My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Semua sudah selesai



Satu Gedung di penuhi orang orang dengan pakaian formal, Yuki hadir menggunakan gaun panjang serta masker yang menutupi wajahnya begitu pula ayahnya


Semua berjalan dengan lancar Daniel sudah mengatur semuanya, namun ketika Yamada sedang berpidato di depan semua orang layar di belakangnya menampilkan video saat mereka menculik Ello dan Ellia


"Untuk para kolega bisnis saya telah membeli saham terbesar di perusahaan ini dan untuk kekeliruan kolega kolega saya di perusahaan sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya tidak lari dari tanggung jawab saham kalian  tidak akan hilang sia sia mulai sekarang saya akan menjamin bisnis kita akan berjalan dengan lancar" Yamada berpura-pura Seolqh saham klien bisnisnya tidak dia gunakan sendiri melainkan untuk membeli perusahaan Alexander


Belum selesai dia bicara layar di belakangnya menyala memperlihatkan adegan dimana mereka meminta anak anak  Max di tukar dengan peralihan pemilik perusahaan


"Ini.. Ini.. Rekayasa" Ucap Yamada panik


"Cepat suruh mereka mematikan ini" Bisik Yamada pada Yuki


"Kalian tunggu apa lagi? Cepat matikan" Yuki menghambat para pengawalnya yang membantunya menculik Ellia dan Ello tempo hari, mereka diam bak patung bahkan tidak menatap Yuki


Yuki yang kesal hendak pergi mematikan layar tersebut namun para pengawal menghalanginya, video di putar sampai selesai mereka bahkan sekarang tahu betapa jahatnya Yuki yang memalsukan identitas Max saat dia hilang ingatan


Prok.. Prok.. Prok.. 


Pintu terbuka Max serta keluarga kecilnya muncul dengan suster yang di apit dua pria berbaju serba hitam, Max mengisyaratkan agar mereka mengumpulkan suster dengan Yuki dan Yamada dengan jari telunjuknya


"Nyonya Nola atau aku harus memanggilmu Yuki? " Ucap Max


"Anda bertiga sangat hebat, kalian berhasil menutupi kejahatan kalian dengan sempurna tapi kalian harus kembali mengingat bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna" Lanjutnya


"Kamu merencanakan semua ini.. Ini fitnah" Yamada menyangkalnya


"Benarkah? Untuk apa aku memfitnahmu? Tidak ada untungnya bagiku" 


"Tentu saja kamu ingin menguasai kembali perusahaan ini, jangan berbicara omong kosong lagi" Yamada bersikeras membantah 


"Menguasai perusahaan? Aku bahkan pewaris perusahaan ayah kandungku, mertuaku hanya mempunyai seorang anak perempuan, dan istriku membuat usaha bengkelku menjadi bercabang-cabang, apa menurutmu aku masih ingin menguasai sesuatu yang sudah bukan milikku lagi? " 


"Tuan Yamada.. Mungkin anda tidak tahu bahwa tanda tanganku sudah tidak berguna lagi di perusahaan ini, Daniel memiliki posisi yang tinggi sekarang dan berkuasa di sini jadi sepertinya anda salah menculik orang" Lanjut Max, Yamada dan Yuki memandang Daniel yang membetulkan jasnya dengan elegan


"Kamu.. "  Yamada sudah tidak tahan lagi menahan amarahnya


"Jangan marah dulu tuan, anda yang salah tidak bertanya siapa bos disini sekarang jadi aku tidak memberitahukannya aku takut di bilang sombong" Ucap Daniel


"Kurang ajar" Yamada hendak menyerang Max namun  di tahan pengawal


"Polisi ada di depan, bawa mereka pergi" Ucap Max


"Tuan saya tidak bersalah tuan.. Kenapa saya juga di bawa? " Suster bersimpuh memegangi kaki Max


"Benarkah? " Tanpa harus menjelaskan semuanya layar di belakang mereka kembali menunjukkan isi pesan suster dan Yuki begitu pula  rekaman suaranya 


"Suster.. Aku mengira kamu tidak menyukai aku karena kamu menyimpan rasa cinta pada suamiku tapi aku salah kamu lebih buruk dari itu" Ucap Allea


"Tuan.. ampuni saya tuan" Suster tidak mau berdiri dia terus memohon ampun agar Max memaafkannya, semua tamu mulai terdengar kasak kusuk


"Semua yang memiliki kerugian oleh tuan Yamada silahkan selesaikan urusan anda di kantor polisi, sudah jelas bahwa di perusahaan ini tidak pernah menerima bos baru yang bisanya hanya menipu orang" 


"Bawa mereka" Ketiganya di seret pengawal melewati Max dan Allea


"Suster.. Terimakasih sudah menjaga anakku sedari dia bayi, aku harap dia akan memaafkanmu" Ucap Allea ketika suster Erika di bawa melewatinya, suster tertunduk dia benar-benar merasa bersalah pada Ellia


