
Pukul 4 pagi angin semakin terasa dingin menusuk kulit Allea semakin meringkuk di bawah selimut, kepalanya mengusak mencari posisi ternyaman hawa yang tadinya dingin terasa lebih hangat dan nyaman membuat siapapun enggan untuk bangun
Allea mengendus seraya meraba guling yang sedari malam dia peluk "Kenapa jadi wangi banget" racaunya dengan mata masih terpejam
Tangannya yang meraba raba semakin merasa ada yang aneh dengan gulingnya, gulingnya menjadi keras dan terasa lebih besar juga wanginya seperti sangat dia kenal
Dengan malas Allea membuka sedikit matanya benar saja dugaannya guling itu berubah menjadi pemuda tampan yang menyebalkan, Hampir saja Allea menjerit namun Max lebih dulu membekap mulut Allea
"Jangan teriak " bisik Max, Allea mengangguk lalu Max melepaskan tangannya dari mulut Allea
"Ngapain disini? " sungut Allea
"Aku gak bisa tidur jadi semalam aku pindah kesini" Jawabnya seraya tersenyum lebar menampilkan giginya
"Astaga.. jadi semaleman kamu tidur disini? mana gak pake baju lagi" Allea memperhatikan Max dari atas sampai bawah
"Kenapa? aku seksi ya? " tanyanya penuh percaya diri
"Iihhh pede banget sih" Allea sampai bergidik
"Tidur lagi aku masih ngantuk" Max kembali memeluk Allea seraya memejamkan matanya
"Aku mau masak dulu" Jawab Allea menyingkirkan tangan Max dari perutnya
"Kan ada pelayan buat apa cape cape masak? "
"Aku malu sama bunda kalo males malesan, emang kamu mau punya calon istri males malesan? " ucap Allea
"Gak apa apa, aku bisa bayar pelayan kamu gak usah masak, nyuci atau mengerjakan pekerjaan apapun kamu cukup layani aku di... " Max menggantung kata katanya
"Di apa? " tanya Allea
"Di..." Max tidak melanjutkan perkataannya dia malah menaik turunkan alisnya dengan wajah menggoda
"Tau akh kamu gak jelas" Allea hendak bangun namun Max meraih pinggangnya dan menariknya duduk hingga duduk di pangkuan Max
"Kamu cuma perlu layani aku di tempat tidur" bisik Max seraya mengeratkan pelukannya
Wajah Allea memerah mendengar Max berkata se frontal itu "Aku bisa gila deket sama kamu" kesal Allea berusaha melepaskan diri lalu kabur keluar dari kamarnya
Allea menggerutu sendiri sepanjang perjalanannya menuju dapur berbeda dengan Allea Max tersenyum Tampan kembali merebahkan dirinya, beberapa menit dia tidur akhirnya bangun karena teringat dia sedang berada di kamar Allea
Takut ada orang yang melihat dia mengendap ngendap keluar dari kamar Allea, baru saja menutup pintu suara seseorang mengejutkannya membuatnya terlonjak
"Kenapa kamu keluar dari kamar Allea? " tanya Lydia
"Anu.. anu.. bund" Max tergagap menggaruk tengkuknya
"Apa? jangan macam macam kamu ya" ucap Lydia
"Enggak bun, Saya cuma mau bangunin Allea tapi dia udah gak ada di kamarnya" ucap Max
Lydia mendengar suara di dapur dan segera pergi ke sana, Max mengelus dadanya merasa tenang ibunya tidak bertanya apapun lagi " Aman" gumamnya kembali ke kamarnya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Waktu istirahat di sekolah semua murid sibuk dengan aktivitasnya masing masing termasuk Max, Allea dan teman temannya yang sedang membaca buku di perpustakaan dengan tenang
Danendra yang berjalan menggunakan penyangga mendadak jatuh saat berjalan di lorong sekolah, seseorang membantunya berdiri dan mengambilkan penyangganya juga tas kecil yang di bawa Danendra
