My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Berduka



...Selamat pagi semoga hari kalian menyenangkan...


...💕😍💕😍💕😍...


...sebelum lanjut membaca udah like cerita di atas belum? kalo belum like dulu ya 👆👉👍...


Selesai pemakaman orang orang terdekat Allea masih berada di rumahnya, begitupun Lydia dan suaminya. dari keluarga Gibran hanya dia dan Cindy yang hadir di pemakaman


Allea masih saja terus menangis di pelukan Lydia, wanita keibuan itu menenangkan Allea dan memberikan nasehat padanya


"Sayang nenek gak akan senang kalo Allea nangis terus, lebih baik Allea berdoa untuk nenek. Bunda tau Allea anak kuat anak yang hebat bunda akan selalu ada buat Allea jangan sungkan ya sayang" ucap Lydia seraya mengusap punggung Allea


"Lo masih punya kita Allea lo gak sendiri" ucap Danendra yang berlutut di hadapan Allea menggenggam tangannya


Hari berlalu Allea di rundung duka yang mendalam dia tak henti hentinya menangis, Max dan kelima sahabatnya sudah kehilangan ide membujuk Allea agar mau makan, mereka memutuskan untuk menemani Allea hingga dia benar benar membaik


"Allea ini semua Max yang masak, enak banget tau" ujar Gita yang memang benar mereka sudah makan lebih dulu


"Gue gak laper ta" jawab Allea, Max mengambil alih piring dari tangan Gita. kelima sahabat Allea keluar membiarkan mereka berdua


"Makanan udah dingin lo belum makan dari pagi, please jangan bikin orang orang yang sayang sama lo khawatir" ucap Max


"Kita sayang sama lo, lo boleh berduka tapi hidup masih berlanjut Allea lo gak bisa terus berada di titik ini lo harus bangkit lo bisa" lanjut Max


"Max setelah apa yang lo anggap rumah pergi apa lo masih bisa kuat? " tanya Allea


"Mungkin gue juga akan sama hancurnya sama rapuhnya tapi kembali lagi kehidup lo kalo lo berhenti disini apa orang yang pergi bakal hidup kembali? "


"Apa dengan lo meratapi hidup lo semuanya akan kembali normal? apa yang udah lo lewatin gak bisa lo putar balik Allea, come lo selalu bisa memotivasi gue masa lo gak bisa memotivasi diri lo sendiri? "


"Lihat gue, kita udah lewatin hidup yang sulit dari kecil harusnya lo udah siap buat hal sulit lainnya di masa depan, ada gue ada sahabat sahabat lo, orang-orang yang sayang sama lo gak akan biarin lo hidup sendiri" Max menangkup wajah Allea


Mengusap air mata Allea dengan ibu jarinya, kedua mata Allea yang sembab hidung yang memerah dengan sisa ingus dan bibir yang ikut memerah membuat Max mengulum senyumnya


"Lo kenapa? " tanya Allea melihat Max hampir tertawanya


"Muka lo ancur banget"


"Gak lucu" bibir Allea mengerucut membuat Max semakin gemas


Max meraih tubuh Allea dan memeluknya sambil tertawa hingga Max bersandar di kepala ranjang karena puas tertawa Allea yang di peluk Max otomatis ikut bersandar di atas pelukannya


"Lo jahat kok ngetawain gue" Allea memukul dada Max


Allea hendak bangun namun Max menahan pinggangnya mereka saling menatap dengan Allea yang berada di atas tubuhnya, tanpa rasa jijik Max mengusap sisa air mata serta ingus Allea lalu membentuk bibir Allea agar tersenyum dengan telunjuknya


"Itu yang selalu lo lakuin ke gue, dan sekarang gue minta lo lakuin hal yang sama" Max kembali menyentuh ujung bibir Allea dan membuat lengkungan di bibir itu


Masih dengan Allea berada di atas tubuh Max saling menatap begitu dekat tiba tiba saja kelima temannya masuk dan tercengang membulatkan mata mereka, Max yang terkejut sampai melemparkan tubuh kecil Allea ke sampingnya


"Ehem... gue.. gue keluar dulu" ucap Max salah tingkah


Wajah Allea bersemu merah melihat senyum sahabatnya yang penuh arti, Mereka tidak membahas itu melihat Allea berhenti menangis saja rasanya mereka sudah sangat senang. Gita mengambil piring di atas meja dan menyuapi Allea


