
"Akh.. Sial kalian terlalu keras memukulku" Max memegangi pundaknya seraya menggerakkan Kepalanya ke kiri dan ke kanan
"Maaf bos.. Saya terlalu menghayati peran" Jawab seseorang yang sedang mengemudi
"Untung kerjamu bagus, katakan pada teman temanmu terus berakting sampai nanti saatnya tiba"
"Baik bos"
"Papa beneran gak apa apa? " Tanya Ello melihat papanya meringis
"Gak apa apa, papa kan laki-laki jadi harus kuat"
"Kalo mama nanya kenapa kita pulang malem gimana? " Tanya Ellia
"Jangan bilang mama ya, bilang aja kalian habis main di taman bermain nanti kalo kalian bilang kasihan mama sama dede bayi pasti khawatir"
"Oke" Jawab keduanya
Sebenarnya para pria dengan tubuh kekar itu adalah orang suruhan Max, saat suster memerintahkan seorang pria membawa Ello dan Ellia Max lebih dulu meringkus orang tersebut dan menggantikannya dengan belasan orang agar bisa melindungi anak anaknya disana
Ellia dan Ello juga sudah di beritahu olehnya dan menyuruh mereka berakting seolah olah ketakutan, kini hanya tinggal menunggu kehancuran besar yang menanti Yuki dan Yamada juga suster Erika
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Tok.. Tok.. Tok..
Bibi bergegas membuka pintu lalu kembali ke dapurberitahukan pada Allea seseorang ingin bertemu dengannya
"Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanya Allea
Pria tersebut memberikan handphonenya yang ternyata orang tersebut adalah suruhan Max yang akan membawanya ke rumah Lydia
"Siapa nyonya? " Tanya Bibi
"Itu supir bunda katanya nyuruh ke sana buat bantuin bikin kue" Jawab Allea
"Tapi udah malem, kalo tuan pulang nanti gimana saya takut di marahin" Ucap Bibi
"Nanti saya telepon biar dia pulang ke sana juga, saya pergi ya bi" Allea kemudian pergi dengan pria tersebut
"Nyonya mau kemana bi? " Tanya suster
"Ke rumah nyonya besar bantu bikin kue"
"Malem malem gini? Kayak gak ada waktu lain aja"
"Huss.. Gak boleh banyak ngomong tugas kita disini cuma kerja, apapun yang kita lihat dan kita dengar jangan sampai kita katakan pada orang lain apa lagi menggosipkannya" Sergah bibi
"HP mu udah ketemu? " Tanya bibi
"Belum.. Kira kira kemana ya? Mana saya ada urusan penting lagi"
"Kamu lupa simpan? "
"Enggak bi.. Saya yakin HP nya saya simpan di kamar terus saya ke toilet tapi gak ada"
"Aneh masa HP mu hilang gitu aja" Ucap bibi
"Itu dia saya juga gak ngerti"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kenapa pulang kesini? " Tanya Allea
"Anak anak rindu oma opanya, iya kan sayang? " Perkataan Max di angguki oleh keduanya
"Kenapa gak pulang dulu ke rumah? " Allea menabok punggung Max
"Akhh.. Sakit tau gak? Kasar deh" Gerutu Max
"Apa sih lebay deh orang pelan pelan juga"
" Mama aku ngantuk" Ellia terlihat lelah dia kelihatannya benar benar mengantuk
"Ayo mama antar tidur, Ello mau tidur juga? " Tanya Allea namun Ello menggeleng
"Ayah bunda.. Allea antar Ellia tidur dulu"
"Udah makan? Tadi kemana aja? Kayaknya Ellia kecapekan? "
"Udah di beliin papa tadi, Ellia cuma main" Jawab Ellia, kepalanya di elus oleh Allea membuat matanya semakin mengantuk
"Main apa sampai papa kesakitan? " Tanya Allea
"Itu bukan main, itu karena papa berantem sama banyak orang tapi mereka baikan lagi "
"Berantem? Dimana? Sama siapa? " Tanya Ellia
"Sama kakek jahat dan mama Nola terus papa di pukul belakangnya"
"Terus? "
"Terus? "
"Papa pura pura di pukul tapi omnya mukul beneran"
"Cerita lebih banyak sayang"
