
"Ya ampun kenapa kamu gak makan? " tanya Allea pada bodyguardnya
"Saya hanya bertugas menjaga nona"
"Sini sini kamu bukan robot, manusia harus makan apalagi sedari pagi kamu cuma berdiri di luar kelas" Allea mendorong pelan tubuh bodyguardnya dan di paksa duduk bergabung bersama teman-temannya
Paras bodyguardnya yang tampan juga masih muda menjadi perhatian para siswa perempuan, Max memancingkan matanya melihat Allea yang duduk berdekatan dengan bodyguardnya
"Geser" Max pindah duduk di tengah tengah Allea
"Ehem ada yang gerah nih" ledek Dito yang mendapat tatapan tajam dari Max
Max juga menghalangi pandangan Allea dari bodyguardnya dengan kepalanya sendiri, Allea menghela nafas panjang dengan kelakuan Max
"Jangan terlalu dekat dengan nona" ucap Aksa sangat bodyguard
Max sontak langsung berbalik menatap tajam padanya namun Aksa hanya berwajah datar tanpa ekspresi
"Wajahnya lebih datar dari Max" ledek keempat teman cowok Allea
"Lo cemburu ya? " goda Allea
"Kalo iya kenapa? " tidak menyangka dengan jawaban Max Allea hanya bisa diam
"Cie.. " ledek teman temannya
"Emmptt" Gita berlari dari sana dengan menutup mulutnya
Dia sedari tadi hanya diam sepertinya dia memang tidak baik baik saja
"Gita" Allea berdiri hendak mengejar Gita namun Dito menahannya
"Biar gue aja" Dito berlalu pergi
"Mereka kenapa sih? " Allea bertanya tanya
"Gak tau, udah beberapa minggu juga gak pernah ke cafe" ujar Bagas
"Gak usah di pikirin lah mereka udah gede ini" ucap Max seraya mengalungkan sebelah tangannya ke pundak Allea
"Maaf tidak boleh menyentuh nona" Aksa melepaskan tangan Max membuatnya geram
Max menautkan tangannya di bawah meja dengan tangan Allea tanpa sepengetahuan Aksa
"Max" Allea mengingatkan, bukannya melepaskan tapi malah mengedipkan sebelah matanya membuat Allea bergidik
.
.
"Udah lebih baik? " tanya Dito yang ikut masuk ke kamar mandi memijat tengkuk Gita
"Gak usah sok perhatian, bukannya lo gak peduli? " ketus Gita seraya pergi meninggalkan Dito setelah mencuci wajahnya
"Argghh" Dito kesal sampai memukul wastafel
"Lo gak apa apa? " tanya Allea saat Gita kembali ke kelas
"Gak apa apa kok"
"Lo sembunyiin sesuatu dari gue? " tanya Allea
"Gak ada Allea"
"Tapi... "
"Please jangan banyak nanya " Gita memohon akhirnya Allea diam
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Di sebuah mall Lydia tidak sengaja bertemu dengan Emile, Emile terlihat gelagapan karena sedang bersama seorang pria
"Loh jeng sama siapa? " tanya Lydia
"Ohh.. i.. in.. ini.. sodara aku jeng"
"Saya Frans" pria itu mengulurkan tangannya
"Lydia, kalau begitu saya permisi ya"
"Iya, hati hati jeng" Emile melambaikan tangannya
"Aku udah bilang jangan temui aku dan anakku lagi" geram Emile
"Aku merindukan kalian" Frans memegang kedua tangan Emile
"Pergi dari sini, nanti aku akan transfer uang " ujar Emile menepis kasar tangan Frans
"Aku gak mau uang, aku mau anakku" jawab Frans
"Jangan mimpi, kalo kamu sayang sama dia biarkan dia bahagia jangan muncul di hadapannya"
"Bagaimana pun aku ayahnya dia berhak tau siapa ayah kandungnya dan ibu seperti apa yang bersamanya sekarang"
"Jangan macam macam, aku pastikan kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang kamu mau" Ucap Emile seraya pergi meninggalkan Frans
"Kita lihat saja nanti" gumam Frans menatap kepergian Emile dengan tersenyum sinis
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Ada yang sedang anda pikirkan nona? " tanya Aksa yang sedang menyetir
"Hanya ada sedikit masalah, bisa tidak kamu menungguku di mobil saja besok atau kamu bisa pergi kemana saja dan menjemputku sepulang sekolah"
"Tidak bisa nona tugas saya hanya memastikan anda aman"
Saat sedang bernegosiasi dengan Allea tiba tiba mobil yang mereka tumpangi di salip beberapa motor yang sengaja di buat bising, Aksa mempercepat laju motornya namun motor itu sengaja sepertinya semakin memepetkan dengan mobil Allea
"Mau apa mereka? " tanya Allea dengan panik
"Pake sabuk pengaman anda nona" Aksa mempercepat mobilnya namun sebuah motor sudah berhenti tepat di hadapan mobilnya
Aksa sontak berhenti mendadak untung saja Allea sudah memakai sabuk pengamannya, segerombolan pemotor itu mengelilingi mobil Allea seraya menggedor kaca mobilnya
Suasana jalan yang sepi membuat mereka lebih leluasa menjalankan aksinya, tiba tiba seorang yang berboncengan memukul kaca mobil yang tepat berada di samping Allea hingga retak membuat Allea gemetaran ketakutan
"Anda baik baik saja nona? " tanya Aksa
