
Pertama kalinya setelah kejadian itu Gibran berkunjung ke rumah Allea, Pagi pagi sekali dia dan Ririn sudah berada di rumah sangat anak
"Diam saja sayang kamu lagi hamil" Gibran mendudukkan Allea yang bolak balik membawa makanan ke meja
"Ada bibi sayang kenapa kamu repot repot? " Tanya Ririn
''Gak enak ma diem terus.. Lagi pula banyak gerak juga sehat asal Allea gak angkat beban berat aja" Jawab Allea
"Dimana suamimu? " tanya Gibran
"Dia sedang mandi.. mungkin sebentar lagi turun"
"Selamat pagi mam, oma dan opa" Ellia dan Ello mencium tangan Gibran juga Ririn
"Selamat pagi sayang" Gibran dan Ririn mengecup kening kedua cucunya
"Mana adek adek nya? " tanya Ririn
''Masih tidur Oma "
"Selamat pagi semua" Lydia dan Damian baru saja masuk
"Wahh.. sarapan kita jadi rame" Ellia berlari menyambut kedatangan Lydia dan Damian
Para orang tua sudah duduk di meja makan bersama cucu cucunya, Max menuruni anak tangga membawa dasi di tangannya
"Sayang tolong pasang dasinya" Ucap Max
"Sini" Allea memasangkan dasi di leher Max
"Ternyata banyak tamu ya" Setelah Allea selesai memasang dasi Max mengucapkan terimakasih lalu mengecup bibir Allea
Max lebih banyak diam dan menjawab seperlunya ketika di ajar bicara, Allea menoleh sekilas wajah suaminya sepertinya dia masih kesal karena orang tuanya sendiri tidak mempercayainya
"Max... " Max mengangkat kepalanya menatap Gibran yang memanggilnya
"Ya"
"Ayah minta maaf.. ayah belum meminta maaf padamu secara langsung" ucap Gibran
"Kami juga Sayang.. maaf bunda udah gak percaya sama anak bunda sendiri" lirih Lydia
"Tidak apa apa.. tidak masalah, Saya memang pria brengsek jadi pantas untuk saya tidak mendapat kepercayaan dari siapapun" jawab Max, Lydia menundukkan kepalanya
Plak
"Sakit sayang" Allea memukul punggung Max karena perkataannya bisa saja membuat kedua orangtuanya semakin merasa bersalah
"Maaf saya cuma becanda, saya tidak marah karena saya tau ini murni kesalahan saya yang terlalu tampan jadi menimbulkan banyak masalah" sontak saja ucapannya membuat orang orang tertawa
''Cih..pede banget" Allea mencebikkan bibirnya
"Emang bener kan? Kamu aja gak mau jauh jauh" Max mencubit hidung Allea
"Papa.. " Millie keluar kamar bersama Niko juga Michelle di temani suster susternya
Millie langsung naik ke pangkuan Damian sementara Michelle naik ke pangkuan sang ayah, Keduanya tidak mau di bujuk oleh suster hingga akhirnya Allea menyuruh mereka makan dan membiarkan anak anaknya
"Mau makan sayang? " tanya Allea pada Michelle namun bayi itu menggeleng memeluk sang ayah, sementara Millie makan di suapi Damian
Max baru saja selesai makan dan mengelap mulutnya dengan tisu, Michelle yang sedari tadi duduk memeluk ayahnya kembali tertidur dan suster mengambilnya untuk menidurkan nya di kamar
"Sayang aku harus berangkat.. aku harus menyelesaikan yang semalam" Allea tentu mengerti apa yang di bicarakan suaminya
"Aku ikut" Max mengangguk lalu berdiri mengambil jasnya setelah itu pamit pada orang tua mereka
Max dan Allea pergi begitupun ayah dan ayah mertuanya sementara Ririn dan Lydia bermain bersama cucu cucunya juga Niko di rumah Allea
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Lili.. hari ini papi kesini dia akan bawa Lili sama mimi pergi jauh dari sini" Ucap Bisma
