My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Sebenarnya dia adalah



Max datang setelah Allea mengatakan bahwa dirinya berada di rumah sakit, Max bergegas ke rumah sakit karena dia pikir Allea yang terluka


" Sayang kamu kenapa? " Max terburu-buru membuka pintu


"Apa yang sakit? apa yang luka? " tanya Max seraya menangkup wajah Allea mengecup seluruh wajahnya membuat Arabella memutar matanya jengah


"Aku gak sakit, Lili yang sakit" Max melihat di brangkar benar saja Lili memandanginya dengan tatapan sendu


"Dia kenapa? " tanya Max


"Dia jatuh dari tangga, di tangga ada minyak entah anak anak yang menumpahkannya atau bibi yang teledor aku gak tahu" jawab Allea


"Aneh sekali.. bibi bertahun-tahun kerja sama kita gak pernah seteledor itu" gumam Max


"Dia udah baik baik aja kan? kita pulang aja kamu harus istirahat lagi pula disini ada ibunya"


"Tapi.. " Allea tidak melanjutkan kata katanya saat melihat tatapan sang suami


Dia akhirnya mengikuti langkah suaminya meninggalkan rumah sakit, Setelah sampai di rumah Max mengintrogasi semua pekerja di rumahnya


Tidak ada satu pun yang merasa menumpahkan minyak di atas tangga juga anak anaknya yang selalu dalam pengawasan suster, Kecurigaan Max mengarah pada Arabella


"Kamu butuh sesuatu? " tanya Max sambil memijat kaki Allea namun sang istri hanya diam


"Sayang mama gak mau bicara sama papa, Kamu kangen gak sama papa? udah beberapa hari papa gak nengokin kamu" Max memeluk Allea menempelkan kupingnya di perut Allea


"Jangan aneh aneh.. pergi kerja sana" Allea baru mengeluarkan suaranya


"Aku lagi males, lagian di kantor juga hari ini gak ada meeting penting biar assisten aku aja handle


" Kamu ngapain sih? " Allea menghentikan tangan suaminya saat bergerak di bawah dressnya


"Aku cuma mau pegang perut kamu"


"Dari luar juga bisa" Max mengacuhkan ocehan Allea tangannya merangsek masuk ke dalam dress mengelus perut Allea


"Aku mencintaimu" Max mencium lembut bibir Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu tidak mau memberitahu Allea tentang penyakitmu?"


"Jangan membebani pikirannya, dia sudah cukup menderita selama ini biarkan dia tenang" jawab Gibran


"Jadi kapan kamu mau operasi? kalau semakin lama di biarkan akan semakin parah"


"Aku belum siap, apa kamu takut menjadi janda? " Gibran malah menggoda Ririn


"Jangan bicara sembarangan" Ririn memukul lengan Gibran


"Aku akan membuat janji dengan dokter spesialis mencari waktu yang tepat untuk melakukan operasi, Jangan bilang Allea beri tahu nanti saja kalau operasinya berjalan lancar" ucap Gibran


"Benar? jangan bohong itu harus di lakukan segera"


"Tenang saja.. kamu gak akan jadi janda " Gibran mengelus kepala Ririn


"Kamu terus menerus mengatakan itu, menyebalkan.. anak kita masih kecil"


"Kenapa kamu menangis? apa itu menyedihkan? " Gibran terkekeh memeluk Ririn yang mulai menangis


"Aku mohon segera sembuh.. kita masih punya Niko yang membutuhkan kasih sayang ayah dan ibunya" Tangis Ririn pecah dilanda ketakutan ketika suaminya menganggap sepele penyakitnya


"Dua hari lagi aku akan menemui dokter.. apapun yang terjadi padaku jangan katakan itu pada Allea" Ririn mengangguk mempererat pelukannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa Lili di tinggal? " Allea menegur Arabella yang baru saja tiba


"Gue mau ambil mandi baju terus kesana lagi"


"Gimana tentang pemeriksaannya? " tanya Allea


"Gak ada yang serius untungnya, dia bisa pulang setelah beberapa hari" jawab Arabella


"Syukurlah.. "


Melihat Allea berjalan keluar Arabella memanfaatkan situasi dia masuk kekamar Allea saat Max sedang berada di kamar mandi, Keberuntungan berpihak pada Arabella barang yang dia cari tergeletak di atas kasur tanpa menggunakan pasword


Arabella mengambil handphone Max dan membaca pesan dari rumah sakit yang belum sempat dia hapus, Arabella mengetik sebuah pesan lalu setelah mendapat jawaban dia menghapus pesan tersebut


"Sayang.. " Max baru keluar dari kamar mandi sepertinya dia melihat sekelebat bayangan keluar dari kamar namun saat Max membuka pintu sudah tidak ada siapa siapa


"Tadi siapa yang keluar? " gumam Max saat melihat dari atas ternyata Allea ada di halaman depan sedang menyiram bunga


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Anggia.. berhenti berlari" ucap Cindy


"Ayo ma.. aku mau main sama Millie" Anggia berlari ke dalam mobil dia tidak sabar bertemu saudara saudaranya


Sepanjang jalan Anggia bernyanyi mengikuti lagu yang di putar sang ibu, Sesampainya di rumah Allea Anggia juga turun sendiri berlari ke dalam rumah


"Kak Ellia.. kak Ello, Millie, Michelle" pekiknya


"Aduh.. aduh.. kemana aja nona cantik ini baru kelihatan" Ucap Allea seraya memeluk Anggia


"Hai.. apa kabar? " ucap Cindy berdiri di belakang Allea


"Kemana aja huh? gak inget apa sama gue? " Allea pura pura merajuk


"Sayang.. gue sibuk banget hari ini baru ada waktu, sorry" Cindy memeluk Allea


"Allea.. " Cindy melepas pelukannya kalau Arabella memanggil Allea


"Ya? " jawab Allea


"Makasih atas tumpangannya selama ini"


"Sama sama.. lo udah dapet rumah? jaga Lili" Arabella hanya mengangguk seraya tersenyum


"Allea.. ada yang mau gue omongin soal Lili" Arabella mendekat menyentuh lengan Allea


"Lili kenapa? "


"Sebenarnya dia adalah.. " perkataan Arabella terpotong saat Max menyergah


"Lo udah mau pergi? baguslah" ucap Max


"Tunggu apa lagi? silahkan pergi pintunya disana" Max menunjuk pintu keluar


Arabella berjalan melewati Allea ketika tepat disampingnya Arabella mengatakan sesuatu


"Nanti lo akan tahu siapa sebenarnya Lili" Ucap Arabella lalu pergi


"Apa maksudnya ? " Allea hendak menyusul namun Max menahan tangannya


"Jangan dengarkan dia, ayo Masuk" Max membawa Allea masuk di susul Cindy


Cindy bertanya tentang Arabella pada Allea dan dia pun menceritakan semuanya namun tidak mengatakan apapun tentang kecurigaannya


"Ayah gimana kabarnya? " tanya Cindy


"Lo gak ketemu ayah juga? "


"Iya.. gue baru kesini, ke rumah bunda sama mama Selvi juga belum gue sama Danendra sibuk banget setelah pindah tugas"


"Jadi lo tugas dimana sekarang? " tanya Allea


"Jauhlah kesini aja perjalanan lima jam" jawab Cindy


"Pantesan jarang pulang kesini, Lili udah masuk tk? "


"Belum... Rencana mau sekolah disana tahun depan "


"Yah.. gak sekolah bareng dong" ucap Allea


"Hmm.. gimana lagi, gue baru pindah juga"