
Setelah kejadian itu Allea tidak lagi menyapa Max juga tidak lagi mengganggu Max semua kembali seperti semula bagi Max tidak ada lagi yang selalu menggodanya
"Hari ini Bapak kasih tugas buat kalian satu orang ambil dari teman di belakangnya, tugasnya membuat puisi dan bingkai sebagus mungkin"
"Gas gue sama lo ya" ucap Allea karena di belakangnya ada Max
"Allea di depan gue ada dito jadi gue sama dia"
"Tuker git" bisik Allea
"No no big no" Gita mengayunkan jari telunjuknya
Waktu istirahat sebenarnya Allea bingung harus bicara apa dan mulai dari mana, Max keluar dari kelas melewati Allea yang menunggunya di pintu kelas
"Max" ucapan Allea membuat Max menghentikan langkahnya
"Gue udah tau, gue bikin sendiri lo Terima jadi" ucap Max lalu pergi
"Bukan ide yang buruk" pikir Allea lalu menyusul teman temannya ke kantin
.
.
Oma sedang berbincang dengan Damian seperti biasa Damian selalu enggan berbicara banyak dengan ibunya itu, sekedar basa basi lalu Damian pergi beralasan ingin menemui klien Lidya menghampiri oma dengan membawa secangkir teh
"Di minum dulu ma" Lidya tersenyum dan duduk di dekat oma
"Mama udah bilang sama Maxime supaya kesini? " tanya Lidya
"Sudah tapi dia menolak" jawab oma
"Hah bagaimana caranya agar Maxime pulang kesini jujur saja Lidya khawatir dengannya" lirih Lidya
"Kamu tenang saja Max bisa menjaga dirinya sendiri, meskipun akhir akhir ini dia juga jarang pulang dan tinggal di apartemen" ucap Oma
"Apa Lidya ke sekolah aja ya ma, Lidya kangen sama Maxime"
"Ide yang bagus, Max seperti ayahnya selalu menghindari orang lain saat ada masalah mereka lebih memilih memendamnya sendiri" jawab Oma
Benar saja setelah pulang sekolah Lidya menunggu Max di parkiran saat Max baru saja keluar Lidya menyambutnya dengan senyum yang hangat dan memeluk Max
"Bunda ngapain disini? disini panas" Max membawa ibunya ke tempat teduh
Teman sekolah Max saling berbisik melihat Max bersama ibunya Danendra
"Maxime kenapa gak pulang? " tanya Lidya
"Saya sibuk di bengkel, saya juga sekarang tinggal di apartemen" jawab Maxime
"Jangan terlalu capek nak bunda gak mau kamu sakit" ucap Lidya membelai rambut anak angkatnya itu
"Makasih perhatiannya bun, bukannya saya harus bekerja untuk bisa mendapatkan uang? " ucap Max membuat hati Lidya mencelos
Memang benar Max tidak seberuntung Danendra tapi sifat Max sangat mandiri dia tidak akan menerima jika di beri uang dia memilih meminjam modal dari omanya untuk membuat bengkel
tidak ada yang tau jika bar tempat bekerja Allea sebelumnya adalah bar milik Max keuntungan dari bar lebih besar dari pada bengkel
"Bunda pulang ya disini panas, saya antar ke mobil" Max menuntun tangan Lidya
"Tapi kamu harus pulang, kamu udah lama gak makan masakan bunda"
"Iya nanti saya kesana"
"Bunda maunya kamu pulang sekarang sama bunda atau bunda gak mau pulang"
"Iyaa saya pulang sekarang" demi bundanya Max ikut pulang dan mengikuti mobil bundanya dari belakang
Sementara sepulang sekolah Danendra menunggu Allea di depan kelas
"Hai" Sapa Danendra
"Hai, kenapa belum pulang? " tanya Allea
"Aku nunggu kamu, kita bisa bicara sebentar? " tanya Danendra
"Yaudah kita duluan ya bye" teman teman Allea pamit
"Tentang apa? " tanya Allea pada Danendra
"Ikut dulu bentar" Danendra menarik tangan Allea
"Hei" Danendra melambaikan tangannya di hadapan Allea
"Ehh, apa ini gak kecepetan bahkan kita belum mengenal terlalu jauh" jawab Allea setelah sadar dari mode terkejutnya