"Mau gue bantu? jalannya lumayan licin" ucap Celine, Danendra yang melihat ketulusan Celine akhirnya mengangguk
Celine memapah Danendra ke bawah pohon yang rindang di samping sekolah, Danendra mengeluarkan kotak bekal yang dia bawa dari rumah dan mulai membukanya
"Mau kemana? temenin gue disini aja" ucap Danendra dan Celine pun duduk patuh di samping Danendra
"Tumben lo bawa bekal" karena mereka satu kelas setidaknya mereka tahu kebiasaan sehari-hari temannya
"Ini di masak Allea tadi pagi jadi gue bawa" jawab Danendra
"Lo masih suka sama dia? " Tanya Celine namun Danendra sepertinya enggan menjawab
"Gue udahh tau jawabannya, lo gak sepenuhnya salah gue sekarang tau gimana sikap Allea pantas aja banyak cowok yang suka sama dia, Allea baik sangat baik" ucap Celine membuat Danendra menoleh
"Lo sama Cindy bukannya selalu bully Allea ? " tanya Danendra
"Heem.. gue nyesel atas semua perlakuan buruk gue sama Allea, waktu itu gue terlalu takut sama Cindy tapi setelah gue rasa Cindy semakin keterlaluan sama Allea gue jadi sadar" jawab Celine
"Lo tau kenapa Cindy pindah sekolah? karena dia ketahuan bayar orang buat celakain Allea, awalnya om Gibran masukin dia ke penjara tapi karena mommynya hamil jadi Cindy di bebasin dan mungkin di pindahkan supaya gak ganggu Allea" Danendra terkejut dengan apa yang di katakan Celine
"Lo tau dari mana? " tanya Danendra
"Allea cerita sama gue tapi dia kayaknya gak tau maksud ayahnya pindahin Cindy ke sekolah lain itu cuma menurut gue aja"
"Lo sedeket itu sama Allea? " tanya Danendra
"Gak juga sih, tapi mungkin hubungan gue sama Allea bisa di perbaiki jadi lebih baik" jawab Celine
"Mau coba? " Danendra mengulurkan bekalnya pada Celine
"Boleh" Danendra memberikan kotak bekalnya pada Celine lalu pergi
"Enak juga masakan Allea" gumam Celine
Saat sedang menikmati makanannya tiba tiba Kiki datang dan menepis kotak itu hingga terjatuh dan isinya berhamburan sontak Celine langsung bangun dari duduknya dan mengambil kotak tersebut
"Lo cepu banget ya, Cindy lagi susah lo deketin Allea sama Danendra sekaligus licik banget lo" Hardik Kiki
"Maksud lo apa ki? gue gak deketin siapapun gue sama mereka gak sedekat itu" jawab Celine
"Apa lo sengaja pengen jatuhin Cindy karena lo iri sama dia? "
"Gak ada sedikitpun gue iri sama dia, gue cuma beda soal Allea aja sama kalian, gue gak mau celakain orang, gue takut kita semakin keterlaluan dan berakibat fatal buat orang lain" Tegas Celine
"Itu cuma alesan lo doang, lo deketin mereka karena tau Cindy gak bisa kasih apapun lagi kan? lo tuh gak tau diri Cindy selalu kasih apapun sama lo biar lo keliatan berkelas kelihatan kaya kelihatan sepadan sama kita tapi lo berkhianat sama dia" ucap Kiki
"Ya Cindy emang kasih semua barang berharga tapi dia selalu perlakuin gue kayak pembantu, dia mencemooh gue, dia suruh suruh gue, dia hina gue"
"Bukannya harus ada harga yang di bayar buat semuanya? "
"Kalo itu yang kalian pikir gue akan balikin semua barang yang di kasih Cindy dan jangan pernah berpikir kalian bisa jadiin gue budak lagi, gue gak butuh pertemanan toxic semacam ini" ucap Celine dengan lantang
"Oke tapi jangan salahin gue kalo satu sekolah tau lo cuma anak penjual kue di pasar, lo akan menghadapi hal sulit saat keluar dari geng kita" Ancam Kiki
"Gue gak peduli, silahkan gue juga udah cape berpura-pura" ucap Celine lalu pergi meninggalkan Kiki sendiri
Jangan lupa like komen dan vote