"Aku sama Ello awalnya di iket terus papa datang terus di tangkap lagi masukin ke kamar kosong, om itu keluarin kita lewat jendela terus rumahnya ke bakar, api nya gedeeee banget ma" Ellia bercerita seperti meracau karena matanya sudah tertutup
"El tidur ya.. Mama mau makan dulu" Ucap Allea
Kemarahannya sampai di ubun ubun bukan karena hal lain namun karena dua anaknya di jadikan umpan, Allea masuk ke kamar Max dia menunggu suaminya masuk ke dalam kamar
Pintu kamar terbuka Allea bersiap meledak namun ada Ello yang mengikuti Max dari belakang
"Maxiiime.. " Teriak Allea kemudian dia tersenyum manis saat Ello terlonjak karena terkejut
"Sayang tidur temenin Ellia ya, kasihan nanti dia nyariin kamu" Bujuk Allea
"Iya.. Selamat malam mama papa" Ello kembali pergi ke kamar Ellia
"Hei.. Tadi katanya mau tidur sama papa" Max sengaja mengajak Ello tidur di kamarnya agar menghindari kemarahan Allea jika dia curiga
"Kenapa ajak Ello huh? Kamu sudah antisipasi biar gak di marahin? " Allea menjewer telinga suaminya
"Aww... Aduh lepasin sayang sakit" Rengek Max
"Di jewer sakit? Apa di pukul gak sakit? Apa kamu gak mikir jadiin anak umpan? Gimana kalo mereka celaka? Otak kamu di taruh dimana? " Allea mengomel
"Disini yang" Max malah menjawab seraya menunjuk kepalanya membuat Allea semakin emosi
"Aduh sakit yang"
"Sakit hati aku lebih dari ini, kamu biarin anak anak dalam bahaya orang tua macam apa kamu? "
"Mereka banyak yang jagain, aku udah antisipasi juga"
"Tapi tetep aja umpanin anak anak itu salah, apa hasilnya sekarang? Kamu juga gak berhasil nangkap mereka kan? "
"Kata siapa? Liat aja nanti" Mendengar jawaban Max Allea semakin geram
"Keluar.. Tidur sama anak anak" Allea mengusir Max
"Gak mau.. "
"Ya udah aku yang keluar" Allea berjalan ke pintu namun Max mendahuluinya dan mengunci pintu lalu memasukannya ke dalam saku celana
"Apa apaan kamu? Sini kuncinya" Allea hendak mengambil kuncinya namun Max menahan tangan Allea
Max menautkan jemarinya dengan milik Allea dan perlahan mendorong Allea ke ranjang, Max berhasil membuat Allea berbaring meskipun Allea marah marah
"Jangan marah marah sayang kasian dede bayi" Ucap Max yang tidur memeluk Allea dari belakang lebih tepatnya menahan Allea agar tidak kemana mana
"Anak jadi alasan, kamu aja gak mikir anak sendiri di bawa dalam bahaya"
"Kamu makin tua makin cerewet " Ucap Max
"Siapa yang tua? Kita seumuran ya, kalo aku tua kamu juga tua" Allea merasa tidak Terima dengan perkataan Max
"Kamu tua duluan, usia kamu di atas aku kita lahir beda 5 bulan itu artinya kamu tua lebih dulu"
"Sialan.. Minggir aku emang tua ngapain peluk wanita tua kamu bisa cari yang lebih muda " Pekik Allea
"Beneran? Aku boleh cari istri muda? "
"Aaarrgghh... Pergi sana aku gak mau ngomong sama kamu" Pekik Allea, Max hanya terkekeh senang rasanya membuat istrinya marah marah
Allea membiarkan Max dia tidak lagi menanggapi perkataan suaminya
"Yang.. " Bisik Max namun Allea tak bergeming dia berpura-pura tidur
"Ayang.. Aku kangen"
"Sayang.. Jawab aku"
"Apa sih diem.. Keluar sana aku males tidur sama kamu" Ucap Allea menahan tangan Max yang mulai nakal menelusup ke dalam piyama nya
"Pegang perut doang yang " Max mencari alasan, cekalan tangan Allea mengendur membiarkan suaminya mengelus perutnya
"Sayangnya papa.. Kangen ya sama papa?" Max seolah berbicara pada bayi di perut Allea
"Jangan cari alasan, mana ada bayi dalam perut ngomong"
"Kamu gak tau ikatan batin anak sama ayah, dia ngomong gitu kok, tengokin bentar ya? "
"Gak.. " Sergah Allea dengan cepat
"Dosa yang nolak ajakan suami"