"Aku takut" wajah Allea pucat pasi
"Jangan turun dari mobil apapun yang terjadi" ucap Aksa seraya keluar menghadapi mereka
Aksa berkutat sendiri melawan kurang lebih 10 orang, Allea benar benar gemetar apa lagi ketika seorang dari mereka mengetuk kaca mobil membawa tongkat baseball, Allea menjerit ketika orang itu memukul kaca mobilnya dan Allea segera keluar dengan membuka pintu sebelahnya
Allea berlari ketika dia orang pria bertopeng mengejarnya, dia benar benar tidak tahu arah dia terus berlari menghindari mereka. Tepat di sebuah puing-puing sisa kebakaran sebuah pasar Allea di tarik seseorang
Max yang searah dengan Allea melihat mobil Allea di hadang orang, ketika Allea berlari Max mengejar dengan motornya ke arah lain dan menemukan Allea semakin berlari ke tempat sepi hingga dia memutuskan sembunyi untuk menolong Allea
Max menutupi kepala Allea dengan jaketnya dan memepetkan tubuh Allea ke dinding, Tangan Max menangkup wajah Allea dengan ibu jari memegang bibir Allea dia menempelkan bibirnya di ibu jarinya hingga mereka terlihat seperti sedang berciuman
Langkah kedua orang itu terhenti melihat kedua sejoli nampak sedang memadu kasih, mereka kembali ketika tidak menemukan Allea disana
"Sial, malah nemu orang pacaran ayo cabut " ucap salah satunya
Mata Allea dan Max bertemu mereka tetap dalam posisi itu tanpa bergerak, Allea merasa benar benar terhipnotis oleh tatapan Max bahkan ketika ibu jari Max bergerak mengusap bibir Allea dia hanya diam matanya tidak lepas menatap mata Max
"Lo aman sekarang" ucap Max dengan wajah yang sangat dekat
Allea seperti tidak mendengar perkataan Max dia masih berkutat dengan pikirannya seraya menatap mata coklat itu, tiba-tiba Max mencium pipi Allea membuatnya tersentak membuyarkan lamunannya
"Lo masih mau liatin gue? " pertanyaan Max membuat Allea gelagapan
"Si.. siapa yang liatin lo" sangkal Allea
"Terus dari tadi lo liatin apaan? "
"Astaga ini dimana? " Allea mengalihkan topik pembicaraan seraya menatap sekelilingnya
"Lo belum jawab pertanyaan gue"
"Max kita harus pergi, bodyguard gue lagi dalam masalah"
"Lo kenapa malah lari ketempat sepi? kalo mereka berbuat macam macam sama lo gimana? "
"Gue mana tau, yang gue tau gue harus lari dari mereka"
"Gue mau imbalan karena gue udah nolongin lo" ucap Max membuat Allea melotot
"Lo bener bener gak pernah ikhlas nolongin gue"
"Cium gue" Max tidak mendengar gerutuan Allea dia menunjuk pipinya
"Gak mau" Allea melipat tangannya di dada dengan wajah cemberut
"Ohh lo mau mereka aja yang cium lo? oke" Max hendak pergi namun Allea menahan tangan Max
Allea benar benar masih takut dengan kejadian di gubug tempo hari, sepertinya mencium Max lebih baik dari pada dia kembali mendapatkan pelecehan dari orang tidak di kenal
Allea hendak mencium pipi Max namun karena Allea tidak bilang menyetujui permintaan Max, saat Max berbalik hendak menatap Allea bibir Allea yang tadinya hendak mencium pipi malah mendarat di bibir Max
Bukannya menjauh Allea masih menempelkan bibirnya dengan wajah terkejut, Max menjauhkan dirinya dia tidak sungguh sungguh dengan perkataannya namun tanpa di duga Allea benar-benar menciumnya
Max hanya ingin menguji Allea dia memastikan Allea tidak trauma setelah kejadian waktu itu, sepertinya Allea tidak takut terhadapnya Allea hanya takut dengan orang orang asing yang mencurigakan tidak dengan setiap pria
"Gak mau cium pipi tapi malah cium bibir" ledek Max
"Lo yang sengaja berbalik kan? biar gue cium bibir lo? "
"Gue gak tau lo mau cium gue, atau mau di ulang? " goda Max mendekatkan pipinya
"Ogah" Allea mendorong bahu Max seraya berjalan pergi
Jangan ditanya semerah apa pipi allea sekarang dia memejamkan matanya seraya menggeleng, bayangan dia mencium Max terngiang-ngiang di pikirannya, Max mengejar dan merangkul bahu Allea seraya terus menggodanya hingga mereka naik ke motor
"Pake ini tutupin muka lo yang udah semerah tomat" ledek Max memakaikan helm yang menutup seluruh kepala Allea
Allea tidak menjawab dia mengerucutkan bibirnya kesal dengan Max yang terus meledeknya, Max melajukan motornya melewati Aksa yang sudah berhasil melumpuhkan sekumpulan pemotor itu
Para pemotor itu berjatuhan saat Max melewatinya Max menekan klakson membuat Aksa menoleh
"Pulang" teriak Max
Aksa mengerti maksud Max dia tahu Allea ada di belakang Max meskipun kepalanya tertutup helm dan menggunakan jaket Max, Aksa naik ke mobilnya dan mengikuti motor Max dari belakang
Jangan lupa like komen dan vote