"Apa papi juga tinggal sama kita? " lirihnya
Prang
Bisma hendak menjawab namun terdengar suara barang pecah dari kamar Yang di huni Arabella, Bisa menitipkan Lili pada Bibi lalu masuk ke kamar Arabella
"Hei bangun" Bisma begitu panik melihat Arabella terbaring berlumuran darah
Bisma mengangkat Arabella untuk membawanya kerumah sakit, baru saja sampai di depan pintu kamar Allea dan Max sudah sampai disana
"Kenapa dia? " tanya Max
"Dia mecahin piring dan gores tangannya sendiri"
"Bawa lagi ke dalem" titah Max
"Tapi Max dia harus ke rumah sakit kalo dia mati gimana? "
"Istri gue dokter, bawa dia masuk" Bisma kembali membawa Arabella masuk dan membaringkan nya di ranjang
Allea membersihkan luka serta mengobati dan membalut luka Arabella, Max duduk di samping Allea berjaga jaga jika sewaktu waktu Arabella bangun dan melukai istrinya
"Arabella gue tau lo udah sadar" ucap Allea
"Dengan cara apapun lo berusaha kabur lo gak akan berhasil, dan dengan alasan apapun biar lo gak pergi gue akan tetap kirim lo pergi dari sini meskipun lo dalam keadaan gak sadar" Mendengar perkataan Max akhirnya Arabella membuka matanya
"Max minta maaf sama lo dan gue janji gak akan muncul di hadapan kalian lagi, jangan kirim gue ke luar negeri" Arabella mengiba
"Gue udah urus semuanya, lo bebas hidup disana dalam pantauan anak buah gue, tapi lo gak bisa kemanapun karena nama lo udah di blacklist dan hanya di negara itu lo bisa tinggal" Arabella menangis lemas mendengar hal itu
Allea menatap iba pada Arabella lalu menatap Max berharap suaminya berubah pikiran namun Max menggeleng, keputusannya sudah bulat kali ini dia tidak bisa di bujuk lagi oleh Allea
"Maaf Arabella gue gak bisa bantu lagi" ucap Allea
"Allea maafin gue.. tolong bujuk Max untuk batalin rencananya Allea gue ngaku salah" Arabella beralih ke bawah ranjang bersimpuh di hadapan Allea
"Sayang.. "
"Gak.. tatapan itu gak mempan sekarang, Arabella bangun kita pergi sekarang atau mereka harus seret lo keluar? " Tiga orang bertubuh kekar muncul di pintu
"Max setelah apa yang kita laluin dulu apa gak ada sedikitpun rasa sayang lo sama gue? lo orang yang paling cinta sama gue"
"Gak usah bahas masalalu, itu udah bertahun tahun dan gue udah lupa semenjak ada Allea, dulu hanya sebuah kesalahan jadi gak usah lo bahas"
"Papi... " Lili berlari memeluk lengan Max
"Dengar Lili aku bukan papi kamu, suatu hari kamu akan tahu siapa papi kamu sebenarnya" Ucap Max melepaskan pelukan Lili dari tangannya lalu pergi
Melihat itu tangis Arabella semakin histeris melihat kebingungan di wajah Lili, Allea mengusap sudut matanya yang berair lalu menggandeng tangan Lili keluar
"Ibu.. "
"Sstt... Lili akan pergi kerumah baru yang bagus dan indah" Ucap Allea lembut
"Apa akan ada salju seperti rumah Lili yang dulu? "
"Tentu saja.. jadi anak baik disana ya, semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi" jawab Allea
"Apa papi bukan papinya Lili? "
"Mudah mudahan disana Lili bisa bertemu dengan papi Lili ya.. " Lili mengangguk, mengerti tidak mengerti namun sepertinya jika Allea yang bicara lebih bisa di Terima oleh Lili
sepanjang keluar dari rumah Bisma, Allea selalu mengajak Lili bicara sementara Arabella di apit bodyguard yang Max siapkan untuk mengawasinya di sana