"Kita bisa saling mengenal setelah kita pacaran ya jalanin aja dulu" ucap Danendra
"Aku harap kamu juga punya perasaan yang sama kayak aku" lanjutnya
"Aku perlu waktu buat jawab" ucap Allea
"Kenapa gak jawab sekarang aja? kita bisa jalanin dulu kan? ini bukan nikah hanya sekedar pacaran kalo gak ada kecocokan kamu masih bisa putus"
"Bukan gitu" Allea bingung harus bicara apa
"Kalo gitu kamu suka gak sama aku? " tanya Danendra dan Allea hanya mengangguk
"Jadi apa yang buat kamu ragu? " lanjut Danendra yang takut keduluan Max menjadi pacar Allea
"Oke kita jalanin dulu aja" jawab Allea membuat Danendra senang
Danendra memeluk Allea tiba tiba karena saking senangnya Allea refleks mundur karena terkejut
"Sorry, aku terlalu senang" ucap Danendra
"Kamu ikut aku pulang ketemu bunda ya" ajak Danendra
"Tapi aku malu" tolak Allea
"Kalo kamu ketemu bunda pasti kamu nyaman, bunda aku baik banget ayo bentar aja" Danendra sedikit memaksa
"Oke aku ikut"
Tidak perlu waktu lama Danendra dan Allea sampai di kediaman Damian
"Assalamu'alaikum" ucap Danendra sesampainya di rumah
Waalaikum salam... ehh anak bunda udah pulang" Danendra menyalami tangan ibunya begitu pun Allea
"Ini siapa? cantik sekali" tanya Lidya
"Saya Allea tante, tem.... " ucapan Allea terhenti saat Danendra memotongnya
"Ini pacar aku bun, gimana cantik gak? " ucap Danendra
"Cantik sayang, Ohh iya kebetulan bunda baru selesai masak kita makan sama sama" Lidya menggandeng Allea masuk ke ruang makan
"Max" gumam Allea Max seperti biasa dingin dan datar sama sekali tidak memperdulikan kehadiran mereka
"Maxime sayang kita kehadiran tamu" ucap Lidya namun Max hanya membalas dengan senyum perkataan Lidya
"Kamu tunggu disini, bunda mau ambil handphone dulu" Lidya meninggalkan Allea duduk berdua di meja makan dengan Max sementara Danendra berganti pakaian
Canggung tidak ada pembicaraan Max sibuk dengan handphonenya, dia juga sesekali menelpon seseorang seperti orang yang benar benar sibuk
Semua sudah berkumpul di ruang makan kecuali Damian yang belum pulang bekerja suasana hening hanya terdengar dentingan sendok yang bersahutan setelah selesai makan Max pamit pulang karena ada masalah di bengkel
"Bunda saya pulang dulu ya ada sedikit masalah di bengkel"
"Kenapa buru buru nak? " tanya Lidya bangun dari duduknya menahan tangan Max
"Nanti saya kesini kalo gak sibuk, bunda jaga diri baik baik ya" Max mengelus lengan bundanya lalu menciumnya
"Janji nanti kesini lagi" ucap Lidya sebelum Max benar benar pergi
"Iya bunda janji, setelah kerjaan saya selesai nanti pulang kesini" ucap Max lalu pergi
Allea yang berada disana menatap Max dan Lidya bergantian ternyata Max sangat menghargai dan menyayangi wanita yang ada di hadapannya mengingat perkataan Danendra yang mengatakan Max dan ibunya membuat hancur keluarganya, Allea tersentuh dengan cara Lidya memperlakukan anak tirinya begitu tulus menyayanginya
Max juga terlihat sangat menyayangi Max sama seperti Lidya menyayangi Danendra bahkan wajah Lidya dan Max ada kemiripan berbeda dengan Danendra
"Tante saya pamit pulang dulu ya, maaf sudah merepotkan dan terimakasih buat makan siangnya" ucap Allea kala melihat Danendra yang turun hendak mengantarnya pulang
"Iya sayang jangan sungkan sering sering main kesini ya" ucap Lidya lalu Allea menyalami tangannya dan pergi bersama Danendra
.
.