"Sekarang makan dulu ya" Allea mengangguk patuh


"Jangan sedih lagi kita selalu ada buat lo" ucap Gita


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di kediamannya Gibran merasa tidak tenang membiarkan Allea disana sendiri, dia tidak tahu saja di rumahnya dia di temani orang orang yang peduli padanya


"Daddy kenapa? " tanya Cindy yang baru saja duduk di meja makan


"Daddy dia keras kepala gak mau ikut sama kita biarin ajalah" ucap Cindy


"Bagaimana pun dia kakak kamu daddy takut sesuatu terjadi padanya"


"Dia pasti sedang bersama si trouble maker"


"Siapa maksud kamu? " tanya Gibran


"Max, Allea selalu bersamanya sudah tau dia nakal, urakan selalu berantem di sekolah tapi masih mau berteman atau mungkin mereka pacaran" Gibran mulai merasa khawatir membiarkan Allea dekat dengan Max mendengar penuturan Cindy


"Mana mommy mu? " tanya Gibran


"Katanya gak enak badan " jawab Cindy


Mereka tidak tau saja Emile sedang ketakutan karena ulahnya, dia takut ketahuan membunuh nek Mar karena takut wanita tua itu membuka mulutnya akhirnya dia datang kerumah sakit membekap wajah nek Mar dengan bantal dan sekarang setelah dia meninggal Emile lebih takut arwahnya akan gentayangan


"Bi awas saja kalo kamu gentayangan menakutiku aku akan pastikan cucumu juga menyusulmu ke akherat" gumamnya


Masih berkutat dengan ketakutannya Emile merasa mendengar langkah kaki seseorang tanpa mendengar suara pintu terbuka dia ketakutan setengah mati dan bersembunyi di bawah selimut, sebuah tangan menyentuh lengannya membuat tubuhnya gemetar


"Jangan...jangan... Aku mohon aku takut maafkan aku" ucapnya dengan suara ketakutan


"Kamu kenapa? " mendengar suara yang dia kenal Emile membuka selimutnya


Wajahnya yang pucat dengan keringat berlebih membasahi wajah serta tubuhnya, Gibran menatapnya dengan aneh


"Kamu kenapa? " Gibran mengulang pertanyaannya


"Aku.. kamu kapan masuk aku gak denger suara pintu terbuka" ucap Emile


"Pintunya sudah terbuka, aku tanya kamu kenapa? "


"Aku mimpi buruk jadi ketakutan" jawabnya


"Ohh... aku mau tidur aku cape" ujar Gibran berbaring membelakangi Emile


Emile memeluk Gibran erat dari belakang saking ketakutannya


"Bisa gak geser sedikit kamu membuat aku sesak" ucap Gibran tapi tidak mendapat jawaban dari Emile


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di tempat lain Yuki sedang mengadu pada kakaknya dia merasa cemburu ingin menjauhkan Allea dari Max namun belum niatnya terlaksana mantan kekasih Max kembali dan terlihat seperti ingin mendekati Max


"Gimana dong kak bantuin" ucap Yuki


"Lo mending cari cowok lain kalo dia gak suka percuma juga lo kejar dia" Jawab kakaknya


"Please kak gimana pun caranya bantuin gue"


"Lo pikirin caranya sendiri entar kalo udah tau mau ngapain kasih tau gue" ucapnya lalu pergi meninggalkan kamar adiknya


Yuki berpikir keras cara menyingkirkan wanita wanita yang ingin mendekati Max, untuk Allea sekarang dia masih berduka Max pasti akan semakin mencurahkan perhatiannya pada Allea


Apa lagi Max tidak pernah merespon wanita lain selain Allea dan Gita yang dia anggap sebagai teman sangat sulit untuk menembus Max


Sudah meniru Allea pun Max tidak melirik nya sama sekali, Allea seakan sudah berhasil menutup mata pria tampan nan dingin itu, buktinya dia memang berubah tidak menutup diri seperti sebelumnya tapi dia menjauh dari wanita wanita yang ingin mendekatinya kecuali pada Allea


Like komen dan vote beb 🥰🥰


Kalo lagi bagus mood insha Allah aku up 2 bab