinya pada Dito


"Ya... sini" Dito mengambilnya dan mendudukan Dirga di pangkuannya


"Nah lo bapak bapak momong anak" ledek Bisma


"Takut gak di kasih jatah tuh ntar malem" sahut yang lain


"Kalian gak tau emaknya tuh bayi galaknya kek apa" sahut Sandro


"Jangan gibahin istri gue entar elu di amuk" kata Dito setengah berbisik ke laptopnya membuat semua orang tertawa


"Suami takut istri lo payah" ledek Bisma


"Aarrghh..... sayang jangan sembarangan pencet"


"Jangan gigit itu kotor" ucap Dito ketika bayi itu mulai menunjukkan keaktifannya


Terlihat Dito menidurkan Dirga di belakangnya dan di halangi bantal di sekeliling Dirga lalu kembali menatap televisi dan berbicara dengan yang lainnya


"To awas nanti Dirga jatuh" Max memperingatkan


"Aman udah gue bentengin pake bantal" ucapnya tetap fokus pada layar televisi


Mereka mulai berisik membahas permainan para pemain sepak bola tersebut kadang mereka berteriak bersama kadang tertawa bersama sungguh bising walaupun hanya video call, Allea bertanya saja tidak terdengar oleh Max karena saking berisiknya


"Ditooooo..... " teriak Gita yang secepat kilat berlari ke arah Dirga yang ada di belakang Dito


"Kamu mau Dirga jatuh huh? gimana kalo aku gak datang Dirga pasti luka" teriak Gita yang kesal karena satu kaki Dirga sudah menjuntai ke bawah


"Fokus aja sama bola anak gak di urusin, di suruh jaga bentar aja gak becus apalagi kalo jaga seharian bisa bisa bonyok si Dirga" gerutu Gita


"Sayang aku gak bermaksud.. "


"Diem.. alasan aja " sergah Gita lalu memukul punggung Dito sebelum berlalu


"Akkhh" Dito mengernyit karena pukulan Gita membuat semua teman temannya tertawa


"Gue bilang juga apa, awas jatuh to" ledek Max di sela tawanya


"Jadi bapak gak bener lu" sahut Bisma masih terdengar suara tawa teman temannya


"Dasar suami takut istri" ledek Vero


"Max juga sama malah dia ada plusnya, plus bucin" ledek Bisma


"Sialan lo.. bini gue baik dia pengertian" ucap Max, mereka berbincang namun mata mereka tetap pada layar televisi


"Nah.. nah.. ayo kiri kiri gocek kanan ya.. aarrghh gak becus lo " teriak Max ketika tim lawan berhasil merebut bola


"Yaaaa... gooolllll" teriak Bisma dan teman temannya


"Uang 5 juta pasti jadi milik kita" ucap Bisma dengan percaya diri


Mendengar suaminya taruhan bola membuat Allea semakin kesal dia yang sedari tadi di acuhkan kini mulai menendang nendang bagian belakang Max, Max yang mulai merasa terganggu menaruh laptopnya dan menghampiri Allea yang ada di belakangnya


"Apa sayang? " tanya Max seraya menyentuh tangan Allea


Allea menarik tangannya dan mengusapnya seolah tidak mau di sentuh oleh Max, Max malah memeluk Allea dan mengecup pipinya bertubi tubi namun Allea tetap sama mengusap bekas ciuman serta melepaskan tangan Max dari perutnya


"Kok cemberut gitu sih? mau apa huh? mau makan atau minum? " tanya Max seraya menciumi lengan Allea yang memakai dress tanpa lengan


Allea kembali mendorong kepala Max ke belakang lalu mengelap lengannya yang di cium Max, terdengar riuh ledekan teman temannya yang melihatnya karena laptop menyala di bawah kaki mereka


"Bucin di kacangin guys" ledek Bisma


"Sayangku kenapa? jangan cemberut gitu dong" Max beralih ke hadapan Allea menutup tubuh istrinya dari layar laptop sehingga teman temannya hanya bisa melihat punggung Max


Allea masih tidak bicara dia memalingkan wajahnya ke arah lain, Max jadi tidak melihat televisi lagi dan membiarkan teman temannya ribut membahas pertandingan


"Sayang mama kenapa? apa mama butuh pelukan atau mau yang lain? " tanya Max pada perut Allea lalu mengecup perutnya


"Sana pergi aja sama temen temen kamu, aku gak pernah di anggap ada disini" gerutu Allea


"Maaf sayang.. aku dengerin kamu kok tadi"


"Kalo gitu coba aku ngomong apa tadi? " tanya Allea dengan kesal


"Mau cemilan gak? aku ambilin" Max mengalihkan pembicaraan


"Tuh kan udah aku duga kamu emang gak dengerin aku"


"Bukan gitu sayang.. "


"Dah lah sana aku mau tidur" ucap Allea


"Aku temenin ya.. " bujuk Max


"Gak usah" singkat Allea hendak berbaring namun Max menahannya


Max terlihat memegangi tangan Allea di sisi tubuhnya juga terlihat Max yang sudah menempel pada tubuh Allea, terdengar suara kecapan serta sesapan


"Ahh.. kurang ajar lo" hardik Bisma, Max menutup laptopnya dengan kaki membuat mereka berteriak kesal saat panggilan video Max terputus


"Jadi mau di manja malam ini sayang? " goda Max membuat wajah Allea memerah


"Aku mau tidur, kamu lanjutin aja sama temen temen kamu" ketus Allea


"Aku mau nerusin ini aja" Max mengusap bibir mungil Allea dan kembali melahapnya


Tidak bisa di pungkiri Allea memang menginginkannya namun suaminya sedari tadi tidak peka dia terlalu asik bersama teman temannya


"Jangan.. kata dokter sebaiknya ini jangan nanti bisa menyebabkan kontraksi" Allea menjauhkan kepala Max dari dadanya


"Hah.. menyebalkan" Ucap Max dia melanjutkan aksinya melewati area yang di larang oleh istrinya


Max membaringkan istrinya dengan perlahan lahan dan memulai inti permainan


"Apa ini sakit? "


"Kamu puas sayang? " Allea mengangguk dengan wajah memerah


Keringat bercucuran dari tubuh keduanya Max mengelap keringat di wajah Allea dengan tangannya, ketika Max hendak memisahkan diri Allea menahannya wajahnya seperti meminta sesuatu


"Istirahat sebentar sayang " ucap Max seraya mengecup bibirnya