"Dan lo Yuki gue gak pernah nyangka lo sekejam itu, lo buat anak anak kehilangan keluarganya semenjak mereka masih bayi merah, lo seorang wanita harusnya lo bisa bayangin kalo lo di posisi gue saat itu "


"Gue benci lo, gue benci cewek munafik kayak lo, lo ambil apa yang gue suka dan lo selalu selangkah lebih maju dari gue.. Gue gak suka itu" Teriak Yuki di hadapan Allea


Ello dan Ellia sontak memeluk ibunya mereka khawatir ibunya di lukai


"Harusnya lo mati saat kecelakaan itu, harusnya gue bakar lo hidup hidup di mobil itu harusnya lo mati bawa anak sialan lo"


Plak


Satu tamparan keras Allea berikan pada Yuki sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah ketika dia melepaskan maskernya, secepat kilat Yuki melepaskan tangannya yang di tahan para pengawal dia meraih gelas dan memecahkannya hendak menyerah Allea namun Max menghalangi dengan punggungnya


Jas yang di pakai Max perlahan menjadi basah oleh darah karena pecahan gelas yang menancap di punggungnya, Max memerintahkan para pengawal menyeret mereka pergi


"Papa jagoan kalian tenang aja" Max menggendong kedua bocah tersebut


Akhirnya Daniel meneruskan acaranya seorang diri karena Max harus mengobati lukanya yang cukup dalam


Setelah pulang dari rumah sakit mereka menyuruh satu pengawal mengantar mereka pulang, kedua bocah tidur dengan posisi duduk di pangkuan kedua orangtuanya


Max merangkul tubuh Allea mereka tersenyum saling memandang


"Semuanya sudah selesai, kita bisa hidup tenang sekarang" Ucap Max


"Makasih" Lirih Allea air matanya jatuh setetes demi setetes


"Makasih buat? "


"Makasih udah jadi suami dan ayah  yang baik, makasih udah lindungi aku dari pertama kita kenal, makasih udah kembali aku gak mau kita berpisah lagi" Max perlahan mengusap air mata istrinya


Tangan yang dia gunakan untuk mengusap air mata Allea perlahan bergerak ke belakang tengkuk Allea, mata mereka terpejam saling memperdalam ciumannya


nasib setiap yang jadi supir mereka pulang pulang langsung meriang🤣🤣


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Kabar tentang kejadian malam ini sudah menjadi perbincangan hangat di kalangan para pengusaha, Gibran dan Damian juga sedang membicarakannya


"Jadi selama ini saingan bisnismu bebuyutanmu anakmu sendiri" Gibran menahan tawanya saat meledek Damian


"Aku tidak menyangka anak itu hebat juga, aku dulu pernah meremehkannya"


"Mungkin secara tidak langsung dia ingin membalas ucapanmu"


"Rasanya aku ingin menjewer telinganya, aku rugi berapa milyar karena dia" Wajahnya sudah sangat kesal


"Jangan terlalu keras padanya, sekarang kalian bisa menjalin hubungan bisnis kamu tidak akan rugi lagi"


"Kamu mengejekku, sialan" Gibran tertawa melihat wajah kesal Damian


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Jeng aku dengar tentang masalah anakmu, kasihan ya anak menantumu" Ucap salah satu ibu ibu arisan yang ikut bersama Lydia dan Ririn


"Heem.. Ampun jeng itu si wanita gak punya otak banget kok tega ya"


"Pasti orang tuanya ngajarinnya gak bener, buktinya bapaknya aja malah kerja sama padahal tau anaknya salah"


"Kalo aku jadi ibunya udah malu banget tuh"


"Ibunya pasti ngerasa gagal didik anak kayak gitu"


"Iihh.. Amit amit untung anakmu cepat sadar" Lydia hanya tersenyum kikuk sementara Ririn terlihat diam memainkan kukunya


"Aku ke toilet dulu" Ucap Ririn


Ririn bercermin pikirannya melayang memikirkan perkataan ibu ibu tadi


"Apa aku bukan ibu yang baik? Apa aku sudah salah mendidik anak anakku? Apa ini alasan Tuhan tidak memberiku anak? " Ririn berbicara dengan bayangannya sendiri


"Kenapa? Kenapa kamu membuat aku malu, kenapa kamu berbuat sampai sejauh itu? Kenapa Allea bersikap lebih baik padahal dia tidak mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya sejak kecil" Ririn berdialog sendiri, dia menyalahkan dirinya sendiri namun kembali berpikir dia sudah semaksimal mungkin mendidik anak anaknya


"Apa aku masih punya wajah bertemu Allea dan Max nanti? " Ririn mulai gelisah tentang reaksi anak dan menantunya nanti


Ririn mengirim pesan pada Lydia dia sudah membayar semua pesanan mereka dan pergi begitu saja, Lydia merasa tidak enak hati dengan Ririn dia tahu Ririn ibu yang baik hanya Yuki saja yang memang sifatnya seperti itu


jangan lupa like komen dan vote


beri othor bunga juga othor mau ngebon